Lebih Bagus Mana? Kamera Mirrorless Samsung, Fuji, Sony, Olympus, atau…?

16
Kamera Mirrorless Terbaik Sony Samsung Fuji

“If everything was perfect, you would never learn and you would never grow.” – Beyonce Knowles

Saya sering mendapat pertanyaan mengenai tips memilih kamera mirrorless, entah itu secara langsung, melalui email, melalui komen blog, ataupun melalui social media perihal merek kamera mirrorless yang paling bagus. “Kamera Samsung dengan Fuji lebih bagus mana?” “Kamera Fuji dengan Sony bagusan mana?” “Kamera mirrorless X dengan Y hasilnya fotonya lebih bagus merek yang mana sih?”. “kamera mirrorless yang cocok untuk pemula apa?”. Hampir semua pertanyaan membandingkan merek satu dengan merek lainnya.

Saya senang menjawabnya satu per satu supaya mereka tidak membuang waktu googling sana googling sini, tanya sana tanya sini, pada akhirnya membeli kamera yang memang dari awal sudah diincar. Karena tidak yakin, lantas membandingkannya terlebih dahulu dengan merek lainnya. Beberapa hal berikut adalah jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas:

1. Saya bukan tipe orang yang suka gonta-ganti kamera.

Saya tipe orang yang setia pegang satu merek kamera. Biasanya, saya mengganti kamera baru karena kamera lama rusak. Saya juga terkadang membeli kamera baru karena kamera tersebut memiliki fungsi khusus, misalnya kamera underwater. Saya menyadari bahwa dulu saya juga mencari merek kamera yang terbaik karena alasan satu ini: harus membeli kamera yang paling sempurna dengan harga yang paling murah!

Setelah saya membaca review sana-sini akhirnya saya memutuskan membeli Samsung NX500. Mengapa? Alasannya sudah saya tulis lengkap di review Samsung NX500 ini *klik*. Namun setelah mempunyai kamera NX500 tersebut, pendapat saya pun mulai berubah ke nomer 2.

2. Daripada sibuk memikirkan merek kamera mirrorless yang terbaik, lebih baik memikirkan lensa kamera yang terbaik.

Setelah mempunyai kamera mirrorless, tentu saja saya bergabung dengan forum fotografi online dong. Nah, dari situ saya banyak foto dari fotografer-fotografer dengan berbagai macam merek kamera dan lensa.

Setiap kali melihat foto yang bagus, tersangkanya pasti selalu lensa dengan kualitas bagus yang harganya mahal. Kemudian saya menatap nanar kamera Samsung NX500 yang menurut pakar merupakan kamera mirrorless terbaik di kelas APS-C. Hasil fotonya bagus sih, tapi kurang memuaskan jika dibanding dengan kamera dengan lensa yang bagus dan mahal.

Baca juga:  Apa sih Enaknya Mendaki Gunung?

Orang selalu memuji hasil foto Fuji bagus, hasil foto Sony warnanya kurang memuaskan, dan lain sebagainya. Setelah saya melihat sendiri, hasil foto Sony banyak yang bagus kok. Demikian juga hasil foto Fuji juga banyak yang jelek. Tergantung lensa kamera yang digunakan. Semakin lensanya bagus, semakin hasil foto yang dihasilkan juga bagus. Kan yang menangkap cahaya adalah lensa, bukan body kameranya.

Kemudian saya melihat ada beberapa foto milik fotografer yang menggunakan merek kamera mahal dengan lensa yang mahal, tapi hasil fotonya ‘begitu doang’. Pendapat saya pun berubah ke nomer 3.

3. It’s the man behind the gun.

Banyak foto-foto di Instagram yang menggunakan kamera iphone tapi hasilnya mencengangkan. Dapat likes-nya banyak pula. Namun, banyak juga yang menggunakan kamera mahal+lensa supermahal tapi hasilnya biasa saja.

Saya juga mengalami sendiri kok. Foto-foto saya yang menggunakan kamera Canon SX260 (kamera semi pocket semi prosumer) yang spesifikasinya jauuuuuh lebih jelek dibanding NX 500 sering mendapat likes lebih banyak dibanding foto dari NX500. Nah lo.

Ada beberapa skill yang harus dikuasai oleh seorang fotografer. Kemampuan mengambil angle foto yang tepat membuat hasil foto menjadi lebih menarik. Kemampuan mengarahkan pose fotomodel juga bisa membuat hasil foto menjadi lebih dramatis. Selain itu, kemampuan standar dalam fotografi juga wajib diketahui jika kamu ingin belajar pornografi.. eh, maksudnya fotografi, misalnya pengaturan kamera di tempat yang kurang cahaya, kombinasi ISO+Shutter Speed+Aperture, dan lain sebagainya. Masih banyak lagi skill fotografi yang bisa kamu kuasai. Tak harus menguasai semua skill tersebut dalam sekali waktu kok. Pelajari pelan-pelan, perbanyak latihan, lakukan dengan enjoy, niscaya… Uhm, niscaya kamu merasa enjoy.

Momen yang tepat juga bisa membuat foto menjadi keren. Momen yang tepat bisa dicari, misalnya memotret milky way harus mencari tempat yang sangat gelap, spotting pesawat harus menunggu pesawat take off atau landing, mencari tahu kapan fenomena alam seperti gerhana matahari dan blood moon terjadi, dan momen-momen lain yang dapat diprediksi sebelumnya. Momen yang tepat juga bisa terjadi karena keberuntungan. Rumus keberuntungan tersebut bagaimana? Gampang. Selain mencari lokasi yang memang probabilitas terjadinya momen tersebut memang besar, juga dengan banyak melakukan amal jariyah. #MendadakJadiBlogReliji

Baca juga:  Review Xiaomi Yi

Semakin banyak melihat foto yang diambil fotografer lain, semakin banyak pula saya belajar. Memahami teknik fotografi sebenarnya merupakan modal yang cukup untuk menghasilkan foto bagus. Tapi ada beberapa hal yang dapat membuat hasil fotonya menjadi lebih bagus lagi. Pendapat saya pun masih tidak berubah, tetap nomer 3 lah hal paling mendasar yang dapat membuat foto menjadi bagus. Namun alasan nomer 4 inilah yang membuat foto menjadi lebih cetar.

4. It’s the man behind computer/smartphone

Foto dari kamera biasanya terdapat sedikit cacat, seperti horizontal miring, contrast kurang, shadow dan highlight terlalu berlebihan, noise tinggi, dan lain sebagainya. Kesel kan ketika momen yang diambil pas banget, eh kualitas fotonya jelek karena salah pengaturan di kamera. Di saat seperti inilah kita perlu memoles foto menjadi lebih chantique.

Banyak sekali aplikasi untuk meng-edit foto menjadi lebih cetar. Jika menggunakan PC, kamu bisa meng-edit foto dengan software fotografi seperti Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, Microsoft Picture Manager, Corel, dan lain sebagainya. Jika menggunakan smartphone, kamu bisa menggunakan PicsArt, SnapSeed, Photoshop Express, Camera 360, Instagram, VSCO, dan masih banyak lagi. Kalau saya menggunakan yang mana? Saya menggunakan semuanya sesuai dengan kebutuhan. Semakin kamu banyak latihan, semakin kamu tahu software apa yang dibutuhkan untuk memoles foto. FYI, foto pertama di artikel ini di-edit dengan menggunakan 3 software: Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, dan Microsoft Picture Manager.

Wah, kalau sudah di-edit dengan software begitu foto yang dihasilkan palsu dong? Kamu kira hasil foto yang keren dari kebanyakan fotografer terkenal itu diunggah langsung dari kamera? Hmm… Jika kamu sudah belajar photoediting, pasti bakal ngeh bahwasanya jarang sekali foto-foto cetar yang dipublikasikan masih ‘perawan’. Kebanyakan sudah dipoles.

Baca juga:  Review Kamera Underwater Nikon AW130

Kembali lagi ke pertanyaan awal, jadi merek kamera mirrorless yang paling bagus apa?

Sekali lagi. STOP mencari merek kamera mirrorless yang terbaik. STOP. STOP. STOPPP! Ikuti langkah-langkah berikut ini:

a. Pilih salah satu merek kamera, apapun itu. Beli body only, tanpa lensa kit.

b. Beli lensa yang bagus (Kalau masih bingung menentukan lensa mana yang bagus, cari yang mahal. Biasanya ada harga ada rupa). Tanyakan kepada penjual, lensa yang dibeli cocoknya untuk apa: landscape, potrait, street, macro, tele, atau peruntukan lainnya.

c. Kuasai skill nomer 3 dan nomer 4.

Setelah melakukan hal-hal tersebut di atas, niscaya kamu tetap tidak puas dengan hasil fotomu. Rasa tidak pernah puas adalah hal yang manusiawi. Berlaku keras di dunia fotografi.

Oh ya, cita rasa seni juga terkait masalah selera. Yang kamu anggap bagus, belum tentu bagus menurut orang lain. Yang orang lain anggap luar biasa keren, bisa saja tampak biasa saja di mata kamu. So what? Jepret-jepret aja terus. Kalau ada yang tidak suka dengan fotomu, anggap saja dia haters kamu. Kan keren tuh punya haters kayak selebritis.

Jadi, mengapa kamu bingung mencari merek kamera mirrorless yang terbaik jika kamu bisa membeli semua merek tersebut? Eaaa. Demikian.

Galeri foto saya bisa dilihat di Instagram PuppyTraveler *klik* untuk membuktikan bahwa merek kamera pengaruhnya kecil dari menariknya suatu foto atau Flickr Puppy Traveler *klik* untuk melihat galeri seni fotografi saya.

Saya juga membagi teknik fotografi dan tips edit foto di LINE @puppytraveler *klik*

SHARE

16 COMMENTS

  1. Kamu orang nya setia yaaa hehehe.
    Kalo gw ngak ngurus mau pake kamera apapun merk nya, yg penting bahagia maka hasil foto nya akan terpampang nyata kece nya #SokBijak

  2. Kalau begitu kamera tidak terlalu berpengaruh terhadapa hasil ya? Yg mmpngruhi lensanya? Lha terus sensor kamera itu gimana mas? Kan ada di body kamera? Mohon penjelasannya

  3. Iya juga ya, sekarang ini banyak yang terpaku sama, mirrorless apa yang bagus. Padahal teknologinya sebenarnya setidaknya sudah 11-12, tinggal penggunaan kita yang bagaimana.

  4. Saya baru beli nx500 newbie buta tentang fotografi dan bingung mau diapain atau harus mulai darimana
    Sementara ini masih jepret..jepret auto mode

    • @Adiadul
      Join forum fotografi om. Misalnya di kaskus. Banyak ilmu-ilmu fotografi di sana. baca-baca sambil jepret-jepret saja. Oh ya, selama traveling saya malah lebih sering menggunakan mode Auto biar dapet momen fotonya. Mode manual biasanya kalo malam dan ada modelnya.

  5. Alasan beli ingin mendapatkan/merekam setiap moment tumbuh kembang anak saya..
    Dan bingung bagaimana cara memaksimalkannya

    • @Adiadul
      Rekam videonya. Format kecil saja, jangan yang 4K. Boros storage.
      Kalau foto ya candid saja. Ekspresi anak kecil itu lucu-lucu soalnya hehehe. Akan lebih joss kalo menggunakan lensa 45mm, 30mm, 80mm, 60mm, atau 50-200mm. Akan lebih joss lagi kalau fotonya di tempat yang terang ataupun di tempat wisata hehehe

LEAVE A REPLY