Pulau Tunda, Surga Nemo yang Tetunda-tunda

6

Pulau Tunda merupakan sebuah pulau yang lumayan padat penduduk. Namun, fasilitas di pulau ini masih sangat minim. Listrik hanya menyala pada malam hari. Warung makan pun sangat jarang jumlahnya. Di pulau ini, hanya terdapat beberapa warung kelontong yang menjual mie instan, pop mie, dan snack. Juga emak-emak penjual nasi uduk yang menjualnya tergantung mood-nya dia, kadang hari ini jualan, kadang esoknya tidak jualan. Padahal kami membutuhkanmu maaaak…..

Sebagai pecinta pantai, terus terang pantai di Pulau Tunda ini tidak bisa mengangkat gairah saya. Jika kamu mendambakan pantai pasir putih yang WOW, lebih baik simpan keinginan tersebut jika berada di pulau ini. Namun jangan salah paham dulu, bukan berarti pantai di pulau ini tidak bisa menjadi ajang untuk narsis atau tidak bisa menjadi obyek fotografi. Hasil foto di pantai di Pulau Tunda tetaplah cantik. Entah mengapa hasil foto-foto di pantai di Pulau Tunda jadinya bagus, padahal kondisi pantainya… ya begitulah. Apalagi sunset-nya, wuih… killer banget!

Sunset di Pulau Tunda yang mengubah langit menjadi jingga (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

Terumbu karang Pulau Tunda lumayan tidak mengecewakan, walaupun keruhnya air begitu mengganggu jarak pandang. Berbagai macam jenis ikan dan terumbu karang hidup berdampingan di sekitar Pulau Tunda. Waktu itu, sekedar snorkeling dan freediving saja sudah cukup untuk melihat indahnya underwater di sekitar pulau ini. Seperti apa sih terumbu karang di Pulau Tunda?

Halaman selanjutnya adalah beberapa penghuni bawah laut Pulau Tunda.

1
2
3
4
SHARE

6 COMMENTS

  1. Kereeen tp jauuh bgt.,,, pas ke sawarna aja ampe 7 jam lbih, dari bandung.
    klo ksini dari sawarna brpa jam ya?

LEAVE A REPLY