Tutorial Membuat Travel Blog Gratis

2
Travel Blog Tutorial
Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler

“Writing is an exploration. You start from nothing and learn as you go.” – E. L. Doctorow

Membuat travel blog itu gimana sih? Apa saja yang perlu kita persiapkan? Berapa biayanya? Hmm… Membuatnya gampang, persiapan tidak ada, biayanya bisa gratis. Sudah menjawab semuanya kan? Kali ini kita akan membahas cara membuat travel blog yang gampang dengan menggunakan wordpress.com. Mengapa harus wordpress.com? Sepertinya banyak travel blog yang menggunakan blogspot.com. Apa kelebihan wordpress dibanding blogspot?

Boleh kok menggunakan blogspot, wordpress, tumblr, dan penyedia layanan blog gratis yang lainnya. Tapi kalau dibahas semuanya di sini bakal panjang banget. Kita akan fokus wordpress dulu. Jika nanti ada waktu longgar, saya akan buatkan tutorial blogspot. Kelebihan wordpress dibanding blogspot? Kalau menurut saya sih, jika nanti blog kamu siap mempunyai domain sendiri (seperti misalnya PuppyTraveler.com) dan ingin berpindah menggunakan layanan self hosting berbasis Content Management System (CMS), akan lebih mudah transfernya karena menggunakan “mesin” yang sama. Yang ini akan kita bahas nanti. Sekarang kita bikin blog yang gratis menggunakan wordpress.com yuk.

Berikut adalah tutorial langkah demi langkah membuat travel blog:

1. Buka wordpress.com, daftar.

Buka dulu situs wordpress.com. Setelah membuka wordpress.com, klik “Buat Situs Web”

Travel Blog 1
1. Daftar blog di WordPress.com (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

 2. Isikan Subdomain yang kamu mau.

Apa itu domain? Apa itu subdomain? Tak perlu panjang lebar menjelaskan definisinya, contoh di bawah ini mungkin akan menjelaskan segalanya.

Contoh domain: wordpress.com

Contoh subdomain: puppytraveler.wordpress.com atau puppytraveler.blogspot.com

Karena masih menggunakan blog gratisan, mau tidak mau blog kita harus menjadi subdomain dari penyedia jasa blog gratisan. Tentukan nama subdomain-mu matang-matang. Bisa menggunakan namamu, bisa menggunakan nama lainnya. Perlu diingat nama subdomain/domain ini akan menempel selamanya seperti merek sebuah produk, jadi perlu dipikirkan dengan baik, kalau bisa sih namanya berhubungan dengan isi blog yang akan kamu bangun. Misalnya, saya menggunakan subdomain puppytraveler karena blog saya akan saya isi dengan artikel jalan-jalan. Tidak mungkin dong blog dengan tema jalan-jalan mempunyai nama tipsmembangunbengkelmobildijonggol.wordpress.com hehehe…

Sebaiknya, pemilihan tema blog juga spesifik, misalnya blog jalan-jalan berisi artikel tentang reportase jalan-jalan, kuliner, tips seputar jalan-jalan, fotografi, dan segala hal yang berhubungan dengan jalan-jalan. Pernah gak kamu membayangkan sebuah blog dengan tema gado-gado? Misalnya satu blog berisi artikel reportase jalan-jalan, tips merawat motor, tata boga, lowongan pekerjaan, apalagi cerita porno. Agak aneh bukan? Jika membuat blog atau artikel blog, posisikan dirimu sebagai pembaca blog yang membaca blog kamu. Bikin supaya pembaca blog nyaman dan ketagihan dengan blog kamu.

Sekali lagi pilih subdomainmu matang-matang, tidak perlu tergesa-gesa, karena akan selamanya menggunakan nama subdomain ini! Jika blog blablabla.wordpress.com mu sukses dan kamu ingin mempunyai domain sendiri, agak lucu jika kamu mengubahnya menjadi oleoleoleole.com, bukan menjadi blablabla.com. Pembaca setiamu akan kebingungan mencari blog favoritnya yang telah berubah nama secara ajaib tersebut.

Baca juga:  Tips Mendaki Gunung dari Pemula untuk Pemula

 

Travel Blog 2
2. Isikan nama blog kamu (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

3. Masukkan Data Untuk Mengakses Blog

– Masukkan Alamat Email

Alamat email ini nanti akan melekat ke gravatar (avatarnya blog wordpress) dari mulai avatar profilmu di blogmu, avatarmu jika komen di blog orang yang berbasis WordPress, sampai dengan avatarmu jika suatu saat nanti sudah berpindah ke CMS mandiri.

– Masukkan Username dan Password

Ketika blogmu sudah jadi, username dan password ini akan menjadi pintu gerbangmu untuk meng-edit isi dan tampilan blogmu. Jangan sampai lupa ya.

Travel Blog 3
3. Isi alamat email, username, password untuk login ke wordpress.com (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

4. Klik “Tidak, Terima Kasih”

Karena kita ingin membuat blog yang gratis, jangan pernah pilih yang ada lambang mata uangnya (dollar, rupiah, dan sebagainya). Klik “Tidak, terima kasih” untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

Travel Blog 4
4. Klik “Tidak, Terima Kasih” karena kita akan membuat blog yang gratis (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

5. Tentukan Tampilan Blogmu dengan Memilih Tema Yang Sesuai

Nah, tema ini nanti akan menjadi tampilan blogmu. Pilih tema yang sesuai dengan seleramu. Kalau bosan, nanti bisa diubah menggunakan tema yang lain kok. Tenang saja.

Travel Blog 5
5. Pilih Tema yang kamu sukai untuk tampilan blogmu (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

6. Pilih “Gratis”

Sekali lagi, karena kita ingin membangun website yang gratis, jika ada tarif atau lambang $ atau Rp, jangan di klik.

Travel Blog 6
6. Pilih Gratis karena untuk permulaan sebaiknya menggunakan blog gratisan (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

7. Klik ke “Situs Saya”

Sebelum membuat artikel, klik “situs saya” untuk masuk ke dashboard. Kenapa tidak langsung saja? Bisa sih, cuma saya lebih sreg kalau kita menuju ke fitur “Situs Saya” terlebih dahulu untuk melihat fitur-fitur standar di WordPress. Hal ini penting karena tampilan Dashboard di WordPress gratisan ini sama persis dengan WordPress yang self hosting yang berbayar. Manfaatnya? Untuk membiasakan diri saja sih, jika suatu saat nanti kamu ingin beralih ke blog yang self hosting. Contoh blog yang menggunakan CMS WordPress yang self hosting dan berbayar ya blog PuppyTraveler.com ini. Terus apa itu yang dimaksud CMS? Apa itu self hosting? Intinya, CMS adalah “mesin” blog yang digunakan. Sedangkan self hosting adalah rumah pribadi di dunia maya di mana kamu terbebas dari kakunya fitur-fitur di wordpress.com dan lebih leluasa memilih sendiri fitur-fitur yang kamu suka.

Travel Blog 7
7. Jangan buat artikel dulu, klik sebelah kiri atas “Situs Saya” (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

8. Klik “Admin WP”

Langkah selanjutnya adalah klik Admin WP untuk menuju ke dashbor/pusat tata kelola blog. Sekali lagi alasan mengapa harus melakukan ini adalah untuk membiasakan jika suatu saat nanti kamu ingin beralih ke blog pribadi yang self hosting.

