Pulau Tidung. Cinta Jembatan Cinta

2
Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
Pulau Tidung
“All those who are around me are the bridge to my success, so they are all important.” – Manny Pacquiao

Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung adalah salah satu bagian dari pulau-pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Pulau ini sangat terkenal di kalangan wisatawan, bahkan menjadi satu pulau paling terkenal di Pulau Seribu (demikian kebanyakan orang menyingkat Kepulauan Seribu dengan sebutan Pulau Seribu). Sebenarnya apa sih yang membuat Pulau Tidung menjadi sedemikian terkenalnya?

Jembatan Cinta

Jembatan Cinta, sebutan untuk sebuah jembatan kayu eksotis yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Mengapa disebut “jembatan cinta”? Mungkin karena menjembatani cinta dua pulau yang terpisah kali ya hehehe. Jembatan inilah yang biasanya menjadi alasan utama orang-orang mengunjungi Pulau Tidung. Banyak hal yang bisa dilakukan di Jembatan Cinta, seperti main lompat-lompatan ke laut, foto-foto narsis, menikmati sunset, foto prewedding, atau sekedar menikmati pemandangan laut. Pilihan lainnya adalah berenang di sekitar Pulau Tidung Kecil karena air laut di sekitar pulau berpasir putih ini lumayan tenang. Pulaunya sendiri juga mempunyai pemandangan lumayan indah.

Jalan kaki menuju jembatan cinta dari penginapan kami lumayan melelahkan. Namun banyak pilihan untuk menuju ke jembatan ini. Misalnya sewa sepeda atau becak. Selain berjalan kaki mengitari pulau tentu saja, yang sebenarnya juga sangat menyenangkan. Kami sendiri lebih suka berjalan kaki sambil menikmati angin laut dan putihnya pasir pantai Pulau Tidung.

Jembatan Cinta Pulau Tidung
Jembatan Cinta, lokasi yang paling digemari untuk foto-foto  di Pulau Tidung

Snorkeling di Pulau Tidung juga sering dilakukan wisatawan ketika mengunjungi Pulau Tidung. Waktu itu, kami lebih memilih snorkeling di pulau yang agak jauh dari Pulau Tidung, yaitu Pulau Air.

Peta Pulau Tidung
Peta Lokasi Pulau Tidung

Cara menuju ke Pulau Tidung

Baca juga:  Berjalan di Bawah Laut Nusa Lembongan

Lokasi Pulau Tidung adalah di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sedangkan lokasi jembatan cinta berada di sekitar koordinat -5.803385, 106.513556. Jarak Pulau Tidung dari Muara Angke adalah sekitar 3,5 jam perjalanan laut menggunakan kapal kayu. Berikut adalah rute yang biasa kami lakukan untuk menuju Pulau Tidung.

Pertama, Keberangkatan pertama tentu saja dari tempat masing-masing menuju Pasar Ikan Muara Angke. Kebetulan waktu itu kami berangkat dari Bintaro. Karena harus berangkat pagi-pagi banget, kami biasa naik taksi atau sewa angkot untuk menuju Muara Angke. Selain praktis, angkutan umum yang beroperasi subuh kan jarang. Jalurnya juga kurang strategis. Tarif taksi Bintaro-Muara Angke sekitar Rp 80-150.000 dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan kondisi jalanan lancar.

Kedua, Sesampainya Pasar Ikan Muara Angke (yang kumuh dan bau amis), masuk aja terus sampai menemukan pom bensin. Lokasi pelabuhan penyeberangan Muara Angke – Pulau Seribu berada di belakang pom bensin.

Ketiga, Kapal biasanya berangkat dari Muara Angke jam 6-7 pagi WIB. Jangan sampai telat, karena katanya kapal hanya berangkat sekali sehari saja di pagi hari. Sesampainya di Muara Angke, banyak kapal yang menawarkan kita ke tujuan pulau, apakah ke Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Tidung, atau Pulau Pari. Tentu saja kita pilih yang jurusan Pulau Tidung Bukan? Tarif kapal ke Pulau Tidung dari Muara Angke adalah Rp40.000 orang

Penginapan di Pulau Tidung

Tak ada hotel di Tidung. Namun demikian, banyak kok penginapan di Pulau Tidung. Biasanya penginapan-penginapan yang digunakan para wisatawan yang datang di Pulau Tidung adalah rumah warga. Tarif sewa penginapan di Tidung sekitar Rp200.000-400.000/rumah/malam. Salah satu penduduk Pulau Tidung yang bisa dihubungi adalah Mbak Peny (081584853402). Beliau orangnya sangat baik banget membantu kita mencarikan penginapan, kapal, dan peralatan snorkeling.

Baca juga:  Perjalanan Impian ke Bromo, Madakaripura, dan Sempu

Sewa kapal di Tidung

Tarif sewa kapal untuk island hopping di Pulau Tidung adalah Rp350.000/kapal. Murah kan? Apalagi waktu itu kami menyewa kapal ini untuk berkeliling pulau dari Pulau Tidung menuju ke Pulau Air, Pulau Karang Beras, Semak Daun, Soft Coral, dan Pulau Pramuka. Harga ini belum termasuk alat snorkeling dan guide. Harga tersebut tergantung bagaimana kita nawar dan kondisi waktu jalan-jalan, apakah sedang low/peak season. Tarif sewa alat snorkeling di Tidung komplit (snorkel, google, fin) adalah Rp35.000/orang. Biasanya kita di dampingi guide yang menjadi pemandu kita, pengemudi kapal, dan tukang foto. Tarif guide biasanya antara Rp100.000-150.000. Jangan lupa kasih tips ke guide/pengemudi kapalnya juga ya. Tak ada salahnya bagi-bagi rejeki.

Cuaca di Tidung

Walaupun cuaca di Tidung dan Kepulauan Seribu relatif aman sepanjang tahun, namun bulan-bulan saat datangnya angin barat sebaiknya dihindari. Ombaknya lumayan gede di bulan-bulan tersebut. Selain itu, air laut juga menjadi keruh sehingga kurang asyik kalau buat snorkeling.

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY