Pride Atlanta: Salah Satu Festival LGBT Terbesar

0
Pride Atlanta 3

“What do you mean you don’t believe in homosexuality? It’s not like the Easter Bunny, your belief isn’t necessary.” – Lea DeLaria

Atlanta, USA. “Mas, pas kita skydiving nanti, tanggalnya bebarengan dengan Pride Atlanta lho. Jangan sedih ya?” Guyon teman saya. “What!!” Salah satu bucket list saya selama di Amerika Serikat adalah melihat hal-hal yang TIDAK MUNGKIN diselenggarakan di Indonesia. Satu event yang masuk dalam bucket list saya adalah Pride Atlanta yang diselenggarakan di kota yang saya tinggali waktu itu, Atlanta.

Pride Atlanta diadakan setahun sekali. Promo skydiving juga jarang diadakan di kampus tempat saya kuliah. Dua-duanya diselenggarakan pada tanggal yang sama. Sedangkan masa tinggal saya di Amerika Serikat tinggal beberapa bulan saja. Saya harus memilih salah satu saja.

Akhirnya saya memilih ikut skydiving. Alasannya? Sudah telanjur membayar mahal bo’, sayang kalau dibatalkan hahaha. Setelah ngeri-ngeri sedap merasakan near-death experience saat skydiving, kami pun kembali ke apartemen kami di daerah Midtown, Atlanta.

“Hey, masih jam segini nih. Kita ke Piedmont Park yuk lihat Pride Atlanta!” ajak saya ke teman-teman saya.

Akhirnya kami pun pergi ke Piedmont Park. Terdengar suara musik dari panggung yang memang didirikan untuk merayakan Pride Atlanta. Bendera pelangi simbol khas LGBT tampak bertebaran di mana-mana, lebih banyak dari biasanya. Di sana, juga sudah berkumpul cowok-cowok ganteng berbadan kekar, cewek-cewek sexy berbadan fotomodel, cowok-cowok cantik ala boneka barbie, cewek-cewek yang badannya lebih macho dari saya, dan juga beberapa keluarga LGBT bersama anak adopsinya.

Pride Atlanta
Ya, memang sulit menerima kenyataan kalau mbak-mbak cantik ini suka sesama jenis. Tapi memang demikian adanya.

Piedmont Park merupakan taman terbesar di kota Atlanta. Taman ini sering menjadi lokasi penyelenggaraan event di Atlanta. Di sekitar taman ini juga terdapat kawasan LGBT. Hah, kawasan LGBT? Apaan tuh?

Baca juga:  Wajah yang "Indonesia" itu Seperti Apa Sih?

Atlanta merupakan salah satu kota dengan komunitas LGBT terbesar di Amerika Serikat. Di Piedmont Park, terdapat banyak sekali kafe-kafe bernuansa LGBT. Tentu saja kafe-kafe ini menandai tempatnya dengan bendera pelangi sebagai penanda ‘LGBT friendly’.

Pride Atlanta
Mijon.. mijon.. akwa.. akwaa.. tahu Sumedaaang… D Amrik juga ada yang jualan aji mumpung pas festival gini, tapi dagangannya lain.

Pernah masuk ke kafe tersebut? Pernah. Suasananya biasa saja kok. Walaupun ‘berbendera pelangi’, pengunjung kafe-kafe ini lumayan kompleks. Ada yang yang datang bersama keluarga, teman, pasangan heteroseksual, dan tentu saja para LGBT. Ada yang mayoritas pengunjungnya Non-LGBT, ada yang mayoritas pengunjungnya LGBT. Kamu pernah ke kafe atau restoran biasa kan? Ya suasananya seperti itu. Biasa saja. Normal. Nggak ada yang spesial. Semua datang dengan kepentingan perutnya sendiri-sendiri.

Okay, kembali ke cerita tentang festival Pride Atlanta. Di kafe-kafe dan taman di Piedmont Park telah berkumpul para gay, lesbian, biseksual, dan transgender dari berbagai kota. Nah, di antara pengunjung tersebut ada beberapa turis ndeso dari Indonesia yang tengok sana tengok sini melihat aktivitas LGBT di hari kemerdekaannya, karena gerombolan turis ndeso ini tidak pernah melihat di negaranya. Turis ndeso tersebut tak lain adalah kami hahaha…

Pride Atlanta
Semua merayakan hari kemerdekaan, hanya ada beberapa turis dari Indonesia yang merayakan keingintahuan

Festival LGBT ini membuat kami mulai judgemental. Berhati jahat. Gimana enggak. Ada cewek yang mukanya cantik banget, eh pasangan lesbiannya mirip laki-laki buruk rupa. Jelek buangettt. Saya cuma berfikir “Haduh mbak, kalau memang cewek suka sama cewek mbok ya nyari cewek yang cantik. Kalau berbentuk laki-laki seperti itu mbok ya mending nyari laki beneran. Atau paling nggak cewek yang ganteng lah.”

Berbagai macam pertanyaan pun terlintas di kepala. Kadang kalau memang ada yang aneh, kita jadikan bahan gosip di tempat. “Cewek cantik berbadan seksi yang di sana mengapa suka sama cewek gendut bermuka jelek sih?” “Cewek cantik berbadan seksi di situ mengapa suka sama cewek berbentuk laki-laki sih? Mengapa nggak sekalian pacaran dengan laki-laki saja?” “Cewek cantik berbadan seksi di sebelah kanan mengapa suka sama cewek berbadan laki-laki mukanya jelek banget? Mengapa tidak pacaran dengan saya saja yang jauh lebih ganteng di banding cewek berbentuk cowok tadi?” “MENGAPA?????” Girls, sekarang saya tahu perasaanmu terhadap cowo ganteng yang memilih pacaran dengan cowok feminim, bukan denganmu yang sama-sama feminim.

Baca juga:  Skydiving di Ketinggian 14 Ribu Kaki
Pride Atlanta
Cinta tak memandang wajah, bentuk badan, dan jenis kelamin. Di Amerika Serikat, cewek gandengan dengan cewek adalah hal yang biasa. Di Indonesia juga hal yang biasa ding.

Dari festival ini, saya sadar bahwa it’s not about sex and sex and sex and sex and selangkangan nikmat. It’s all about love. Kalau kadung cinta, fisik dan sex menjadi nomer sekian (buktinya ada cewek cantik pacaran dengan cewek berbentuk laki-laki buruk rupa. Masih kesel kenapa nggak sama guwe aja sih?). Kalau sudah menemukan soulmate, mengapa harus mencari yang rupawan tapi tidak ada kecocokan? Love wins afterall.

Sebenarnya ada karnaval seru sebelum event di Piedmont Park ini. Karena waktunya bebarengan dengan skydiving, kami pun tidak dapat menyaksikan karnaval tersebut. Menurut teman saya yang melihat karnaval Pride Atlanta di tahun sebelumnya,  karnavalnya sangat meriah. Kaum gay, lesbian, biseksual, transgender, dan orang-orang heteroseksual memadati pinggir jalan untuk melihat atraksi kreatif kaum LGBT. Ada yang berbusana seksi, berbusana warna-warni, berbusana lucu-lucu, dan juga ada yang bagi-bagi kondom gratis!

Kondom gratis buat apa? Masak nggak tahu fungsi kondom buat apa? Ya ditiuplah.. digelembungin kayak balon. #soknaif

Pride Atlanta
Girls, maap. Yang ini bukan untukmu. Dijadiin sahabat boleh. Katanya sih gay itu sohib perempuan paling oke. Dimiliki? Yakin suami/pacarmu gak lirik-lirik suami tetangga?

Banyak sejarah kelam di Amerika Serikat yang terjadi sebelum tahun 1980-an, diulangi kembali di Indonesia di tahun 2010-an ke atas. Perlakuan tidak adil terhadap ras yang berbeda, perang antar penduduk (civil war), pelarangan minuman beralkohol untuk orang dewasa, perlakuan yang tidak adil terhadap kaum nonrelijius, perlakuan tidak adil terhadap orang yang berbeda agama, dan juga penindasan terhadap hubungan sesama jenis. Semua hal tersebut seharusnya sudah basi. Namun di Indonesia malah terjadi sebaliknya, makin ngehits. Mungkin karena orang Indonesia menyukai makanan basi, seperti tempe, tape, oncom, dan sebagainya? Mungkin.

Pride Atlanta
Cowok punk dengan cowok grunge? boleh. Cowok celana pendek merah dengan celana pendek coklat? Boleh. Cowok kulit item dengan kulit item? Boleh. Men.. This is America! Ribut-ribut di Indonesia sekarang, sudah jadi barang usang di Amerika. Masih berani mimpi mengejar Amerika bikin roket ke planet lain sedangkan faktor selangkangan masih selalu menjadi polemik?

 

Pride Atlanta merupakan salah satu festival Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) tertua dan terbesar di Amerika Serikat. Festival ini diselenggarakan pertama kali pada tahun 1971 (Hello.. di Indonesia ributnya baru sekarang? Di Amrik sudah lewat masa cuy). Sejarah panjang kontroversi, ketidakadilan, dan penindasan kaum LGBT telah berlangsung lama sebelum tahun 1970. Di Indonesia? Sepertinya bakal ada selamanya. Karena diperlakukan kurang adil tersebutlah, mereka melakukan aksi yang berkembang menjadi Pride Atlanta. Bahwa mereka bangga menjadi kaum LGBT yang punya hak dan kewajiban yang sama sebagai warna negara. Bahwa mereka juga bisa berkarya bagi bangsa dan negaranya walaupun mereka LGBT. Mereka bangga apapun risiko yang bakal menimpa mereka, yang penting diperlakukan sama dengan warga negara lainnya.

Baca juga:  Gerhana Matahari Jakarta 9 Maret 2016

Lalu bagaimana pendapat saya tentang LGBT? Kaum LGBT adalah manusia. Itu saja. Jika mereka berprestasi kita hargai, jika mereka berjasa besar kepada negara kita hormati, jika mereka berprestasi bagus di olahraga kita beri tepuk tangan, jika mereka baik hati kita apresiasi, jika mereka jahat kita laporkan ke pihak yang berwajib. Simpel kan?

Pride Atlanta
Bonus buat girls/gays: Mas-mas ganteng telanjang dada berperut sixpack berbulu dada glitter glitter bergembira
SHARE

LEAVE A REPLY