15 Tempat Wisata Mainstream di Seoul, Korea Selatan

14
Traveling Seoul Korea Selatan

“The world’s most famous and popular language is music.” – Psy

Seoul, Korea Selatan. Sebenarnya tak ada niat yang bener-bener niat serius ataupun mimpi pergi ke Korea Selatan. Saya bukan penggemar drama Korea karena kawatir jatuh cinta (etapi saya kadang menonton film Korea karena banyak yang bagus), juga bukanlah penggemar K-Pop (walaupun saya akui kualitas musik Kpop bagus, musiknya ya nggak pakai suara vokal hahaha. Maap buat penggemar K-Pop, mungkin kita cuma beda selera saja). Alasan saya jalan-jalan ke Seoul lebih karena mendapat tiket promo murah tiket pesawat saja sih.

Tak banyak survey yang kami lakukan sebelum berangkat menunaikan ibadah piknik ke Seoul. Itinerary yang kami buat pun sangat asal-asalan, nyontek dari suatu forum online hanya untuk syarat pembuatan visa. Selebihnya ya, kami nikmati saja perjalanan ke Korea ini. Tanpa ekspektasi yang berlebih.

Rencana kami sih, ingin mengunjungi tempat wisata yang aneh dan tidak masuk akal. Namun, rasa malas membuat ulang itinerary perjalanan rmembuat kami menggunakan itinerary contekan tadi hahaha.

Ya, inilah tempat wisata mainstream yang biasa dikunjungi oleh wisatawan selama di Seoul, Korea Selatan. Ramai dan touristy. Nama-nama tempat wisata di Korea ini mungkin sangat asing bagi telinga orang Indonesia pada umumnya. Susah dihapalkan. Bahkan, saya menulis artikel ini juga masih meng-copy paste dari daftar itinerary perjalanan karena tidak hapal namanya hahaha.

Jika kamu tidak menyukai hal-hal yang touristy dan tidak menyukai keramaian, tinggal hindari saja tempat-tempat ini. Saya buat sesuai urutan jarak dari satu tempat ke tempat lainnya supaya tidak menghabiskan waktu jalan-jalan kamu.

1. Changdeokgung Palace

Gerbang Changdeokgung yang superb dan artistik menyambut kedatangan para turis awam termasuk kami. Turis yang datang ke Seoul hanya untuk mengunjungi tempat-tempat yang terkenal saja. Kali ini tak salah memang menjadi turis awam. Baru di gerbang saja saya sudah sangat terkagum-kagum dengan desainnya yang dibuat dengan sangat detail.

Begitu memasuki area istana, suasana Korea zaman dulu begitu terasa. Rumah-rumah kuno (hanok) dan semacam perkampungan kuno di dalam istana mengingatkan saya pada perkampungan kuno di Jawa zaman dulu. Area istana ini masuk World Cultural Heritage site oleh UNESCO lho.

Harga tiket: 3000 won (Rp36.000)

Changdeokgung Palace Seoul Korea
Changdeokgung Palace. Ini baru sebagian. Masih banyak bagian keren istana yang lainnya.

2. Huwon Secret Garden

Lokasi Huwon Secret Garden ini masih satu lokasi dengan Changdeokgung Palace. Kita harus ikut guided tour yang ditemani pemandu di taman ini. Tidak bisa jalan bebas sendirian. Tour-nya pun hanya dilakukan di jam-jam tertentu, pastikan lihat jam yang tercantum di tiket masuk ya.

Harga tiket masuk: 5000 won (Rp60.000)

Secret Garden Seoul Korea
Secret Garden. Tamannya indah. Tapi tidak boleh sembarangan masuk, harus dikawal tour guide.

3. Bukchon Hanok Village

Ini adalah desa kuno di Seoul yang masih dijaga kelestariannya. Pemandangan kontras hanok (rumah tradisional Korea) dengan latar belakang pencakar langit Seoul  benar-benar membuat saya jatuh cinta dengan Seoul. Terasa sekali perubahan peradaban masa lalu menjadi Seoul yang sekarang. Pastikan membawa minuman saat mengunjungi desa ini, jalanannya menanjak dan bikin capek euy.

