Menikmati Seoul Dengan Cara Berbeda

3
foto blog seoul korea

“If history repeats itself, and the unexpected always happens, how incapable must Man be of learning from experience.” – George Bernard Shaw

Seoul, Korea Selatan. Malas membuat itinerary perjalanan ke Seoul sendiri, membuat saya lebih memilih menyontek itinerary perjalanan yang sudah dibuat oleh para netizen di forum online dengan mengunjungi tempat wisata touristy yang biasa dikunjungi turis di Seoul (baca lebih lengkap di artikel tempat wisata mainstream di Seoul *klik*). Itinerary perjalanan saya ke Seoul ini adalah hasil menyontek, maka saya ikhlas jika itinerary saya yang saya tulis juga diconteque.

Secara tak sengaja, dalam mencari rute ke beberapa tempat wisata mainstream di artikel sebelumnya, saya malah menemukan sisi-sisi lain Seoul yang membuat saya merasa mendapat bonus karena tidak pernah saya sangka sebelumnya. Bagi beberapa orang mungkin biasa saja, namun bagi saya ini sangat… biasa juga sih tapi menyenangkan. Wk.

1. Menyusuri gang-gang kecil di Seoul.

Saya pernah mengantarkan seorang teman dari Amrik mengunjungi perkampungan di daerah Jakarta Utara. Dia sangat senang sekali melihat penduduk kampung yang membiarkan ayam peliharaannya berkeliaran bebas di rumahnya. Mungkin bagi kita “Apaan sih, melihat ayam kampung saja girang. Dasar kotaan, makanya kampungan dikit dong”. Namun bagi dia yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di apartemen?

Itu pula yang saya rasakan saat menyusuri gang-gang kecil di Seoul. Melihat kehidupan kelas bawah di Seoul mungkin membuat para penduduk di sana “Apaan sih liat-liat? Dasar netizen gak jelas!” Tapi bagi saya, “Ternyata ada sisi-sisi kehidupan lain di Seoul yang tidak seglamor artis KPop.”

Tempat Wisata Seoul Korea
Gang-gang kecil di Seoul. Buat yang ingin melihat masyarakat ekonomi bawah.

2. Hunting telepon umum

Yang ini iseng saja sih. Bentuk nostalgia zaman dulu pernah menelepon gebetan melalui telepon umum hahaha. Zaman itu juga menjadi zaman di mana request lagu di radio hanya bisa dilakukan melalui telepon umum. Mengirim pesan semacam sms (pager) juga harus dilakukan melalui telepon umum. Masih banyak bentuk-bentuk kekunoan lain di rezim telepon umum tersebut. Kalau hari gini, di Indonesia masih ada telepon umum yang masih berfungsi dengan baik? Terberkatilah wahai netizen kekinian yang tidak mengalami masa kelam telepon umum.

Baca juga:  10 Hal yang Bikin Bintan Jadi Pulau Paling Keren!
Foto Telepon Umum
Ini gaya doang kok. Yakali nelpon di telepon umum di Seoul. Mau menelepon siapa? Nelpon kamu? Berapa nomor telponmu? #Modus

3. Berfoto di dedaunan ala-ala Instagram

Beberapa tembok random (entahlah pokoknya tembok nemu di jalan saja) di Seoul ditumbuhi tanaman merambat yang daun-daunnya menjadi background yang bagus untuk berfoto-foto ala Instagram. Tinggal di filter ala-ala VSCO, jadi deh foto artsy gloomy sok-sok cool.

Awalnya saya cuek saja dengan tanaman merambat begini. Setelah saya perhatikan, kok banyak cewek-cewek Korea yang berfoto dengan background tanaman merambat ini. Saya berfikir “Loh, kan obyek wisatanya di sebelah sana, kok nih pere-pere malah foto di dedaunan sih?”. Saya pun ikut-ikutan dan hmmm… hasilnya boleh juga.

Tempat Wisata Seoul Korea Selatan
Bergaya ala anak Instagram VSCO artsy gloomy di Seoul

4. Terowongan Pelangi

Terowongan ini ada di Namsan Mountain. Biasa saja. Setelah otak liar saya berfikir “Ini cara mengecat pelangi di atap seperti ini bagaimana?”, terowongan ini pun menjadi luar biasa bagi saya. Saya pernah mengecat loyang. Rencananya akan saya gunakan untuk pot tanaman. Tapi gagal karena belepotan nggak jelas dan akhirnya saya buang. Semenjak itu, saya selalu takjub dengan dunia percatan. #halahlebhay

Terowongan Pelangi Seoul Korea
Terowongan Pelangi atau apalah ini.

5. Hiking/Joging di Namsan Mountain

Tempat ini lumayan menyehatkan. Pasokan oksigennya melimpah. Tanaman begitu rimbun penuh dedaunan. Musim gugur/semi sepertinya bakal memberi suasana yang lebih berwarna lagi bagi Namsan Mountain karena daun-daun menguning dan mulai berguguran.

‘Aspal’ yang digunakan untuk joging dtrack di sini berwarna-warni lho. Kok menggunakan tanda petik? Nah, sewaktu berjalan di atas ‘aspal’, saya seperti berasa berjalan di atas lantai karet. Empuk-empuk gimana gitu. Jadi ini bukan jenis aspal hitam biasa yang sering ditemui di Indonesia.

Teman saya yang pernah kursus di Seoul pernah bercerita bahwa sistem persampahan di Korea Selatan itu sangat bagus. Mereka mendaur ulang sampah dan menjadikannya produk baru. Saya mengira, aspal karet ini bisa jadi produk hasil daur ulang sampah plastik/karet/whatever i dunno what it is. Any idea?

Baca juga:  Mencari SKCK Sampai ke Sam Poo Kong, Semarang
Namsan Mountain, Seoul, Korea Selatan
Hiking di Namsan Mountain, Seoul

6. Fortress Wall of Seoul

Fortress Wall of Seoul berada di atas perbukitan Seoul. Sehingga, diperlukan pendakian untuk menuju tembok yang berada di atas bukit ini. Pastikan kamu luangkan waktu yang lumayan panjang untuk menuju ke tembok ini. Bukan hanya pemandangan di atas saja yang keren, juga jalan menuju kesana melewati perkampungan Korea yang ahasyeek.

Fortress wall of Seoul
Perkampungan dengan jalan berwarna merah menuju fortress

7. Dongdaemun Design Plaza (DDP)

Dongdaemun merupakan kawasan wisata belanja terkenal di Seoul. Setelah membeli beberapa produk kosmetik titipan teman di salah satu toko, saya pun menuju ke Dongdaemun Design Plaza (DDP). Saya justru lebih tertarik dengan DDP ini dibanding wisata belanjanya. Karena desain bangunan ini sungguh futuristik? Entahlah. Mungkin karena saya anak olshop, jadi belanja itu harus online biar afdol?

Dongdaemun Design Plaza
Dongdaemun Design Plaza

8. Tangga Pelangi

Tangga Pelangi ini berada di dekat Seoul Station. Di sekitar tangga pelangi juga dapat kita lihat perkampungan dengan kehidupan masyarakat kelas bawah Seoul. Mari sejenak kita bernyanyi:

Pelangi-pelangi, alangkah endeusmu

Merah, kuning, hijau di langit yang pilu 

Pelukismu mbahmu, siapa gerangan?

Pelangi-pelangi, cita citata.

Demikian. Mana tepuk tangannya?

Tangga Pelangi di perkampungan di Seoul
Tangga Pelangi di perkampungan di Seoul

9. National Museum of Modern and Contemporary Art

Di sini lah karya-karya manusia-manusia yang punya fantasi liar dipamerkan. Saking liarnya sampai imajinasi liar saya pun tak sanggup memahaminya. Kalau imajinasi sex liar boleh lah diadu. Mau? Pssttt.. Jangan ngomongin sex, nanti mulutmu di blur!

Caption this!
Caption this!

10. Demilitarized Zone (DMZ) Tour

DMZ adalah tempat wisata di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Yang terakhir ini tidak kami kunjungi. Mengapa? Sekali lagi karena membutuhkan waktu seharian untuk berkunjung ke DMZ. Waktu jalan-jalan saya sangatlah mepet, sehingga saya lebih memilih menghabiskan waktu jalan-jalan di tempat wisata mainstream di Seoul. Sudah lelah hati ini berusaha menjadi yang antimainstream. Sudah saatnya going with the flow, mengikuti arus kehidupan yang entah akan membawaku kemana. Tsah. Pret.

Baca juga:  Menyaksikan Tarian Tradisional Kamboja

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY