Tips Membuat Travel Blog Untuk Pemula

24
Travel Blog
Follow Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler
“Either write something worth reading or do something worth writing.” – Benjamin Franklin

Tips membuat travel blog atau lebih tepatnya membuat dan mengelola blog untuk pemula. Tampak songong sekali saya menyebut “pemula” seolah-olah saya seorang senior yang tahu segalanya. Tunggu dulu, kata “pemula” di sini dapat diartikan sebagai orang yang akan memulai membuat blog baru atau orang yang sudah lama terjun di dunia blog. Loh kok bisa orang yang sudah lama terjun di dunia blog dikategorikan sebagai “pemula”? Percayalah, di dalam dunia teknologi, ungkapan “di atas langit, masih ada langit” akan terus berlaku selamanya. Jangan salah, orang yang sudah lama berkecimpung di dunia blog pun terkadang masih kurang percaya diri dan masih perlu banyak belajar seolah-olah mereka adalah seorang newbie yang baru kemarin sore membuat blog. Selalu saja ada hal yang baru yang tak ada habisnya untuk dipelajari. Sudah 5 tahun lebih saya berkecimpung di dunia blog/website, namun perasaan “Kok gue bego banget ya dibanding blogger yang lain?” selalu saja muncul di benak pikiran.

Baiklah, tulisan berikut adalah tips yang terinspirasi dari pengalaman jatuh bangun (halah!) saya dalam membangun puppytraveler.com. Hal-hal yang perlu diketahui jika kamu ingin memulai membuat blog dan terus bertahan di dunia blog antara lain sebagai berikut:

1. Mendaftar Blog

Langkah pertama adalah dengan mendaftar blog. Tentu saja ini syarat mutlak untuk membuat blog. Banyak platform yang bisa kamu gunakan untuk membuat blog. Cobalah yang gratisan dulu misalnya WordPress.com, Blogspot.com, Tumbr.com atau penyedia blog gratis lainnya. Coba berbagai macam platform tersebut, kemudian tentukan platform mana yang kamu suka dan kamu nyaman memakainya. Mengapa mencari yang gratis? Karena membangun blog itu membutuhkan konsistensi. Penyakit blogger yang sering kambuh adalah malas meng-update blog. Saya pun juga sering mengalaminya. Bahkan, saya pernah berbulan-bulan tidak menulis di blog. Maka dari itu, untuk tahap awal saya sarankan menggunakan blog gratisan terlebih dahulu. Jika sudah mantap dan mampu membayar untuk jangka panjang, baru dipikirkan membangun blog dengan domain sendiri (akan dibahas lebih lanjut artikel lain). Sayang kan sudah membayar mahal-mahal tapi tidak pernah diurus?

Awalnya, website puppytraveler.com juga menggunakan jasa blog gratisan di WordPress.com dengan nama blog PuppyTraveler.Wordpress.com. Saya sudah mencoba berbagai platform, namun akhirnya saya lebih memilih WordPress.com karena suatu saat ingin saya kembangkan menjadi website yang bisa diutak-atik dengan sesuka hati. Terus, bagaimana jika sudah menulis banyak artikel, kemudian pengen pindah ke blog dengan nama (domain) sendiri? Apakah saya harus menulis ulang artikel-artikel tersebut ke blog baru saya? Kan capek. Misalnya saya sudah banyak menulis artikel di PuppyTraveler.Wordpress.com, apakah artikel tersebut bisa dipindah secara praktis ke website pribadi dengan domain puppytraveler.com dengan menghilangkan embel-embel .wordpress.com? Bisa. Tenang saja. Tulisanmu bisa dipindah semua. Yang penting daftar blog dulu. Tutorial membuat blog selengkapnya bisa dibaca di link ini –> Tutorial Membuat Blog

2. Tentukan nama subdomain

Apa itu domain? Apa itu subdomain? Tak perlu panjang lebar menjelaskan definisinya, contoh di bawah ini mungkin akan menjelaskan segalanya.

Contoh domain: wordpress.com

Contoh subdomain: puppytraveler.wordpress.com atau puppytraveler.blogspot.com

Karena masih menggunakan blog gratisan, mau tidak mau blog kita harus menjadi subdomain dari penyedia jasa blog gratisan. Tentukan nama subdomain-mu matang-matang. Bisa menggunakan namamu, bisa menggunakan nama lainnya. Perlu diingat nama subdomain/domain ini akan menempel selamanya seperti merek sebuah produk, jadi perlu dipikirkan matang-matang. Misalnya saya menggunakan subdomain puppytraveler karena blog saya akan saya isi dengan artikel jalan-jalan. Tidak mungkin dong blog dengan tema jalan-jalan mempunyai nama tipsmembangunbengkelmobildijonggol.wordpress.com hehehe…

Sebaiknya, pemilihan tema blog juga spesifik, misalnya blog jalan-jalan berisi artikel tentang reportase jalan-jalan, kuliner, tips seputar jalan-jalan, fotografi, dan segala hal yang berhubungan dengan jalan-jalan. Pernah gak kamu membayangkan sebuah blog dengan tema gado-gado? Misalnya satu blog berisi artikel reportase jalan-jalan, tips merawat motor, tata boga, lowongan pekerjaan, apalagi cerita porno. Agak aneh bukan? Jika membuat blog atau artikel blog, posisikan dirimu sebagai pembaca blog yang membaca blog kamu. Bikin supaya pembaca blog nyaman dan ketagihan dengan blog kamu.

Sekali lagi pilih subdomainmu matang-matang karena akan selamanya menggunakan nama subdomain ini! Jika blog blablabla.wordpress.com mu sukses dan kamu ingin mempunyai domain sendiri, agak lucu jika kamu mengubahnya menjadi oleoleoleole.com, bukan menjadi blablabla.com. Pembaca setiamu akan kebingungan mencari blog favoritnya yang telah berubah nama secara ajaib tersebut.

3. Menulis

Konten tulisan adalah nyawa blogmu. Seburuk apapun tampilan blogmu, jika pembaca sangat membutuhkan informasi di dalam blogmu, dia akan tetap menikmati tulisanmu. Konsep inner beauty sangat berlaku di sini. Ada dua pilihan cara menulis di blog:

a. Menulis dengan teknik yang baik dan benar

Umumnya, artikel yang baik dan benar menggunakan teknik-teknik penulisan sebagai berikut:

– Dalam satu paragraf, paling tidak terdiri dari 2 kalimat.

– Dalam satu paragraf, terdapat kalimat utama yang menjadi topik pembicaraan di paragraf tersebut. Kemudian kalimat utama tersebut dibumbui dengan kalimat-kalimat pendukung untuk menunjang informasi yang terkandung di dalamnya. Contoh:

Kalimat utama: Solo adalah kota budaya

Baca juga:  Tips Meningkatkan Peringkat Alexa

Kalimat penunjang:

  • Banyak festival budaya diadakan di Solo
  • Di Solo, terdapat kraton yang masih menjaga nilai-nilai budaya Jawa
  • Terdapat ornamen-ornamen bernuansa Jawa di sepanjang jalan di Solo.

Jika dijadikan satu paragraf, akan menjadi seperti ini:

Solo adalah kota budaya. Banyak festival budaya diadakan di Solo. Di Solo, terdapat kraton yang masih menjaga nilai-nilai budaya Jawa. Terdapat ornamen-ornamen bernuansa Jawa di sepanjang jalan di Solo.

– Permanis paragraf dengan kata sambung, kalimat lucu, kalimat sambung ke paragraf selanjutnya, kalimat bombastis, dan kata-kata gaul. Contoh:

Solo adalah salah satu kota budaya yang menjadi tujuan utama wisata di Indonesia. Di kota ini, sering diselenggarakan festival budaya berkelas internasional. Selain itu, di kota yang terkenal dengan sebutan ibukota batik ini terdapat keraton yang masih menjaga nilai-nilai budaya Jawa. Kalau kamu gimana? Jangankan menjaga budayamu, menjaga harga diri aja susah kan? Eaaa… Jika sedang berjalan-jalan di sepajang trotoar di Kota Solo, jangan hanya lirak-lirik cabe-cabean doang, perhatikan juga tuh di sebelah kanan kiri jalan terdapat ornamen-ornamen bernuansa Jawa yang sangat cuantik secantik Yati Pesek!

