Save Me Please…

2
Beruang
“The city is not a concrete jungle, it is a human zoo.” – Desmond Morris
Indonesia. Akhir-akhir ini banyak aktivis lingkungan yang kampanye “save shark”, “save orangutan”, “stop sirkus lumba-luba/paus”, dan lain sebagainya. Tahukah kamu ada satu lagi yang harus kita selamatkan? Dan yang harus kita selamatkan ini ada di sekitar kita?

Kebun binatang. Menurut saya kebun binatang dan segala isinya harus kita selamatkan. Kebun binatang seperti dua sisi mata uang. Di salah satu sisi, kebun binatang dapat membantu konservasi hewan-hewan langka dari kepunahan dengan cara mengkembangbiakkannya, di sisi lain kebun binatang juga bisa menjadi penjara yang mengerikan bagi anugerah alam tersebut. Bahkan, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Kehutanan, Bambang Dahono Adji menilai hanya ada empat dari 58 kebun binatang di Indonesia yang dalam kondisi layak (sumber berita).

Harimau Mengenaskan
Image raja hutan akan sirna seketika melihat harimau ini. Lemah, mojok tak berdaya, hidup segan, mati tak mau

Selama ini banyak kebun binatang yang salah urus. Kita sering mendengar hewan mati di kebun binatang. Makhluk yang seharusnya kita selamatkan dari kepunahan malah kita percepat punahnya. Miris rasanya melihat kondisi hewan-hewan di beberapa kebun binatang di Indonesia. Harimau yang seharusnya identik dengan makhluk yang gagah berwibawa, tampak kurus kering tak berdaya di kandang yang sempit. Burung-burung langka yang seharusnya indah dilihat pun tampak frustasi dalam kandang sempit, muka layu, dan bulunya banyak yang rontok. Bahkan seringkali yang kita lihat hanyalah arwah mereka, dalam artian ada kandang dan tulisan nama binatangnya, tapi hewannya sendiri sudah tiada. Hanya tersisa kandang kosong dan arwah binatang bergentayangan.

Selain menyelamatkan binatang langka, kita harus menyelamatkan kebun binatangnya sendiri. Setiap tahun, sekitar 2 juta hektar hutan di Indonesia dibabat habis. Rumah binatang-binatang ini lama-kelamaan menghilang. Binatang-binatang penghuninya pun kian menyusut jumlahnya. Kebun binatang dan area konservasi adalah harapan terakhir untuk menyelamatkan hewan-hewan ini. Kalau area konservasi, niscaya banyak organisasi nirlaba maupun instistusi pemerintah yang memberikan sokongan dana operasional. Kalau kebun binatang? Hanya kita lah harapan untuk menyelamatkannya. Jika alam sudah rusak, kebun binatang juga rusak, manusia sudah menjarah rumah mereka, lalu mau kemana lagi hewan-hewan langka ini?

Baca juga:  Menghabiskan Weekend di Dieng, Negeri di Atas Awan

Di bawah ini adalah pemandangan salah satu kebun binatang di Indonesia. Saya jamin Anda akan miris melihat kondisinya dan enggan mengunjunginya. Hal ini seperti mata rantai di mana kondisi kebun binatang yang mengenaskan –> membuat pengunjung enggan datang ke kebun binatang –> kebun binatang tidak punya biaya operasional yang cukup –> kebun binatang semakin rusak –> orang semakin enggan mendatangi kebun binatang.

Jangan! Sehancur-hancurnya kebun binatang, tetaplah datang untuk menyelamatkan mereka. Saatnya kita ubah berita hewan meninggal di kebun binatang menjadi berita kelahiran hewan langka di kebun binatang. Kita putus rantai itu.

Menjadi kewajiban kita untuk menyelamatkan hewan-hewan langka. Jika kita tidak mampu menyelamatkan mereka di alam liar, selamatkanlah hewan-hewan langka di kebun binatang. Populasi mereka mulai berkurang. Ajaklah kawan-kawan dan keluarga mengunjungi kebun binatang. Walaupun bisa jadi kita dikecewakan oleh kondisi kebun binatang, terimalah apa adanya. Tetaplah kunjungi dan ajak teman-teman dan keluarga mengunjunginya. Tanpa kita, mereka dapat uang dari mana? Tanpa kita mereka memberi makan hewan-hewan tersebut dari mana? Sedangkan biaya operasional kebun binatang sangatlah besar. Banyak binatang buas yang hanya makan daging. Harga daging mahal. Tidak mungkin kan karena harga daging mahal, pengelola kebun binatang memberi makan harimau dengan sayur bayam?

SHARE

2 COMMENTS

  1. Yang ada di foto2 itu tepatnya kebun binatang mana min? Sedih juga saya melihatnya. Semoga pemerintah memperhatikan nasib kebun binatang yang hampir rusak dan kurang dalam akomodasinya.

LEAVE A REPLY