Nusakambangan Ughlala

4
benteng Portugis Nusa Kambangan
Sisa-sisa benteng Portugis di Nusa Kambangan

Berangkat dari Stasiun Kota Jakarta, kami menggunakan Kereta Api Kelas Ekonomi Serayu menuju Purwokerto. Beberapa teman turun di stasiun Maos karena jaraknya yang lebih dekat dengan Cilacap, sedangkan kami lebih memilih turun di Purwokerto yang jaraknya sekitar 2 jam dari Cilacap karena pertimbangan ingin menginap di rumah salah seorang sahabat kami di Purwokerto.

Sudah lama saya tidak naik kereta ekonomi. Perubahan besar telah dilakukan oleh PT KAI dengan pelayanannya yang bisa diacungi jempol. Walaupun kelas ekonomi, Kereta Api Serayu lumayan nyaman. Di dalam gerbong KA Serayu telah dilengkapi dengan AC dan colokan listrik. Pedagang asongan yang berisik, tukang bersih-bersih lantai yang hanya menyemprot Bayfresh dan menyapu seadanya, pengamen yang terkadang suka memaksa dan membangunkan kita saat tidur, sudah tidak ada lagi. Plus, petugas di dalam kereta beberapa kali memberikan kita kantong plastik untuk menampung sampah sehingga tidak mengotori lantai kereta. Salut! Namun demikian, untuk kenyamanan tempat duduk tidak boleh protes ya, namanya juga kelas ekonomi. Tempat duduknya masih sempit berhadap-hadapan khas kereta ekonomi. Tarifnya sendiri amat sangat murah. Waktu itu, hanya dengan Rp70.000 rupiah, kami sudah mendapatkan tiket pulang pergi Jakarta-Purwokerto/Cilacap. Ya, hanya Rp70 ribu rupiah PP!!! Murce banget kan?

Kami menuju ke Pantai Teluk Penyu di Cilacap sebagai pelabuhan penyeberangan ke Nusa Kambangan. Penyeberangan dari Teluk Penyu ke Nusa Kambangan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan kapal kayu kecil. Waktu itu, pemilik perahu mendatangi rombongan kami untuk mengantarkan kami ke Nusa Kambangan. Mereka menawarkan jasa penyeberangan ini dengan tarif Rp20.000 pulang pergi. Kami sebenarnya tahu bahwa tarif pada umumnya adalah Rp10.000-15.000 PP. Namun, kami sengaja menerima tawaran bapak tersebut tanpa ada proses tawar menawar karena ada motif sosial di balik trip ini eaaaak….

Ada beberapa loket yang harus kita bayar sebelum memasuki Nusakambangan. Loket pertama adalah loket penjualan tiket masuk ke Pantai Teluk Penyu seharga Rp5.000/orang. Loket kedua adalah loket di pelabuhan penyeberangan di Pulau Nusa Kambangan dengan tarif Rp5.000/orang untuk sekali masuk. Pssst.. Kalau capek jalan kaki, disediakan semacam kereta kelinci dengan tarif lumayan murah untuk menuju titik-titik wisata di Nusa Kambangan!

So, selamat datang di Nusakambangan untuk berwisata, bukan sebagai narapidana. Eaaak…

1
2
3
SHARE

4 COMMENTS

  1. Dari berita berita nusa kambangan ini kedengaran begitu serem, e tapi setelah baca tulisan ini malah jadi pengen datang kesana, ada banyak tempat seru ya disana 😀

    • @Fahmi
      Betul bro… Nusakambangan selalu identik dengan penjara yang serem, kenyataanya lumayan serem juga sih peninggalan benteng Portugis di sini. Maksudnya bentengnya yang kurang terawat menimbulkan efek serem2 dramatis hehehe. Tapi jalan-jalan ke Nusakambangan tetep asyik…

LEAVE A REPLY