Bandingkan. Lebih luwes yang mana?

 b. Lupakan tips (a) yang ribet, menulislah sesukamu (freewriting)

 Ya… Lupakan teknik menulis yang baik dan benar yang sudah dijelaskan di atas. Mulailah menulis bebas atau yang lebih dikenal dengan istilah freewriting. Ungkapkan semua yang ada di kepalamu. Setelah kamu menuangkan semua yang ada di pikiran dalam bentuk tulisan, baca sekali lagi tulisanmu untuk memperbaiki typo atau salah penulisan. Jangan takut kualitas tulisanmu jelek. Takut dan malu hanya akan membuatmu berhenti menulis. Ini adalah blogmu, kamu yang punya, kamu yang mengatur segalanya. Saran dan masukan dari orang lain diterima dengan senang hati, cemoohan dan nyinyiran silakan suruh bikin blog sendiri. Gampang kan? Semua butuh proses. Saya sendiri kadang geli sendiri membaca artikel-artikel awal di blog saya. Artikel tersebut dibuat dengan asal-asalan, yang penting hajar. Menurut saya, justru inilah serunya menulis. Yah, walaupun sampai sekarang masih harus banyak belajar menulis, paling tidak tulisan saya sekarang sudah lebih mending dibanding awal-awal ngeblog.

Sertakan gambar dengan ukuran file yang kecil. Kompres atau resize dulu foto-foto yang akan kamu upload dalam ukuran yang lumayan kecil antara 30-200kilobyte (kb). Ukuran foto yang terlalu kecil akan membuat kualitas gambar menjadi jelek. Ukuran foto yang terlalu besar akan membuat loading blog menjadi lambat. Dua-duanya berakibat sama: pembaca akan buru-buru meninggalkan blog kamu.

Berapa jumlah kata dalam satu artikel di blog? Ada beberapa orang bilang harus di atas 300 kata, ada yang menyebut harus di atas 500 kata, bahkan ada yang mempunyai target di atas 1000 kata dalam satu artikel. Mana yang benar? Semuanya benar. Saya mempunyai artikel yang mempunyai jumlah kata yang amat sedikit, namun artikel tersebut banyak dicari orang di Google. Kok bisa? Karena saya menyertakan foto yang bagus dalam artikel tersebut. Nih contohnya artikel tentang Pantai Klayar, sudah jumlah katanya dikit, tidak bermutu, beberapa gambarnya pun sudah broken link tidak bisa dibuka, tapi tulisan ini banyak dicari di Google. Nah lho. Tulisan saya yang di atas 1000 kata pun ada yang laris dan ada yang terpuruk. Artikel yang sudah menggunakan teknik-teknik Search Engine Optimizer (SEO) pun terkadang masih kalah dengan artikel yang saya buat dengan apa adanya. Contohnya artikel tentang Bunaken ini, sudah menggunakan teknik-teknik SEO, jumlah katanya banyak, sangat informatif, kualitas tulisan juga tidak jelek-jelek amat, tapi apa yang terjadi? Jumlah viewsnya sedikit banget! Kesel kan? Google dan search engine lainnya itu sulit ditebak. Mesin logaritma pencarian mereka selalu berubah megikuti perkembangan zaman. Terus aku kudu piye? Tips saya: teruslah menulis dan sertakan foto yang bagus dengan ukuran file yang kecil. Biar waktu yang menjawab.

Jika kamu sudah menulis banyak artikel, baca sekali lagi artikel tersbut dan temukan style menulismu. Ini yang nantinya menjadi ciri khas blogmu. Contoh style menulis saya adalah dengan menyertakan quote dari orang-orang terkenal di awal sebuah artikel. Ciri khas masing-masing orang tak harus sama, pun juga tak harus berbeda. Sering-sering jalan-jalan ke blog lain untuk melihat style menulis mereka. Gaya menulis para bloger tersebut boleh ditiru, boleh tidak. Yang paling penting adalah temukan ciri khasmu sendiri.

4. Submit blog kamu ke search engine  webmaster

Supaya blogmu cepat ‘digerayangi’ oleh search engine semacam Google, Bing, atau Yahoo, daftarkan blogmu ke webmaster mereka. Memasukkan blog yang masih baru ke search engine webmaster ini sangat penting. Bagaimana search engine tahu kamu punya blog, kalo kamu tidak agresif memberitahu mereka? Sebenarnya lama-kelamaan search engine akan menggerayangi blog-mu secara otomatis, tapi untuk mempercepatnya, lebih baik memang submit sendiri ke webmaster mereka. Jika kamu seorang selebritis mungkin tak perlu melakukan hal ini karena Google/Bing/Yahoo yang akan menggerayangi blogmu secara otomatis karena biasanya banyak yang mengakses blogmu.

Bagaimana cara submit blog ke search engine webmaster? Gampang. Login ke Google Webmaster dengan akun Google/Gmailmu. Masukkan website mu, ikuti semua perintahnya. Untuk Bing Webmaster lebih gampang lagi karena tak perlu login.

Baca juga:  Tutorial Membuat Travel Blog Gratis

5. Lihat statistik pengunjung sesering mungkin

Cobalah sesering mungkin menengok statistik blogmu. Sering kita akan menemukan keyword-keyword tidak masuk akal bin ajaib yang masuk melalui search engine seperti Google, Bing, atau Yahoo. Keyword-keyword ini menjadi hiburan tersendiri bagi pemilik blog seperti saya. Menurut saya, membaca statistik blog adalah bagian terseru dari suatu blog. Contoh keyword-keyword lucu yang masuk di blog saya: Bisakah driving tanpa pandai berenang (yakeleus renang sambil nyetir), anjing kawin (haduh, ada-ada saja nyari anjing kawin di blog traveling), bugil di pantai (loe kira ini stensil?), dan lain sebagainya. Sering-seringlah melihat statistik blog ini karena akan merangsangmu untuk tetap terus menulis. Keyword ini merupakan fitur blog berbasis WordPress. Saya tidak menemukannya di Blogspot, Tumblr, dan lain-lain? Betulkah? Correct me if i’m wrong.

6. Ukur Blog Kamu

Alexa Rank

Alat ukur yang yang paling sering digunakan untuk tolok ukur blog/website adalah Alexa Rank oleh Alexa.com. Alexa Rank dapat mengukur seberapa populer peringkat blog kamu di dunia maya jika dibandingkan dengan blog/website lainnya. Semakin kecil peringkat blogmu, semakin bagus. Jangan bersedih dulu jika peringkat blog kamu jelek, karena ukuran Alexa rank ini tidak mutlak. Banyak sekali cara-cara curang untuk meningkatkan peringkat Alexa rank. Saat tulisan ini diturunkan, blog puppytraveler.com mempunyai peringkat 2.187.647 di dunia. Tak terlalu bagus memang. Ini adalah akibat saya pernah menelantarkan blog puppytraveler.com karena saya harus menyelesaikan kuliah yang berat. Dulu blog puppytraveler.com pernah berperingkat di bawah 500.000 secara alami tanpa menggunakan cara-cara curang. Sekarang, bisa saja saya menggunakan cara-cara licik untuk memengembalikan peringkat blog saya menjadi berperingkat di bawah 500.000. Gampang banget. Banyak tools yang bisa digunakan untuk menaikkan peringkat Alexa. Tapi, saya ogah menggunakannya. Eh, ralat, kemarin pernah iseng mencobanya ding, lumayan peringkat Alexa langung membaik 1,5juta. Keren kan? Tapi sekedar iseng saja untuk membuktikan bahwa peringkat Alexa lumayan penting, tapi bukanlah segalanya. Untuk apa mempunyai peringkat bagus tapi palsu, ya nggak? Toh ketahuan kok mana peringkat Alexa yang bagus secara alami dan bagus karena kepalsuan (Walaupun dalam hati sedih banget karena peringkat Alexa yang dulu di bawah 500.000, sekarang anjlok menjadi di atas 2juta. Hiks.) Saya selalu bilang kepada diri sendiri, blog puppytraveler.com dibangun untuk tujuan fun dan berbagi informasi dengan traveler lain, bukan untuk bersaing dengan blogger lain. Kalau hanya mengejar peringkat, saya tak sudi menulis artikel ini, bikin saingan makin banyak dan memperburuk peringkat Alexa saja hehehe. Jikalau nanti peringkat Alexa blog ini naik turun, percayalah bahwa peringkat blog ini naik turun secara alami bukan karena tools/script/dukun.

Satu lagi yang ingin saya selalu tekankan. Alexa rank penting, tapi jangan dijadikan beban. Pernah artikel puppytraveler.com yang jadi viral dan meraup kenaikan kunjungan hingga 1000%. WOW banget kan? Tapi apa yang terjadi pada Alexa rank puppytraveler.com beberapah hari/minggu kemudian? Peringkatnya malah memburuk 200.000 poin!!! Sangat kontradiktif kan? Banyak blogger yang menganggap Alexa rank kurang akurat. Kalau saya sendiri bilang, Alexa Rank tetap penting, tapi bukanlah segalanya karena masih belum akurat dan masih bisa diakali.

Pagespeed

Saya malah lebih menekankan nilai blog selain pada konten/isi artikel, adalah pada pagespeed. Banyak hal yang membuat blog kita sangat lambat dibuka, misalnya karena ukuran gambar yang terlalu besar, terlalu banyak fitur, terlalu banyak plug in, terlalu banyak script, dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja sangat mengganggu pembaca. Pernah gak kamu membuka website yang sangat lambat loading-nya? Bikin kesel kan? Belum kelar loading, biasanya pembaca langsung menutup blog kita sambil mengumpat “Gw kapok buka website ini, lemot abizzz!”. Untuk mengetahui seberapa cepat blog kamu, bukalah gtmetrix.com dan masukkan URL blog untuk mengukur seberapa cepat loading blog kamu. Ikuti saja saran gtmetrix tersebut untuk memperbaiki kualitas blog.

Prinsip performance berbanding terbalik dengan appearance selalu berlaku. Jika blogmu terlalu banyak fitur, kualitas foto yang bagus, banyak flash, dan lain sebagainya, biasanya performance-nya (baca: loading) menjadi lemot. Sebaliknya, jika blogmu isinya hanya tulisan artikel tanpa banyak fitur, biasanya loading-nya cepet, tapi tampilannya (appearance) garing. It’s your decision untuk memilih performance atau appearance atau imbang antara keduanya. Kalau puppytraveler.com sendiri lebih condong 75% ke performance, 30% ke appearance. Yah.. agak-agak lemot sedikit tidak apalah ya, yang penting tampilannya agak dipermanis.

Biasanya speed lemot ini berasal ukuran foto yang terlalu besar. Kompres fotomu sampai ukuran kurang lebih 450×350. Ukuran yang terlalu kecil menyebabkan gambar menjadi pecah, ukuran besar menyebabkan loading blog menjadi lemot. Penyebab lainnya adalah dari widget-widget tidak penting, misalnya statistik pembaca yang berasal dari negara mana saja. Kalau blog kamu berbahasa Inggris sih tidak apa-apa karena pembaca blog berasal dari seluruh dunia. Kalau blogmu berbahasa Indonesia, apalah artinya? Pembaca paling banyak adalah orang Indonesia juga. Ada juga widget yang penting tapi bikin lemot abis, yaitu widget-widget yang menampilkan feed foto-foto Instagram. Saya pernah menggunakan widget Instagram. Lumayan membuat pembaca blog kepo dengan akun Instagram kita sih. Namun, saya hanya memakainya beberapa hari saja, kemudian saya lepas. Bikin blog menjadi naudubileh lemotnya!

Baca juga:  Makanan yang Dibawa Saat Mendaki Gunung

Pemilihan themes/tema tampilan blog juga berpengaruh pada pagespeed. Biasanya themes berbayar memiliki kelebihan di sini, lebih cepat loading page nya dibanding themes gratisan. Ada harga ada rupa lah ya.

– Pagerank

Pagerank juga merupakan indikator keberhasilan suatu blog. Semakin besar nilai pagerank, semakin bagus blog kamu. Semakin besar nilai pagerank, semakin keren blog kamu di mata search engine. Semakin besar nilai pagerank, semakin banyak website yang merujuk ke website kamu. Buka checkpagerank.net untuk mengetahui nilai pagerank blog kamu.

Website yang mempunyai pagerank tinggi biasanya mempunyai harga jual yang tinggi pula. Namun pagerank ini masih menjadi misteri bagi para blogger. Nilai pagerank terendah adalah 0, sedangkan tertinggi adalah 10. Bisa mencapai pagerank 3 saja sudah bagus banget. Bahkan, website sekelas detik.com pun ‘hanya’ mempunyai pagerank 6!

Sebenarnya masih banyak tools untuk mengukur keberhasilan suatu blog. Misalnya similarweb.com, worthofweb.com, dan lain sebagainya. Coba-coba aja semua. Asyik kok.

Melihat angka-angka statistik tersbut memang memacu semangat untuk terus menulis di blog. Seneng dong peringkat Alexa, pagespeed, pagerank, dan lain-lain bagus? Jika angka tersebut jeblok, justru bisa berefek sebaliknya. Kita menjadi bosan, merasa sepertinya tidak ada perkembangan berarti. Kemudian, kepikiran terus sampai merasa “Ah sudahlan, blog gue gini-gini aja. Ngapain dilanjutin lagi?”. Nah, itu adalah momen di mana seorang penulis diperbudak oleh blognya sendiri dan tersakiti oleh angka-angka statistiknya. Di saat seperti itu, saya selalu meyakinkan diri bahwa saya adalah tuannya, blog ini adalah piaraan saya. Blog yang harus nurut saya, bukan saya yang menghamba pada blog. Di saat inilah saya menjadi apatis dengan angka-angka statistik dan terus menulis apa yang ada di pikiran saya.

7. Musik yang otomatis menyala ketika blog dibuka itu TIDAK asyik

Pernahkah membuka blog, kemudian membuka tab baru untuk membuka website lainnya karena blog tersebut masih loading trus tiba-tiba muncul musik yang mengagetkan? Saya sering banget menjumpai blog seperti ini. Selain membuat kaget, pembaca kan terpaksa streaming musiknya kan? Streaming ini juga merupakan proses downloadupload lho. Kasian pembaca yang kuota internetnya terbatas dan kecepatannya tidak mumpuni, bandwidth dan kuota internetnya bisa tersedot gara-gara musik streaming otomatis ini.

8. Bangun komunitas

Banyak blog yang sukses karena pemiliknya sering blogwalking (berkunjung ke blog lain dan juga kadang meninggalkan komen). Banyak juga blogger sukses karena membentuk komunitas atau bergabung dengan komunitas blogger sehingga banyak yang berkunjung ke blognya. Membangun komunitas melalui sosial media juga dapat menarik pengunjung ke blog. Sayang sekali tingkat kemalasan saya yang luar biasa tinggi ini membuat saya jarang melakukan teknik ke-8 ini. Lebih tepatnya, saya punya pekerjaan tetap diluar travel blogger yang membuat saya tidak sering blogwalking. Akibatnya? Ya, tidak ada tambahan asupan kunjungan hehehe.

9. Mau komen kok dibikin repot sih?

Pernah kah menjumpai artikel blog yang bagus, trus kita mau komen, eh ternyata harus daftar dulu? Kan KZL. Akhirnya kita gak jadi komen deh. Nah, untuk menghargai para pembaca yang mau komen coba deh lebih dilonggarin dikit aja. Khusus WordPress, buka Dashboard – Setting – Discussion – Trus ilangin centang “Users must be registered and logged in to comment”. Paling tidak itu saja yang diilangin centangnya, sisanya sih terserah ya.

Ada satu lagi tips ngeblog yang bermanfaat: Desain grafis. Bukan syarat mutlak, tapi kemampuan dalam desain grafis dapat membantu mempercantik tampilan blog dan artikel. Kemampuan desain grafis juga memberi nilai plus, tapi bukanlah sesuatu yang wajib. Jadi tidak perlu dirisaukan. Jika kamu punya kemampuan ini, that’s great. Jika tidak, it doesn’t really matter. Teruslah menulis sesuatu yang menarik.

Itu tadi beberapa tips yang dapat saya bagikan. Percayalah, walaupun usia blog ini sudah lebih dari 4 tahun, saya masih merasa sebagai blogger pemula yang masih banyak belajar di dunia blog.  Tapi tak ada salahnya dong sharing ilmu yang tahu ke teman-teman semuanya? Siapa tahu bermanfaat. Oh iya, kalau ada tips lain yang bisa dibagikan, komen di bawah ya…

Banyak blogger yang bosan dan akhirnya meninggalkan dunia blog. Akibatnya, banyak blog yang mati suri atau malah mati beneran. Tips dari saya, selalu lihat poin 5 dan 6 jika kamu ingin blogmu bisa bertahan lama. Sangat disayangkan jika sesuatu yang kamu bangun dengan susah payah berakhir menjadi rongsokan di dunia maya. ya gak?

Well, sekali lagi anggaplah dirimu adalah sang tuan dan blogmu adalah piaraanmu. Jika piaraanmu kamu pelihara dengan baik, dia akan tumbuh dengan baik. Jika peliharaanmu kamu telantarkan, dia akan sekarat bahkan mati secara perlahan. Jika terlalu mengkhawatirkan kondisi peliharaanmu, berarti dia sudah berubah menjadi tuanmu dan kamu menjadi budaknya.

Eh… Gue risih nih dengan embel-embel WordPress.com, blogspot.com. tumblr.com, dan lain sebagainya di belakang nama blog gue. Bagaimana cara menghilangkan embel-embel tersebut sehingga kita akan mempunyai blog/website pribadi? Kita akan bahas di artikel selanjutnya. Tetap kepoin puppytraveler.com ya…. Cup cup muach….

SHARE

24 COMMENTS

  1. Biasanya masalah yang sering ditemui blogger pemula itu masalah konsistensi nulis. Karena biar bagaimanapun, kekuatan seorang blogger itu ya di konten yang menarik 😀 terlepas dari faktor yang lain 🙂

  2. Sesama penyuka gukguk dan traveling nih, hehe.. Minta masukan dong, http://www.pasangantraveling.com kebanyakan tulisannya di atas 1000 kata, karena memang bentuknya catper bukan artikel. Apakah oke atau harus dipecah-pecah jadi beberapa bagian ? Mau belajar sama travel blogger yang sudah pengalaman nih…

    • @Diana
      Salam kenal Diana.
      Blognya oke kok, suka ama tulisannya yang mengalir bak air, apalagi ditambah gambar2, makin ngiler berasa ikut jalan-jalan bareng mbak hehehe…
      Kalo liat skor di GTMetrix.com sih sudah lumayan. Dapet nilai page speed C
      Penyebab utama skornya tidak sampai B atau A karena faktor pemilihan theme dan widget-widget yang tidak perlu. Hanya perlu dikurangi widget-widget yang kurang penting kalau mau skornya naik. Sekali lagi, tidak ada masalah yang berarti dengan blog kamu. Saya buka blognya lancar-lancar saja. Jika kamu nyaman dengan yang sekarang, silakan, Jika kamu mau nurutin saran GTmetrix juga silakan 🙂

      • Wah, thanks masukannya. Berarti untuk tulisannya sendiri sudah oke ya ?! Hanya masalah widget yang kebanyakan ? Hmm.. coba nanti saya lihat lagi deh.
        Sip deh, terus berkarya ya mas, membantu para blogger…

    • @Muhammad Hanif FIkri
      Santai aja kak… Saya juga newbie kok.. Yang penting berbagi ilmu. Btw, saya juga masih harus banyak belajar dan berharap bisa share apa yang saya pelajari

  3. trims info dan masukan sementara saya masih pake blogspot gratis he he soalnya sama seperti yang dibahas tadi konsistensi nulis yang kadang timbul tenggelam

  4. Nemu secara tidak sengaja , seperti takdir he3 … lagi mencoba untuk belajar menulis tapi sudah grogi duluan , takut tulisan berasa air tumpah karena berantakan , Thanks buat tulisannya yang inspiratif Mas !!

    • @Nunung
      Sama2 mbak Nunung. Memang harus pede. Toh ini blog kita sendiri toh? Suka-suka kita dong. Kecuali blog punya orang, trus kita numpang nulis di situ, baru deh mikir-mikir hehehe..

      • Sudah coba menulis beberapa artikel travelling tapi malu-malu mau untuk dilihat & dibaca orang , asli takut di ketawain Mas ha ha ha … kalau ada waktu boleh di-intip yaaa

    • @ryan
      Kalo boleh komen ya Om
      1. Aku suka artikel pertama, tempat wisata baru yang gak banyak orang tau. Artikel kayak gini bener-bener membantu traveler lain dalam mencari info
      2. Walaupun banyak gambar, nilai pagespeed GTmetrix.com tinggi dan ijo royo-royo (nilainya lebih keren dibanding blog gw, hiks). Indikator yg bagus websitenya sehat dan gak bikin pembaca kesusahan loading blognya. Image compressing juga lumayan oke. Tapi kalo bisa gambarnya dicompress lagi jadi maksimal 100kb-an biar gak nyedot kuota internet pembaca. Hehehe
      3. Angle pengambilan fotonya kece punya!
      3. Entah kenapa, desain blognya agak-agak masih peru diper-chantique. Agak-gak kurang balance gimana gitu. Gede dibagian atas dan kiri. Tapi gakpapa kalo memang style-nya mau kayak gitu. Kemudian widget ‘Meta’ yang isinya ‘Site Admin – Log out Entries – RSS Comments – RSS WordPress.com’ kayanya gak perlu deh.
      4. Setting buat komen kalo bisa diperlonggar dong biar pembaca gak rempong kalau mau komen hehehe.. Caranya: ke ‘setting’, kemudian pilih ‘discussion’, kemudian hilangin centang di ‘Users must be registered and logged in to comment’

