10 Hal yang Bikin Bintan Jadi Pulau Paling Keren!

0
Bintan
Bintan (Follow @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

“Whether it’s the best of times or the worst of times, it’s the only time we’ve got.” – Art Buchwald

Bintan, Kepulauan Riau. Mendengar kata ‘Bintan’, saya jadi teringat buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) jaman SD. Bintan, setahu saya berdasarkan buku RPUL tersebut, adalah nama suatu daerah penghasil bauksit atau biji alumunium. Namun, sewaktu datang ke pulau ini, tak tampak bahwa Bintan merupakan daerah tambang. Yang ada hanyalah hal-hal keren berikut ini:

1. Ibukota dan Pulau Terbesar di Kepulauan Riau

Berkembangnya otonomi daerah mungkin membuat kita ketinggalan informasi mengenai provinsi-provinsi baru yang ada di Indonesia. Salah satu provinsi baru tersebut adalah Kepulauan Riau, yang dulunya merupakan bagian dari Provinsi Riau. Asal tahu saja, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki lebih dari 2.400 pulau! Wow banget kan?

Kepulauan Riau
Berapa jumlah pulau di Kepulauan Riau ini? (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Masih belum familiar dengan Kepulauan Riau? Kalau Batam, pasti pernah mendengarnya kan? Batam adalah salah satu daerah free trade zone yang modern yang juga biasa digunakan oleh orang Indonesia untuk menyeberang ke Singapura. Nah, Batam ini juga merupakan salah satu pulau bagian dari Kepulauan Riau. Begitu.

Berarti ibukota Kepulauan Riau adalah Batam dong? Jangan salah lagi, walaupun Batam merupakan salah satu kota paling maju dan modern di Kepulauan Riau, bukan berarti secara otomatis menjadi ibukota Kepulauan Riau.

Ibukota Kepulauan Riau bukanlah Batam, melainkan sebuah kota kecil yang bernama Tanjung Pinang. Kota ini sendiri berlokasi di Pulau Bintan, pulau terbesar di Kepulauan Riau. Kota ini pula menjadi gerbang utama Pulau Bintan. Sekarang sudah paham ya sekilas info mengenai Tanjung Pinang, Bintan, dan Kepulauan Riau?

2. Pelabuhan Modern dengan Kapal Ferry Terkeren di Indonesia

Jalan-jalan di Bintan kali ini dimulai dari Batam. Saya berangkat ke Bintan melalui Pelabuhan Telaga Punggur di Batam. Pelabuhan ini berjarak hanya 15 menit dari Bandara Hang Nadim Batam dan 30 menit dari pusat kota Batam di daerah Nagoya. Di Pelabuhan Telaga Punggur, saya mencari kapal ferry jurusan Tanjung Pinang.

Mengapa Tanjung Pinang? Karena Tanjung Pinang memiliki fasilitas terlengkap se-Pulau Bintan. Kota ini saya jadikan starting point sebelum menuju ke tempat-tempat wisata di Bintan.

Satu hal yang membuat saya kagum justru kapal Ferry yang mengangkut penumpang dari Batam ke Bintan dan juga arah sebaliknya. Keren euy! Kapal ferry yang saya naiki adalah kapal ferry alumunium MV Oceanna yang dioperasikan oleh PT. Pelnas Baruna Jaya. Jangan bayangkan kapal ferry di sini seperti kapal ferry Pelabuhan Kartini Jepara-Karimunjawa, Merak-Bakauheni, Ketapang – Gilimanuk, Padang Bai – Lembar, dan ferry lain di Indonesia ya. Beda jauh!!!!

Kapal ferry Batam – Bintan ini lebih mirip speedboat berbadan bongsor, namun ukurannya lebih kecil dibanding kapal ferry pada umumnya. Tempat duduknya empuk, ber-AC, berkecepatan tinggi, eksteriornya enak dipandang, pokoknya suka banget deh sama kapal ferry Batam – Bintan!

