Air Terjun Tegenungan, Bali: Cakep dan Tak Jauh Dari Kota

7
Air Terjun Tegenungan

“Many a calm river begins as a turbulent waterfall, yet none hurtles and foams all the way to the sea.” – Mikhail Lermontov

Bali. Sejenak setelah menikmati makan siang di Denpasar, terpikir oleh saya “Di mana ya kira-kira tempat wisata menarik dekat Denpasar?”. Karena sudah sering jalan-jalan di Bali (karena jatuh cinta dengan Bali itu tak ada habisnya) dan sudah banyak tempat wisata di Bali yang pernah saya kunjungi (Ckckck.. Sombong bener si mimin *plak*), saya sampai tak tahu tempat mana lagi yang kira-kira bisa dikunjungi?

Terus terang saya agak bingung mau ke mana waktu itu. Kepikiran, apakah ke Kuta saja nongkrong-nongkrong geje, atau stay di hotel saja menikmati kolam renang yang ada. Sembari gegoleran di kamar, saya kemudian Googling dengan keyword: ‘tempat wisata di Bali’. Scroll.. scroll.. Scroll… eh ada artikel guweh yang ini. Lanjut scroll.. scroll. scroll… Ah sudah pernah semua (Iya min, terus-terusin aja sombongnya. Riya kamu min, riya! Takabur!). Ketik keyword yang lain ah: ‘Tempat wisata di Bali yang belum terkenal’. Hmmm… Kok jaraknya lumayan jauh ya dari hotel, sedangkan jam menunjukkan pukul 3 sore. Sudah hampir sejam googling, saya tidak menemukan tempat wisata yang dekat kota dan asyik dikunjungi. Ah, nyerah. Tiduran di hotel saja deh. Gegulingan sana, gegulingan sini. Gelisah. Sepertinya mulai bosan di kamar.

“Mengapa tidak ke air terjun saja ya?”

Di saat putus asa, muncul ide yang aneh-aneh. Air terjun! Kemudian saya googling lagi dengan kata kunci yang lebih spesifik: ‘daftar air terjun di Bali’. Hmm, lumayan banyak juga. Cari yang lebih spesifik lagi keyword-nya: ‘Air terjun di Bali yang dekat Denpasar Sanur’. Kebetulan, hotel yang saya inapi lokasinya berbatasan antara Denpasar dan Sanur. Aha! Air Terjun Tegenungan, it is!

Baca juga:  Pantai Bias Tugel, Salah Satu Pantai Terindah di Bali

Lokasi Air Terjun Tegenungan memang sangat dekat dengan pusat kota. Lebih tepatnya, di dekat Pasar Sukowati, Gianyar (koordinat GPS -8.575621, 115.288512). Jika berangkat dari Denpasar/Sanur, jaraknya hanya sekitar 18km, atau kurang lebih hanya setengah jam perjalanan. Dekat banget kan? Masih dalam jangkauan Gojek lah.

Bagi yang doyan fotografi (dan juga umat sekte narsis), air terjun Tegenungan punya banyak angle untuk foto-foto. Bisa dari jauh, dari bawah air terjun, dari atas air terjun, bahkan dari jarak yang sangat dengan air terjun tanpa basah-basahan. Mangstab toh?

Air Terjun Tegenungan
Air Terjun Tegenungan dilihat dari atas

Panasnya Bali memang tak menyenangkan bagi turis lokal. Iya, saya turis lokal dan maaf menggeneralisir. Siapa tahu kamoh turis lokil selera internasionil yang demen panas-panasan. Secara panasnya naudubile, gerah keringetan kayak gelas es, terus melihat air terjun yang bergemuruh membahana, hasrat itupun seketika muncul. Ho-oh, hasrat untuk selfie. *Jepret*

Sebelum melucuti pakaian dan menyimpan kamera dalam tas, selfie dulu lah yaw. Kemudian, byurrrr… Nyemplung ke kolam di dasar air terjun, bercampur dengan bule-bule seksi kegirangan karena di negaranya mungkin tidak ada air terjun tropikal seperti ini. Namun, apa yang terjadi?

Mata saya kelilipan. Blunder tsantik yang saya lakukan di sini adalah sok-sokan menyelam di dalam air dengan mata terbuka. Saya mengira air terjun ini seperti air terjun di pegunungan pada umumnya, yang airnya bening bak muka Kendall Jenner. Ternyata airnya tak sebening penampakannya. Banyak pasir dan rada butek. Duh!

Curug Tegenungan, Bali
Mandi-mandi tsantik di Curug Tegenungan, Bali. Yuk

Saran saya, jika mandi di Air Terjun Tegenungan, mandi chantique ala bidadari saja. Tidak perlu sok-sokan snorkeling. Terumbu karang tidak ada, mata kelilipan yang di dapat. Atit tauk!

See, walaupun sudah banyak tempat wisata di Bali yang dikunjungi, selalu saja ada yang baru dan baru dan baru! Jadi tak perlu takabur merasa sudah pernah mengunjungi semuanya (mimin sedang menasehati diri sendiri/selfnasehat). Semakin saya percaya bahwa Bali memang pulau kesayangan Para Dewata!

Baca juga:  Virgin Beach, Bali. Ketika Perawan Hanyalah Sebuah Mitos
SHARE

7 COMMENTS

  1. Hahahaha,,, sombongnya,,, eh mas, giliran muncul daftar air terjun yang banyak banget itu, gimana rasa sombongnya, apa masih? terus itu mas,, aku nggak bisa membayangkan kalau turis lokal bergaya ala turis internasionil, panas – panasan, ntar kulitnya jadi eksotis nggak ya? nah kebanyakan bisa – bisa malah gelap gulita,,,, hahahaha. Yang jelas, air terjun ini bisa dijadikan obyek wisata alternatif deh mas,,, salam air terjun 🙂

LEAVE A REPLY