Jogja Istimewa? Apanya yang Istimewa?

0
Jogja
(Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

“If you want someone to miss you, go secretly and spray your fragrance somewhere.” – Blake Lively

Jogja. Ketika pesawat mendarat di Bandara Adi Sucipto atau saat kereta api melewati Stasiun Tugu Jogja, selalu terngiang di kepala satu bait lagu KLA Project, ada setangkup haru dalam rindu. Hampir semua orang yang pernah tinggal di Jogja akan merasakan hal yang sama ketika meninggalkan kota gudeg ini. Rindu.

Tak begitu antusias bagi saya ketika tiba di kota ini untuk kuliah. Semua orang menjadikan kota ini sebagai kota untuk kuliah. Terlalu mainstream. Apanya yang istimewa? Tapi mau bagaimana lagi, dapat kuliahnya di kota ini. Jalani saja.

Hari demi hari berlalu. Cinta itu sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Saya menyadari bahwa menjadi bagian ‘mainstream’ para pencari ilmu di Jogja bukanlah sesuatu yang salah. Lambat laun saya menemukan jawaban mengapa kebanyakan orang yang pernah tinggal di Jogja merasa betah tinggal di sini. Merasakan bahwa apapun statusnya, Jogja selalu mendapat tempat yang istimewa di hati!

Satu setengah tahun tinggal di Jogja bukanlah waktu yang cukup bagi saya untuk bisa menikmati Jogja. Tak ada habisnya menjelajahi tempat wisata di Jogja. Tagline “Never Ending Asia” yang melekat pada kota Jogja memang suatu yang pantas disandang. Apalagi tempat nongkrongnya, wuih bisa bikin kantong jebol saking banyak banget jumlahnya dan selalu menggoda untuk ditongkrongi. Eh, gak juga ding, harga barang/makanan di Jogja kan masih murah, mana mungkin bisa jebolin kantong. Hehehe…

Hari ini, tanggal 7 Oktober 2015, kota Jogja merayakan ulang tahunnya yang ke-259. Saya persembahkan artikel mengenai tempat-tempat di Jogja yang asyik untuk dikunjungi ini sebagai hadiah. Hadiah kerinduan dalam setangkup haru. Halah.

1. Cibang-cibung di pantai-pantai di Gunung Kidul

Nah loh, aneh kan? Wisata pantai kok di gunung? Gunung yang dimaksud di sini adalah nama sebuah kabupaten di Yogyakarta, Kabupaten Gunung Kidul. Walaupun lokasinya agak terpencil dibanding kabupaten lain di Jogja, penduduk Gunung Kidul mempunyai sebutan yang keren: Gun Kid. Ughhh….

Saking banyaknya pantai di Gunung Kidul, saya sampai membuat banyak artikel mengenai pantai-pantai di Gunung Kidul. Dan itu masih belum semuanya saya kunjungi dan belum semua saya tulis lho!

Monggo klik link di bawah ini untuk melanjutkan informasi selengkapnya.

Mau snorkeling di Jogja? Ke Pantai Sadranan saja

Pantai Indrayanti yang paling heboh di dunia maya

Pohon di Pantai Pok Tunggal sangat photogenic buat fotografi

Mau mencoba ‘cable car’ horor di Pantai Timang?

Trio pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran, dan Nguyahan yang belum banyak dikunjungi wisatawan

Mau panjat tebing? mau lihat pasir merica? Ke Pantai Siung saja!

Pantai-pantai lain di Gunung Kidul, khususnya di kecamatan Wonosari. Buanyak banget!

Pantai Wediombo, Gunung Kidul, Jogja, Yogyakarta
Pantai Wediombo, Gunung Kidul, Jogja (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

2. Merasakan Kuliner Serba Aneh di House of Raminten

Pernah mendengar menu Es Purworukmi, Gajah Ndekem (Gajah mengeram), cunduk, gudir, susu dengan gelas berbentuk payudara, jangkrik keju, ayam koteka? Hmm.. Kalau belum pernah, luangkan sejenak waktumu untuk mengunjungi House of Raminten yang dandanan pemiliknya cukup membuatmu bersyukur bahwa kamu tercipta tidak aneh. Masih banyak lagi lho menu aneh lainnya yang dijual di rumah makan ini. Oh ya, jangan tanya harganya. Murahnya gak ketulungan! Antrinya juga gak ketulungan juga sih 😀

Salah satu hal yang perlu diacungi sepuluh jempol dari House of Raminten adalah upayanya untuk tetap melestarikan budaya Jawa: desain interiornya, asesorisnya, musiknya, hidangan yang disajikan, dan ornamen-ornamen Jawa lain yang membuatmu merasa “Aku benar-benar di Jawa!”

Pelayan restoran di House of Raminten tampak keren mengenakan busana Jawa. Yang perempuan cantik-cantik sexy mengenakan kemben, yang laki-laki juga ganteng-ganteng sampai teman-teman perempuan saya dibuat menjerit histeris melihatnya. Okay, ini lebay sih. Gosipnya, cowok-cowok ganteng ini…. Eh ini jam berapa ya? *mencoba mengalihkan perhatian*

House of Raminten
Minuman dengan ukuran gelas jumbo di House of Raminten (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai House of Raminten dapat diklik di sini.

3. Cave Tubing di Gua Pindul dan Gua Kalisuci

Cave tubing adalah wisata penelusuran gua dengan menggunakan ban dan pelampung. Ada dua gua terkenal yang biasa digunakan untuk cave tubing, Gua Pindul dan Gua Kalisuci. Datanglah ke sini pada musim menjelang kemarau atau menjelang musim penghujan. Di saat-saat itu, debit air lumayan banyak, warna air hijau bening. Saat kemarau tiba, warna air memang hijau bening, tapi debit airnya sangat kecil. Sebaliknya, jika musim hujan, debit air menjadi sangat besar tapi warna airnya menjadi coklat. Ughhh…

Baca juga:  Padang Bai Menyimpan Dua Pantai yang Indah

Ada satu musim yang pantang bagi saya datang ke gua ini, yaitu musim liburan! Jika musim libur anak sekolah tiba atau musim long weekend di mana banyak orang mendadak plesiran, yang terlihat di sini bukan gua. Tapi manusia-manusia dengan segala rupa dan busana yang menyemuti seluruh area gua. Ughh….

Cavetubing Kalisuci
Cavetubing di Jogja (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Gua Pindul dapat diklik di sini.

Artikel selengkapnya mengenai Gua Kalisuci dapat diklik di sini.

4. Belajar Sejarah Bersama Keluarga di Taman Pelangi/Taman Lampion/Museum Jogja Kembali

Museum Jogja Kembali adalah museum berbentuk kerucut yang menyimpan berbagai macam koleksi untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa. Dulu sewaktu saya masih kecil, museum ini kondisinya masih sangat bagus, bahkan menjadi museum yang terbagus di Indonesia. Terakhir ke sini, kondisinya agak-agak gimana gitu. Mari kita selamatkan museum ini dengan mengunjunginya. Cuss…

Malam hari, kawasan di sekitar museum ini berubah menjadi warna-warni lampu lampion. Tak salah memang kalau pengelolanya menamakan taman ini sebagai Taman Lampion atau Taman Pelangi. Wisata ini cocok untuk wisata keluarga, khususnya bagi anak-anak. Buat pacaran juga oke. Buat yang jomblo lebih baik jangan. Daripada kamu nelangsa melihat kemesraan pasangan-pasangan tersebut sehingga ada hasrat merebut pasangannya. Eeeeeee….. aaaaaa…..

Taman Pelangi, Museum Jogja Kembali
Taman Pelangi, Museum Jogja Kembali (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Taman Pelangi/Taman Lampion dapat diklik di sini.

5. Eksotisnya Taman Sari “The Water Castle”

Situs yang dibangun pada abad ke-18 ini sering disebut “water castle” atau istana air. Awalnya saya kira hanya terdapat kolam pemandian raja saja di Taman Sari, ternyata banyak hal yang dapat dikuak di area Taman Sari ini. Salah satunya adalah masjid bawah tanah! Walaupun masjidnya di bawah tanah, surganya tetap di bawah kaki ibu kok. Santai saja ibu-ibu.

Taman Sari Jogja
Taman Sari, Jogja (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Taman Sari dapat diklik di sini.

6. Merasakan Nikmatnya Hidangan Serba Kalkun di Warung Kalkun Kluk-Kluk

Restoran ini sangat mungil dengan kursi makan yang disediakan hanya beberapa saja. Menu yang perlu dicoba adalah rica-rica kalkun mempunyai rasa yang sangat pedas, kalkun panggang yang supernikmat, dan sup kalkun yang menggiurkan. Mayanlah buat orang biasa kayak saya yang pengen merasakan makanan para jetset.

Warung Kalkun Jogja
Hidangan Kalkun Panggang di Warung Kalkun Jogja (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Taman Sari dapat diklik di sini.

7. Mandi-mandi Segar di Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk mempunyai nama lain Air Terjun Slempret/Slompret. Konon, lokasi ini merupakan tempat penyimpanan “kethuk”, nama salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Cara memainkan alat musiknya yaitu dengan di-gethuk atau digetok/dipukul. Wah kirain nama Sri Gethuk berasal dari nama makanan khas Jawa yang bernama Gethuk. Sedangkan arti kata Slompret/Slempret adalah terompet dalam Bahasa Jawa. Katanya, pada malam-malam tertentu penduduk setempat dapat mendengarkan suara-suara terompet dan gamelan ini… Hiiiiyyy… Serem. Tapi siang hari tidak seram sama sekali kok. Malah terlihat cuantik jelita.

Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Air Terjun Sri Gethuk dapat diklik di sini.

8. Nikmati Burger Raksasa dan Menu Impor Lainnya di R&B Grill Cafe

Sepertinya memang R&B Grill ini dibangun khusus buat penggemar makanan londo dan para bule yang kangen mampus ama makanan di negerinya. Mulai dari menunya, penyajiannya, sampai sausnya pun berbeda dari restoran grill Indonesia pada umumnya. Sebagian besar bahan yang digunakan adalah bahan impor. Daging yang digunakan pun benar-benar daging yang berkualitas tinggi. Menu favorit saya di sini adalah Giant Burger. Si burger raksasa ini mempunyai tekstur daging yang empuk dan renyah, yang sewaktu digigit berasa dagingnya hancur lebur di mulut. Yummy.

Baca juga:  Menguak Eksotisnya Taman Sari, Jogja
R&B Burger Grill
Burger ini ukurannya besar banget lho (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai R&B Grill Cafe dapat diklik di sini.

9. Siapa Sih yang Tidak Terpana Dengan Kemegahan Candi Borobudur?

Walaupun terletak di Kabupaten Magelang, banyak wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur melalui Jogja. Jaraknya yang cukup dekat dengan kota gudeg inilah yang membuat para wisatawan kebanyakan berangkat dari Jogja. Dilihat dari sudut manapun, candi ini tampak begitu mempesona: dari situs candinya langsung, dari Puthuk Setumbu, dari sawah, dari Gereja Ayam, dari manapun juga tetep megah!

Candi Borobudur
Candi Borobudur yang megah! (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Candi Borobudur dapat diklik di sini.

10. Penggemar Jamur Menyebutnya Sebagai Surga. Selamat Datang di Jejamuran

Ada sebuah restoran  di Jogja yang menyediakan berbagai hidangan yang terbuat dari jamur. Namanya Jejamuran. Saya sih demen banget makan jamur, jadi sudah tak terhitung lagi berapa kali makan di sini (duh berasa sering banget ya kemari, padahal alasan saja lupa berapa kali ke sini. Yang jelas sih gak sampai sepuluh kali kok hehehe). Kan… jadi ngiler sendiri nulis bagian ini.

Jamur Bakar Pedas Jejamuran
Jamur Bakar Pedas (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Jejamuran dapat diklik di sini.

11. Menikmati cara yang tidak biasa di Pantai Parangtritis

Pantai ini menjadi mistis karena legenda Nyi Roro Kidul. Pantai berpasir hitam ini selalu padat dikunjungi wisatawan karena memang menjadi salah satu tempat wisata andalan Jogja. Garis pantai Parangtritis saaangaaat panjang. Tinggal pilih saja spot favoritmu dari ujung ke ujung: mau di bagian Parang Tritis-nya, Parang Kusumo, Parang Ndog, atau bagian pantai lainnya. Monggo.

Parang tritis
Parangtritis (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Oh ya, saya mau cerita cara yang tak biasa menikmati Parangtritis. Sewaktu masih kecil, saya sering diajak orang tua saya berkunjung di Pantai Parangtritis setiap malam tanggal 1 Suro dan tanggal 15 Suro. Kami tidur di pantai malam hari, tanpa tenda. Ritual ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang masih memegang adat Jawa yang kuat. jangan heran pada malam 1 Suro dan 15 Suro, banyak manusia berserakan di sekitar Pantai Parangtritis. Tentu saja saya tidak mengerti mengapa harus melakukan ritual demikian, yang saya tahu hanyalah keindahan langit malam bertabur bintang dan seremnya suara ombak laut selatan di kala malam. Suatu saat, saya ingin napak tilas melakukan hal yang sama lagi.

12. Bukit Bintang. Mau lihat gemerlap kota atau mau lihat Gunung Merapi?

Bukit Bintang adalah sebuah kawasan wisata di sebuah bukit (yaeyalah ya). Jika kamu berada di Jogja, hendak ke kawasan Gunung Kidul, pasti melewati kawasan wisata ini. Apa yang menarik dari bukit ini?

Pagi. Saat yang tepat untuk melihat Gunung Merapi yang supercantik.

Malam. Saat yang tepat untuk melihat gemerlap lampu kota Jogja dari atas bukit.

Siang. Apa yang mau dilihat?

Bukit Bintang
Bukit Bintang di kala pagi. Tampak Gunung Merapi dan Merbabu di kejauhan, dan kota Jogja dikebawahan (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

13. Candi Prambanan. Mainstream tapi memang keren sih. Mau gimana lagi?

Sudah mendengar kan kisah cinta Bandung Bondowoso kepada Nyi Roro Joggrang. Saking cintanya Bandung Bondowoso terhadap Nyi Roro Joggrang, sampai dibuatkan candi semegah ini. Kamu? Apa yang kamu kasih buat orang yang kamu cintai? Iya… kamu.

Candi Prambanan
Candi Prambanan pasca gempa (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

14. Museum Ullen Sentalu. Salah satu museum terkeren di Indonesia.

Museum Ullen Sentalu menyimpan berbagai macam koleksi seperti lukisan, batik kuno, gamelan, bahkan sampai surat cinta putri raja yang masih ditulis tangan pun terdapat di museum ini. Selain itu, foto-foto masa lalu keluarga keraton masih tersimpan dengan baik di museum ini. Tapi ingat, gak boleh foto-foto di dalam museum ya. Benar-benar sebuah penderitaan bagi yang doyan narsis.

Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Ullen Sentalu dapat diklik di sini.

15. Panas-panas, Paling Asyik Mencicipi Segarnya Es Krim Italia di Artemy Italian Gelato

Kafe ini menyediakan es krim gelato & sorbet ala Italia. Selain itu, kafe ini juga menyediakan minuman kopi (cafe latte. cappucinno, ristretto, machiato, mochacinno, viennacinno, conpanna, americanos, long black, flavoured latte, dsb), minuman coklat, pancake, croissant, macaroni schotel, dan beberapa menu makanan lainnya. Salah satu tempat nongkrong favorit geng saya di Jogja.

Artemy Italian Gelato
Dipilih-dipilih Es Krimnya (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Artikel selengkapnya mengenai Artemy Italian Gelato dapat diklik di sini.

16. Rafting Sungai Oyo yang Underrated.

Baca juga:  Pagoda Watugong Semarang, Pagoda Tertinggi di Indonesia

Kalah pamor. Itulah sebutan yang tepat untuk rafting di Sungai Oyo. Rafting ini disediakan oleh penyedia jasa yang sama di Gua Pindul. Banyak yang tidak tertarik ikut rafting Sungai Oyo dan lebih memilih cavetubing Gua Pindul. Padahal, menurut saya lebih menyenangkan rafting Sungai Oyo lho. Hanya saja masih kalah beken dibanding Gua Pindul sih.

Rafting Sungai Oyo
Rafting Sungai Oyo (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

17. Belanja ceria di Malioboro

Penggemar wisata belanja pasti tak akan melewatkan belanja di Malioboro. Berbagai macam batik dapat dijumpai di sepanjang Jalan Malioboro. Atau mau masuk ke Pasar Beringharjo yang juga berada di kawasan Malioboro untuk belanja batik? Boleh.

Selain batik, banyak juga oleh-oleh, kerajinan, dan cinderamata yang dijual di sepanjang Jalan Malioboro. Mau tahu barang yang pertama kali saya beli sewaktu masih SMA saat mengunjungi Malioboro? Liontin fiberglass yang didalamnya ada mayat kalajengkingnya! Hmm… Lumayan mistis juga masa muda saya.

Malioboro
Malioboro (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

18. Belajar sejarah kejayaan kerajaan jaman dulu di Keraton Jogja

Tak boleh dilewatkan. Iya, berkunjung ke keraton adalah hal yang tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Jogja. Keraton Kasultanan Jogja inilah cikal bakal Daerah Istimewa Yogyakarta sekarang. Sejarah kebesaran keraton masa lalu masih terjaga dengan baik di sini.

Apakah kejayaan keraton Jogja tersebut sekarang masih ada? Hello…. Gubernur Provinsi Jogja adalah seorang raja. Beda dengan gubernur provinsi lain. Sudah cukup menjelaskan bagaimana kejayaan keraton Jogja dari masa ke masa bukan?

Pendopo di Kraton Jogja
Pendopo di Kraton Jogja (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

19. Kalau bisa menembus dua pohon beringin di alun-alun selatan, berarti kamu orang yang exceptional!

Pertama kali melihat celah di antara dua pohon beringin raksasa di alun-alun selatan, pasti akan menganggap sepele kebodohan orang-orang yang tidak bisa melewati celah tersebut. Masak sih celah sebegitu besarnya tidak bisa dilewati?

Jangan bicara sebelum mencoba. Tutup mata dengan kain sampai kita tidak bisa melihat apa-apa. Kemudian berjalanlah ke depan dengan misi melewati celah di antara pohon beringin tersebut. Berani menerima tantangan ini?

Brakkkk… First attempt. Saya menabrak pagar pohon beringin. Padahal sudah yakin banget bisa melewatinya. Gagal!

Percobaan kedua. Sudah jalan jauh kok tidak ada tanda-tanda teman saya menghentikan langkah saya. Pas kain penutup mata dibuka, posisi saya sudah jauh dari celah pohon. Lah, kok bisa? Ternyata saya tadi berjalan meleset menjauhi celah.

Coba lagi dan lagi dan lagi. Gagal terus dan terus-terusan gagal. Sebagai pelipur lara, kami berjalan dengan jarak yang sangat dekat dari celah. Yay.. Kami berhasil melewati celah di antara dua beringin dengan cara curang!!!

20. Kota Gede. Kerajinan Peraknya bikin Ngiler….

Saya datang ke Kotagede saat tren batu akik sangat menggila. Saat itu pula saya melihat banyak perhiasan yang terbuat dari perak dan batu akik bertebaran di galeri perak di Kota Gede. Bagi kamu para haters-nya batu akik, masih banyak kok pilihan kerajinan perak di sini. Saya sendiri tidak beranjak dari galeri akik perak ini. Omaigad… Laik ndis bangget….

 perak di Kota Gede
Cincin perak di Kota Gede ini menggiurkan sekali… (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Oh ya, jika tempat wisata di atas masih kurang juga, silakan kunjungi kota sebelahnya yang tak kalah oke: Magelang (Klik di sini untuk artikel selengkapnya) dan Solo (Klik di sini untuk artikel selengkapnya)

Satu hal yang selalu saya wanti-wanti jika kamu mengunjungi Jogja. Hati-hati. Kota Jogja penuh daya magis. Sekali kamu jatuh cinta, maka sulit rasanya meninggalkan kota ini. Sebelum kita tutup artikel ini, nyanyi dulu yuk sepenggal lirik lagu Yogyakarta dari KLA Project.

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali

Namun kotamu hadirkan senyummu abadi

Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi

Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Setangkup serasa tak cukup, yang pasti ribuan tangkup serasa belum cukup untuk menggambarkan rindu ke kota ini. Btw, artinya setangkup apa sih? Eaaaa….

Dear Jogja, istimewa ataupun tidak istimewa statusmu, tidak penting bagiku. Kamu akan selalu mendapat tempat yang istimewa di hatiku. Selamat ulang tahun. Semoga selalu sakinah mawadah warohmah mewah istimewah makan es blewah sampe muntah muntah. Cusss…

SHARE

LEAVE A REPLY