Baca juga:  Padusan di Sumber Mata Air Alami Pengging, Boyolali
Ferry Batam - Bintan
Ferry keren tujuan Batam (Pelabuhan Telaga Punggur) – Bintan (Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang) (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Oh ya, harga tiket kapal ferry Batam – Bintan ini adalah sebesar Rp62.000. Lumayan murah kan? Selain tiket kapal ferry, pengelola pelabuhan juga menarik uang retribusi sebesar Rp5.000/penumpang. Ya udah lah ya.

3. Jalanan Mulus dan Lebar

Setiba di Tanjung Pinang, hal yang pertama saya lakukan adalah menyewa motor di Rindu Rental (alamat Jl. Tugu Pahlawan No. 38, depan hotel Tony, nomor telepon 0853-5577-0003). Maklum, saya pergi sendirian ke Bintan alias solo traveling. Jadi ya, naik motor saja kemana-mana, lebih simpel. Tarif sewa motor di Tanjung Pinang melalui rental ini lumayan murah kok, hanya Rp60.000/24 jam.

Setelah meletakkan barang di penginapan, saya pun siap melakukan road trip di Bintan. Karena keterbatasan waktu (hanya weekend doang), tak terlalu banyak tempat yang bisa saya kunjungi. Road trip di Bintan kali ini adalah perjalanan menuju Pantai Lagoi dan Pantai Trikora. Sepanjang perjalanan menuju kedua pantai tersebut, saya merasa takjub, bangga, dan sedih! Lah….

Takjub karena saya jarang menemukan jalan raya di Indonesia yang begitu lebar dan mulus, apalagi di sebuah pulau yang bukan merupakan pulau dengan kawasan industri/perkantoran yang ramai. Bangga karena sebagai warga Indonesia, saya yang selalu mendambakan infrastruktur jalan yang bagus, akhirnya terkabul juga di Bintan. Sedih karena jalanan selebar dan semulus itu, malah jarang digunakan. Sepi banget!

Bintan
Jalan di Bintan yang mulus gedong melompong (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Sepanjang jalan dari Tanjung Pinang menuju kedua pantai tersebut, saya melewati hamparan hutan dan padang semak terbuka. Bagus sih pemandangannya, tapi kalau jalanan sepi, bahkan kadang hanya ada saya sendirian dan motor yang saya tunggangi di area hutan, agak ngeri-ngeri sedap juga ya?

4. Pantai Pasir Putih Keren

Ada dua kawasan wisata pantai pasir putih yang terkenal di Bintan: Lagoi dan Pantai Trikora. Dua-duanya adalah pantai yang bagus. Jika boleh membandingkan, menurut saya Pantai Trikora lebih bagus dibanding Pantai Lagoi. Tapi selera masing-masing sih ya.

Jalan menuju ke Pantai Trikora sedikit lebih ramai dibanding Pantai Lagoi. Jika selama perjalanan menuju Pantai Lagoi kita jarang melihat perkampungan, yang ada hanyalah hutan dan semak-semak, perjalanan menuju Pantai Trikora malah banyak melewati perkampungan-perkampungan kecil. Lumayan bikin tenang lah ya karena tidak sepi-sepi amat.

Berikut adalah video jalan-jalan ke Lagoi dan Pantai Trikora:

5. Modern Namun Masih Alami

Banyak yang menyebut Lagoi merupakan Bali-nya Kepulauan Riau. Anggapan tersebut memang tak salah karena kawasan Lagoi benar-benar bagus, bersih, dan modern. Pantainya sih, menurut saya lebih bagusan Pantai Trikora. Tapi pengelolaan kawasan Lagoi, tetep nomor satu di Indonesia. Wajar sih, mengingat pantai-pantai di Lagoi banyak dikelola resort, kawasan di sekelilingnya pun paling tidak merasakan efek domino juga dalam pembangunannya.

Baca juga:  Pantai Pasir Putih Pulau Panjang (5P) di Dekat Jepara

Jika suatu saat punya kesempatan mengunjungi Pantai Lagoi, pasti akan bisa merasakan dua aura yang berbeda: aura modern (pertokoan, kafe, resort, padang golf, dll) dan aura alami (pantai pasir putih, nyiur di pinggir pantai, dll).

Lagoy Bay Bintan Resort
Aura Modern (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)
Pantai Lagoi, Bintan
Aura alami (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

6. Fasilitas Komplit

Begitu keluar dari pelabuhan di Tanjung Pinang, kita sudah disambut dengan banyak hotel, pasar, angkot, dan segala hiruk pikuk kegiatan masyarakat perkotaan. Tak perlu berjalan jauh untuk menuju hotel-hotel ini, cukup dengan berjalan kaki beberapa meter dari pintu keluar pelabuhan sudah tampak beberapa hotel, kecuali kamu punya preferensi menginap di hotel yang agak jauh dari pelabuhan atau menginap di hotel-hotel di pinggir Pantai Lagoi atau Pantai Trikora. Selain ragamnya lumayan banyak, tarif hotel di Bintan pun variatif. Ada penginapan yang sangat murah mulai dari Rp70.000, ada pula hotel yang mempunyai tarif sampai jutaan Rupiah semalam. Silakan pilih.

Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang
Pelabuhan Sri Bintan Pura. Tampak dari kejauhan, hotel dan fasilitas lainnya di Tanjung Pinang siap menyambut kedatangan kita. (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

7. Gonggong dan Otak-otak Sotongnya Juara!

Malam hari saya habiskan dengan berwisata kuliner di Tanjung Pinang. Otak-otak Sotong adalah makanan yang pertama kali saya kejar. Sebagai fans berat otak-otak, saya harus makan otak-otak sotong tersebut.

“Mau dicampur gak mas otak-otaknya dengan otak-otak ikan” tanya penjual otak-otak yang banyak tersebar di sekitar pelabuhan

“Nggak” jawab saya singkat. Oops, saya tersadar jawaban saya tersebut agak ketus karena sudah bernafsu tinggi dan tak sabar ingin menikmati otak-otak sotong. Kemudian saya tambahin jawaban saya sambil tersenyum ke penjualnya “Saya ingin otak-otaknya sotong aja bang, penasaran sepertinya rasanya enak”. Hufft. nafsuan sih, makanya otaknya penuh dengan otak-otak. Tapi sumpah, otak-otak sotong di sini uenak banget lho.

Otak-otak Sotong Tnajung Pinang Bintan
Otak-otak Sotong (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Hari berikutnya saya mencoba makanan khas Bintan dan Kepulauan Riau lainnya, yang bernama Gonggong. Aneh ya? Kayak anjing aja.. menggonggong. Bukan, yang ini bukan suara anjing. Gonggong adalah sejenis siput laut. Konon, Gonggong ini hanya dapat ditemui di sekitaran wilayah Kepulauan Riau. Entah benar atau tidak ya. Konon pula, Gonggong ini bisa meningkatkan gairah seksual. Ada yang mau aku seksualin? Uhuk.

Saya memesan Gonggong di sebuah rumah makan di pinggir pantai Teluk Keriting yang bernama Sei Enam. Delapan ribu rupiah harga yang saya bayarkan untuk satu porsi Gonggong rebus yang sangat besar. Saya keluarkan isi tubuh siput laut tersebut, kemudian mencocolnya dengan sambal kacang, kemudian…. Hmm…. *Melayang….* Ini adalah salah satu makanan terenak yang pernah saya makan!

Gonggong
Saya habiskan sendiri Gonggong rebus segini banyaknya. Demen sih. (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Sesampainya di Jakarta, hal yang pertama saya lakukan adalah membuka Google dan mencari tahu restoran di Jakarta yang menjual Gonggong. Habis gimana ya, sudah telanjur jatuh cinta dengan makhluk laut ini sih. Namun cinta tersebut sampai sekarang belum juga ketemu. Sudah mencari kemana-mana, masih juga belum ketemu. Hiks. Ada yang tau tempat makan di Jakarta yang menjual Gonggong?

Baca juga:  Pantai Klayar, Mirip Pantai di Mediterania?

8. Penduduknya baik hati

Sudah baca belum Pak Satpam yang baik hati di Lagoi? (kalau belum, bisa dibaca di sini). Itu adalah salah satu contohnya. Salah duanya adalah saat saya berkendara menggunakan motor di Bintan. Tak sengaja, lampu sen saya menyala. Tiba-tiba ada motor yang berusaha untuk bersebelahan dengan motor saya dan memberi kode bahwa lampu sen saya menyala. Wah, terima kasih bang! Sedangkan salah tiganya adalah nama sebuah kota di Jawa Tengah *Itu SALATIGA!*

Masih kejadian di jalan raya, saya menyeberang jalan sembarangan dengan mengendarai motor. Padahal jelas-jelas ada motor dari arah berlawanan, eh malah saya nekat menyeberang. Iya, saya yang salah. Bukannya ngomel-ngomel ke saya, orang tersebut malah cuma melihat saya sebentar kemudian berlalu begitu saja. Kalau di kota lain, pasti saya sudah dimarahin habis-habisan.

Juga sewaktu mau check out dari hotel. Seharusnya, waktu check out yang berlaku di penginapan adalah pukul 12 siang. Sedangkan saya masih berada di dalam kamar hotel sampai jam 2 siang, karena terlalu enjoy jalan-jalan di Bintan yang akhirnya membuat saya terlambat balik ke penginapannya.

“tok..tok..tok… ” Tiba-tiba ada yang mengetuk kamar saya.

“Met siang”

“Iya Pak, sebentar” sahut saya sambil mengemas barang-barang ke dalam tas.

Kemudian saya membuka pintu

“Ada apa Pak?”

“Ini mas, sudah waktunya check out. Mas mau memperpanjang nginepnya kah? Soalnya, kamarnya mau saya bersihin”

“Nggak Pak. Saya check out hari ini. Boleh minta waktu sebentar ya Pak? Masih belum kelar packing nih”

“Iya, gak apa-apa” jawab Bapak tadi dengan tersenyum

9. Banyak Gratisnya

Jarang banget lho tempat wisata di Indonesia yang gratis. Selalu saja ada pungutan, entah itu pungutan liar maupun pungutan jinak, seperti tiket masuk pantai, parkir, dan pungutan lainnya. Sayangnya, pungutan konyol seperti itu tidak saya alami di Bintan. Semuanya serba gratis! Dari mulai pantai yang alami seperti di Pantai Trikora, pantai dengan saung yang juga masih berlokasi di Pantai Trikora, sampai dengan pantai yang dikelola secara profesional seperti di Lagoi Bay, semuanya gratis. Toilet di Pantai Lagoi Bay saja gratis. Tak ada yang namanya tiket masuk maupun biaya parkir. Asyik kan?

Pantai Trikora, Bintan
Duduk-duduk lama di saung ini, eh kok gak ada yang datang narik ongkos. Gerateessss (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

10. Pohon Kelapa Jangkung di Pinggir Pantai

Entah mengapa, menurut saya pantai tanpa pohon kelapa itu agak-agak garing. Daya magis tropisnya kurang. Untung saja di Bintan tidak seperti itu. Hampir semua pinggir pantai pasir putih di Bintan ditumbuhi pohon kelapa dengan ukuran yang amat sangat tinggi. Ukuran jangkung ini membuktikan bahwa usia pohon kelapa ini sudah tua. Bukti bahwa Bintan tidak membiarkan pantainya garing. Laff banget dah.

Pohon kelapa Bintan
Pohon kelapa di Bintan yang tinggi dan langsing (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

 Kira-kira, kamu punya kandidat pulau keren lain yang bisa mengalahkan kerennya Pulau Bintan?

LEAVE A REPLY