Tahun Baru di New York Itu Rasanya Seperti…

0

Flashback bentar ya, saya mau cerita perjuangan kami melewati penjagaan polisi NYPD yang superketat. Uhm.. Maksud saya yang ketat adalah penjagaannya, bukan baju polisinya. Kami harus ngantri panjang banget berjam-jam sebelum memasuki area yang steril. Satu-persatu pengunjung diperiksa oleh polisi NYPD. Kemudian, tibalah giliran kami diperiksa polisi tersebut. Pak polisi ngomong ke saya sambil memeriksa isi tas saya seperti ini “Pengunjung dilarang membawa tas ya”. Waduh, sudah ngantre berjam-jam, tas kami tidak boleh dibawa. Barang-barang berharga di tas kami kan tidak muat dimasukin ke kantong. Masak kita harus menaruh tas ke penginapan lagi trus balik lagi ke sini trus antre lagi berjam-jam. Saya melihat teman saya diperbolehkan masuk dengan membawa tasnya. Lalu saya bilang ke polisi tersebut “Pak, itu teman saya boleh bawa tas?”. Trus petugasnya bilang “Ya sudah terserah kamu, saya sudah peringatkan ya” kemudian polisi tersebut mempersilakan saya masuk ke dalam area yang dipagari besi tersebut. Senangnya bukan main. Kami pun dengan hati bahagia langsung masuk ke dalam lokasi. Sesampainya di depan, ternyata ada penjagaan polisi lapis kedua! Whatttt!!!

Di penjagaan polisi lapis kedua, semua pengunjung termasuk kami tidak diperbolehkan masuk karena membawa tas. Ternyata benar yang dibilang polisi di penjagaan lapis pertama tadi. Mending kami tadi menaruh tas sebelum masuk ke penjagaan lapis kedua. Beberapa pengunjung tampak santai saja meninggalkan tasnya sembarangan. Tampaknya mereka sudah ikhlas jika tas dan barang-barang mereka hilang.

Akhirnya, kami keluar lagi dari area tersebut dan mencari cara bagaimana menaruh tas kami. Teman saya punya ide menaruh tas tersebut di Central Park, sebuah taman raksasa di tengah-tengah Manhattan, New York City yang letaknya sekitar satu kilometer dari Times Square. Akhirnya, kami menemukan semak-semak yang sepi di dalam taman Central Park. Kami hanya berdoa supaya tas dan barang-barang kami aman di dalam semak-semak tersebut. Jika misalnya ada yang nekat mencurinya, bakal saya kutuk pencurinya jadi wajan penggorengan.

Kami pun mengulang lagi perjuangan memasuki area Times Square dari nol. Mengantre lagi dari belakang deretan yang merayap menuju penjagaan polisi. Dilanjutkan melalui proses pemeriksaan oleh polisi di penjagaan lapis pertama. Kemudian, melalui penjagaan polisi lapis kedua lagi. Dan… Terima kasih semesta, kami berhasil masuk ke dalam lokasi perayaan bersama jutaan manusia tersebut. Hore…..

Halaman selanjutnya, Acara puncaknya…. Seru banget….

1
2
3
4
5
6
SHARE

LEAVE A REPLY