Budidaya Ulat Sutra di Siem Reap

2

“You cannot make a revolution with silk gloves.” – Joseph Stalin

Jalan-jalan ke Silk Farm, Siem Reap. Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar “kain sutera”? Kain yang mahal? Kain yang superlembut? Kain yang terbuat dari benang sutera? Kain yang asalnya dari kepompong ulat? Di Siem Reap, terdapat satu lokasi terpadu yang terdiri dari beberapa tempat untuk pembenihan ulat sutera, pengolahan kepompong ulat sutera, pemintalan benang ulat sutera. penenunan kain sutera, sampai dengan galeri yang menjual barang-barang yang terbuat dari kain sutera. Tempat ini terkenal di Siem Reap dengan sebutan Silk Farm.

Ulat Sutera
Kepompong direbus untuk diambil benangnya

Ketika turun dari tuk-tuk, kita akan disambut oleh guide yang akan mengantarkan kita menuju ruangan-ruangan khusus pembuatan kain sutra. Guide ini akan menjelaskan proses pembuatan kain sutra dengan bahasa Inggris. Memang, keuntungan berwisata di Kamboja adalah hampir setiap orang bisa berbahasa Inggris.

ulat sutera
Pohon Murbei. Makanan ulat sutera

Silk Farming

Silk farming (sericulture) adalah proses produksi kain sutra yang dimulai dari pembibitan ulat sutra hingga penenunan kain sutra. Sebenarnya kita bisa mengetahui proses pembuatan kain sutra dari gambar-gambar yang dipajang di area silk farm ini. Namun, dengan panduan guide, kita jadi tahu ruangan-ruangan yang dimasuki sesuai urutan proses pembuatan kain sutra.

Pohon Murbei
Ulat Sutera yang dengan lahap memakan daun murbei

Ada beberapa ruangan dan kebun di Silk Farm dengan fungsi berbeda-beda. Pertama, kita dibawa mengunjungi kebun tanaman mulberry, yang daunnya dijadikan makanan ulat sutra. Selanjutnya, di ruangan khusus, kita dapat melihat loyang besar yang berisi daun mulberry dan ulat-ulat sutra yang dengan rakusnya memakan daun-daun mulberry itu.

Kupu-kupu ulat sutera
Kupu-kupu/ngengat ulat sutera

Di ruangan berikutnya, pengunjung akan melihat kepompong ulat sutra (cocoon) yang direbus kemudian diambil serat sutranya untuk dijadikan benang sutra. Di ruangan lain, benang-benang ini diwarnai dan selanjutnya dipintal menjadi gulungan benang sutra. Lalu, pengunjung dibawa ke tempat penenunan kain sutra.

Baca juga:  Supercon, Lomba Lari Superhero ala Amerika
Kepompong ulat sutera
Kepompong ulat sutera

Setelah melihat proses perjuangan para penenun kain sutra yang memilah-milah benang sutra satu per satu sehingga menjadi kain sutera ini, saya menjadi maklum mengapa kain sutra dihargai lumayan mahal. Setelah berkeliling-keliling di Silk Farm, guide akan mengarahkan kita ke galeri produk-produk yang berbahan dasar sutra.

Telur ulat sutera
Telur ulat sutera yang membentuk bola dunia

Produk-produk tersebut antara lain kemeja, gaun, baju tradisional Kamboja, selendang, dan lain sebagainya. Harga jual produk-produk sutra di sini hampir sama dengan produk-produk sutra di Indonesia. Membeli oleh-oleh berbahan dasar sutra di galeri ini tentu saja akan menjadi cenderamata yang istimewa bagi orang-orang kesayangan Anda.

Baju sutera
Galeri yang memasang produk-produk dari sutera

Jalan-jalan ke Silk Farm, Siem Reap, Kamboja ini merupakan bagian perjalanan saya ke 5 kota di 3 negara: Vietnam, Kamboja, Malaysia. Panduan lengkap jalan-jalan ke Silk Farm, Siem Reap, Kamboja bisa dibaca di sini.

SHARE

2 COMMENTS

  1. Saya sangat tertarik membaca artikel ini. bagaimana caranya untuk dapat berkunjung dan mempelajari budidaya sutera di Siem Reap? Saya pernah berkunjung ke Siem Reap berkunjung ke Angkor Wat. Mohon informasinya dan kira-kira berapa biaya yang harus disiapkan.
    Terima kasih.

LEAVE A REPLY