Green Canyon, Pangandaran (Xiaomi Yi Review)

9
Green Canyon Pangandaran Xiaomi Yi
(Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)
“The future will either be green or not at all.” – Bob Brown
Pangandaran, Jawa Barat. Pangandaran adalah sebuah kabupaten yang terletak di sebelah tenggara Provinsi Jawa Barat. Terakhir saya ke sini adalah waktu study tour SMP. Itupun datang kemalaman di Pangandaran karena sebelum menuju ke sini, kami jalan-jalan terlebih dahulu di Bandung. Kesel dong… Sudah jaraknya jauh, sampai Pangandaran tidak bisa melihat apa-apa, kecuali pantai yang gelap gulita. Ditambah lagi, teman saya mengigau terus-terusan pula sepanjang perjalanan di dalam bus “Nike Ardilla aku ingin ikut kamu!!”. Kan serem, perjalanan bus malam-malam di tempat yang gelap dan sepi, eh ada penumpang yang pengen ngikut orang yang sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Sumpah, waktu itu pengen rasanya saya sumpel mulut temen saya pakai barbel warna pink biar diam. Q kan atuuttt…

Setelah dulu gagal melihat Pantai Pangandaran, beberapa minggu lalu saya punya kesempatan mengunjungi Pangandaran untuk kedua kalinya. It’s been awhile ya. Misi kali ini adalah pengen ngetes seberapa bagus hasil foto/video action cam yang baru saya beli, Xiaomi Yi. Apakah Pangandaran layak dikunjungi? Apakah hasil foto/video Xiaomi Yi juga bagus? Hmmm… Mari kita buktikan!

Berawal dari twit ini:

Action Cam
Pengen beli action cam, tapi bingung beli yang mana. GoPro atau SJ Cam? (Follow Twitter @puppytraveler)

Saat ini, banyak beredar foto-foto dan video aksi superkeren yang dihasilkan melalui action cam. Apa sih action cam itu? Intinya, action cam adalah kamera mungil yang bisa dipasang di mana saja untuk merekam aksi-aksi olahraga, perjalanan, aktivitas keseharian, dan lain sebagainya. Foto/video yang dihasilkan action cam biasanya melengkung-melengkung fish eye effect ala-ala gitu deh. Sewaktu kepikiran ingin membeli action cam, merek yang saya tahu hanya dua, GoPro dan SJ Cam. Karena itulah, saya bimbang ingin membeli yang mana di antara keduanya, apakah GoPro atau SJ Cam? Saya pernah lihat hasil foto/video kedua kamera tersebut. Manakah yang lebih bagus? Jawabannya simpel, ada harga ada rupa. Itu saja sih.

Twit saya di atas mendapat reply dari Elisabeth (@eliesssaab) yang merekomendasikan Xiaomi Yi ke saya.

Xiaomi Yi
Yi? Merek apaan tuh? Baru denger (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Wah, saya baru dengar tuh merek Yi. Setelah Googling, ternyata Yi adalah sebuah action cam keluaran Xiaoyi yang didistribusikan oleh Xiaomi. Di pasaran, kamera ini lebih dikenal dengan sebutan Xiaomi Yi. Nama lengkapnya Xiaomi the meaning of being lone Yi. Halah ngawur!

Mendengar mereknya yang ke-china-china-an, tentu saja sebagian besar orang akan underestimate terhadap kamera ini. Saya pun juga merasa demikian. Image buruk produk-produk made in China yang selalu meniru merek yang sudah terkenal, namun dengan kualitas yang jauh lebih jelek, membuat saya agak kurang tertarik. Uhmm.. Tapi baeklah, I’m gonna give it a try. Kemudian saya lihat beberapa action cam review di Youtube mengenai perbandingan antara GoPro vs Xiaomi Yi vs SJ Cam.

Baca juga:  Selat Solo "Mbak Lies"

Kesimpulan sementara adalah: SJ cam saya hapus dari perbandingan. Tinggal GoPro vs Xiaomi Yi saja. Mengapa? Masalah selera saja. Saya lebih suka warna yang muncul dari foto/video yang dihasilkan oleh sebuah kamera sebisa mungkin persis seperti warna aslinya. SJ cam tampak oversaturated atau terlalu ngejreng.

Setelah melihat beberapa review GoPro seri Hero 3 ke bawah vs Xiaomi Yi, kesimpulan saya menyatakan hasil foto/video Xiaomi Yi lebih bagus dibanding GoPro seri Hero 3 ke bawah. Kemudian saya ubek-ubek artikel dan video-video Youtube yang membandingkan antara GoPro Hero4 vs Xiaomi Yi. Menurut saya, hasil foto/video GoPro Hero4 kualitasnya lebih bagus dibanding Xiaomi Yi sih, tapi tidak jauh-jauh amatlah bedanya. Justru harganya yang amat sangat jauh berbeda, hampir 5-6 kali lipat! (Harga Xiaomi Yi = sejutaan vs Harga GoPro Hero 4 = 5-6 jutaan)

Karena penasaran dengan Xiaomi Yi, sayapun membeli kamera ini dengan beberapa asesorisnya (monopod/tongsis, waterproof case, dll). Kesimpulan sementara:

Kelebihan Xiaomi Yi:

– Harga murah

– Ukuran sangat mungil dan enteng

– Asesoris tersedia banyak di pasaran dengan harga murah

– Hasil video memuaskan (mungkin karena lensanya Sony kali ya?) dengan resolusi tinggi 1080pixel pada 60fps.

– Hasil foto juga lumayan memuaskan dengan resolusi 16 megapixel! Bahkan, di tempat yang minim cahaya pun lumayan oke.

– Terdapat fitur timelapse (0.5, 1, 2, 5, 10, 30, 60), burst, timer, wifi, dll.

Kekurangan Xiaomi Yi:

– Batere cepat habis, apalagi jika digunakan untuk merekam video dengan resolusi dan fps tertinggi. Wusss… sejam kemudian mati. Batere habis.

– Garansi toko hanya sebulan.

– Tidak ada LCD untuk melihat hasil foto, harus disambungkan terlebih dahulu ke smartphone melalui WIFI jika ingin melihat hasil foto/video secara langsung. Aplikasi untuk mengontrol Xiaomi Yi bisa di-download melalui GooglePlay (Apakah sudah ada di Apple Store?).

Waterproof case memang bisa melindungi kamera dari air sampai kedalaman 40 meter, namun membuat hasil foto/video jadi jelek. Lihat video di bawah. Saat di pantai, saya merekam tanpa menggunakan waterproof case. Sedangkan, saat body rafting di Green Canyon, saya merekam dengan menggunakan waterproof case. Bandingkan hasilnya. Tanpa waterproof case, hasil foto/video Xiaomi Yi jernih dan warna yang dihasilkan natural. Jika kamera dipasang waterproof case, hasilnya agak kurang jernih dan kehijau-hijauan). FYI, kamera Xiaomi Yi tidak tahan air (Water resistent/waterproof/whatsoever), jadi harus membeli casing tambahan jika ingin menggunakannya di dalam air. Harga casing-nya lumayan murah kok, tak sampai 150ribu rupiah.

Baca juga:  Review Kamera Underwater Nikon AW130

– Manual book menggunakan bahasa China. Tak satu katapun yang bisa saya mengerti. (Manual book versi Bahasa Inggris bisa dicari melalui Google)

Xiaomi Yi
Mereknya boleh Xiaomi Yi, tapi lensanya pakai Sony dong (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Untuk ulasan lengkap Xiaomi Yi, sebenarnya sudah saya bahas melalui twitter saya @PuppyTraveler. Bagaimana hasil foto/video kamera ini di ruangan yang cukup cahaya, minim cahaya, di luar ruangan (outdoor), foto jarak dekat (macro), dan lain sebagainya. Artikel ini hanya me-review hasil foto/video kamera Xiaomi Yi saat digunakan jalan-jalan ke Green Canyon, Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, dan daerah sekitar Pangandaran lainnya.

Kami berangkat dari Plaza Semanggi, Jakarta pada pukul 9 malam. Tujuan pertama trip kali ini adalah Pantai Timur Pangandaran untuk melihat sunrise. Namun apa daya, kami baru tiba di pantai pukul 6.30. Terlambat! Sunrise sudah menjadi bubur matahari. Jauh juga ternyata perjalanan dari Jakarta ke Pangandaran. Butuh 7-8 jam perjalanan bo!

Setelah foto-foto sebentar di pantai, kami langsung menuju Green Canyon untuk melakukan body rafting. Apasih body rafting itu? Body rafting adalah semacam rafting/arung jeram tanpa menggunakan perahu. Badan kita dipasangi pelampung supaya tetap mengapung di air dan helm/pelindung kaki untuk melindungi badan dari benturan.

Awalnya, saya kira body rafting di Green Canyon (Cukang Taneuh) itu cemen. Saya sudah lihat beberapa foto dan video Green Canyon. Sepertinya gitu-gitu doang, tidak menantang! Lihat saja video saya di atas. Tidak begitu menantang kan? Padahal, aslinya agak-agak serem tapi seru lho. Naik turun bebatuan licin, masuk sungai yang arusnya deras, loncat dari tebing yang tinggi. Pokoknya jauh dari kata cemen!

Tips jalan-jalan ke Green Canyon:

– Jangan bawa barang-barang elektronik selain kamera underwater/kamera yang terlindung waterproof case selama body rafting (Pengalaman pribadi kamera saku saya mati dan dompet basah karena saya bawa body rafting, padahal sudah dimasukkan ke dalam dry bag dan dibawa dengan hati-hati. Hiks.)

– Waktu terbaik ke Green Canyon adalah menjelang musim kemarau sampai menjelang musim hujan (April – November). Di bulan-bulan ini, air di Green Canyon berwarna hijau bening. Tentu saja hal ini tidaklah mutlak, cuaca akhir-akhir ini susah diprediksi bukan? Kadang hujan di musim kemarau, kadang kering di musim hujan. Banyak yang bilang, jika hujan tiba, air Green Canyon berubah menjadi coklat, butek dan tidak menarik. Makanya jika ke sini perhatikan cuaca dulu ya…

Baca juga:  14 Kuliner Magelang Ini Bisa Menyihir Lidahmu!

Selain body rafting di Green Canyon, kami juga mengunjungi beberapa poantai di Pangandaran (Batu Karas, Batu Hiu) dan penangkaran penyu. Pantai-pantai di Pangandaran menurut saya biasa saja: pasirnya coklat, sampah di mana-mana, bukan favorit saya bangetlah. Tapi ombaknya, wuihhh… Keren banget! Besar dan lumayan rata. Pantas saja banyak yang surfing di sini. Sunrise-nya juga cakep! Jangan sampai kesiangan bangunnya jika menginap di Pangandaran.

Tak disangka, grup kami ternyata membawa action cam dari berbagai merek: GoPro Hero4 Silver, SJ Cam 4000, Brica BPro5, dan saya sendiri membawa Xiaomi Yi. Manakah di antara action camera tersebut yang hasil foto/videonya lebih bagus?

Sebelum dibahas lebih lanjut, lihat video trip ke Pangandaran di bawah ini untuk mengetahui hasil video/foto yang diambil dengan kamera Xiaomi Yi. Bagaimana menurutmu? Ya begitulah hasil Xiaomi Yi.

Oh ya, selain beberapa action cam di atas, ada teman saya yang membawa DSLR Sony dan pocket camera Canon Powershot D30. Hasilnya? Kedua kamera ini kita keluarkan dari perbandingan karena bukan action cam dan hasilnya lebih bagus dari action cam manapun juga. Nggak apple to apple. Sekilas hasil foto action cam memang bagus. Apalagi jika di-uplot langsung ke sosial media. Siap-siap mendulang banyak like. Tapi jika suka meng-edit foto menggunakan Photoshop, kamu pasti bakal tahu mengapa hasil foto kamera pocket/DSLR lebih bagus dari hasil action cam. Mengedit foto hasil action cam itu sangat menantang (baca: susah dan butuh waktu lama). Penyakit yang sering muncul biasanya warna yang pecah-pecah jika ditambah saturation, contrast, brightness.

Menurut saya, peringkat hasil foto/video yang dihasilkan oleh action cam dari yang paling bagus ke yang paling jelek:

1. GoPro Hero4 (ada harga, ada rupa. Kelebihan: hampir semua kelebihan action cam ada di sini)

2. Xiaomi Yi (kelebihan: praktis, murah, lensa Sony, hasil foto/video bagus, video dengan resolusi tinggi pada 60fps, wifi, dsb)

3. SJ Cam (kelebihan: terdapat layar LCD, jumlah pengguna lumayan banyak)

4. Brica BPro5 (kelebihan: terdapat layar LCD, setting untuk manual mode lumayan lengkap)

Peringkat tersebut adalah subjektif. Jika penasaran ingin membuktikan sendiri, beli saja semua kamera tersebut dan bandingkan hasilnya. Bagaimana? Ide bagus kan? Hehehe

Artikel ini sebenarnya mau membahas review tentang action cam Xiaomi Yi atau membahas trip Green Canyon sih? Mbuh ya. Suka-suka situ aja deh yang mbaca xixixixixi… Kalau menurutmu, action cam manakah yang paling recommended? GoPro, Xiaomi Yi, SJ Cam, Brica BPro5, atau yang lain?

9 COMMENTS

  1. Pas mau ke Green Canyon sambil ngetes action cam, pas ketemu postingan ini. Trims buat review-nya πŸ™‚
    Btw kalau pakai waterproof case apakah Yi ini masih bisa merekam audio? Atau cuma terekam gambarnya aja?

    • @Badai
      Masih bisa ngrekam kok. Cuman Xiaomi Yi kan memang terkenal agak kurang di perekaman audionya ya. Plus, waterproof case-nya yg harganya seratus rebu sekian itu mengurangi kualitas foto/video.

LEAVE A REPLY