Lagoi Bay, (Bukan) Hanya Untuk Wisatawan Asing

5
Lagoi Bay Bintan
Lagoi Bay, Bintan (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)
“To use for our exclusive benefit what is not ours is theft.” – Jose Marti

Bintan, Kepulauan Riau. Awalnya saya agak pesimis mengunjungi salah satu pantai terkenal di Bintan, yaitu Pantai Lagoi. Apa pasal? Info yang saya baca, sepertinya Pantai Lagoi merupakan daerah terisolasi dan eksklusif yang hanya dikhususkan untuk wisatawan asing. Dari informasi tersebut, saya merasa wisatawan lokal kok lumayan terdiskriminasi sih? Transaksi di sana pun hanya bisa menggunakan mata uang Dollar Singapura. Wuih, tidak cinta Rupiah nih. Akses menuju Pantai Lagoi malah seolah-olah lebih sering melalui Singapura dibanding melalui Tanjung Pinang (kota pelabuhan utama di Bintan). Boleh gak ya wisatawan domestik seperti saya bertamasya di Pantai Lagoi? Ah nekat sajalah. Kalau gak boleh masuk pantai, ya balik lagi ke Tanjung Pinang. Gitu aja kok pusing kepala berbi romeo.

Saya pun nekat berangkat menggunakan motor dari Tanjung Pinang menuju ke Pantai Lagoi, sendirian. Jalan raya dari Tanjung Pinang menuju Pantai Lagoi sudah lumayan lebar, banyak papan petunjuk, beraspal mulus pula. Tapi sepinya… bikin merinding! Sepanjang perjalanan hanya tampak padang semak belukar dan hutan di pinggir jalan. Kalau terjadi kenapa-kenapa, bagaimana nih?

Jalanan di Bintan yang mulus dan sepi
Jalanan di Bintan yang mulus dan sepi (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Setelah satu jam perjalanan dari Tanjung Pinang, tibalah saya di gerbang utama kawasan Lagoi. Terdapat tulisan besar yang menandakan bahwa kita sudah memasuki kawasan Lagoi. Gerbangnya sendiri dijaga oleh satpam. Saya sudah menyiapkan beberapa ribu rupiah untuk retribusi masuk ke Lagoi. Dari info yang saya baca sebelumnya, kita harus membayar berapa ribu rupiah untuk masuk. Saya dekati satpam yang berjaga di pos satpam sambil basa-basi bertanya:

“Pak, ini benar ya jalan menuju Lagoi?” Sudah jelas-jelas di depan ada tulisan Lagoi gede masih nanya pula, basa-basi-busuk banget sih hehehe…

Baca juga:  Pandawa Waterworld: Sensasi Pantai Buatan di Solo

“Iya, benar. Mas jalan lurus saja, ikuti petunjuk arah. Ada papan petunjuk arah ke masing-masing pantai. Mas sudah pernah ke sini belum?”

“Belum Pak”

“Saran saya sih lebih baik ke Pantai Lagoi Bay saja mas, gratis dan bagus”

Kok Lagoi Bay? Info yang saya dapat, pantai yang gratis di Lagoi itu pantai di Nirwana Resort, kok ini malah di Lagoi Bay? Saya malah belum pernah mendengarnya.

“Oh, bukan di Nirwana Resort ya Pak?”

“Bukan, kalau di Nirwana, mas ntar harus bayar. Lagian, pantai yang paling bagus itu di Lagoi Bay kok.”

“Oh, gitu ya Pak?”

“Lurus saja ke sana” kata bapak-bapak satpam tersebut mempersilakan saya masuk sambil menunjukkan tangannya ke dalam area Lagoi.

“Terima kasih infonya, Pak.”

Ternyata, kita diperlakukan dengan sangat ramah, penuh senyum, dan TANPA PUNGUTAN, beda dengan info yang pernah saya baca sebelumnya. Apalagi saya diberitahu pula pantai yang recommended di Lagoi. Kan mantab!

