Bokeh vs Starburst

6
Bokeh Starburst
Bokeh Starburst

“Everything we hear is an opinion, not a fact. Everything we see is a perspective, not the truth.” – Marcus Aurelius

“Eh, bagaimana sih cara membuat foto orang yang mukanya jelas, tapi belakangnya blur?”

Jawabannya: Banyak orang menyebut teknik fotografi ini dengan sebutan “bokeh”. Gunakan lensa kamera dengan bukaan besar seperti f/1.4, f/1.8, f2, dan coba-coba sendiri dengan kameramu dengan aperture yang angkanya kecil.

 “Eh, bagaimana sih cara membuat foto lampu atau matahari agar berbentuk bintang?”

Jawabannya: Banyak orang menyebutnya dengan sebutan “Starburst/Star Effect/Sun Star”. Gunakan lensa kamera dengan bukaan kecil misalnya f/22, f/20, f18, dan coba-coba sendiri dengan kameramu dengan aperture yang angkanya besar.

Simpel kan?

Trus, maksudnya apa kok membanding-bandingkan Bokeh vs Starburst? Nggak ada maksud apa-apa sih. Hanya ingin membuat perbandingan efek cahaya yang dihasilkan oleh dua bukaan diafragma lensa yang berbanding terbalik. Bukaan besar (menghasilkan bokeh) vs bukaan kecil (menghasilkan starburst).

Istilah keren ‘bukaan’ ini adalah ‘aperture’. Semakin besar bukaan, semakin besar cahaya yang masuk. Bukaan besar ditandai dengan angka f/- kecil (contoh f/1.4, f/1.8, f2), sedangkan bukaan kecil justru angka f/- nya besar (contoh f/22, f/20, f18). Kok bisa? Ya pokoknya begitu. Terima saja. Untuk lebih lengkapnya, baca di blog/forum khusus fotografi. Dijelaskan dengan sangat detail di sana. Hahaha.

Nggak ding. Intinya, semakin besar angkanya, semakin besar pembaginya. Karena semakin besar pembaginya, maka hasilnya semakin kecil toh? Ingat, di depan angka ada tanda garis miring “/”.

Sebenarnya selera masing-masing sih, mau menggunakan starburst atau bokeh. Tergantung apa yang akan kita inginkan. Menurut saya sih, foto bisa dikatakan bagus bukan dilihat dari bokeh atau starburst, tapi lebih ke momen dan sudut yang tepat saat pengambilan foto. Misalnya, kadangkala kita jalan-jalan ke suatu tempat yang pemandangannya bagus dan kita ingin memotret manusia/binatang di depannya. Saya biasanya lebih memilih tidak mem-bokeh-kan foto tersebut karena ingin pemandangannya juga tampak indah, bukan hanya sesuatu yang buram.

Baca juga:  Tips Mendaki Gunung dari Pemula untuk Pemula

Namun demikian, efek Bokeh dan Starburst dapat mempermanis foto yang kita ambil. Berikut adalah beberapa penggunaan umum Bokeh dan Starburst.

1. Bokeh
Foto ‘bokeh’ ditandai dengan obyek utama yang tajam, dan latar belakang yang buram. Jika terdapat sumber cahaya seperti lampu di belakang obyek, biasanya akan menghasilkan bulatan-bulatan cahaya. Efek bokeh ini biasanya digunakan untuk:

  • Foto manusia
  • Street photography
  • Foto makanan
  • Foto binatang
  • Foto makro/obyek-obyek kecil.
Efek bokeh. Bagian foreground (bunga) tampak tajam dan ditonjolkan. Bagian background menjadi buram/blur
Foto makro dengan efek bokeh. Bagian foreground (bunga) tampak tajam dan ditonjolkan. Bagian background menjadi buram/blur

Bagaimana cara membuat foto bokeh? Gunakan mode A atau M. Jika dalam kondisi minim cahaya, gunakan tripod. Setting nilai Aperture sebagai berikut:
– Gunakan bukaan besar f5.0, f4.0, f3.5, f2.0, f1.8, dst. (Semakin kecil angka, semakin besar bukaannya. Tergantung lensa dan jarak kamera dengan obyek)

– Setting ISO dan shutter speed menyesuaikan dengan kondisi cahaya dan kecepatan obyek jika obyeknya bergerak. Coba-coba saja terus sampai menemukan setting yang tepat.

– Untuk alasan kepraktisan, saya lebih sering menggunakan mode A dibanding M. Biasanya mode M memerlukan tripod karena kita menginginkan setting yang maksimal, sedangkan mode A ini ‘hanya’ memberikan setting yang optimal.

2. Starburst
Foto ‘starburst’ ditandai dengan obyek utama hampir sama tajamnya dengan latar belakang. Dalam hal ini, tingkat ketajaman obyek utamanya agak berkurang jika dibanding obyek utama foto bokeh. Jika terdapat sumber cahaya seperti lampu, akan menghasilkan bintang-bintang. Nah, karena cahayanya membentuk bintang, maka efek ini disebut sebagai ‘Starburst/Star Effect/Sun Star’.

Teknik Starburst biasanya digunakan untuk momen sebagai berikut:

  • Fotografi landscape perkotaan di kala malam
  • Foto matahari dibalik pepohonan/dibalik gunung
  • Sumber cahaya yang mengintip-intip dibalik sesuatu.
Starburst
Lihatlah lampu yang membentuk semacam bintang. Itulah efek starburst.

Bagaimana cara membuat efek Starburst? Gunakan mode A atau M. Jika dalam kondisi minim cahaya, gunakan tripod. Setting nilai Aperture sebagai berikut:
– Starburst: dengan menggunakan bukaan kecil F20, f21, f22, dst. (Semakin besar angka, semakin kecil bukaannya. Tergantung lensa dan jarak kamera dengan obyek)

Baca juga:  Gerhana Matahari Jakarta 9 Maret 2016

Kembali lagi, semua tergantung momen yang pas dan hasil foto yang diinginkan. Seperti contoh foto pertama di atas. Saya pernah menanyakan apakah foto tersebut lebih bagus menggunakan bokeh atau starburst. Rata-rata menjawab ‘Bokeh’.

SHARE

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY