10 Tips Membeli Kamera Mirrorless

52
Kamera Mirrorless Samsung NX500
(Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

“Look and think before opening the shutter. The heart and mind are the true lens of the camera.” – Yousuf Karsh

Akhir-akhir ini, ngetren banget di kalangan traveler dan fotografer istilah ‘Kamera Mirrorless‘ atau kadang diplesetkan dengan sebutan kamera miroles. Apa sih yang dimaksud dengan kamera mirrorless? Gampangnya, kamera mirrorless = mirror+less = kamera tanpa cermin (mirror). Lah, selama ini emang ada cermin di kamera? Kok gak ngelihat? Cermin ini terdapat di dalam body kamera untuk memantulkan obyek ke viewfinder. Cermin inilah tersangka yang menyebabkan kamera DSLR menjadi begitu gemuk dan berat. Pada kamera mirrorless, cermin ini dihilangkan sehingga ukuran kamera mirrorless rata-rata lebih ramping, hampir seukuran kamera pocket/point&shoot/compact.

Sebagai pengguna kamera mirrorless, terasa sekali bagaimana perasaan sebelum dan setelah menggunakan kamera mirrorless. Awalnya, saya hanya membandingkan kamera mirrorless dari segi harga, fitur, dan kualitas foto sebelum membeli kamera mirrorless. Setelah membeli, ternyata banyak hal yang saya tidak pernah saya pertimbangkan sebelumnya! Nah, saya mau share hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kamera mirrorless sehingga kamu tidak menyesal setelah membeli kamera mirrorless.

1. Lensa: yang harganya murah atau yang pilihannya banyak?

Ini adalah hal yang PALING PENTING di antara pertimbangan-pertimbangan lainnya. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam membeli kamera mirrorless adalah lensa. Biasanya terdapat dua pilihan pada paket penjualan kamera mirrorless:

– Body only (BO): hanya badan kamera saja, lensanya harus dibeli terpisah.

– Body + Kit: Badan kamera + lensa bawaan

Lhoh, mengapa pertimbangan utama membeli kamera mirrorless kok lensa? Jadi begini. Ketika kamu masuk di dunia mirorrless/DSLR, berarti kamu sudah berniat serius di dunia fotografi. Kalau tidak serius, foto menggunakan kamera pocket/point&shoot atau kamera handphone sudah cukup kok.

Ketika kamu sudah memegang kamera mirrorless ataupun DSLR, hasrat membeli lensa tambahan selain lensa kit itu selalu muncul.  Memang lensa bawaannya (lensa kit) tidak cukup?

Cukup banget. Tak ada salahnya hanya menggunakan lensa kit. Dengan sensor yang lebih besar, hasil foto kamera mirrorless dengan lensa bawaan pun biasanya lebih bagus dari kamera pocket atau kamera handphone. Jika setelah membeli kamera mirrorless, kamu bergaul dengan komunitas pengguna kamera mirrorless, pasti akan merasakan bahwa kebutuhan membeli lensa kamera baru selain lensa kit ternyata menjadi SANGAT PENTING!

Mengapa demikian? Hasil foto/video dengan lensa-lensa tertentu selain lensa kit seringkali lebih menggiurkan, misalnya bokeh (blur/gambar kabur di bagian background) yang lebih halus, detail foto yang lebih tajam, detail warna yang lebih oke, dan lain sebagainya.

Nah, sebelum membeli kamera mirrorless, pertimbangkan hal-hal berikut terkait dengan lensa kamera:

Harga lensa yang murah: Jika budget-mu terbatas, dan sepertinya setelah punya kamera mirrorless kamu hanya mampu membeli lensa yang murah, maka pilihlah merek Samsung. Sayangnya, pilihan lensa Samsung lumayan terbatas. Saya pengguna kamera Samsung NX500 (Klik di sini untuk review Samsung NX500). Seringkali, saya iri ke pengguna merek lain yang lebih leluasa menggunakan lensa ini itu. Tapi saya juga bangga karena harga lensa Samsung biasanya bang for a buck, dengan harga yang wajar hasil foto/videonya bagus (menurut review-review di internet lho ya)

Pilihan lensa yang banyak: Jika kamu tidak masalah dengan harga lensa kamera, dan suatu saat ingin mencoba lensa ini itu, pilihlah merek Fuji, Sony, dsb. Merek-merek tersebut mempunyai komunitas dengan jumlah pengguna yang sangat banyak. Bahkan banyak dari mereka yang fanatik terhadap merek tersebut. Tak heran di kalangan fotografer ada istilah ‘Agama Canon’, ‘Agama Nikon’, dan agama-agama dengan merek lainnya. Setahu saya, komunitas kamera mirrorless yang memiliki jumlah anggota terbanyak adalah Fuji. Karena komunitasnya banyak, biasanya lensa-lensa yang memberi support ke merek tersebut juga banyak. Dengan demikian penggunanya pun bisa suka-suka menggunakan lensa ini itu karena pilihannya banyak. Bikin iri kan?

Kualitas lensa yang kece badai: Leica, Carl Zeiss, Schneider adalah merek lensa yang terkenal mempunyai kualitas foto yang kece badai. Namun, sekali lagi ada harga ada rupa. Lensa ini biasanya mempunyai harga yang sangat mahal! Jika harga tidak masalah bagimu, coba cari kamera mirrorless yang didukung oleh merek-merek lensa tersebut. Biasanya Leica memberi support ke kamera merek Leica dan Panasonic, Carl Zeiss memberi support ke Sony, Schneider ke Samsung, dan lain sebagainya.

Sebenarnya sih, jumlah pilihan lensa tidak jadi masalah, karena bisa diakali dengan adapter lensa. Maksudnya, dengan adapter lensa ini, kita bisa menggunakan kamera dengan merek lensa yang berbeda. Misalnya, kita menggunakan kamera mirrorless Samsung (mount NX Samsung), dapat menggunakan lensa merek Canon dengan bantuan adapter lensa. Kekurangan menggunakan lensa dengan merek yang berbeda yang ‘dipaksakan’ dengan menggunakan adapter yang sering terjadi adalah kita hanya bisa menggunakan setting manual saja. Tidak masalah jika kamu seorang fotografer yang demen menggunakan mode ‘manual’. Akan menjadi masalah jika kamu seorang traveler yang sering menggunakan mode ‘auto’ karena tak ingin kehilangan momen.

Baca juga:  14 Tempat Wisata Paling Romantis di Indonesia

2. Beli kamera mirrorless itu karena ukurannya kecil!

Banyak artikel yang menggembor-gemborkan ukuran kamera mirrorless yang enteng dan praktis. Kalau menurut saya, itu bahasa marketing yang menyesatkan. Memang sih ukuran body kamera mirrorless lebih kecil dibanding kamera DSLR, tapi tetap saja tidak semungil kamera pocket. Apalagi jika dibandingkan kamera action camera seperti GoPro atau Xiaomi Yi. Jauhh…. Saking praktisnya, saya sering memasukkan kamera pocket/action cam ke saku celana jeans slim fit. Kamera mirrorless? Gak yakin deh.

Kebanyakan kamera mirrorless yang beredar di pasaran adalah kamera mirrorless yang lensanya dapat diganti-ganti (interchangable-lens camera) karena jenis kamera inilah yang sering dicari fotografer. Lensa kamera mirrorless jenis ini beratnya hampir sama dengan kamera DSLR. Ukuran lensanya pun juga hampir sama.

Ada sih lensa kamera yang ukurannya tipis, biasanya disebut lensa pancake. Ini juga masih belum membantu kamera mirrorless dalam mengalahkan kepraktisan kamera pocket dan action cam. Namun demikian, kamera mirrorless tetaplah menjadi alternatif terbaik bagi penggemar fotografi yang tak ingin membawa kamera DSLR yang gemuk.

Jika kamu ingin serius di dunia fotografi dan ingin mempunyai kamera yang ‘lumayan’ enteng dan praktis, belilah kamera mirrorless. Jika kamu ingin kamera dengan berat body kamera yang seimbang dengan berat lensa dan tidak ada masalah membawa kamera yang gemuk, maka pilihlah DSLR. Jika kamu tidak peduli dengan kualitas gambar dan lebih memilih kepraktisan, maka pilihlah pocket camera atau action camera.

Kamera Mirrorless Samsung NX500 di tangan
Kamera Mirrorless Samsung NX500 yang terkenal mempunyai ukuran kecil dengan lensa kit. Bandingkan dengan ukuran tangan saya (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

3. Fitur wajib sebuah kamera mirrorless

Menurut saya, ada beberapa fitur yang wajib ada di kamera mirrorless, yaitu:

– Bisa buat merekam foto dan video (ya eyalah yaaa…)

– Sensor kamera minimal 4/3 (four thirds)

– Shutter speed harus bisa 30 detik ke atas (penting untuk foto malam/gelap). Shutter speed juga harus bisa sepersekian ribu detik ke bawah untuk menangkap obyek yang bergerak cepat.

– Autofocus yang cepat. Supaya tidak kehilangan momen.

– ISO besar dengan noise (bintik-bintik kasar) sedikit. Biasanya noise muncul di ISO 1600. Pilih kamera dengan noise yang paling sedikit.

– Memiliki fitur burst untuk obyek yang bergerak sangat cepat.

Berikut ini fitur yang tidak wajib, tapi menyenangkan jika memilikinya:

– Wifi & bluetooth. Agar foto bisa secara langsung dipindah ke handphone dan untuk tujuan shutter jarak jauh

– GPS. Lumayan penting sih buat traveler buat menandai lokasi foto

Focus peaking (kamera akan menandai fokus dengan garis-garis di obyek sehingga meminimalisir salah fokus)

– Touch screen

– Foto panorama dan timelapse

– Mempunyai slot microUSB untuk men-charge batere. Hal ini akan memudahkan mengisi batere jika habis di dalam perjalanan. Tinggal dicolok saja ke powerbank seperti halnya charger handphone.

– Face detection. Biar kamera yang bekerja mencari fokus muka orang yang mau dijepret.

Fitur yang tidak penting, tapi boleh juga jika ada:

– Layar LCD yang bisa diputar ke depan, sehingga foto selfie bisa makin kece..

– Mode underwater, karena setting kamera di bawah air berbeda dengan setting kamera di daratan.

4. Komunitas: yang penggunanya banyak atau yang eksklusif?

Pertimbangan selanjutnya dalam membeli kamera mirrorless adalah jumlah pengguna kamera tersebut. Merek kamera dengan jumlah pengguna yang banyak biasanya mempunyai komunitas yang besar. Dengan komunitas yang besar, maka kita dapat dengan mudah memperoleh informasi, update terbaru, jual beli kamera beserta asesoris pendukung, dan tips-tips dari komunitas pengguna merek kamera tersebut. Fuji adalah salah dua merek yang mempunyai pengguna yang paling banyak. Samsung, Sony, dan Panasonic juga mempunyai jumlah pengguna yang lumayan banyak di dunia mirrorless, walaupun tak sebanyak Fuji.

Jika kamu orangnya antimainstream, cenderung ekslusif, dan punya pikiran ‘ih ngapain gue gabung dengan banyak orang, mendingan gabung dengan komunitas yang anggotanya sedikit. Tuh macan aja gerombolannya sedikit doang, gak banyak kayak gerombolan nyamuk’, kamera mirrorless yang tepat buatmu adalah Leica, Pentax, dan lain sebagainya. Walaupun merajai di dunia DSLR, merek Nikon dan Canon sepertinya kurang terdengar gaungnya di dunia mirrorless. Mungkin bisa juga menjadi pilihan yang ekslusif.

Klik di sini jika masih bingung menentukan merek kamera mirrorless yang bagus.

5. Sensor: full Frame, APS-C, Four Third (4/3), atau 1 inch?

Saat ini, ada beberapa jenis sensor yang terdapat di kamera mirrorless: full frame, APS-C, four thirds, 1 inch, dan 1/7 inch. Sensor full frame dan APS-C banyak dipakai di kamera DSLR dan mirrorless. Sensor four thirds atau micro four thirds juga banyak digunakan kamera mirrorless. Sedangkan sensor 1 inch dan 1/7 inch jarang sekali digunakan di DSLR atau mirrorless. FYI, kamera pocket biasanya menggunakan sensor yang lebih kecil, yaitu sensor 1/2.3 inch. Tapi ada juga lho kamera mirrorless yang menggunakan sensor 1/2.3 inch. Trus apa bedanya kamera mirrorless dengan sensor 1/2.3 inch dan kamera pocket dengan sensor 1/2.3 inch? Nah lho, bingung kan? Sama. Hehehe.

Baca juga:  Review Xiaomi Yi
Ukuran sensor kamera: Full frame APS-C
Ukuran sensor kamera: Full frame vs APS-C vs 1inch vs ukuran sensor lainnya (sumber gambar: Wikipedia)

Secara teori, seharusnya kamera dengan sensor yang lebih besar akan menghasilkan gambar yang lebih bagus. Karena dengan sensor yang lebih besar, cahaya yang ditangkap kamerapun juga lebih banyak. Maka secara teori, seharusnya kamera dengan sensor full frame lebih bagus dari sensor APSC, APSC lebih bagus dari 4/3, dan 4/3 lebih bagus dari 1 inch.

Jika membaca banyak review mengenai perbandingan antara full frame, APS-C, dan four thirds, teori ini tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa aspek yang dimenangkan oleh kamera dengan sensor full frame, ada beberapa aspek dimenangkan oleh kamera dengan sensor APS-C, dan ada beberapa aspek yang dimenangkan oleh kamera dengan sensor 4/3.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah mengapa kamera mirrorless dengan sensor full frame biasanya ukurannya besar bahkan hampir sama dengan ukuran kamera DSLR? Esensi kepraktisan mirrorless menjadi hilang dong?

Ada lagi perbandingan antara sensor CMOS dan CCD. Mana yang lebih bagus? Hmm… Daripada kamu pusing-pusing memikirkan mana yang lebih bagus, toh hasilnya cuma buat upload di Instagram, mending langsung beli kamera yang kamu incar deh. Setelah saya baca-baca, kedua sensor ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing hehehe….

6. Viewfinder: Harus atau tidak harus ada di kamera?

Jangan sepelekan viewfinder. Banyak lho kamera mirrorless yang menghilangkan fitur viewfinder, hanya mengandalkan layar LCD saja untuk melihat obyek foto. Banyak pula kamera mirrorless yang mempertahankan fitur viewfinder secara elektronis (electronic viewfinder/EVF). Fotografer yang sudah nyaman menggunakan viewfinder seringkali tidak mau membeli kamera jika tidak terdapat fitur viewfinder. Alasan mereka adalah pandangan obyek yang tidak terlihat maksimal di tempat yang mempunyai cahaya terik, seperti kondisi siang hari karena sinar matahari yang berlebihan akan menganggu penampakan obyek di layar LCD.

Memang sih, di siang bolong dengan cahaya matahari yang melimpah, penampakan obyek di layar LCD lumayan terganggu. Hasil foto yang tampak di LCD sedikit berbeda jika dilihat di komputer. Namun bagi saya pribadi tidak adanya fitur viewfinder di kamera tidak begitu masalah. Toh penggunaan kamera saya lebih ke arah traveling, sehingga mode ‘auto’ akan lebih banyak digunakan agar tidak kehilangan momen. Biarlah setting ISO, aperture, exposure, dan setting lainnya diatur secara otomatis oleh kamera, asal obyek foto masih tampak dalam LCD.

Ketika menggunakan mode ‘auto’, kadangkala saya tidak puas dengan hasil foto yang tampak di LCD kamera. Padahal, jika dilihat di komputer hasil fotonya bagus. Demikian pula sebaliknya. Ketika menggunakan mode ‘manual’, kadang tampak bagus di LCD tapi tampak biasa saja di layar komputer. Hal ini menjadi masalah serius jika kamu serius di fotografi.

Kesimpulan saya adalah sesuaikan tujuanmu membeli kamera: apakah untuk tujuan fotografi serius atau untuk traveling. Jika untuk fotografi serius, memang sih tanpa adanya viewfinder lumayan mengganggu. Tapi jika tujuanmu membeli kamera adalah untuk traveling, saya kira tidak ada masalah jika kamera tersebut tanpa viewfinder karena kita sering memotret asal yang penting dapat momennya, dengan catatan layar LCD nya masih bekerja baik ya hehehe.

7. Video: Perlu dipertimbangkan nggak?

PERLU BANGET! Buat apa beli kamera mahal-mahal kalau hasil videonya jelek? Iya, rata-rata harga kamera mirrorless memang lebih mahal jika dibandingkan dengan kamera saku.

Menurut saya, pilih kamera yang autofocus-nya cepat. Caranya? Baca reviewnya di Google aja hehehe… Serius, karena jika kita membeli kamera di toko yang tidak menyediakan barang display, kita tidak bisa mencoba seberapa cepat autofocus-nya.

Jika toko tersebut menyediakan barang display, coba saja autofocus videonya. Arahkan ke obyek di dekat kamera, kemudian arahkan ke obyek yang jauh, lalu ke obyek yang dekat lagi, kemudian yang jauh lagi, dan seterusnya. Jika kecepatan fokus kamera menangkap obyek hampir sama dengan kecepatan gerakan tangan kita dalam mengendalikan kamera, berarti autofokusnya bagus. Jika lambat, ya… kurang bagus hehehe…

Resolusi video yang lagi nge-hits sekarang adalah 4k atau UltraHD (4096 x 2160 pixel). Dengan resolusi yang luar biasa besar ini tentu saja kualitas videonya juga lebih bagus. Beberapa kamera terbaru sudah mendukung resolusi ini, contohnya Samsung NX500.

Perlu gak sih video dengan resolusi 4K ini? Banyak yang bilang masih belum perlu karena resolusi ini masih terlalu besar untuk peralatan elektronik yang beredar sekarang. Kalau saya sih beli kamera dengan resolusi video 4k hanya buat gengsi-gengsian aja hahaha.

Sekali lagi baca review video yang dihasilkan kamera mirrorless terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Beberapa pengguna merek kamera mirrorless yang mempunyai penggemar fanatik luar biasa mengeluh soal kualitas video yang kurang oke. Yang jelas merek tersebut selalu mendapat fujian dari banyak kalangan karena kualitas fotonya yang oke punya. Oops.. spolier alert.

Baca juga:  Lebih Bagus Mana? Kamera Mirrorless Samsung, Fuji, Sony, Olympus, atau...?

8. Membeli kamera kok mempertimbangkan megapixel… Hahaha… Ndeso!

Waduh, saya termasuk makhluk ndeso ini. Megapixel masih saya pertimbangkan dalam memilih kamera digital. Buat saya yang suka edit foto menggunakan Photoshop dan mengedit video dari foto-foto tersebut, terasa bedanya antara foto dengan ukuran megapixel kecil dan besar. Jika di zoom, foto dengan megapixel besar tampak lebih halus dibanding foto dengan megapixel kecil. Maap ye.

Jika konsen kamu ke kualitas foto (detail, warna, ketajaman, dsb), maka tips nomer 7 ini bisa di-skip. Megapiksel besar belum tentu mempunyai kualitas foto yang juga bagus. Kualitas lensanya lah yang biasanya menjadi tersangka bagus tidaknya kualitas foto.

9. Garansi: Garansi resmi produsen atau garansi distributor/toko?

Ada dua macam garansi pembelian: Garansi resmi dari produsen dan garansi distributor/toko. Harga garansi distributor ini bisa jauh lebih murah dari garansi resmi produsen, bisa selisih satu juta rupiah atau bahkan lebih.

Banyak yang menyarankan untuk membeli kamera dengan garansi resmi karena faktor keamanan dan kenyamanan. Daripada selalu dihantui rasa kawatir jikalau kamera rusak, mending beli yang resmi-resmi saja. Hidup tenang, hati bahagia.

Namun, banyak toko yang meyakinkan pembeli bahwa garansi distributor itu sama amannya dengan garansi resmi produsen. “Jika rusak, bawalah ke toko kami. Pasti kami bantu memperbaikinya. Apa yang perlu dikawatirkn sih?” begitulah pendapat mereka. Ada benarnya juga sih.

Garansi toko ini biasanya dijamin oleh negara lain (saya kurang tahu dijamin resmi produsen di negara lain atau dijamin oleh toko di negara lain). Toko ini biasanya mendistribusikan kamera tersebut dengan prosedur resmi (membayar pajak, bea masuk, dll), sehingga mereka menjualnya juga secara terbuka tanpa perlu sembunyi-sembunyi. Beda dengan barang black market yang selalu sembunyi-sembunyi dalam melakukan transaksi penjualannya.

Saran saya? Kembali ke kamu aja deh. Kalau merasa yakin, ya beli garansi toko/distributor (duit sejuta lumayan lho buat beli permen cicak). Kalau kamu malas dihantui rasa kawatir jika kamera rusak, beli kamera dengan garansi resmi dari produsen kamera mirrorless tersebut.

10. You, yes.. you!

Kamulah fokus utama dalam membeli kamera mirrorless. Berapa budgetmu? Jika budget-nya mepet, mending beli kamera agak biasa tapi beli lensa yang luar biasa. Tujuan membeli kamera mirrorless untuk apa? Fotografi profesional atau untuk traveling? Untuk traveling, kamera pocket dengan harga 2 juta saja sudah cukup bagus. Tapi untuk traveling dengan sedikit bumbu fotografi, cari kamera mirrorless dengan ukuran paling kecil. Untuk tujuan fotografi profesional, cari kamera dengan sensor besar dengan pilihan lensa yang banyak/bagus. Saran dan review dari orang lain boleh untuk pertimbangan, tapi sekali lagi coba tanyakan ke dirimu sendiri: “Siapakah saya? Beli kamera mirrorless untuk apa?”

Banyak orang yang menenteng kamera canggih, tapi karena cuma buat gaya doang ya hasilnya ‘gitu doang’. Banyak pula yang memotret dengan kamera handphone, justru hasil fotonya ‘omaigad!’. It’s the man behind the gun who does the work. Kamulah yang membuat hasil foto itu bagus. Imajinasi bercampur dengan skill fotografi bakal membuat fotomu menarik.

Tapi jika kamu memang punya skill fotografi yang jago, tentu saja memiliki kamera mirrorless dan kamera hape menjadi beda. Ibarat kata kamu disuruh perang menghadapi musuh yang mempunyai skill yang sama, kamu bawa senjata laser, musuh hanya membawa bambu runcing. Siapa yang bakal menang?

Kesimpulan:

Ketika ditanya apakah perlu membeli kamera mirrorless ataukah merek kamera mirrorless yang paling bagus, saya selalu menyarankan ke teman saya apa tujuanmu untuk membeli kamera mirrorless?

Kalau tujuannya untuk kepraktisan, saya bilang ‘TIDAK”. Ukuran kamera mirrorless memang lebih kecil dibanding DSLR, tapi dengan ukuran lensa yang masih monyong tentu saja kata “praktis” sudah tidak sesuai lagi. Praktis hanya dimiliki oleh kamera pocket dan action cam.

Jika disuruh memilih antara kamera mirrorless mahal+lensa murah atau kamera mirrorless murah+lensa mahal, saya akan memilih kamera mirrorless murah+lensa mahal. (catatan: kamera mahal = kualitas lebih bagus, lensa mahal = kualitas lebih bagus)

Jika tujuan membeli kamera mirrorless untuk fotografi, saya bilang “YA”. Kemampuan kamera mirrorless sudah tidak bisa diragukan lagi. Saya sudah membuktikan sendiri hasilnya memang beda dengan kamera pocket atau action cam. Hasil foto mirrorless lebih bagus.

Jika tujuanmu untuk kekinian, saya bilang “YA”. Pegang kamera mirrorless itu gaya banget dan kekinian.

Jika tujuanmu untuk mendapat likes banyak di Instagram/Facebook/Social media lainnya, maka saya bilang “YOU”. Foto saya menggunakan kamera pocket/action cam sering mendapat like lebih banyak dibanding foto dengan kamera mirrorless. Kamera hanyalah tools untuk menangkap gambar. It’s “YOU”, the man behind the gun that matter!

SHARE

52 COMMENTS

  1. great review! Cocok banget buat yg lg cari mirrorless..

    Traveling, traveling.. sama kalo buat ada event rumahan.. 🙂

    thanks ya, review nya..

  2. Hai saya lihat tips membeli kamera mirrorless di google dan muncul website ini mungkin agan lebih tahu ya saya ini baru2 bisa pake dslr canon 500d punya kakak saya dan saya cmn bisa iso,sama apperture yg basic2 deh hehehe. saya mau nanya budget saya 5 sampai 7 jutaan utk mirrorless dan saya suka sama sony A5100, sony A6000 dan Canon eos m3 nanti nya ini kamera akan digunain untuk foto project tugas saya (karya2 design seperti buku,poster dan dll mngkn kebanyakan indoor), foto makanan, landscape mungkin video juga dikit kalau menurut agan ini saya mending ambil kamera mirrorless yang mana ya? atau agan ada rekomendasi mirrorless yang lain? terima kasih :))

    • @Winza Tanazon
      Karena kebutuhan kamu lebih banyak indoor dan makanan, saran saya sih beli mirrorless yang body only. Nggak pakai lensa kit. Kemudian beli lensa tambahan 30mm, 35mm, 45mm, atau 50 mm silakan pilih salah satu yang penting F-Stop atau aperture atau bukaan harus besar. Misal F/1.4. F/2, dsb. Untuk merek sih menurut saya tidak ada masalah ya, saya lihat semua kamera hasil fotonya bagus asalkan dipasang lensa yang bagus. Kalau boleh kasih saran sih Samsung NX300 + lensa NX 30mm f/2 atau lensa NX 45mm f/1.8. Monggo aja sih

  3. hi salam kenal, ane mau minta pendapat nih kamera mirrorless antara sony a6000 dengan samsung nx500 bagus yg mana ya gan?, untuk yang suka travel dan foto mode makro?

    • @Ryan
      Kalau dari peringkat DXOmark lebih bagus NX500 gan. Tapi kalo saran saya nggak usah bingung kameranya, beli saja apa yang sreg, trus beli lensanya yang bagus.

  4. Mas saya minta saran beli kamera mirrorless buat foto di dalam gedung/lowlight, portrait,sama landscape,video juga dikit dikit sih hehe. Dengan budget 5 – 6 jutaan. Terimakasih ya mas. Di tunggu rekomendasi nya hehe

    • @Hellogan
      Hello mas. Mungkin mas bisa main-main ke toko kamera atau browsing harga kamera buat cari kamera yang sesuai budget Mas. Saya selalu tidak mempermasalahkan merek kamera. Yang saya selalu permasalahkan adalah kualitas lensanya.
      Saran saya buat mas dengan budget segitu: Beli kamera+lensa kit atau kamera body only + lensa 30mm/35mm dengan f stop f/1 atau f/2
      Kalau pengen yang bisa komplit bisa apa aja gak cukup budget segitu kecuali beli kamera second.

  5. Mirrorless yang cocok untuk bikin video kaya buat vlog, atau video tutorial apa gitu untuk keperluan upload youtube, cocoknya pakai apa ya om? tolong kasih saran yang mahal dan yang murah dong hehe makasih

    • @Millenia
      Kamera yang autofokusnya cepat. Yang terkenal punya autofokus cepat adalah Sony. Tapi tergantung lensa juga. Ada lensa yg autofokus cepat, ada yang lambat.

  6. Thankyou, Kak, artikelnya. Mudah dipahami buat beginner. 😀 Aku lagi pengin ngejajal mirrorless, karena pake camdi sering kali kebentur kalo udah low-light. 🙁 Meski kdg bagus juga kok menurutku hasilnya di beberapa kesempatan.

    Suka sama penggalan yg ini:
    “Daripada kamu pusing-pusing memikirkan mana yang lebih bagus, toh hasilnya cuma buat upload di Instagram, mending langsung beli kamera yang kamu incar deh.”

  7. Saya pemakai samsung nx 3000. Udh cukup buat vlogging and foto2 . Lebih mantap lg pake lensa manual f1.4 bokeh

  8. Mas minta saran dong saya pemula yg pengen pake mirrorless, dgn budget maksimal 5jt kira2 camera apa yg disarankan? Second jg gapapa Mas…mksh..

  9. Hi ka, mau tanya nih.
    Untuk foto monochrome,foto kegiatan sehari2, ootd
    Kira2 lebih prefer beli ke camera body only+lensa tambahan atau camera+lensa kit?
    Kira2 kalau ke camera body only+lensa tambahan ada Recommend gak?
    Kalau camera+lensa kit ad saran jg gak apa yg seharusnya digunakan?
    Bugdet 5-8juta kira2:)
    Terimakasih sebelumnyaa

      • ka, lensanya itu harus merk samsung juga atau bisa mix yg lai? maaf ya, i’m a newbie hhehe, jdi masih bingung nih.
        rencana mau beli samsung nx3000

        • @faiza
          Sebaiknya merek lensa sama dengan merek kamera. Kadang lensa lain bisa dipasang, tapi harus menggunakan adapter dan terkadang harus mode manual. Agak susah buat traveling. Kalo untuk fotografi dengan model sih oke-oke saja

  10. Mohon sarannyaa… Saya lg cari kamera, utk foto2 anak aja (karena bentar lg lahiran & gak mau nyia2in momen baby, jd pengen aja foto baby pake camera yg hasilnya baguss). Sy kmrn pengennya beli hp aja (samsung s7 atau iphone 6s), tp suami saranin beli kamera mirrorless aja, stlh saya lihat2 saya pengen jg (krn harganya agak murah dibanding 2 hp di atas ?) toh file nya bs dibluetooth ke hp lama jugaaa.. Nah, mohon sarannya nih masss, sebaiknya sy beli kamera mirrorless yg bgmn ya? Body aja atau plus lensa (utk foto suka2 ajasih, utk share di sosmed jugaa)? Ada saran merek/tipenya? Atau malah sy beli hp aja?? ?

    Thanks sharingnyaaa ?

    • @elsa
      pilih kamera mirrorless yang body saja. Trus beli lensa dengan bukaan besar dengan F/1.4, F/1.8, F/2. Pokoknya angka F di bawah 2. Butuh lensa jenis ini karena anak-anak biasanya berada di dalam ruangan dengan kondisi cahaya minim dan gerakan mereka sangat cepat. Untuk merek, silakan tentukan sendiri karena hasilnya tak jauh beda.

  11. Lagi menclok2iayin review2 mirrorless nemu ini, thanks sharingnya. Tertarik upgrade gx8 tp budget blm sampe, jd rencana mau cr gh3 second. Msh worthed ga ya gh3 second ini ? Ato mending cr alternatif lain dr gx8?

  12. Permisi ka, mohon sarannya. Saya lagi cari mirrorless yang bagus diautofokus untuk objek yang bergerak cepat dan bagus di video *Untuk kegiatan foto&video Outdoor perlombaan, kemarin sempat googling mirrorless ini :
    -Fujifilm X-T10
    -Olympus OM-D E-M10
    -Olympus OM-D E-M10 II
    -Lumix DMC-G7
    -Lumix DMC-GX8

    Kalau saya lihat masing-masing iklan di webnya saya tertarik sama Lumix G7 dengan feature 4K Photonya, dan lebih baik beli mirrorless dengan lensa bawaan atau body only ya ka?
    terimakasih 🙂

    • @Fairuz Wira
      Kalau untuk traveling sih beli lensa kit aja karena lebih fleksibel. Tapi kalau mau serius di fotografi ya beli body only, lensanya beli yang mahal sekalian hehehe.
      Untuk video, banyak yang bilang Fuji hasil videonya jelek.
      Aku pernah punya Lumix yang pocket cam, hasil warnanya kurang puas. Nggak tahu yg mirrorless ya. Jangan tergoda fitur 4K kalau reslusi komputermu belum 4K.
      So, vote Olympus deh.

      P.S.: Gw belum pernah menggunakan mirrorless merek tersebut, hanya dari pengalaman orang lain dan pengalaman gw menggunakan pocket cam merek tersebut.

  13. hi bang,
    mau nanya nih kalau buat foto2 fashion, dengan budget 5-8 bagus nya apa ya? pengennya sih fujifilm xt10 tp budget blm nyampe,
    mohon pencerahannya. indoor sama outdoor sih , trus mendingan pake tambahan lensa atau body only,
    thanks bang

    • @hakim
      Untuk fashion indoor/outdoor, bilang saja ke penjual kamera nyari kamera dengan lensa bukaan/aperture besar. Yang bukaannya f/1 – f/2. Kalau mirrorless mahal, mending beli DSLR atau sebaliknya. Mana yang sesuai budget. Intinya gak usah peduliin merek, cari kamera dengan lensa bukaan besar sesuai budget. Itu saja

  14. kalau menurut saya mirorrless dengan sensor yang agak lumayan itu perlu untuk foto indoor minim cahaya, soalnya ada mode manual. kamera pocket dan hape dengan mode auto suka salah baca segitiga fotografi di kondisi minim cahaya, terus terang foto indoor ini yang sebagian besar kita temui

  15. Lagi milih kamera mirrorless tapi bingung antara canon m10 atau Sony a5000….
    Galau katanya m10 lambat pengoperasian dan autofokusnya mohon masukannya kak..

LEAVE A REPLY