Pantai Soge, Pacitan: Datang, Makan Duren, Pulang

6
Pantai Soge Pacitan

“Like as the waves make towards the pebbl’d shore, so do our minutes, hasten to their end.” – William Shakespeare

Pacitan, Jawa Timur. “Jalan-jalan ke Pantai Soge yuk” ajak kakak saya yang seringkali malah lebih tau obyek wisata yang belum begitu terkenal dibanding saya. “Hah, di mana tuh Pantai Soge? baru denger” Tanya saya. “Di Pacitan, kemarin temenku abis ke sana foto-fotonya bagus banget, coba deh cari di Google” jawab kakak saya. Kirain Pantai di Pacitan itu cuma Pantai Klayar, Pantai Srau, Teleng Ria, dan Watu Karung. Eh ternyata ada satu lagi, Pantai Soge! Karena penasaran, saya pun googling untuk mencari tahu seperti apa sih Pantai Soge itu? (Follow juga Twitter  @puppytraveler, instagram @puppytraveler, atau like Facebook page Puppy Traveler ya)

“Busyet, ini bagus banget pantainya, mirip-mirip pantai di luar negeri” seru saya ketika melihat gambar-gambar Pantai Soge di internet yang mempunyai lebar pantai yang luas dan berada di pinggir jalan raya yang bagus khas pantai-pantai di luar negeri. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sewaktu melihat pantai ini di Google. Plus, ada jembatan yang bentuknya tak biasa. Langsung seketika malam itu juga, kami menelpon sopir langganan di Solo untuk mengantarkan kami menuju ke Pantai Soge keesokan harinya!

Kami sudah menduga bahwa sopir tersebut bakal kaget mendengar permintaan kami. Tapi kami juga sudah menduga bahwa dia maklum dengan kekejaman kami karena sudah berkali-kali kami dzalimi seperti ini hahaha… Itulah alasan mengapa kami selalu menyewa mobil dari sopir langganan kami tersebut. Bisa diandalkan untuk ngetrip dadakan hehehe

Malam itu pun kami langsung packing barang karena akan berangkat pagi-pagi buta menuju ke Pantai Soge. Seperti biasa kami membawa baju ganti karena kami memang senang nyebur di pantai dan berniat cibang-cibung di Pantai Soge.

Baca juga:  Trip ke Kepulauan Seribu Utara (Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Sekitarnya)

Hari itu pun tiba, kami bergegas menuju ke Pacitan di mana Pantai Soge berada. FYI, kami berangkat dari kota Solo. Sesampainya di Pantai Soge, kami langsung turun dari mobil dan foto-foto di jalan. Ya, belum juga kaki menyentuh pasir pantai, kami sudah foto-foto saja. “Ini persis seperti yang kami lihat di Google kemarin” batin saya. Persis banget!

Pantai Soge Pacitan
Belum juga nyampai ke pantainya, eh sudah turun ke jalan untuk futu-futu…

Kemudian kami pun memandangi laut. Seketika harapan itu sirna. Harapan untuk cibang-cibung di laut selatan hanya menjadi impian belaka. Apa pasal? Ombak di lautan gede banget bo’…

Ombak di Pantai Soge memang sangat indah dan besar. Pantai ini  pun sepertinya cocok untuk olahraga surfing karena ombaknya yang besar dan rata. Apalagi Pantai Soge mempunyai garis pantai yang panjang. Namun, sepertinya tak banyak surfer yang tahu tempat ini. Dan sepertinya tidak cocok untuk surfer pemula, sehingga pengunjung di sini pun rata-rata ya sekedar nongkrong-nongkrong saja menikmati indahnya Pantai Soge.

Pantai Soge Pacitan
Nongkrong-nongkrong di pinggir Pantai Soge juga asyik-asyik aja kok

Akhirnya, kami hanya duduk-duduk di pantai, menikmati keindahan Pantai Soge yang lumayan berpasir putih (walaupun tak putih-putih amat), dan tentu saja berfoto-foto narsis. Tak ada yang berani berenang karena memang ada papan peringatan yang bertuliskan di larang berenang di pantai ini. Huft…

Tiba-tiba pandangan kami tertuju ke seorang penjual akik di pantai. Ya, batu akik memang ngehits banget akhir-akhir ini. Tapi bukan itu yang menarik perhatian kami, justru beberapa buah durian yang bergelantungan di samping bapak penjual akik tersebut. Sebagai hamba durian, kami pun berbondong-bondong mendekati bapak itu. Serbu!!!