Dari gerbang utama menuju ke pantai-pantai di Lagoi masih lumayan jauh jaraknya, yah kira-kira membutuhkan waktu setengah jam lebih lah jika menggunakan motor. Kawasan Lagoi mempunyai beberapa pantai, yang sebagian besarnya sudah ‘dikuasai’ oleh resort/hotel yang berdiri di depan pantai tersebut. Konon, wisatawan yang tidak menginap di resort harus membayar semacam tiket masuk ke wilayah pantai yang ‘dikuasai’ oleh resort tersebut. Bahkan, ada juga yang menyebutkan bahwa pengunjung tidak boleh masuk ke pantai sama sekali jika tidak menginap di resort-resort itu. Wuih, gak asyik ya?

Sesampainya di Lagoi Bay (titik koordinat GPS 1.178964, 104.371533), saya memarkir motor di parkiran yang memang disediakan khusus untuk motor. Benar saja, biaya parkir motornya gratis! Tidak ada tuh parkir-parkir ilegal yang dikuasai ormas-ormas gak jelas. Oops!

Baca juga:  Gunung Gede, Benarkah Gunung untuk Pemula?

Tak ada tiket masuk ataupun petugas yang memungut retribusi di pantai ini. Semuanya gratis. Hanya saja, jika ingin main kano atau permainan yang lain harus bayar. Ya iyalah ya, di mana-mana juga harus mbayar keleus kalau mau main kano.

Selain pantai pasir putih, di Lagoi Bay juga terdapat kawasan pertokoan, hotel, dan kafe, juga toilet (sekali lagi geratess) yang bersih. Kawasan di pinggir pantai pun tertata bagus, dengan dibuatkan taman dan fasilitas wisata lainnya. Selain itu, banyak petugas kebersihan yang rajin membersihkan area sekitar pantai. Walhasil, pantai pasir putih Lagoi Bay pun menjadi bersih, rapi, dan berkelas internasional.

Lagoy Bay Bintan Resort
Pusat Hiburan di Lagoi Bay (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Ternyata, banyak juga kok pengunjung lokal yang berada di Lagoi Bay. Malah, saya tidak merasakan atmosfer pantai yang eksklusif untuk wisatawan asing. Justru saya merasakan pantai-pantai bercita rasa internasional yang gratis dan terawat rapi, tidak ada diskriminasi sama sekali.

Banyak yang menyebut bahwa Lagoi itu mirip Bali. Kalau saya bilang sih, beda banget ya. Dari segi alam pantai, saya lebih suka Bali. Landscape, ombak, underwater, dan lain sebagainya menurut saya lebih bagusan Bali. Tapi dari segi pengelolaan pantai, lebih bagus Lagoi. Inilah keunggulan Lagoi, pengelolaannya dilakukan secara profesional yang jauh lebih bagus dibanding pengelolaan pantai manapun di seluruh Indonesia.

Namun sayang sekali, sewaktu berada di Lagoi Bay, cuaca tiba-tiba berubah. Langit diselimuti mendung pekat. Saya pun hanya diberi kesempatan beberapa menit menikmati pantai, sebelum akhirnya hujan deras mengguyur bumi. Sial banget, jauh-jauh ke Lagoi, eh… malah hujan. 🙁

Pantai Lagoi, Bintan
Sesaat sebelum hujan di atas sana mendekati Pantai Lagoi (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Eh, tapi gak sesial itu juga ding. Akhirnya saya berpikir “Sepertinya saya sudah terlalu sering menikmati pantai dengan kondisi cerah. Jarang-jarang saya bisa melihat mendung pekat meliuk-liuk di atas pantai seperti ini”. Ya, kita nikmati saja apa yang ada.

Baca juga:  Tanjung Tinggi, Pantai Tercantik di Belitung

Saat-saat menjelang hujan di pantai itulah justru menjadi sesuatu yang menakjubkan bagi saya. Awan hitam gloomy bergulung-gulung ke satu arah yang sama, kemudian bergabung menjadi satu kekuatan dahysat yang akhirnya jatuh ke bumi menjadi hujan. Seolah-olah, seperti ada yang menuang air dari gayung di atas langit. Saya rekam kok videonya di bawah.

Selain Lagoi Bay dan pantai-pantai yang ‘dikuasai’ resort, ada beberapa pantai yang masih belum terjamah. Tidak sebagus Lagoi Bay sih, tapi siapa tahu kamu pengen menyendiri di pantai sambil bugil atau bikin bokep? Eh… Apa sih? Besok hari apa ya? *Mengalihkan perhatian*

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY