Nonton Konser Keane (Live @ Tabernacle, Atlanta)

0

“Oh simple thing where have you gone? I’m getting old and I need something to rely on” – Keane (Somewhere Only We Know)

Keane. Pada suatu ketika (halah!), ada teman kuliah saya yang mengabari kalau Keane Band akan menggelar barang dagangannya (udah deh mulai ngaco!), maksudnya menggelar konser di Tabernacle, Atlanta. What! Seketika teringat masa-masa awal kerja yang selalu mendengarkan lagu-lagu dari band yang beranggotakan Tom Chaplin (vokalis), Tim Rice-Oxley (pianis/keyboardis), Richard Hughes (drummer), dan Jesse Quin (bassist) ini. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakan teman saya untuk nonton konser band dari Inggris ini. Please welcome… KEANE!!!!

Konser bertajuk “Strangeland” ini diadakan di Tabernacle, salah satu lokasi yang sering digunakan untuk menggelar konser di Atlanta, Amerika Serikat. Harga tiket masuknya adalah US$34.5 atau sekitar Rp335 ribu, bandingkan dengan harga tiket konser “Strangeland” di Jakarta yang dibanderol Rp 700 ribu-950 ribu. Sedikit banget kan selisihnya? *Matematika dapet nilai minus ya mas?*

Strangeland adalah nama album terbaru Keane. Band ini menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya seperti “You Are Young”, “Silenced by the Night”, dan “Neon River”. Lagu-lagu lain yang dinyanyikan malam itu berasal dari album-album lama Keane yang sempat menjadi hits, seperti “Everybody’s Changing”, “Is It Any Wonder?”, “This is the Last Time”, “Somewhere Only We Know”, “Hamburg Song”, “Spiralling”, “Bend and Break”, dan lain sebagainya (Maaf, lupa lagu-lagu yang dinyanyikan karena keasyikan jingkrak-jingkrak hihihi). Bayangin saja betapa dahaganya fans Keane menunggu kemunculan album terbarunya setelah 4 tahun Keane tidak menelurkan karya-karya dahsyatnya.

Tom Chaplin

Suara Tom Chaplin benar-benar tidak mengalami depresiasi, dari dulu sampai sekarang masih prima. Power, stamina, dan jangkauan suara Tom benar-benar membuat saya kagum. Tuhan sungguh baik hati padanya, dengan memberinya bakat yang luar biasa. Yang sedikit agak aneh adalah tampang chubby Tom kok berubah. Pipi tembemnya kok mulai terkikis. Tapi tetap babyface kok.

Baca juga:  Suatu Musim Panas di Tybee Island
Tom Chaplin Keane
Tom Chaplin, Vokalis Keane yang sudah kempes pipinya

Penonton Konser

Selain nonton konser, saya nonton penontonnya juga dong. Soalnya, banyak banget cewek-cewek cantik yang menonton konser Keane ini hahaha. Apalagi mereka desel-deselin saya karena posisi saya di dekat panggung… Berasa di sexual harrasment sama cewek-cewek itu. Daripada saya lapor ke Komisi Perlindungan Laki-laki, mending saya nikmatin saja (konsernya :D) hahaha.

Ketika tengok kanan kiri, ada seorang cewek cantik di samping saya yang datang bersama tante-tante yang sudah berumur. Awalnya saya kira mereka adalah teman yang sama-sama penggemar Keane, ternyata si cewek cantik memanggil si tante dengan panggilan “Mom”. Lah, ternyata nonton bareng emaknya. Kemudian saya beranggapan lagi bahwa wajar dong emaknya nemenin anak gadisnya menonton konser, takutnya kan kenapa-kenapa ya secara penontonnya kan berjubel. Sewaktu Keane muncul ke panggung, tiba-tiba ada yang teriak-teriak histeris sambil loncat-loncat. Tak disangka tak dinyana, ternyata malah si emaknya tersebut yang teriak-teriak dan loncat-loncat seperti abege yang ketemu sama idolanya. Anaknya sendiri malah berdiri kalem menikmati konser Keane. Ini mah namanya anak nganterin emaknya nonton konser hahaha.

Ada salah satu penonton perempuan lagi yang benar-benar mencuri perhatian saya. Dia mungkin bisa dikategorikan laskar berani mati-nya Keane. Awalnya dia berdiri di belakang kami. Kemudian dia memohon-mohon kepada teman saya dengan menunjukkan beberapa uang dollarnya sambil bilang “please, boleh tukeran tempat nggak?”. Teman saya tidak ngeh. Tapi akhirnya teman saya mengerti bahwa maksud cewek tersebut adalah “Nih guweh punya duit buat nyogok elo biar guweh bisa berdiri paling depan. Mau gak loe?”. Akhirnya, tanpa kita tahu perjuangan dia selanjutnya, dia pun berhasil berdiri di barisan paling depan. Belum cukup sampai di sini saja cerita heboh si fans berani mati ini. Di depan dia berantem dengan pengunjung lainnya yang juga seorang perempuan. Saya tak tahu persis penyebab keributannya, sepertinya karena senggol-senggolan atau perebutan tempat.

Baca juga:  Wajah yang "Indonesia" itu Seperti Apa Sih?

Jangan Harap Bisa Beli Minuman Alkohol Sembarangan

Setiap pengunjung yang ingin membeli minuman beralkohol seperti bir dan anggur diwajibkan menunjukkan kartu identitasnya kemudian diberi gelang berwarna jingga. Walaupun negara bebas, di Amerika Serikat harus menunjukkan kartu identitas jika ingin membeli minuman beralkohol, meskipun hanya bir. Malam itu suhu udara begitu dingin hingga menyentuh nol derajat Celcius dan bahkan melewati subzero atau dibawah nol derajat Celcius. Jadi, tak heran banyak pengunjung yang minum bir atau wine.

Ini adalah beberapa video rekaman konser Keane (live @ tabernacle, Atlanta) 24 januari 2013

Bend and Break”

“Everybody’s Changing”

“Somewhere Only We Know”

Crystal Ball

Foto-foto Lainnya

SHARE

LEAVE A REPLY