      Tetep terus semangat nulis ya om. Lihat terus statistik blognya buat hiburan karena banyak keyword-keyword lucu yang masuk ke blog hehehe

  5. Wah makasih om komenya mebangun ekali buat pemula kaya saya … langsung cuss dah benahin … jangan kapok ntar ane tnya2 lagi ya om

  6. halo, salam kenal. saya travel blogger pemula nih(baru berumur 4 hari :D) , om gimana ya cara meningkatkan SEO blog gratisan kaya punya saya?? thankss before. mampir2 om siapa tau suka hehehehehe..

    • @Jonathan
      Halo Jo, salam kenal. SEO itu selalu berkembang, algoritmanya selalu berubah-ubah. Kalau tips dari saya sih:
      1. Sertakan foto yang bagus dengan ukuran kecil
      2. Buat supaya load speed website ringan (buka gtmetrix.com)
      3. Buat artikel yang menarik sehingga pembaca betah
      4. Main keyword. Jangan terlalu dipaksakan. Banyak artikel saya yang main keyword malah tidak laku hahaha

  7. 3. Entah kenapa, desain blognya agak-agak masih peru diper-chantique. Agak-gak kurang balance gimana gitu. Gede dibagian atas dan kiri. Tapi gakpapa kalo memang style-nya mau kayak gitu. Kemudian widget ‘Meta’ yang isinya ‘Site Admin – Log out Entries – RSS Comments – RSS WordPress.com’ kayanya gak perlu deh.

    cara ngilangin yg ga perlu ini gmna mas

    thanks

  8. Paling penting memang tulisan. Because content is king.
    Tapi sebagus apa pun tulisan kita, apalagi kalau tidak ada pembaca setia, tanpa menerapkan tips2 kakak kece ini, blog kita ga bakal kemana-mana.

    Thanks for sharing kak puppy, salam kenal dari virustraveling.com 🙂

  9. Hi mas! (bener ‘mas’ kan ya?)
    Thanks for the advice, artikel ini lumayan bikin saya semangat nulis lagi (walaupun sampai detik ini menulis masih tergantung mood haha). Boleh ya sharing sedikit 🙂

    Sepertinya bisa tambah satu lagi buat tipsnya: honest review. Buat saya honest review itu perlu untuk berbagi informasi dan meminimalisir hal-hal yang gak diinginkan (tapi ini tergantung isi artikelnya juga sih ya hehe). Well, saya ini masih newbie jadi ada beberapa kendala yg saya alami selama saya nyemplung di travel blogging, diantaranya:
    1. Mood (the biggest problem)
    2. Frekuensi traveling yg jarang banget (jadi gak ada bahan tulisan hehe)
    3. Isi konten (gimana sih biar menarik buat dibaca?)

    Monggo kritik dan sarannya untuk (blog)saya. Danke 😀
    [P.S: Masih banyak konten yang kosong di blog ini, don’t expect too much if you don’t mind to make a little visit] https://allabovemyhead.blogspot.co.id

    • @Mel

      Betul. Honest review emang lebih bagus daripada review palsu.
      Coba menjawab yang ini:
      1. Mood (the biggest problem)
      Semua penulis dari yang newbie sampai yang sudah lama mengalaminya. It’s normal.
      2. Frekuensi traveling yg jarang banget (jadi gak ada bahan tulisan hehe)
      Daerah sekitar bisa jadi bahan tulisan. Tips2 seputar traveling juga bisa jadi bahan tulisan.
      3. Isi konten (gimana sih biar menarik buat dibaca?)
      Banyak membaca, banyak ilmu menulis yang bisa diserap. Tak harus meniru gaya mereka, jadi diri sendiri lebih melegakan.

LEAVE A REPLY