Samsung NX500 Review: Beli atau Tidak?

20
Kamera Samsung NX500 Review Bahasa Indonesia

“There is only you and your camera. The limitations in your photography are in yourself, for what we see is what we are.” – Ernst Haas

Pencet.. pencet.. pencet.. Tidak nyala. Dammit! Kamera digitalku mati karena terendam air. Sedih rasanya kehilangan kamera kesayangan. Bukan masalah nilai rupiahnya, tapi lebih karena kenangan bersamanya selama ini. Dia yang sangat berjasa mengabadikan setiap momen, suka maupun duka. Dia yang tak hanya sekedar gadget, tapi juga travel mate. Kini dia… koit. Mati ngenes tersedak air. Hiks.

Selang beberapa hari kemudian, saya pun mencari ‘pacar pengganti’. Syarat utama: kualitas video bagus! Ya, saya memang agak mengesampingkan kualitas foto karena saya lagi menggemari video editing waktu itu. Radar saya tertuju pada sebuah merek dengan resolusi video kekinian: Samsung NX500.

“Wow, kamera dengan video dengan resolusi 4K!” baru melihat embel-embel 4k di body Samsung NX500 saja saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Awalnya, saya sangat bernafsu membeli Samsung NX500 karena penasaran dengan hebatnya video resolusi 4K. Seringkali ketika berada di toko elektronik, saya berdiri lama menatap layar lebar TV yang bertuliskan resolusi 4K.

“Gila, video ini keren banget detailnya!” pikir saya terkagum-kagum di depan layar TV tersebut. Terpana dan terpesona.

Sebenarnya TV tersebut ‘hanya’ mempunyai resolusi UHD 3840 × 2160 lho. Biasalah bahasa marketing, nyebutnya 4K padahal sebenarnya ‘masih’ UHD. Video dengan resolusi ini saja sudah keren banget kok, walaupun tetap saja belum 4K. Menurut saya, resolusi 4K ya… 4K beneran, alias di atas 4000. Biasanya sih, resolusi 4K itu 4096 x 2160 piksel. Yoi nggak?

Sebagai penggemar video editing, tentu saja Samsung NX500 memberi harapan baru buat saya. Sudah terbayang betapa kerennya video yang akan saya buat nantinya. Saya ingin membuat video resolusi 4k dengan kualitas terbaik!

Bet.. bet..bet.. Waduh, kenapa ini dengan kamera saya? Kok malah ngadat saat merekam video? Pengalaman pertama membuat video dengan NX500 kok malah traumatis gini sih?

Well, kita bahas yuk alasan mengapa membeli kamera Samsung NX500 dan mengapa tidak perlu membeli Samsung NX500.

Mengapa TIDAK Perlu Membeli Samsung NX500?

1. Video canggih yang mubazir.

Penderitaan sudah dimulai saat merekam video 4k melalui kamera Samsung NX500. Hanya dalam waktu beberapa detik, rekaman video tersebut berhenti. Fak. Why? Ternyata, merekam video 4k itu butuh memory card yang canggih pula dengan write speed tinggi (i repeat, bukan read speed ya, tapi WRITE speed!). Sedangkan memory card dengan kemampuan merekam cepat ini harganya juga lumayan mahal! Kembali ke cerita video ngadat tadi, ternyata yang ngadat bukan kameranya, tapi memory card dengan kecepatan rekam lemot yang dipaksa untuk merekam video 4k. Ibarat kata kamu jarang olahraga, tapi disuruh lari sprint. Ngos-ngosan trus pengsan deh. Make sure, ketika kamu membeli kamera dengan resolusi video 4k, sekalian beli memory card dengan write speed yang tinggi ya.

Baca juga:  7 Fakta Menarik tentang Ikan Nemo

Penderitaan masih belum selesai. Sewaktu video yang hanya terekam beberapa detik tersebut saya putar melalui video player di laptop (FYI, laptop saya sudah dengan teknologi terkini lho #congkak), eh… malah tidak muncul gambar SAMA SEKALI! Resolusi layar laptop saya tidak kuasa meladeni kedahsyatan video 4k! Ibarat kata, kamu baru akil balik sudah disuruh melayani bintang porno yang hypersex. *mulai ngaco deh si mimin*. Sebelum membeli kamera dengan video 4k, pastikan resolusi layar laptop/komputer kamu juga tinggi.

Perekaman berikutnya, saya turunkan resolusi videonya ke UHD. Still, laptop saya masih belum mampu memutarnya. Videonya patah-patah parah. Ck.

Perekaman berikutnya, saya turunkan lagi ke resolusi Full HD yang hampir sama dengan resolusi maksimal video di kebanyakan kamera lain. Video player di laptop saya pun bisa memutarnya dengan mulus. Kualitas videonya bagus juga. Terus buat apa saya membeli Samsung NX500? Buat gaya-gayaan doang ‘eh, kamera guweh bisa bikin video 4k lho’. Bisa.

Penderitaan sudah berakhir? Tentu tidak. Awalnya, senang dong sudah punya video dengan kualitas bagus, walaupun dengan resolusi ‘hanya’ Full HD. Siap diedit untuk ditayangkan di Youtube. Saya memang gemar mengedit video. Saya pun membuka aplikasi/software video editing di laptop. Maksud hati ingin menjadi sutradara amatiran. Apa yang terjadi? Videonya tidak bisa diimpor ke aplikasi video editor! Syiittt!!! Aku terdzalimi!

Ternyata, hal ini karena video NX500 menggunakan format H.265 atau High Efficiency Video Coding (HEVC), teknologi baru yang lebih canggih dibanding format sebelumnya H.264/Advanced Video Coding (AVC) yang biasa digunakan di kamera pada umumnya. Katanya sih, format H.265 ini membuat kualitas video lebih bagus dengan ukuran file yang lebih kecil. Wow banget kan? Tapi, belum banyak aplikasi/software video editing yang mendukung format H.265! Sedihnya juga wow banget kan? Mubanjir dah.

Baca juga:  Review Xiaomi Yi

2. Pasokan lensa yang terbatas

Pasokan lensa Samsung NX sangat terbatas. Saat ini, saya sedang memesan lensa 30mm, indent, dan sekarang sudah hampir sebulan belum datang juga. Para pengguna Samsung NX yang lain juga mengeluhkan tentang susahnya mendapatkan lensa 50-200mm. Selalu saja stoknya habis. Untungnya sih saya sudah mempunyai lensa 50-200mm ini hehehe. Stok lensa yang lain sih masih banyak, tapi untuk lensa-lensa favorit sangat susah untuk mendapatkannya. Memang tidak cukup ya dengan menggunakan lensa bawaan (lensa kit) saja?

Cukup sih. Cukup pake banget malahan. Kalau hanya buat traveling, lensa kit Samsung NX500 lebih dari cukup. Tapi guweh pengen something more: kualitas foto yang lebih tajam, bokeh yang lebih oke, noise yang lebih sedikit, dan lain sebagainya. Penyakit fotografer ya begini nih, selalu tidak puas dengan hasil foto yang sebenarnya sudah bagus.

3. Komunitas yang minim

Bo abo… Gimana sih rasanya menjadi minoritas? Selalu saja berasa tersingkirkan. Ketika membaca forum diskusi online khusus kamera Samsung NX, yang posting itu lagi.. itu lagi.. Kalau nggak guweh.. ya member yang itu-itu mulu. Bosen, garing, tapi kita tetap setia berkontribusi sih hehehe.

Mengapa Perlu Membeli Samsung NX500?

1. Juara mirrorless di kelas APS-C, APS-H, 4/3

Coba lihat score DXOMark ini, NX500 ini juara satu untuk kamera mirrorless di kelas sensor APS-C, APS-H, dan 4/3. Nilainya sama dengan Nikon D7200. Namun demikian, Nikon D7200 bukanlah kamera mirrorless, tapi kamera DSLR!

Samsung NX 500 Juara DXOmark
Samsung NX 500 Juara DXOmark

Score DXOmark ini selalu menjadi referensi bagi kebanyakan camera review lho. Bayangkan saja, DXOmark sudah mereview lebih dari 9000 kamera, lensa, dan handphone! Wow kan? Coba saja cek review-review tentang kamera, seringkali mencantumkan score DXOMark di situ. Masih mau meragukan DXOMark?

2. Ukuran kecil

Datanglah ke toko kamera. Pegang NX500, bandingkan dengan kamera mirrorless lain. Ukuran kamera ini tergolong mungil. Cocok untuk traveling.

Samsung NX500
Ukuran Samsung NX500. Bandingkan dengan ukuran tangan saya. Kamera ini masih lebih kecil lho dibanding kamera mirrorless lain, apalagi dibanding dengan kamera DSLR.

3. Ukuran lensa kit mungil

Lensa kit (bawaan) yang dijual bersama NX500 adalah lensa 16-50mm. Ukuran lensa ini lumayan mungil. Fungsi lensa ini juga lumayan sapu jagat, bisa untuk landscape (wide lens), bisa juga untuk potrait (bokehnya kece). Istilah awamnya, lensanya bisa di ‘zoom in zoom out’.

Kualitas lensa kit-nya sendiri bagaimana? Walaupun tidak masuk kategori spektakuler, kualitas lensa kit NX500 ini tetap keren kok. Saya puas memakainya, walaupun tetep ya.. nafsu manusiawi saya selalu membujuk ‘i want something more and more and more and more’.

Baca juga:  Review Kamera Underwater Nikon AW130

4. Fiturnya amat sangat lengkap sekali!

Sebut fitur yang ada di kamera digital lain. Pasti hampir semua ada di NX500. Mau mode air terjun, sunset, panorama, night mode, firework, dan sebagainya? Ada. Mau bisa ada tanda fokus sudah nempel di obyek (focus peaking)? Ada. Wifi, bluetooth, layar touch screen, face detection? Ada. Pengaturan aperture, shutter speed, ISO, EV, continuous shot, burst, bulb, pengaturan AF, dan fitur-fitur riwil lainnya? Ada. Bisa dicharge dengan powerbank? Bisa. Pokoknya lengkap, semuanya ada.

Satu fitur yang hilang dan banyak dikeluhkan para fotografer adalah tidak adanya viewfinder alias kaca kecil yang digunakan untuk intip-intip obyek. Kalau buat saya sih, tidak begitu masalah dengan tidak adanya viewfinder ini. Toh obyek foto bisa dilihat di layar LCD. Hanya saja, ketika memotret dan melihat layar LCD tersebut, kita bakal tampak amatiran banget hahaha. Nggak juga sih.

5. Keren banget buat selfie

LCD kamera NX500 bisa diputar ke depan, sehingga cocok buat yang suka selfie. Hasil fotonya pun juga bagus lho karena aperturenya menyesuaikan muka dengan cepat! Sehingga detail foto muka kita tampak tajam (hati-hati jerawatnya kelihatan sis), bokehnya juga oke. Apalagi ditambah fitur ‘face retouch’, mukamu bakal tampak mulus banget. Asal setting nilai ‘face retouch’ nya jangan terlalu besar, karena muka halusnya kelihatan fake kayak muka barbie!

Kesimpulan:

Jangan tergoda nafsu untuk membeli kamera karena resolusi videonya sudah 4K. Jangan! Sekali lagi jangan. Kecuali kamu sudah mempunyai laptop dengan resolusi layar 4K dan punya video editing yang support 4K dan format H.265 (HEVC).

Jika kamu percaya sama score yang diberikan DXOMark (hell to the O.. siapa sih yang tidak percaya DXOMark?) dan juga percaya dengan review saya, belilah Samsung NX500. Paling keren di harga dan kelasnya!

PS: Untuk hasil foto dengan menggunakan Samsung NX500, silakan klik Instagram saya –> puppytraveler. Di setiap caption foto, saya sebutkan merek kamera yang digunakan. Untuk melihat galeri seni fotografi saya yang kebanyakan menggunakan Samsung NX500, silakan klik akun Flickr saya –> puppytraveler (sekali lagi, cek keterangan foto untuk melihat merek kamera yang digunakan)

REVIEW OVERVIEW
Rating
SHARE

20 COMMENTS

  1. gua udah bei nx500 dan emg niatnya mau ke videonya… dan probleemmnyaa sama bgttttt…OMG masih blm bisa kebuka videonya ke lapto pdhl udh di sesuain sm resolusi di laptopp-___-

  2. Halo kak,, saya mohin bantuan nya donk ??Gini, saya kan suka nonton konser. Nah saya butuh kamera yang bisa nangkep jauh dr bangku penonton ke arah panggung ( anggep aja dari tribun 2 nya GBK ke arah tengah lapangan), full video (+/- 3 jam) dan yg resolusi lensa nya gede (kalo bisa yg diatas 20 MP), UHD/Full HD juga OK dan kalo bisa yg anti air. Sebelumnya saya pake samsung galaxy camera dan kalo untuk full video biasanya saya mesti bawa kabel charger n powerbank biar dia nyala terus ampe 3 jam. Ada saran kira2 kamera merk apa yg sesuai kebutuhan saya ya? Thanks before ya kak ???

    • @Michella
      Untuk kamera mirrorless/DSLR bisa pilih merek apa saja. Yg penting lensanya pilih jenis lensa tele.
      Tapi biasanya kalo konser nggak boleh bawa kamera pro, jadi pastikan dulu apakah boleh bawa kamera pro nggak. Kalau nggak boleh, bawa kamera pocket yg zoomnya di atas 20x.

  3. Saya baru beli nx 500 2 minggu lalu..tp skrg lensa tdk menampilkan gambar cm blank hitam. Jadi sy tdk bisa ambil foto dan video.tolong dong solusinya.thanks

        • Fyi..sebelumnya camera fine2 aja, sy udah ambil foto lebih dari 100 foto dan 10 video..berawal dari abis charged camera dan masalah pun dtg..

          • Hmm… saya kurang tau persis ya, tapi coba lepas lensa dan memory card dulu. Pasang kembali dengan benar. Nyalakan kamera sebentar, jangan digunakan dulu.
            Kalau masalah saya seringnya memory card error nggak kebaca, setelah saya beliin yg writing speed dan reading speednya tinggi, baru deh nggak pernah masalah. Beda kasus sih, mau dicoba?

  4. Ikutan nanya dong,,pengen banget beli mirrorless tapi msh bimbang diantara dua pilihan nx500 ato sony a6000? naksir sama sensornya samsung pixelnya tp naksir juga sama a6000.. which one is better??
    oia..ane lebih ke video gan..sebenernya gak naksir” amat sih sama 4k soalnya banyak device ato output yg belom mumpuni buat 4k alias msh pada mahal” hahahahaha

  5. Halo kak, saya berniat membeli samsung nxmini lens 9mm. Tujuan saya membeli kamera ini untuk mengabadikan foto liburan dan foto sehari-hari. Apakah nxmini “mencukupi” kebutuhan saya tsb? Mohon infonya, terima kasih 🙂

    • @kety
      Cukup banget. SUmpah, kamera apa saja cukup banget. NX mini juga udah bagus. Kecuali nanti lebih lanjut lagi ke ara fotografi profesional kudu ganti yang lebih canggih yg bisa digonta-ganti lensa

  6. ane pengguna nx300, kalo hasil foto emang nx keren bgt, pernah pke pen2, @33, eos550d, semua lewat ( ya iya lah… kan emg bukan levelnya,, hihihi…) pakenya juga gampang, simple, tp syg, samsung udah ga komit di kamera, alias udah tutup buku, dipastikan nx1, nx30, nx500, nx3000, nx mini, adalah seri” trakhir dr samsung, wajarlah klo nyari asesorisnya susahnya minta ampun, (anak bontot malah perginya duluan) kasiaan….

LEAVE A REPLY