Travel Blog 8
8. Klik “Admin WP” untuk mengetahui fitur-fitur lengkap WordPress (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

9. Utak-atik blogmu melalui “Dasbor”

Di dasbor (dashboard) inilah seluruh kendali blogmu berada. Beberapa fitur yang penting adalah sebagai berikut:

– Klik “Pos” untuk membuat artikel baru

– Klik “Tampilan” untuk mengubah tampilan blogmu

– Klik “Statistik” untuk melihat statistik pengunjung

– Klik “komentar” untuk mengetahui komentar yang masuk ke blogmu

Travel Blog 9
9. Dasbor yang menjadi pusat tata kelola blog (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

10. Apa saja yang ada di Statistik Blog?

Baca juga:  Makanan yang Dibawa Saat Mendaki Gunung

Setiap hari, biasakan diri sendiri untuk membuka statistik blog karena hal ini adalah bagian paling asyik mempunyai blog pribadi. Banyak blog yang mati suri karena pemiliknya jarang membuka statistik blog. Blog PuppyTraveler.com pun juga pernah mati suri kok karena pemiliknya menelantarkannya selama berbulan-bulan hehehe. Nah, dengan melihat statistik ini setiap hari, niscaya kamu akan terus bersemangat mengembangkan blogmu. Bookmark saja di komputer/hp mu. Apa saja yang bisa kita lihat di fitur “statistik” ini:

– Keyword yang masuk ke blogmu. Pernah dong kamu mencari info di Google atau search engine lainnya? Ketika pembaca memasukkan kata kunci (keyword) di Google, kemudian Google memberi pilihan beberapa website, dan akhirnya yang diklik pembaca adalah blog kamu, keyword ini akan tercatat oleh blog kamu di statistik blog ini. Kadang-kadang keyword yang masuk lucu-lucu. Hal ini menjadi hiburan tersendiri bagi pemilik blog.

– Situs lain yang merujuk ke blogmu. Ketika blog/website/email/whatsapp/twitter/facebook/lainnya memberikan link dan ternyata link tersebut adalah blogmu, maka akan tercatat di statistik di bagian “perujuk”.

– Artikel yang banyak di baca oleh pembaca. Statistik blog juga akan menyajikan informasi mengenai artikel-artikel apa saja sih yang dibaca oleh pembaca dan berapa kali artikel tersebut dibaca oleh pembaca.

– Link yang di klik oleh pembaca melalui blogmu. Jika kamu menyertakan link/tautan ke blog/website lain, dan ternyata link tersebut diklik oleh pembaca, informasi mengenai link apa saja yang diklik oleh pembaca tersebut juga akan tersimpan di statistik blog.

Travel Blog 10
10. Klik statistik setiap hari untuk mengetahui statistik pembaca yang membaca blogmu (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Kok blog saya statistiknya nol terus ya? Apakah tidak ada yang membaca? Pertama, semua perlu waktu. Google dan search engine lainnya perlu waktu untuk ‘menggerayangi’ blogmu. Hitungannya bisa harian, mingguan, bahkan bulanan. Sabar saja, dan teruslah menulis. Biar waktu yang menjawabnya (baca di sini khususnya nomer 4 jika ingin blogmu cepat digerayangi search engine). Kedua, sebarkan artikel blogmu melalui media sosial, seperti Twitter, Facebook, Path, WhatsApp, LINE, dan lain sebagainya. Ada satu lagi cara praktis mendulang pengunjung blog, submit blogmu ke viva.co.id (daftar dulu ya), atau buat artikel di kaskus/forum online lainnya dengan menyertakan link ke blogmu.

11. Ubah Tampilan Blogmu Supaya Menarik

Langkah terakhir setelah kamu menulis beberapa artikel adalah dengan melihat tampilan blog. Apakah ada sesuatu yang kurang sreg atau tidak? Jika ada, itulah saatnya kita merubah tampilan blog. Mengapa harus setelah menulis beberapa artikel dulu, mengapa tidak diubah segera setelah pendaftaran blog selesai? Karena tampilan blog kosongan dan blog yang sudah mempunyai beberapa artikel bisa beda lho. Jadi, saran saya adalah lebih baik menulis beberapa artikel dulu sebelum mengubah tampilan blog.

Bagaimana cara mengubah tampilan blog. Klik “Tampilan” kemudian coba semua fiturnya sampai kamu nyaman dengan tampilan yang kamu pilih.

Baca juga:  Tips Membuat Travel Blog Untuk Pemula

Pilih tema/theme sesuai keinginanmu. Tema/theme WordPress ini jumlahnya ribuan. Ada tema standar yang sudah disediakan wordpress, ada juga tema lain yang dikembangkan oleh pengembang umum selain wordpress. Ada tema yang gratis, ada pula tema yang berbayar. Ada tema yang fiturnya sedikit, pun demikian ada juga tema yang fiturnya banyak. Ada tema yang loading-nya lemot, ada tema yang loading-nya cepat. Terus tema mana yang dipilih? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan membaca terlebih dahulu review pengguna terhadap suatu tema. Googling saja, biasanya ketemu review-nya kok. Kedua adalah dengan melakukan simulasi dengan cara mencoba tema tersebut satu per satu. Blog PuppyTraveler ini sudah tidak terhitung berapa kali berganti tampilan karena selalu saja ada rasa tidak puas terhadap tema yang ada. Sampai saat ini pun saya masih belum puas dengan tema yang sekarang dipakai, walaupun menurut saya tema yang sekarang dipakai adalah yang tema terbaik dari tema-tema yang pernah saya gunakan sebelumnya.

Menu. Coba lihat gambar di bawah untuk mengetahui apa sih sebenarnya “menu” di blog itu? “Menu” adalah klasifikasi artikel, bisa berdasarkan halaman/page, kategori/category, link, dan lain sebagainya. Misalnya artikel mengenai Bali, Lombok, Balikpapan, dan artikel jalan-jalan di Indonesia saya klasifikasikan ke menu “Indonesia”. Jalan-jalan ke luar negeri saya klasifikasikan ke dalam kategori “Luar Negeri”, dan seterusnya. Lihat sekali lagi blog PuppyTraveler.com sebagai contohnya.

Widget. Apa sih widget itu? Widget adalah tempelan/fitur yang menempel di tampilan blog. Coba satu-satu, lihat blogmu, coba widget yang lain, refresh lagi blogmu, lihat perbedaan tampilan blog jika menggunakan widget satu dengan yang lain. Untuk awal-awal, coba satu persatu widget yang ada. Nikmati saja prosesnya. Untuk selanjutnya, saya sarankan hanya memasang widget-widget yang penting saja agar loading blog tidak lambat karena terlalu banyak widget yang digunakan.

Travel Blog 11
11. Tema, widget, dan menu adalah kunci utama tampilan blog. Ubah sesuai yang kamu inginkan (Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler)

Sebagai referensi, kunjungi blog-blog lain juga ya (blogwalking), bisa travel blog atau blog dengan tema lainnya. Gunakan blog tersebut sebagai benchmark/contoh perbandingan. Bandingkan dengan blogmu yang sekarang untuk mengetahui kekurangan yang ada di blogmu. Boleh meniru, asal jangan meniru persis 100%, temukan sendiri style blog kamu.

Tips terakhir dari saya adalah: yang penting bikin blog dulu. Tulis apa saja di situ. Bisa foto jalan-jalanmu, kisah jalan-jalan, atau campuran keduanya. Biarkan semuanya mengalir apa adanya tanpa mempedulikan aturan ini itu. Utak-utik selalu tampilan blogmu (lihat nomer 5 & 11) sampai kamu nyaman dengan tampilan yang kamu pilih. Setelah beberapa tulisan diterbitkan dan tampilan blog sudah pas, baru deh dilanjutkan tips ngeblog yang ini.

SHARE

2 COMMENTS

    • @Jonathan Bayu
      Wah, kalo tips2 sehat kok rada janggal ya hehehe…
      tapi kalau mengangkat isu lingkungan bener-bener oke tuh bro. Gw dukung 100%. Karena travelig tak hanya hura-hura semata, tapi juga bagaimana kita peduli terhadap alam lingkungan 🙂

LEAVE A REPLY