Sajak Laut Kaliantan

0

“Man is a noble animal, splendid in ashes, and pompous in the grave.” – Thomas Browne

Satu masa di Pantai Kaliantan. Awan putih tak mampu menghapus birunya hati
Sebuah prosesi nestapa, menjalar turun ke bumi
Dan jalan setapak di depan mata… Menjadi kering dan hampa.
Penglihatan teleskopik ini, tertuju pada suatu petunjuk
Petunjuk itu berada di mahkota yang terambau dan tertutup sehelai kain hitam

Pantai Kaliantan, Lombok
Pantai Kaliantan, Lombok

Lara ini terlalu hebat… dan begitu akut
Tengadah tak ada daya, hanya mampu tertunduk
Sekujur tubuh mulai membeku dan melemah
Gemuruh dan gelap mulai menyelimuti
Perahu itupun datang
Siap menjemput tubuh ini
dan segala duka yang menjalar ke setiap inti selnya
Water… quench my human thïrst…
Ashes… take me back to earth…

Tulang.. bahkan tulang pun tak mampu
menahan dingin, kemudian merapuh
Tak mampu lagi menyokong raga ini
Perahu itu perlahan berlayar
membawa tubuh lemah ini
menjauh meninggalkan pantai
jauh dan semakin jauh
tempat berpijak itupun sirna
berubah menjadi cakrawala.
riak jejak perahu
tak berapa lama juga menghilang
seolah tak mengizinkanku
tuk kembali ke tempat seharusnya kuberada
Sunyi, bahkan anginpun tak bersedia bersuara
Rupanya pilu ini telah membungkamnya

Pantai Kaliantan, Lombok
Pantai Kaliantan, Lombok

Aku hanya mampu terpaku
Hampa
hanya ketakutan yang menghiasi kehampaan itu
samudra itupun perlahan memerah
menjadi lautan berapi
menciptakan aurora merah mengerikan di angkasa
kemudian menenggelamkan perahu
beserta dosa yang luruh dari tubuh ini
Sirna sudah asa itu
Satu-satunya asa tuk kembali
ke tempat seharusnya kuberpijak
Air… Lepaskanlah dahaga manusiawi ini…
Abu… Kembalikan ragaku ke bumi…

 

Disadur asal-asalan, diterjemahkan secara ngawur, dan diubah sesuka hati oleh penulis dari lirik lagu “Ashes” by Above&Beyond

Baca juga:  Solo Traveling ke Pantai Lombang, Madura

 

SHARE

LEAVE A REPLY