Gunung Munara: Dekat Jakarta, Asyik Pula

2
Gunung Munara
Panorama Gunung Munara. Satu bukit yang menonjol kayak payudara yang kehilangan pasangannya inilah pemandangan khas Gunung Munara yang ngehits banget di Instagram.

“It isn’t the mountains ahead to climb that wear you out; it’s the pebble in your shoe.” – Muhammad Ali

Bogor. Saat saya ajak mendaki gunung tertinggi dengan jalur pendakian tersusah di Jawa Barat melalui Whatsapp, teman saya menolak mentah-mentah. “Ogah. Mending gunung ini saja, pendek dan dekat dengan Jakarta.” sambil mengirimkan foto sebuah open trip ke salah satu gunung di Bogor, Jawa Barat yang tak asing lagi. Ya, saya kenal banget dengan pemandangan ini!

Namanya Gunung Munara. Gunung ini belakangan sangat populer di Instagram. Sebenarnya, saya sudah sejak lama ingin mendaki Gunung Munara, tapi belum ada kesempatan. Selalu saja ada alasan untuk menunda-nunda “Ah, gunungnya dekat dengan Jakarta ini, bisa kapan-kapan lah.”

Iseng, saya tantang teman saya dua hari sebelum kami mendaki Gunung Munara “Mau nggak hari Minggu lusa ke sana?” Karena teman saya saat itu sedang ingin hunting foto, dia langsung mengiyakan saja. “Hayuk lah!”

Walaupun masuk wilayah Bogor, saya lihat lokasi Gunung Munara lebih dekat dengan Serpong atau Cisauk. Hmm… Saya pun mengajak teman lain yang kebetulan tinggal di Serpong. Dia mengiyakan ajakan kami. Akhirnya, kami naik mobil bertiga, berangkat dari Serpong menuju Rumpin, sebuah kecamatan di mana Gunung Munara berada.

Lokasi Gunung Munara memang dapat dilihat di Google Maps. Tinggal ketik ‘Gunung Munara’ di kolom pencarian, langsung ketemu deh lokasi Gunung Munara. Namun, jangan percaya begitu saja dengan rute yang diberikan oleh Google Maps jika kamu berangkat melalui Serpong/Cisauk. Jalurnya sangat mengenaskan! Iya sih, kita diberi informasi jalur terpendek menuju Gunung Munara, tapi kondisi jalanan benar-benar sangat hancur!

Rute ke Gunung Munara
Ini adalah rute ke Gunung Munara yang direkomendasikan oleh Google Maps. Jangan ikuti jalur ini karena sangat tidak menyenangkan dan tidak benar!

Jika kamu ingin ke Gunung Munara, lebih baik menggunakan jalur ini: Parung/Gunung Sindur – Ciseeng – Rumpin. Rute ke Gunung Munara dengan jalur ini lebih manusiawi dibanding rute yang diberikan Google Maps. Walaupun ada beberapa ruas jalan dengan kondisi hancur juga sih, tapi paling tidak, ini adalah rute paling oke menuju Gunung Munara.

Baca juga:  Menunggu Penyu Bertelur di Ujung Genteng

Jika menggunakan angkutan umum ke Gunung Munara bagaimana? Hmmm, saya kurang tahu. Mungkin bisa dicoba dengan naik angkot jalur Parung Panjang – Rumpin – Ciseeng – Parung. Anyone?

Tidak ada papan petunjuk menuju Gunung Munara. Sesampainya di pertigaan dengan titik koordinat GPS ini -6.450166, 106.638571, baru ada papan petunjuk menuju parkiran Gunung Munara. Jika kamu menggunakan Google Maps atau aplikasi penunjuk arah lainnya, klik saja link koordinat GPS tersebut untuk kemudian membuat routing menuju ke Gunung Munara dari tempatmu berada.

Dari pertigaan berpapan petunjuk tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju gang kecil perkampungan (hanya masuk satu mobil). Saking kecilnya jalan menuju parkiran, kami pun ragu dan bertanya lagi ke penduduk setempat, apakah ada jalur lain untuk mobil menuju ke parkiran? Penduduk tersebut bilang “Ya, hanya ini satu-satunya jalur menuju Gunung Munara.” Huft. Kami langsung membayangkan apa yang terjadi jika ada dua mobil dari arah berlawanan.

Sesampainya di lokasi parkir, kami dihadang oleh ‘petugas tiket’. Tak apa lah kami ditarikin beberapa ribu rupiah, untuk masuk ke lokasi parkir. Ingat ya, tak hanya sekali bayar. Banyak banget pungutannya. Kami positive thinking saja bahwa kami menggunakan jalan kampung dan parkir di halaman rumah penduduk setempat. Paling tidak, kami ikut berkontribusi pada perekonomian setempat. Halah.

Oh ya, sebelum ke lokasi, kami belanja banyak bekal makanan dan minuman untuk dibawa mendaki gunung. Saya agak boros soal minuman, jadi ya beli minuman dengan jumlah yang lumayan lebay. Tak disangka, ternyata banyak sekali pedagang di sepanjang jalur pendakian, ada yang menjual minuman, gorengan, es teh, tisu, bahkan sampai ada yang jualan durian! Hahahasyem, tau gitu tadi nggak usah bawa banyak bekal makanan dan minuman. Bikin berat saja!

Baca juga:  Pantai Nampu dan Pantai Indah Lainnya di Wonogiri

Setelah kurang dari satu jam mendaki, sampailah kami di lokasi pertama. Tebing selfie. Entah namanya apa, saya namai saja tebing selfie karena sesampainya di pucuk tebing tak banyak yang bisa diperbuat selain selfie, ugh yeah. Untuk mendaki tebing ini, perlu perjuangan karena harus memanjat batu besar dengan menggunakan tali. Tingkat kemiringannya hampir 90 derajat bo! Jika tidak penting-penting amat, saya sarankan untuk skip tebing selfie ini. Perjuangannnya tak sebanding! Mending lanjut saja mendaki ke puncak Gunung Munara. Pemandangannya sama saja kok.

Gunung Munara
Perjuangan menuju bukit selfie di Munara (entah namanya apa). Lihat saja sudut kemiringannya sangat curam. Harus menggunakan tali. naik turunnya susah!

Kemudian, kami pun melanjutkan pendakian sampai ke Puncak Gunung Munara. Tinggi Gunung Munara ‘hanya’ 1119 mdpl. Total perjalanan dari parkiran menuju ke puncak membutuhkan waktu kira-kira 1 – 2 jam. Tak terlalu tinggi memang, tapi tetap asyik kok. Pengen ngopi-ngopi sambil makan Indomie di puncak gunung? Tenang, ada warung di puncak gunung! Omaigat banget kan?

Gunung Munara
Nemu kucing di Puncak Gunung Munara

Gunung Munara merupakan salah satu tempat wisata paling asyik dekat Jakarta. Nggak perlu bawa banyak logistik dan peralatan, lokasinya dekat dengan Jakarta, bisa sehari saja mendaki sampai puncak dan turun kembali tak perlu sampai menginap, dan masih banyak lagi asyiknya Gunung Munara. Apalagi alasanmu untuk tidak pergi ke Gunung Munara? Males capek? Traveling itu… memang melelahkan bukan?

Gunung Munara
Jalur pendakian ke Gunung Munara nggak kayak gini kok. Ini hanya untuk kepentingan narsis ajah (Follow  Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

SHARE

2 COMMENTS

  1. Hahaha,,, berarti petanya menuju kesini nggak bisa di percaya ya mas? Biasanya sieh jalan menuju ke pegunungan, selain jalannya yang nanjak juga jalannya kurang oke. Keren dah pemandangannya 🙂

LEAVE A REPLY