Pulau Air, Pulau yang Tak Tampak di Peta!

0
Pulau Air Kepulauan Seribu
Ini yang terjadi ketika tongsisnya malah selfie sendiri

“Do what you fear and fear disappears.” – David Joseph Schwartz

Kepulauan Seribu, Jakarta. Sudah sejak lama saya ingin memperkenalkan Kepulauan Seribu ke kakak dan keponakan saya. Namun, waktu selalu menjadi kendala. Entah saya yang sibuk, atau kakak/keponakan saya yang sibuk. Suatu ketika, ulang tahun kakak saya yang ke-45 rupanya menjadi waktu yang tepat di mana kami bertiga: saya, kakak saya, dan keponakan memiliki waktu longgar yang sama. Akhirnya kami sepakat untuk merayakan ulang tahun kakak saya di pulau terindah di Kepulauan Seribu, Pulau Air. Pulau ini sampai saat ini menurut saya masih menjadi pulau paling bagus di Kepulauan Seribu. Mengapa?

Setiap ke Pulau Seribu, selalu saya sempatkan mengunjungi Pulau Air. Pulau ini sangat indah. Sejauh mata memandang hanya tampak gundukan pasir putih dan biru muda air laut. Waktu itu hanya ada kami bertiga dan sepasang kekasih, seorang laki-laki bule Austria dan seorang perempuan WNI. Sepasang kekasih tersebut adalah geng kami juga. Kami bertemu di kapal dan saya mengajak mereka untuk bergabung bersama kami menjelajahi Pulau Air dan sekitarnya. Lumayan kan bisa berbagi kebahagiaan (baca: berbagi biaya perjalanan) bersama mereka? hehehe…

Pulau Air, Kepulauan Seribu
Pengen nyebur gak sih kalau melihat laut seperti ini?

Kunjungan ke Kepulauan Seribu kali ini juga saya manfaatkan untuk memperkenalkan keponakan saya yang masih SMA tentang dunia bawah laut. Mengapa saya memilih Pulau Air sebagai pulau pertama yang saya kenalkan ke keluarga saya tersebut? Karena terumbu karang di Pulau Air menurut saya paling bagus di Kepulauan Seribu. Saya ingin membuat mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Ini adalah kali pertama kakak saya dan keponakan saya snorkeling. Kakak saya yang jago berenang ternyata sangat cemen ketika berada di laut. Walaupun sudah menggunakan rompi pelampung, dia kembali lagi ke kapal dan bergelayutan di kapal setelah berenang beberapa meter. Hal ini berbeda dengan keponakan perempuan saya. Walaupun baru pertama kali snorkeling, dia sudah berani saya ajak menjauh dari kapal, dengan menggunakan pelampung tentu saja karena ini pertama kalinya mereka snorkeling. Beda banget dengan waktu pertama kali saya snorkeling, yang selalu panik ketika berada di laut, keponakan saya sangat tenang dan merasa nyaman ketika berada di laut. Saya sangat bangga memiliki keponakan saya ini. Ketika kami berada di pantai yang lumayan cetek, saya tantang keponakan saya tersebut “Berani gak snorkeling tanpa pelampung?”. Dia menjawab “Berani saja”. Kemudian saya ajari keponakan saya tersebut snorkeling tanpa menggunakan pelampung. Dalam beberapa menit, dia sudah bisa snorkeling tanpa meggunakan pelampung.

Baca juga:  Suatu Musim Panas di Tybee Island
Nemo imut di Pulau Air, Kepulauan Seribu
Nemo imut di Pulau Air, Kepulauan Seribu

Pulau Air jaraknya sangat dekat dengan Pulau Pramuka. Tapi ketika dicari di Google maps, pulau ini tidak terlihat di peta, hanya tampak lautan biru saja! Nah lho, kok bisa?

Halaman selanjutnya, di mana lokasi Pulau Air dan cara menuju Pulau Air?

1
2
SHARE

LEAVE A REPLY