Baca juga:  16 Tempat Wisata Kece di Magelang
Bukchon Hanok Village Seoul Korea
Bukchon Hanok, sebuah desa tradisional di Seoul

4. Gyeongbokgung Palace

Istana ini sangat megah. Yang membuat saya kagum, pada tahun 1395 kok orang bisa membuat istana dengan megah dengan desain yang detail. Padahal kan belum ada komputer. Gyeongbokgung sepertinya menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berada di Seoul. Lokasinya yang sangat trategis memang sangat mendukung sih. Akan lebih seru jika mengunjungi istana ini sambil menyaksikan atraksi para penjaga istana berikut ini:

  • Sumungun (Gatekeeper) Military Training jam 09:30
  • Sumunjang (Royal Guard) Changing Ceremony jam 10:00
  • Gwanghwamun Gate Guard-on-Duty Performance jam 11:00

Harga tiket masuk Gyeongbokgung: 3000 won (Rp36.000)

 Gyeongbokgung Seoul Korea
Gyeongbokgung. Pastikan datang di saat penjaga istana melakukan prosesi pergantian penjaga.

 

5. National Folk Museum of Korea

Museum yang berbentuk seperti pagoda ini masih satu lokasi dengan Gyeongbokgung Palace. Jika ingin melihat kehidupan masyarakat biasa Korea zaman dahulu, National Folk Museum of Korea adalah tempatnya. Oh ya, rumah tradisional Korea di kawasan museum ini mengingatkan saya pada rumah tradisional Jawa. Sepertinya Korea mempunyai satu akar budaya yang sama dengan Jawa.

National Folk Museum of Korea
Rumah tradisional yang dibangun tahun 1848 di depan National Folk Museum of Korea

6. Gwanghwamun Square

Gwanghwamun Square adalah taman yang berada persis di depan Gyeongbok Gung. Salah satu sisi terindah Seoul. Taman di tengah kota ini dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat, mengingatkan saya akan Central Park di New York City. Tiduran di taman, memandang langit, dikelilingi pencakar langit Seoul yang metropolis, di depan sana terdapat istana Gyeongbokgung dengan latar belakang gunung Bukaksan. Ah, kece banget deh.

Kalau mau berlagak ala-ala turis mainstream juga bisa berfoto dengan patung Yi Sun-Shin dan Sejong. Namanya juga lagi bahas wisata mainstream ala Korea. Ya nggak?

Gwanghwamun Square Seoul
Taman di depan gerbang Gwanghwamun

7. Cheonggyecheon Stream & Cheonggye Plaza

Cheonggyecheon Stream adalah aliran sungai kecil di tengah kota yang lumayan panjang. Jika punya banyak waktu, sila menyusuri sungai ini sambil melihat aktivitas warga Korea yang lagi bersantai, joging, pacaran, membaca buku, dan sebagainya. Jika waktunya mepet, langsung saja menuju bagian ‘mainstream’-nya, yaitu Cheonggye Plaza untuk melihat rainbow bridge.

Cheonggyecheon Stream Seoul Korea
Cheonggye Plaza dengan jembatan pelanginya, salah satu spot di Cheonggyecheon Stream, Seoul, Korea

8. Insadong

Insadong adalah salah satu kawasan perbelanjaan dan kuliner. Di sini juga banyak galeri seni, kerajinan tangan, dan sebagainya. Karena mencari tempat makan Bimbimbap yang recommended, secara tidak sengaja malah diarahkan ke Insadong. Padahal, tak ada rencana datang ke Insadong karena tidak masuk dalam itinerary. Lumayan, bisa menghabiskan waktu di tempat yang kece.

Insadong, Seoul, Korea
Yang hobi belanja-belanja, seni, kuliner, dll bisa ke Insadong

9. N Seoul Tower

N Seoul Tower sering juga disebut sebagai Namsan Tower, Namsan Seoul Tower, atau Seoul Tower. Tower ini terlihat begitu jelas dari sudut manapun di Seoul karena letaknya di puncak bukit Namsan. Menara yang dibangun pada tahun 1969 ini memiliki ketinggian sekitar 237m, hampir dua kali tinggi tugu monas. Kalau tidak nganggur-nganggur amat, mending tidak naik ke puncak tower nya. Ngantri naik dan turunnya itu bikin males!

Baca juga:  Berenang di Air Mineral di Umbul Cokro
N Seoul Tower Korea
N Seoul Tower yang warna-warni

Buat kamu yang pergi berpasangan, di sekitar N Seoul Tower juga terdapat semacam love lock bridge. Bawa saja gembok, kemudian gembok cintamu di sini. Bagi yang pergi ke sini tanpa membawa pasangan, santai saja, tetap bawa gembok juga untuk mengikat cintamu kepada Ilahi. Eaaa…

Love Lock N Seoul Tower Korea
Love Lock di sekitar N Seoul Tower

Cara menuju kesana adalah melalui Stasiun Myeong Dong. Kemudian jalan kaki kurang lebih 15-30 menit. Setelah itu terserah apakah lanjut mendaki bukit sampai ke Tower atau naik kereta gantung (cable car). Kalau saya sih lebih memilih naik cable car karena malas. Hahaha.

Biaya:

Tiket masuk Namsan Seoul Tower: 10.000 won (Rp120.000)

Tiket kereta gantung PP: 8.500 won (Rp102.000)

10. Myeong Dong

Myeong Dong adalah pusat keramaian, wisata belanja, dan kuliner di Seoul. Setelah turun dari Namsan Seoul Tower, akan lebih baik menuju ke sini biar satu rute. Juga, Myeong Dong malam hari itu suasananya menyenangkan. Ramai-ramai ala metropolis gitu deh.

Saking ramai dan luasnya Myeong Dong, saya sampai Googling apa sih yang menarik di Myeong Dong. Maksudnya apa sih yang diandalkan banget di sana? Setelah membaca beberapa artikel, saya tidak begitu tertarik dan lebih suka menikmati malam di Myeong Dong sambil mencoba beberapa street food di sepanjang area pertokoan. Banyak sekali pilihan street food dan restoran di Myeong Dong. Uenak-uenak semua pemirsa!

Karena tidak membawa celana pendek, saya pun masuk ke toko pakaian. Harga baju di Seoul muahal bangetttt. Bahkan penjual pakaian di kaki lima pun mematok harga yang bikin dompet kelojotan. Ah, kurang menarik. Mahal sih mahal, tapi ya jangan kurang ajar begini mahalnya!

Kemudian saya lanjutkan membeli beberapa produk kosmetik titipan teman saya. Saya kurang tahu ya perbandingannya dengan harga kosmetik sejenis di Indonesia, kata teman saya sih yang merek Etude lebih murah di Seoul. Ya sudah saya belikan saja titipan teman saya tersebut.

Street Food Myeong Dong Seoul Korea
Wajib dicoba: Street food di Myeong-Dong

11. Seoul Station

Seoul Station ini mirip Blok M, menjadi hub untuk bus jurusan kemana saja. Di sini terdapat mall Lotte dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya. Banyak banget pilihan tempat nongkrong di sini. Sama lah kayak kawasan Blok M.

Di kawasan ini juga terdapat Seoul Station lama yang dibangun pada tahun 1925 dan sekarang berubah menjadi Culture Station Seoul 284. Gedung tua ini sekarang digunakan untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Culture Station Seoul 284 Korea
Culture Station Seoul 284 dengan gaya bangunan yang malah kebarat-baratan.

 12. Banpo Bridge

Saat melihat foto-foto Banpo Bridge di internet, saya tidak begitu tertarik. Apaan sih cuma jembatan begitu doang. Namun karena malam itu tidak tahu mau kemana, dan Banpo Bridge ini masuk dalam daftar itinerary perjalanan, saya pun berangkat ke sana.

Keasyikan Banpo Bridge yang pertama adalah pertunjukan air mancur pelangi (rainbow fountain) di jam-jam tertentu antara pukul 12.00 hingga 21.00. Jika kelewatan pertunjukan air mancur ini, menikmati kawasan ini juga menyenangkan. Percayalah, pemandangan asli Banpo Bridge yang melintasi sungai Han ini lebih bagus aslinya dibanding foto-foto yang beredar di internet.

Baca juga:  Buku "Backpacking 3 Negara 5 Kota: Vietnam - Kamboja - Malaysia" Telah Terbit

Nah keasyikan yang kedua ini yang membuat saya suka dengan Banpo Bridge. Ada suatu taman besar di pinggir sungai yang digunakan oleh anak-anak muda Seoul melakukan aktivitas olahraga, sekedar kongkow-kongkow, ataupun pacaran. Saya sih suka yang beginian.

Banpo Bridge Seoul Korea Selatan
Pemandangan skyline Seoul, Korea Selatan dari Banpo Bridge

13. Patung Tangan Gangnam Style

Lagu Gangnam Style yang dinyanyikan oleh Psy memang sempat menggemparkan dunia permusikan beberapa tahun lalu. Karena kawasan Gangnam ini sangat luas seperti luasnya suatu kabupaten, saya pun bingung dan bertanya-tanya “Di mana sih tempat yang biasa dikunjungi para wisatawan di Gangnam?”

Ya, waktu memang tidak bersahabat untuk mengeksplor seluruh area Gangnam. Mepet banget. Yakin mau mengeksplore satu ‘kabupaten’ Gangnam dalam satu hari? Imposibru kan?

Akhirnya saya mencari icon Gangnam. Apalagi kalau bukan patung tangan bergaya ala Gangnam Style-nya Psy. Maklum lah, turis mainstream kan memang mencari hal-hal yang mainstream.

Gangnam Style Seoul Korea
Ingat kan gerakan tangan siapa ini?

14. Mengenakan Hanbok

Hanbok adalah baju tradisional Korea. Banyak sekali persewaan Hanbok di Seoul. Tak hanya orang Korea saja yang mengenakan Hanbok, para wisatawan asing pun banyak yang menyewa/membeli Hanbok dan berfoto-foto di kawasan wisata di Seoul. Saya sih pernah mencoba Hanbok sewaktu ada festival budaya Korea di Jakarta. Jadi agak kurang tertarik untuk saat ini mencoba Hanbok. Mending duitnya untuk wisata kuliner di Seoul. Hahaha.

Biar sahih menjabat gelar wisatawan mainstream, saya pun mencari mbak-mbak cantik yang mengenakan Hanbok untuk diajak berfoto bersama. Ada yang cantik beneran, ada yang cantik karena operasi plastik. Kelihatan kok. Coba saja perhatikan matanya. Mata yang lebar karena alami dan hasil operasi plastik itu beda.

Hanbok
Mbak-mbak yang menggunakan Hanbok ini cantik-cantik. Coba ya di Indonesia juga begitu, banyak mbak-mbak yang mengenakan kebaya. Pasti lebih chantique.

15. Nami Island

ini pamungkasnya. Tempat wisata bagi penggemar drama Korea “Winter Sonata”. Pulau ini sepertinya menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia ketika jalan-jalan ke Seoul. Hampir semua teman saya yang ke Seoul menjadikan Nami Island sebagai tujuan utama wisatanya. Saya sendiri tidak memasukkan Nami Island di dalam itinerary saya. Mengapa? Sekali lagi saya bukan penggemar drama Korea. Juga, trip ke Nami Island butuh waktu seharian yang bisa mengorbankan waktu saya untuk jalan-jalan ke tempat lain. Di sana pun ‘hanya’ melihat pohon pinus yang di Indonesia juga banyak. Bagaimana dengan monumen adegan “Winter Sonata’? Kecuali saya punya banyak waktu di Seoul, boleh lah ke Nami island. Kalau hanya beberapa hari di Seoul, nggak deh.

Eh, walaupun kali ini tujuan piknik saya memang yang mainstream, touristy, dan sangat umum, secara tidak sengaja saya juga menemukan lokasi asyik yang tidak mainstream di Seoul lho.

14 COMMENTS

  1. Yang paling akhir, WInter Sonata, Drama Korea yang dulu aku tonton..,
    btw asik banget nih jalannya ke 15 tempat di Korea, belum pernah menginjakkan kaki di Korea kak 🙁

  2. Aku datang ke Cheonggyecheon Stream & Cheonggye Plaza pas lagi ada acara, di tutup payung2 manja dan terlihat kerenbanget.
    Kmrn aku nginep di ibis myeondong jadi tiap malam jajan jalan kaki di meyondong

LEAVE A REPLY