Mencari SKCK Sampai ke Sam Poo Kong, Semarang

3
Sam Poo Kong
“If there were no immortality there would be no need for temples. There would be no need for eternal marriage if there were no eternity.” – Gordon B. Hinckley

Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. Judulnya agak absurd ya? Mencari SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian kok di klenteng Sam Poo Kong? Bukannya mencarinya di kepolisian, malah mencarinya di klenteng. Memang mau mencari Surat Keterangan Catatan Klenteng? Hehehe… Untuk memperingati imlek, kita bahas tentang jalan-jalan ke klenteng Sam Poo Kong yuk. Berikut adalah pengalaman saya waktu berkunjung ke Sam Poo Kong dan juga sedikit cerita tentang sejarah Sam poo Kong.

Begitulah nasib seorang pencari SKCK seperti saya. SKCK sebagai syarat beasiswa sekolah. Pertama harus mencari surat rekomendasi ke Polsek, kemudian Polres, Polda, sampai Polri di Jakarta. Karena ber-KTP Jawa Tengah, saya harus mencari rekomendasi SKCK ke Polda Jawa Tengah yang berada di Semarang. Administrasi berlapis-lapis seperti ini bikin kepala barbie pucyiiing. Karena tak mau rugi harus mencari surat rekomendasi SKCK di Semarang, saya pun mencari tahu obyek wisata terkenal yang berada di Semarang.  Dengan waktu yang amat sangat terbatas, saya hanya bisa mengunjungi satu tempat wisata saja. Pilihan pun jatuh pada Sam Poo Kong, sebuah klenteng megah di Kota Semarang.

Sam Poo Kong
Gerbang Megah yang justru letaknya di belakang komplek Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong juga dikenal dengan nama Klenteng Gedung Batu. Nuansa China tampak begitu terasa seketika memasuki area klenteng. Bangunan khas China dengan warna merah dan asesoris pelengkapnya tampak begitu cantik. Setelah masuk dan mengamati satu per satu bagian dari klenteng Sam Poo Kong, kita bakal menyadari bahwa klenteng ini merupakan akulturasi budaya China – Jawa – Buddha/Kong Hu Cu/Tao – Islam.

Baca juga:  Selat Solo "Mbak Lies"

Komplek Sam Poo Kong mempunyai luas sekitar 3,2 hektar. Menurut saya, komplek Sam Poo Kong termasuk salah satu komplek peribadatan bernuansa China termegah di Indonesia. Di dalam komplek ini, terdapat beberapa bangunan utama, antara lain Sam Poo Kong sebagai bangunan tertua, Tho Tee Kong, Kyai Juru Mudi Temple, Kyai Jangkar Temple, Kyai Cundrik Bumi Temple, dan Mbah Kyai Tumpeng. Di lihat dari namanya, tampak begitu jelas akulturasi budaya China dan Jawa di kuil Sam Poo Kong. Nuansa China tampak dari bangunan, ukiran, patung-patung, lampion, dan segala asesoris bangunannya. Sedangkan nuansa Jawa tampak dari penamaan beberapa altar di dalam klenteng Sam Poo Kong ini.

Patung Cheng Ho Sam Poo Kong Semarang
Patung Laksamana Cheng Ho yang berdiri di kuil tertua yang bernama sama dengan nama kompleknya, Sam Poo Kong

Sejarah Sam Poo Kong diawali ketika seorang Laksamana muslim bernama Cheng Ho (Atau sering juga disebut Zheng He) tiba di Semarang antara tahun 1400-1416. Cheng Ho membangun tempat ibadah kecil yang akhirnya runtuh karena tanah longsor. Sejarah Sam Poo Kong berlanjut dari pemilik satu ke pemilik lainnya. Dari adanya pungutan sampai dibebaskannya pungutan bagi orang-orang ang ingin beribadah di dalamnya. Untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Ho, di area komplek Sam Poo Kong di bangun sebuah patung yang menggambarkan sosok seorang Laksamana Cheng Ho.

Laksamana Cheng Ho lahir di Kunyang, Yunan, China pada tahun 1371. Beliau mengemban tugas dari Kaisar Yong Le (Dinasti Ming) untuk memimpin armada ke negara-negara lain sebagai duta perdamaian. Laksamana Cheng Ho akhirnya meninggal pada tahun 1435 dalam perjalanan pulang ke China dari India.

Relief naga di Sam Poo Kong Semarang
Relief naga di Sam Poo Kong

Selain kuil, di dalam klenteng juga terdapat pohon unik yang batangnya menyerupai rantai atau kepang rambut. Konon, batang pohon yang berbentuk rantai ini digunakan sebagai pengganti tambang kapal jika dalam keadaan darurat. “Rantai” ini tampak menjuntai dan melilit-lilit yang justru mirip rambut Rapunzel hehehe…

Baca juga:  Skydiving di Ketinggian 14 Ribu Kaki
Pohon berbentuk rantai di Sam Poo Kong
Pohon berbentuk rantai di Sam Poo Kong

Above all, tempat ini adalah tempat ibadah. Jadi, sebaiknya tetap menjaga tata krama selama berkunjung ke  Sam Poo Kong.

Lokasi Sam Poo Kong

Kleteng Sam Poo Kong beralamat di Jl. Simongan Raya No. 129, Semarang, Jawa Tengah atau di sekitar koordinat -6.995853, 110.398532. Klenteng ini terletak sekitar 4 kilometer atau 15 menit perjalanan dari pusat kota Semarang di Simpang Lima. Jika menggunakan transportasi umum, waktu perjalanan yang diperlukan agak lebih lama tentu saja. Kita dapat turun di simpang Kali Garang dengan menggunakan angkutan umum, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke Klenteng Sam Poo Kong.

Jam buka Klenteng Sam Poo Kong adalah antara pukul 06.00-23.00. Sedangkan harga tiket masuk ke aera Sam Poo Kong adalah Rp3.000 dan tiket masuk ke area ibadah sebesar Rp20.000. Setiap tanggal 29 Lak Gwee penanggalan China, di klenteng ini sering diadakan ritual/pawai untuk mengenang Laksamana Cheng Ho. Tertarik berkunjung ke salah satu kompleks peribadatan termegah di Indonesia ini?

Follow

Twitter : @puppytraveler

Instagram: @puppytraveler

Facebook: Puppy Traveler

SHARE

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY