Brutalnya Buaya-Buaya di Teritip

0
Buaya Teritip
“An appeaser is one who feeds a crocodile, hoping it will eat him last.” – Winston Churchill

Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sungai-sungai di Kalimatan tak dapat dipisahkan dari keberadaan suatu reptil dengan moncong panjang dan berkulit keras yang sering disebut dengan “buaya”. Di beberapa tempat di Kalimantan, pantang menyebut buaya ketika berada di sungai karena dipercaya mengundang buaya untuk datang. Sewaktu saya tinggal di Kalimantan, beberapa kali mendengar orang dimakan buaya ketika berada di sungai di Kalimantan. Serem ya?

Suatu ketika, saya dan teman saya makan di suatu restoran di tepian sungai Mahakam. Menyantap hidangan yang lezat sambil melihat lalu lalang kapal raksasa yang membawa batubara memang menjadi pemandangan unik khas Kalimantan. Di tepian sungai, tampak sebongkah kayu yang mengambang. Namun, kami tak menghiraukannya karena terkagum-kagum melihat betapa masifnya Sungai Mahakam. Tiba-tiba teman saya bertanya kepada saya “Kamu lihat yang di situ tadi?” sambil menunjuk tempat di mana sebongkah kayu tadi berada. “Iya… lihat, kok tiba-tiba kayunya hilang?”. “Itu tadi bukan kayu, tapi buaya”. What!!! Benar juga sih kata teman saya, tak mungkin kayu yang mengapung bisa tenggelam begitu saja. Saya tak menyadarinya sedari tadi bahwa yang saya lihat bukanlah kayu, namun seekor buaya. Hiiiyyyy…

Jika kita berada di sungai-sungai atau muara-muara di Kalimantan, jarang sekali buaya-buaya tersebut menampakkan diri walaupun jumlahnya lumayan banyak. Saya sudah beberapa kali melewati sungai-sungai di Kalimantan, namun tak sekalipun melihat buaya di alam liar kecuali seekor yang saya kira kayu di Sungai Mahakam tersebut. Jika ingin melihat buaya di Kalimantan, jangan kawatir. Ada satu tempat di mana kita bisa melihat ribuan buaya dengan aman. Nama tempat tersebut adalah Teritip.

Baca juga:  Tempat Jalan-Jalan Asyik di Balikpapan

Teritip adalah suatu wilayah di Balikpapan yang terkenal dengan penangkaran buaya. Penangkaran buaya di Teritip, Balikpapan dikelola oleh perusahaan CV Surya Raya. Selain digunakan untuk penangkaran, tempat ini juga menjadi obyek wisata di Balikpapan yang wajib dikunjungi. Buaya-buaya di sini tampak tenang sekali. Mereka hanya tidur-tiduran atau hanya mengambang di dalam air. Tapi jangan salah, sekali mereka bergerak, tampak wujud asli buaya yang sangat brutal. Bercanda dengan kawan-kawannya sesama buaya pun tampak begitu brutal. Sabetan mulutnya begitu cepat dan kuat. Saya kira tak akan ada makhluk yang selamat jika sudah masuk ke dalam mulut buaya, apalagi ketika berada di dalam air. Serem banget pokoknya makhluk yang satu ini. Namun demikian, sebrutal-brutalnya buaya, mereka layak dikasihani. Beberapa spesies buaya statusnya di ambang kepunahan.

Ada 3 jenis buaya yang ditangkar di Teritip. Ketiganya adalah adalah buaya asli Indonesia, khususnya yang mendiami Pulau Kalimantan:

1. Buaya muara

Nama lain buaya muara adalah saltwater crocodile (Crocodylus porosus). Spesies ini adalah reptil terbesar yang masih hidup sampai sekarang, lebih besar dibanding buaya nil dan buaya aligator. Kabarnya, pernah ditemukan buaya muara sepanjang 12 meter di Sangatta, Kalimantan Timur! Ukuran ini jauh di atas ukuran rata-rata buaya muara yang biasanya mempunyai panjang 5 meter dan berat sekitar 1 kuintal. Status konservasinya adalah least concern atau jumlahnya di alam masih aman, belum masuk ke zona ambang kepunahan.

Buaya muara Teritip Balikpapan Kalimantan Timur
Buaya muara yang bertumpuk-tumpuk dan gerakannya sangat brutal

2. Buaya supit

Nama lain buaya supit adalah false gharial (Tomistoma schlegelii). Mungkin karena moncongnya yang kecil dan panjang mirip sumpit, sehingga jenis ini disebut sebagai buaya supit. Status konservasinya adalah vulnerable atau sudah masuk zona terancam punah.

Baca juga:  Tawangmangu: Air Terjun, Sate Kelinci, Sate Landak
Buaya Supit di Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur
Buaya Supit di Teritip

3. Buaya air tawar

Nama lain buaya air tawar adalah Siamese crocodile (Crocodylus siamensis). Jika dibandingkan dengan jenis buaya lain, buaya air tawar termasuk buaya yang mempunyai ukuran kecil. Status konservasinya pun juga paling mengenaskan di antara dua spesies sebelumnya, yaitu critically endangered atau hampir di ambang kepunahan! Artinya adalah, spesies ini susah kita temui di alam liar. Semoga penangkaran di Teritip mampu mengembangbiakkan jenis buaya ini sehingga status konservasinya membaik.

Buaya air tawar Teritip Balikpapan Kalimantan Timur
Buaya air tawar Teritip

Buaya supit lumayan mudah dikenali karena moncongnya yang ramping dan panjang seperti sumpit. Namun, bagaimana membedakan buaya air tawar dan buaya muara/air laut selain habitat hidupnya yang berbeda? Sekilas penampakan fisiknya hampir sama. Menurut Mark O’Shea, cara gampang membedakannya adalah dengan melihat atas lehernya. Buaya air tawar mempunyai sisik di atas lehernya, sedangkan buaya muara tidak memilikinya.

Beda Buaya Air Tawar Buaya Muara copy
Beda Buaya Air Tawar dan Buaya Muara (sumber: markoshea.info)

Halaman berikutnya, 2. Lokasi dan cara menuju Teritip

LEAVE A REPLY