Gunung Gede, Benarkah Gunung untuk Pemula?

9

1. Air Terjun

Ada beberapa air terjun (curug) yang akan kita lewati selama pendakian di Gunung Gede. Curug ini merupakan godaan terberat, seperti memanggil-manggil untuk didatangi. Bayangkan saja, badan gerah karena mendaki gunung, kemudian ada air terjun dengan air yang sangat bening mengalir di depan mata. Pengen rasanya telanjang kemudian menyebur ke air terjun tersebut. Tapi tidak. Saya harus mengejar waktu untuk segera sampai ke tempat camping di Kandang Badak. Bye!

Air Terjun di Gunung Gede
Air Terjun di Gunung Gede (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

2. Air panas

Air panas ini bentuknya mirip air terjun. Ada jalan setapak yang dipinggirnya tebing lumayan curam, diguyur air panas, dan kita harus melaluinya jika ingin menuju ke puncak. Harus! I mean, kita harus menerobos air panas ini sehingga badan dan sepatu kita basah. Jika menggunakan sepatu yang tembus air, siap-siap merasakan sensasi hangatnya air panas ini menggerayangi telapak kaki hehehe. Oh ya, yang berkacamata juga harus hati-hati karena uap air panas ini menyebabkan kacamata berembun. Blur maksimal tak kelihatan apa-apa!

Air Panas Gunung Gede
Kita harus melewati jalan setapak berbatu licin ini untuk menuju ke Puncak Gunung Gede. Air yang mengalir itu air panas, sedangkan sebelah kanan adalah jurang. (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

3. Hutan

Pernah dong lihat film Hollywood yang bercerita tentang dunia peri?Rumah peri selalu digambarkan berada di tengah hutan hijau dengan kicau suara burung, kilau sinar matahari yang menyelinap di antara pepohonan, dan bunga-bunga warna-warni bermekaran. Nah, hutan tropis Gunung Gede kira-kira seperti itu.

Mendaki Gunung Gede
Menyusuri hutan di Gunung Gede. Hella beautiful (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

4. Tanjakan Setan!

Tanjakan ini merupakan tanjakan paling curam di jalur pendakian Cibodas, Gunung Gede. Sudut kemiringannya hampir 90 derajat! Mendakinya saja harus memanjat tebing beberapa puluh meter dengan menggunakan tali. Berat? Tidak juga. Justru sangat meyenangkan. Bikin ketagihan malahan hehehe.

Tanjakan Setan Gunung Gede
Tuh perhatikan sudut kemiringan Tanjakan Setan di Gunung Gede ini. Sampai-sampai harus menggunakan tali untuk naik (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

5. Kawah

Seketika sampai ke puncak Gunung Gede, kita akan disuguhi pemandangan kawah yang bernama Kawah Lanang, Kawah Ratu dan Kawah Wadon. Bau kentut yang semerbak di puncak gunung seolah dimaklumi oleh para pendaki. Bau ini berasal dari asap belerang yang mengepul keluar dari dalam kawah. Coba bau kentut ini keluar dari dalam lubang pantat, bisa bikin ribut tuh hehehe…. Kepulan ini menunjukkan bahwa Gunung Gede sebenarnya masih dalam keadaan aktif. Betul?

Baca juga:  [All About] Jalan-jalan ke Kepulauan Seribu Jakarta
Kawah Gunung Gede
Kawah Gunung Gede. Cantik, bau, dan mematikan (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

6. Gunung Pangrango

Di seberang Gunung Gede, tampak sebuah kerucut puncak suatu gunung yang bernama Gunung Pangrango. Pendaki di Puncak Gunung Gede dan di Gunung Pangrango sepertinya cocok menyanyikan lagu RAN: Aku di sini dan kau di sana, kita memandang langit yang sama. Jauh di mata namun dekat di tivi *ngawur*

Gunung Pangrango
Puncak Gunung Pangrango di seberang Gunung Gede (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

7. Sunrise

Detik-detik mentari bangun dari cakrawala adalah momen yang sangat dinanti para pendaki gunung. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan sunrise di puncak gunung selain jaw-dropping. Senyum puas terkembang seiring munculnya matahari menyambut pagi. Rasanya menjadi pagi terindah dalam hidup. Lebay? Iya.

Sunrise Gunung Gede
Sunrise di puncak Gunung Gede ini membuka hari dengan senyum ceria (Follow juga Twitter @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

Sebenarnya ada beberapa obyek wisata di Gunung Gede lainnya, yaitu Telaga Biru dan Air Terjun Cibeureum. Selama pendakian melalui jalur Cibodas, kita akan melewati dua tempat wisata ini. Namun, karena keterbatasan waktu kami tidak sempat mengunjunginya. Someday, semoga bisa ke sana. Bersama kekasih. Hiks.

Setelah puas menikmati sunrise di puncak Gunung Gede, saatnya turun kembali ke tempat camping di Kandang Badak. Tiba-tiba “klek”, lutut kanan saya cedera. Padahal perjalanan masih panjang berjam-jam! Waduh, bisa-bisa trauma naik gunung lagi nih.

Saya pun harus turun gunung dengan tertatih-tatih. Untung saja ada seonggok kayu yang bisa membantu menopang tubuh saya. Karena hanya mengandalkan satu kaki, akibatnya kaki kiri pun ikut-ikutan cedera karena tak kuat menahan beban tubuh dan tas keril superberat. Pengen nangis rasanya. Nah lo, masih menganggap remeh gunung yang terkenal sebagai gunung yang cocok untuk pemula ini? Buktinya saya cedera *malah bangga*

Apakah cedera kedua ini bikin kapok naik gunung lagi? Oh… Tentu tidak… Pemandangan keren saat berada di atas gunung membuat saya ingin mendaki gunung lagi! Tentu saja dengan persiapan fisik yang lebih matang untuk menghindari cedera.

Baca juga:  Pagoda Watugong Semarang, Pagoda Tertinggi di Indonesia

Walaupun Gunung Gede terkenal sebagai gunung yang cocok untuk pemula, tetap saja kita tidak boleh meremehkan begitu saja. Buktinya, kaki saya bisa cedera *Hadeuh disebut lagi*. Buktinya, masih ada beberapa pendaki yang mengalami hipotermia (badan menggigil beku karena kehilangan panas). Buktinya, ada beberapa pendaki yang meninggal di Gunung Gede. Saya selalu teringat kata-kata senior saya di grup pecinta alam sewaktu SMA “Gunung tidak untuk ditaklukkan, melainkan untuk diajak bersahabat”

9 COMMENTS

  1. Kayaknya bisa dijadiin alternatif selain ke papandayan untuk pendaki pemula ya gunung gede ini 😀 Levelnya sih kayaknya lebih mudah Gunung Papandayan 😀

  2. Setuju, semudah apapun tracknya, gunung tetaplah gunung, pemula atau yang berpengalaman tetap harus punya persiapan untuk mengakrabinya.

LEAVE A REPLY