Ruby Falls, Kilau Air Terjun Bawah Tanah

1

“Just as a waterfall grows slower and more lightly suspended as it plunges down, so the great man of action tends to act with greater calmness than his tempestuous desires prior to the deed would lead one to expect.” – Friedrich Nietzsche

Chattanooga, Tennessee. Air terjun di atas permukaan tanah mungkin sudah lumrah. Memang hakikatnya, air terjun terbentuk dari aliran air dari ketinggian tertentu, yang mengucur jatuh ke permukaan tanah. Akan tetapi, ada salah satu air terjun unik yang letaknya tidak di atas permukaan tanah, tapi berada di bawah tanah (underground)!

Air terjun bawah tanah (underground waterfalls)? Yup, namanya Ruby Falls. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, Ruby Falls lebih memilih “bersembunyi” di dalam tanah. Perlu perjuangan bagi pengunjung untuk melihat air terjun ini karena harus menyusuri lorong gua bawah tanah yang sempit. Namun demikian, bukanlah perjuangan yang menjemukan tentunya karena kita disuguhi keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghiasi dinding gua.

Ruby Falls
Perjuangan melewati lorong gua yang sempit

Ruby Falls terletak di pinggiran kota kecil bernama Chattanooga di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat. Lebih tepatnya berada di kawasan Lookout Mountain. Air terjun ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia yang juga pencinta gua (maksudnya pecinta goa lho ya, bukan pecinta gue hehehe…) yang bernama Leo lambert pada tahun 1920-an.

Awalnya, saya kira nama Ruby Falls berasal dari kata Ruby atau batu permata merah delima karena kilau cahaya air terjun yang berwarna warni akibat pantulan sinar lampu. Ternyata, Leo Lambert menamai air terjun ini dengan nama Ruby karena nama istrinya adalah Ruby. Coba nama istrinya Wagiyem gitu ya? 😀

Baca juga:  Menunggu Penyu Bertelur di Ujung Genteng
Ruby Falls
Lorong gua yang malah mirip markas alien

Gua dan air terjunnya sendiri sebenarnya sudah indah. Akan tetapi, pihak pengelola membuat sesuatu yang dramatis agar jalan-jalan di dalam gua ini menjadi tidak membosankan. Salah satu caranya adalah dengan menamai stalaktit dan stalagmit dengan nama-nama yang familiar, yang tentu saja berasosiasi dengan bentuk stalaktit/stalagmit tersebut. Misalnya, ada stalaktit berbentuk kaki gajah yang kemudian diberi nama “elephant’s foot”, bentuk kepala kura-kura yang dinamai “turtle”, dan lain sebagainya. Terkadang penamaannya agak maksa karena bentuknya tidak mirip sama sekali. Namun, memang begini cara menikmati gua, kita jadi berpikir dan bertanya-tanya “Oh iya ya, bentuknya kok bisa mirip ini itu ya?”

Ruby Falls
Stalaktit berbentuk kaki gajah

Dan inilah tujuan utama kita yang terletak di bagian paling ujung gua, Air Terjun Ruby atau Ruby Falls. Berada di sekitar 341 meter di dalam bawah tanah, membuat Ruby Falls ini ibarat batu permata yang masih tersembunyi, unik, dan tampil beda. Air terjunnya sendiri mempunyai tinggi sekitar 44 meter. Yang membuat suasana menjadi dramatis adalah pemberian warna-warni lampu yang selalu berubah menyinari air terjun, ditambah dengan iringan musik bertempo lambat. Seolah-olah tujuan akhir perjalanan menelusuri lorong sempit gua tadi berujung pada dua kata: happy ending.

Ruby Falls
Warna-warni yang dramatis

Daripada bersusah payah mencerna penggambaran saya tentang Ruby Falls yang saya sendiri juga kesusahan menggambarkannya, mendingan kita saksikan video perjalanan menuju Ruby Falls di bawah ini saja yuk… Hyukk….

Gambar/Foto Lengkap Ruby Falls

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY