Makanan yang Dibawa Saat Mendaki Gunung

2
Makanan yang dibawa saat Mendaki Gunung

“Life is continuously being hungry. The meaning of life is not simply to exist, to survive, but to move ahead, to go up, to achieve, to conquer.” – Arnold Schwarzenegger

Makanan menjadi senjata utama kita untuk bertahan hidup saat berada di gunung. Namun, membawa makanan juga dapat menjadi suatu hal yang dilematis ketika naik gunung. Di satu sisi, kita ingin membawa makanan dan minuman yang banyak. Di sisi lain kita hanya mempunyai kapasitas tas yang terbatas untuk menyimpan makanan tersebut. Di satu sisi kita ingin membawa makanan dalam kemasan plastik supaya praktis, di sisi lain kita akan kerepotan membawa sampahnya karena tidak diperbolehkan membuang sampah sembarangan di gunung. Lalu makanan apa saja sih yang harus kita bawa saat naik gunung?

Sebenarnya ini masalah preferensi. Sebagai penganut Lazy Traveler’s Paradigm, saya sangat malas jika harus memasak makanan di gunung. Bayangkan saja kita harus membawa kompor, bahan bakar, bahan makanan mentah, beras, dan lain sebagainya. Kecuali pendakian butuh berhari-hari, bahan mentah tersebut memang wajib dibawa. Kalau hanya semalam di puncak gunung sih, ogah banget harus rempong membawa barang-barang seperti itu. Yah, sekali-kali puasa semalam makan makanan yang “normal”. Untuk mengakalinya, bawalah makanan yang mengenyangkan, berkalori/karbohidrat tinggi, dan berprotein tinggi karena mendaki gunung itu sangat melelahkan sehingga tubuh membutuhkan asupan makanan dan minuman yang cukup. Daftar makanan matang dan siap santap tersebut antara lain:

1. Telur rebus matang secukupnya.

Telur rebus merupakan makanan yang kaya nutrisi. Kandungan protein yang tinggi di dalamnya dapat membantu pemulihan otot yang bekerja keras saat mendaki. Telur juga mengandung vitamin B dan lemak yang tinggi untuk membantu tubuh dalam memproduksi energi. Selain itu, Vitamin B dalam telur juga membantu dalam mengatasi kelelahan. Menurut saya, telur rebus ini WAJIB DIBAWA PAKE BANGET. Tapi perlu diingat, makan telur juga bikin tenggorokan seret dan cepat haus. Pastikan terlebih dahulu kamu punya minuman yang cukup untuk mengatasinya.

2. Coklat coki-coki dan coklat batangan.

Baca juga:  Menghabiskan Weekend di Dieng, Negeri di Atas Awan

Selama mendaki, kita membutuhkan camilan yang praktis dan memberikan sumber energi. Coklat dan coki-coki mengandung kalori yang tinggi yang memberikan bahan bakar bagi tubuh kita saat mendaki. Tempatkanlah makanan ini di tempat yang mudah diambil, seperti di saku celana, jaket, atau tas, sehingga saat kelaparan langsung bisa diambil.

3. Biskuit/roti.

Biskuit/roti juga dapat menjadi sumber karbohidrat yang membantu tubuh dalam menghasilkan energi. Selain itu, biskuit/roti juga terbuat dari bahan-bahan bergizi tinggi seperti telur dan susu. Banyak yang menyarankan membawa selai kacang juga. Ide yang bagus memang untuk menambah sumber energi. Namun demikian perlu diperhatikan kemasannya. Lebih baik membawa selai dalam kemasan yang enteng bukan kemasan kaca yang malah memperberat barang bawaan.

4. Kacang-kacangan.

Makanan ini dapat menjadi camilan yang lumayan asyik saat berada di gunung. Selain itu, makanan ini juga menjadi sumber energi yang bagus. Bawa kacang-kacangan yang sudah dikupas, seperti kacang bawang, untuk meminimalkan sampah yang dibawa. Namun, perlu diingat bahwa mengkonsumsi kacang-kacangan, telur, dan makanan kering lainnya juga menyebabkan cepat haus. Pastikan sekali lagi kamu memiliki minuman yang cukup.

5. Permen.

Kecil-kecil cabe rawit, itulah permen saat naik gunung. Walaupun kecil, permen mengandung air dan gula yang cukup membantu suplai kebutuhan akan zat tersebut ke dalam tubuh. Permen juga dapat membantu mengatasi kebosanan. Banyak yang menyarankan membawa permen buah-buahan yang manis. Kalau saya sendiri lebih memilih membawa permen mint karena memberi efek segar di mulut.

6. Keju.

Karena membawa susu saat naik gunung menjadi hal yang lumayan merepotkan, kita bisa menggantinya dengan membawa keju. Produk olahan susu ini sangat disarankan untuk dibawa karena merupakan sumber makanan yang padat, kecil, namun bergizi tinggi. Menurut artikel ini, satu pon keju memiliki protein dan lemak yang sama jumlahnya dengan satu galon susu! Wow! Sedangkan lemak dan protein sendiri merupakan sumber energi yang baik untuk tubuh.

7. Air minum.

Ketahui terlebih dahulu apakah gunung yang akan didaki mempunyai sumber air atau tidak. Jika tidak, maka kita harus siap membawa air minum dalam jumlah yang sangat banyak, dan ini berarti harus mengorbankan barang bawaan lainnya. Jika gunung yang didaki terdapat sumber air minum, maka air minum yang kita bawa bisa lumayan berkurang, karena jika kehabisan air minum, dapat mengambil air minum dari sumber mata air yang berada di gunung. Pastikan kamu minum dalam jumlah yang cukup karena jika kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang dampaknya justru memperparah keadaan dan berimbas ke masalah tubuh yang lain. Ciri-ciri kamu kekurangan cairan tubuh gampang kok. Perhatikan bibir kamu, jika sudah mulai kering, saatnya minum air yang banyak.

Baca juga:  Review Kamera Underwater Nikon AW130

Kopi, teh, jahe, cereal, susu kental manis, dan sejenisnya merupakan minuman yang sangat nikmat diminum di gunung. Namun harus diingat bahwa ada konsekuensi yang harus dibayar dengan membawa minuman ini, yaitu harus membawa termos berisi air panas atau kompor untuk memasak air di gunung dan membawa balik sampah plastiknya.

8. Buah-buahan.

Makanan ini opsional untuk dibawa. Manfaat buah-buahan juga penting saat naik gunung. Vitamin, air, dan seratnya dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan mengurangi dehidrasi. Sampah yang kita buang pun dapat terurai oleh alam (jangan lupa memendam sampahnya dengan tanah, bukan dibuang begitu saja). Namun membawa buah-buahan juga gampang-gampang susah. Sebaiknya menghindari buah-buahan yang gampang penyok dan hancur karena jika kita masukkan ke dalam tas. Biasanya para pendaki menyarankan membawa buah-buahan yang telah dikeringkan. Jika memang ingin membawa buah-buahan segar, banyak pendaki yang menyarankan untuk membawa buah apel, jeruk, atau pir. Kalau saya pribadi cenderung menghindari membawa buah-buahan segar karena memperberat barang bawaan. Toh tidak ada salahnya puasa beberapa hari tidak memakan buah-buahan segar hehehe.

9. Bagaimana dengan mie instan?

Menurut saya, mie instan adalah makanan “setan” saat berada di gunung. Dingin-dingin, paling enak makan mie instan panas.  Makanan ini sebenarnya gizinya agak kurang, tapi begitu menggoda dan mengenyangkan. Sebisa mungkin tidak perlu dibawa. Jikalaupun harus di bawa, buang plastik bungkus mie instan sebelum naik gunung untuk mengurangi sampah bawaan. Jika ingin praktis, bisa membawa pop mie/mie gelas, dan sejenisnya. Sekali lagi harus diingat konsekuensinya, yaitu harus membawa termos berisi air panas atau kompor untuk memasak air di gunung dan membawa balik sampah plastiknya.

Baca juga:  14 Tempat Wisata Paling Romantis di Indonesia

10. Bagaimana dengan nasi?

Saya juga menyadari sebagai orang dengan “perut Indonesia”, memakan nasi adalah sesuatu yang wajib. Tidak kenyang jika perut tidak diisi dengan nasi. Akan tetapi, membawa nasi juga sesuatu yang dilematis. Nasi yang sudah dingin rasanya juga sudah tidak nikmat. Apalagi jika nasinya menjadi basi. Jika ingin menanak nasi di gunung, maka harus diperhatikan juga konsekuensinya: harus membawa beras, kompor kecil/nesting, dan bahan bakar untuk menanaknya. Pilih mana?

Sekali lagi perlu diingat, mengkonsumsi kacang-kacangan, telur, dan makanan kering lainnya menyebabkan cepat haus. Pastikan terlebih dahulu kamu membawa minuman yang cukup, atau dekat dengan sumber mata air sehingga tak perlu kawatir jika merasa haus. Jika di gunung tidak terdapat sumber mata air, harus disesuaikan dengan mengurangi makanan yang menyebabkan cepat haus tersebut dan menggantinya dengan makanan dengan kandungan air yang tinggi (seperti buah-buahan segar) dan membawa tambahan air.

Sebisa mungkin membuang platik kemasan makanan sebelum mendaki gunung. Masukkan makanan dalam kaleng/tempat makanan, kecuali coklat/coki-coki yang ditaruh di tempat yang mudah di ambil saat mendaki. Atur seringkas mungkin sehingga tidak memakan tempat, tidak tercampur aduk, dan tidak membawa banyak sampah. Seriously, males banget saat turun gunung harus membawa banyak sampah. Kalau begitu tinggalkan saja sampahnya di gunung, repot amat sih. Hmm, kalau meninggalkan sampah di gunung berarti kamu belum siap naik gunung, mendingan main ke mall saja, mau buang sampahnya lebih gampang karena sudah disediakan tempat sampah. Lebih tidak repot kan?

Menurut kamu, makanan yang cocok untuk dibawa saat mendaki gunung apa saja?

Baca juga Tips Mendaki Gunung dari Pemula untuk Pemula

SHARE

2 COMMENTS

  1. Nasi mungkin bisa di bawa menggunakan termos nasi yg ukuran kecil.(termos yg biasa di gunakan tim medis silat/bola buat tempat es.)
    “””

    • @anggoro 313

      Nah ide bagus nih. Daripada masak-masak di atas gunung. Soalnya ada beberapa gunung yang dilarang menyalakan api selama pendakian untuk mencegah kebakaran hutan

LEAVE A REPLY