“Pak, duriannya dijual kah?”

“Iya dijual, tapi itu punya orang yang nitip jualan ke saya”

“Berapa harganya Pak?”

Baca juga:  Menghabiskan Weekend di Dieng, Negeri di Atas Awan

“Itu ada tulisannya”

Kami pun mengamati satu per satu label harga yang sudah ditempel di durian tersebut.

“Pak beneran, durian ini harganya tiga puluh ribu” kami memastikan kembali harga durian tersebut karena dengan ukurannya yang sangat jumbo, harganya terlalu miring!

“Iya, yang itu tiga puluh ribu”

“Gak boleh dua puluh ribu Pak?” tawar kakak saya dengan kejam padahal kami menyadari harga Rp30ribu untuk durian segede kingkong tersebut sudah terlalu murah.

“Wah belum boleh, dari sananya (yang nitip jual) sudah segitu. Saya cuma ambil lima ribu rupiah. Kalau mau ambil yang lebih kecil ada yang harganya dua puluh ribu kok”

Kami pun ketawa, padahal tadi cuma iseng nawar. Dengan harga segitu saja sudah pasti kami borong. Ya benar, kami memborong durian tersebut dengan total belanjaan kami sebesar Rp150.000. Berapa banyak tuh durian yang kami borong jika kisaran harganya Rp20.000-30.000/buah?

Di pinggir Pantai Soge, kami bongkar durian tersebut dan memakannya dengan rakus. Nyam.. nyam…nyam… sampai lupa bahwa tujuan kami ke sini adalah main-main di pinggir Pantai Soge, bukan makan durian seperti ini… Tak ada rotan, durian pun jadi lah eaaaakkk…

Pantai Soge Pacitan
Durian di sekitar Pantai Soge harganya sungguh mureeehh…

Setelah puas menikmati durian, kami segera bergegas menuju jembatan biru yang desainnya sangat modern. Jembatan ini berada persis di sebelah timur Pantai Soge. Di bawahnya mengalir sungai yang indah. Tentu saja hanya bisa melihat tanpa bisa merasakannya. Trip kali ini benar-benar “boleh dilihat, tak boleh dipegang” banget deh.

Jembatan Pantai Soge Pacitan
Jembatan biru Pantai Soge. Lumayan modern untuk daerah yang masih belum berbau metropolis

Setelah puas, kami pun memutuskan untuk pulang. Kali ini kami akan mencoba menyusuri jalan pintas. Ternyata, tak disangka tak dinyana, banyak sekali pohon durian yang ditanam oleh penduduk sekitar jalan pintas ini. Kami pun iseng bertanya ke salah satu penduduk yang mempunyai pohon durian yang sudah berbuah besar-besar.

Baca juga:  Empat Kali ke Goa Gong dan Masih Takjub

“Bu, duriannya boleh kami beli?”

“Boleh, silakan”

Wuih kami pun senang sekali mendengarnya.

“Berapa harganya Bu?”

“Tiga buah harganya lima puluh ribu”

What!!! Ini lebih murah dibanding yang di pantai tadi. Kami pun membeli lagi durian punya ibu tersebut. Sayangnya, si ibu hanya punya tiga buah, kalau punya lebih banyak lagi bakal kami borong lagi hahaha…

Halaman berikutnya: Di mana sih lokasi persis Pantai Soge? Bagaimana cara menuju ke sana?

1
2
SHARE

6 COMMENTS

  1. Pengen banget lewat jalur selatan pacitan yang ini! Kemarin udah niaat banget road trip lewat selatan jawa, terpaksa cancel karena hujan mulu. ngalah sama alam, takut longsor. Semoga summer ini bisa kecaaian dah 😀

LEAVE A REPLY