15 Barang yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

79
Barang Mendaki Gunung

Β “Life comes from physical survival; but the good life comes from what we care about.” – Rollo May

Membawa barang saat mendaki gunung itu memang gampang-gampang susah. Di satu sisi kita ingin membawa barang selengkap mungkin, di sisi lain isi tas kita terbatas untuk menampung barang-barang tersebut. Sebenarnya banyaknya barang bawaan ini tergantung dari berapa lama kita akan berada di gunung. Misi kita satu: bagaimana tetap bertahan hidup di gunung sampai kembali ke rumah dengan barang-barang yang kita bawa. Itulah seni mendaki gunung. Itu juga salah satu hal yang membuat kita ketagihan naik gunung. Tulisan ini hanya akan membahas barang-barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung, maksimal selama 2 hari berada di area gunung. Ada beberapa prosedur pendakian yang meliputi prosedur logistik, peralatan, perlengkapan, perjalanan, dan darurat. (baca: tips mendaki gunung untuk pemula). Barang-barang yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung yang saya rangkum dari prosedur tersebut antara lain:

1. Tas Gunung/Carrier/Keril Minimal ukuran 40 Liter
Mengapa bukan tas ransel saja? Bisa saja jika kamu hanya one day trip naik gunung, sampai di puncak sebentar, kemudian langsung turun ke bawah lagi dalam sehari. Yang menjadi masalah adalah ketika kita harus menginap/bertenda/camping di gunung, barang yang harus kita bawa pun menjadi banyak sehingga tak cukup hanya mengandalkan tas ransel saja. Bagaimana dengan koper? Hah, apalagi koper. Kalau jalan setapak di gunung terbuat dari porselen sih tidak masalah membawa koper hehehe. Jalan setapak di gunung lumayan terjal tjuy…
Semakin mahal harga tas gunung, biasanya semakin awet dan ringan. Saya dan teman saya pernah membandingkan antara tas carrier dengan ukuran yang sama namun harganya berbeda. Dalam keadaan kosong, tas yang harganya lebih murah, beratnya lebih menyiksa pundak ketika digendong. Tentu saja setelah diisi barang dengan jumlah yang sama akan mempunyai berat yang berbeda pula. Wajar sih, ada harga ada rupa. Silakan saja mau beli yang mahal atau yang murah, tak ada yang melarang. Oh ya, jangan lupa membawa cover bag tas untuk melindungi dari hujan. Biasanya sudah satu paket terdapat dalam tasnya.

2. Pakaian.
Jangan sampai salah memilih pakaian saat mendaki gunung. Jika salah, bisa-bisa mengalami hipotermia atau badan membeku parah karena kehilangan panas tubuh saat berada di gunung. Berdasarkan pengalaman saya, pakaian yang dibawa sebaiknya dibagi menjadi dua:
Pakaian untuk beraktivitas dan mendaki. Pilih pakaian yang tidak ketat dan menyerap keringat.
Pakaian untuk tidur. Pilih pakaian yang hangat dan bisa menahan panas.
Mengapa tidak sekaligus satu pakaian dipakai untuk kedua-duanya saja? Menurut saya jangan. Saat mendaki, tubuh kita mengeluarkan keringat yang luar biasa banyak. Hal ini disebabkan karena kelembaban di gunung yang sangat tinggi sehingga tubuh gampang sekali mengeluarkan keringat, walaupun hawa pegunungan sejuk/dingin. Keringat ini tanpa sadar akan tersimpan ke dalam pakaian tersebut. Siang hari mungkin tidak terasa di badan. Pada malam hari, keringat yang masih tersimpan dalam pakaian ini akan membuat pakaian menjadi dingin. Bukannya pakaian melindungi kita dari cuaca dingin, justru yang terjadi sebaliknya. Pakaian berkeringat tersebut membuat hawa dingin semakin dingin! Maka dari itu, siapkan pakaian hangat yang kering untuk dipakai saat tidur. Selain tentu saja pakaian khusus untuk tidur ini lebih memberi rasa nyaman dibanding menggunakan pakaian kotor dan basah akibat aktivitas mendaki tadi untuk tidur.
Daftar pakaian yang saya bawa saat mendaki adalah sebagai berikut (hasil saran para pendaki senior):
Jaket 2 potong: Jaket untuk tidur dan jaket yang digunakan saat mendaki gunung. Jaket yang cocok digunakan saat berada di gunung adalah jaket dengan kriteria bisa menahan dingin, air, dan angin (cold proof, water proof, wind proof).
Kaos minimal 2 potong: Satu potong untuk mendaki, satu potong untuk tidur. Sebaiknya kaos yang dipakai untuk tidur adalah kaos lengan panjang.
Celana panjang 2 potong: Satu potong celana yang agak longgar agar mendaki menjadi lebih mudah, satu potong celana dari wool hangat untuk tidur. Banyak yang menyarankan untuk menghindari celana jeans. Saya setuju dengan ini. Pertama kali mendaki gunung, saya menggunakan jeans. Waktu itu, internet masih belum seperti sekarang sehingga saya terlalu nekat mendaki tanpa informasi yang cukup. Apa yang terjadi? Mendaki menjadi susah, kaki cedera, juga nyaris hipotermia sampai-sampai tak mau jauh dari api unggun. Malam hari pun menggigil tak bisa tidur karena kedinginan.
Celana dalam minimal 2 potong: Untuk mendaki dan untuk tidur.
Sarung tangan 2 pasang: Ingat ya, dua pasang bukan dua potong, yaitu sarung tangan untuk mendaki dan untuk tidur.
Kaos kaki 2 pasang: Kaos kaki yang nyaman untuk mendaki dan kaos kaki yang hangat untuk tidur.
Kupluk/Balaclava 2 pasang: Saat mendaki, kupluk/balaclava sangat berguna untuk menyerap keringat sehingga tak perlu repot-repot menyeka keringat di kepala. Kupluk satunya lagi digunakan untuk melindungi kepala dari hawa dingin, khususnya bagian telinga yang mudah sekali kedinginan.
Sepatu gunung dan sandal gunung. Di beberapa tempat pendakian, kita diwajibkan mengenakan sepatu dan dilarang mengenakan sandal. Jadi, pastikan membawa sepatu sebelum mendaki gunung. Sandal gunung perlu dibawa untuk kepraktisan saat berada di area perkemahan.
Celana pendek (Opsional)
Sarung (opsional)
Buff/masker/scarf/slayer (opsional, menjadi wajib ketika gunung yang didaki mempunyai suhu sangat dingin)
Geiter (opsional, menjadi wajib ketika gunung yang didaki mempunyai suhu yang amat sangat dingin)
Handuk. Opsional karena bisa diganti dengan tisu basah/kering.

Baca juga:  Traveling adalah seni, Menurut Kamu?

3. Sleeping bag dan matras.
Matras dan sleeping bag sangat berguna untuk tidur. Beberapa pendaki senior menyarankan untuk melapisi matras dengan alumunium foil supaya lebih memberi rasa hangat saat tidur. Mungkin karena panas tubuh yang kita keluarkan terpantul kembali ke tubuh kita oleh alumunium foil? Bisa jadi.

4. Jas Hujan.
Jas hujan ini berguna untuk naik motor. Gak ding, bercanda. Jas hujan ini tentu saja berguna di kala hujan tiba. Letakkan jas hujan tersebut di tempat yang mudah dijangkau, sehingga ketika hujan tiba, langsung dapat dipakai seketika itu juga.

5. Alat makan
Alat makan wajib kita bawa jika kita ingin memasak di gunung. Alat makan tersebut antara lain piring, gelas, sendok, pisau kecil, kompor gas kecil, nesting, dan lain sebagainya. Namun, jika sekiranya kita tidak perlu memasak makanan di gunung, barang-barang ini juga tidak perlu dibawa karena lumayan memperberat barang bawaan. Jika hanya membawa makanan siap santap seperti ini, tentu saja akan mubazir jika membawa peralatan makan seperti yang telah disebutkan tadi.

6. Obat-obatan
Obat-obatan harus dibawa saat mendaki gunung. Ini merupakan bagian dari prosedur darurat (emergency) saat mendaki gunung. Obat-obatan tersebut antara lain obat luka luar (plester, alkohol, obat merah), obat flu, obat penghilang nyeri, obat anti alergi, multivitamin, minyak kayu putih, obat sakit perut, obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu, dan lain sebagainya. Obat-obatan favorit para pendaki adalah tolak angin/antangin cair, minyak kayu putih, dan salonpas/counterpain hehehe. Beberapa pendaki menyarankan membawa obat mencret seperti Entrostop untuk menahan berak saat di gunung. Berak di gunung itu lumayan rempong tjuy. Misi kita adalah bagaimana caranya obat-obatan ini tidak terpakai sama sekali, yang berarti sudah saatnya kita bersyukur karena diberi kesehatan dan keselamatan selama mendaki gunung.

Baca juga:  29 Tempat Wisata Keren di Bali

7. Korek api
Korek api sangat berguna untuk memasak saat di gunung. Korek api ini juga berguna jika kita ingin membuat api unggun. Hati-hati menggunakan korek api supaya tidak membakar hutan.

8. Senter/headlamp
Senter dan headlamp sangat berguna memberi pencahayaan di kala gelap. Senter dari handphone tidak cukup kuat untuk membantu menerangi jalan, jadi jangan mengandalkan cahaya dari senter handphone ya. Bawa senter beneran atau headlamp instead of senter hape. Bawa batere cadangan secukupnya. Pengalaman pribadi waktu mendaki malam hari (mengejar sunrise, sehingga harus mendaki malam hari dari lokasi camping), teman saya kehabisan batere, sehingga dia harus bergantung kepada cahaya teman lain, dan ini tentu saja sangat tidak nyaman karena cahaya dari senter kan sangat terbatas.

9. Tissue kering & tissue basah
Tisu ini berguna untuk membersihkan segala hal, mulai dari membersihkan baju, piring, gelas, membersihkan badan, untuk cebok, dan lain sebagainya. Menurut saya tisu basah sangat wajib dibawa mengingat tisu basah ini memberi efek segar untuk membasuh muka, untuk mandi kering, dan untuk cebok setelah berak. Selain itu, tisu basah ini pada umumnya mengandung zat antibakteri yang berguna untuk menjaga kebersihan tubuh kita dari kuman.

10. Baterai cadangan
Baterai cadangan yang harus kita bawa adalah baterai senter, baterai GPS (jika punya), baterai kamera, dan lain sebagainya. Bawa baterai cadangan dalam jumlah yang cukup banyak. Selain untuk diri sendiri, baterai cadangan juga bisa berguna bagi rekan yang membutuhkan. Toh ukuran baterai ini juga kecil sehingga membawa dalam jumlah cukup banyak pun tidak masalah. Asal jangan terlalu banyak tentu saja hehehe.

Baca juga:  Gunung Munara: Dekat Jakarta, Asyik Pula

11. Kantong plastik untuk sampah dan pakaian kotor/basah.
Kantong plastik pakaian kotor/basah sangat penting supaya tidak tercampur dengan makanan, obat-obatan, dan pakaian yang bersih. Sedangkan plastik sampah untuk menampung dosa-dosa akibat kita menghasilkan sampah di gunung.

12. Trekking pole
Awalnya saya mengira tongkat trekking pole ini opsional untuk dibawa. Berat-beratin bawaan saja. Sekarang, saya menganggapnya sebagai barang yang wajib dibawa. Kita tidak bisa merencanakan bahwa kaki kita akan baik-baik saja saat mendaki gunung. Bisa jadi karena ketidaksengajaan, kita mengalami cedera/terkilir/keseleo (pengalaman pribadi). Nah, kalau begini siapa yang akan menolong kita selain diri kita sendiri? Mau merepotkan teman? Teman kita juga kerepotan bawa diri sendiri dan barang bawaanya keleus hehehe… Trekking pole akan sangat membantu mengurangi beban kaki kita. Saat mendaki, semua beban rasanya seperti bertumpu pada kaki kita. Nah, beban ini bisa dibagi ke lengan dengan menggunakan trekking pole.

13. Tenda
Jika kita menginap di gunung, tentu saja tenda ini wajib hukumnya untuk dibawa. Tenda ini akan melindungi kita dari angin, hujan, dingin, binatang, dan gangguan-gangguan lainnya. Pastikan dalam rombonganmu saat naik gunung, apakah perlu membawa tenda sendiri atau tidak (dalam artian satu tenda bisa digunakan bareng-bareng), mengingat tenda ini lumayan memperberat barang bawaan.

14. Makanan/Minuman dan logistik lainnya
Makanan dan minuman juga menjadi barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung. Kalau di puncak gunung ada minimart sih tak perlu membawa banyak makanan, yang menjadi masalah adalah di atas puncak gunung seringkali hanya terdapat hamparan pasir dan tanaman semak. Mau makan pasir/semak-semak? Silakan hehehe. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung. Daftar makanan tersebut selengkapnya dapat dibaca di sini.

15. Lain-lain
– Kacamata. Terkadang kita membutuhkan kacamata untuk melindungi mata dari debu dan matahari. Selain untuk gaya tentu saja hehehe.
– Benang, peniti, dan jarum juga penting lho buat jaga-jaga ketika tasmu bermasalah. Misalnya nih ya, tasmu jebol saat di puncak gunung. Apa yang akan kamu lakukan?
– Peralatan navigasi seperti GPS atau kompas.
– Uang untuk biaya retribusi dan biaya lainnya.
– Kartu asuransi kecelakaan/asuransi jiwa/asuransi kesehatan

Ada ide lain barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung? Sila isi komentar di bawah.

SHARE

79 COMMENTS

  1. Yang sering kelupaan itu bawa headlamp, sebelnya ketahuan setelah sampe di gunung 😐 kalau trekking pole jarang bawa, pake kayu nemu di gunung aja seringnya πŸ˜€

    • @Fahmi
      Yoi broh.. kadang nemu aja kayu di gunung buat ganti trekking pole. Kmrn temenku ada yg cedera otot paha trus pas gak ada kayu di sekitar. jadi kasihan jalan kaki tertatih-tatih hehehe

  2. horeeeee, bentar lagi mau naik gunung, perdana, insya Alloh. makasih ka, infonya sangat membantu buat persiapan…. πŸ™‚ (y)

  3. bawa pasangan juga boleh gan biar pas di puncak gak ngenes liat orang sama pacarnya wkwkwkwkwkwkw :v

  4. Mental dan fisik juga mesti disediakan. Hahaha.
    Pada dasarnya aktivitas outdoor itu mengandung banyak risiko, sehingga dibutuhkan pengetahuan bahkan pemahamam baik dari segi teori hingga pada tataran perlengkapan. Dan di atas, nyaris lengkap dipaparkan. Saya juga senang berpetualang. Bahkan sampai 21 hari di gunung. Hahaha.

    Salam.

  5. thanks infonya bang, kurang lengkap tapi bang untuk Tips membujuk cewek biar mau naik gunung bareng kan juga penting bang. hahaha

  6. Makasih bang infonya. Btw kalo udh kena hipotermia pas lagi muncak gimana? Kyknya mengerikan tuh-_-. Hehe maaf saya blm pernah hiking jd msh mau belajar teoriΒ²nya dulu

  7. Oh iya mau tanya juga kak. Untuk pakaian, kalau hiking 5 hari kira-kira butuh berapa pasang baju ya ?? Thanks sebelumnya kak.

  8. Makasih kak infonya. Lumayan lama nih gak muncak lagi… Biasa sama grup sekarang mo berdua aja bareng pasangan. Jadi mantep aj nih pengetahuan apa2 aja yang musti dibawa…
    Nice post. Like it kak.?

  9. Wah sangat membantu artikelnya, besok ngajak cewe, trus cewe nya di masukin didalem carrier aja biar ga ngerepotin hahhaha.

  10. Assalamualaikum.. salam kenal smuanya..
    Saya ada rencana hiking mt.Prau bulan oktober..
    ini pertama x nya sih, jd jujur aja msh was-was.. thq y kak bwt infonya.. manfaat banget..

  11. mantap artikelnya. ?.. dan yg pasti jgn lupa doa dan minta restu buat yg di tinggal di rumah. .biar greget.?. .. oya biar gk repot bawa makanan mending hiking nya sambil puasa aja guys. . .??

LEAVE A REPLY