Tuol Sleng, Museum Genosida di Phnom Penh, Kamboja

Tuol Sleng, Museum Genosida di Phnom Penh, Kamboja

Tuol Sleng

“Going to prison is like dying with your eyes open.” – Bernard Kerik

Jalan-jalan ke Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja. Siapa sangka gambar yang lebih mirip display rumah baru di atas menyimpan sejarah kelam bangsa Kamboja di masa lampau. Gambar tersebut adalah penjara sekaligus tempat penyiksaan bagi tahanan politik partai berkuasa Khmer Merah (Khmer Rouge), yang dipimpin oleh Pol Pot. Diperkirakan, sekitar 1 juta sampai 3 juta manusia dibunuh selama masa pemerintahan salah satu rezim terkejam di dunia tersebut. Museum Genosida Tuol Sleng adalah salah satu saksi bisu betapa kejamnya rezim ini. Sekarang, museum genosida ini menjadi salah satu tempat wisata di Phnom Penh, Kamboja yang menarik dikunjungi untuk mempelajari sejarah paling menyedihkan yang pernah terjadi di negeri tersebut.  Siap melanjutkan kisah pilu bangsa Kamboja ini?

Khmer Merah

Khmer Merah adalah rezim yang berkuasa di Kamboja antara 1975–1979. Pada masa pemerintahan ini, siapa saja yang dianggap musuh (orang-orang yang terkait dengan pemerintah sebelumnya, terkait dengan pemerintah asing, para intelektual, artis, dan beberapa etnis yang dianggap musuh) akan disiksa dan dibunuh pasukan Khmer Merah. Pembunuhan masal (genosida) selama beberapa tahun ini banyak memakan korban penduduk Kamboja sendiri. Ada dua lokasi yang dahulu digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan, yaitu Tuol Sleng dan ladang pembantaian di Choeung Ek.

Tuol Sleng

Tengkorak para korban rezim Khmer Merah yang ditemukan di Tuol Sleng

 

Museum Tuol Sleng

Dalam Bahasa Khmer, Tuol Sleng berarti “Hill of the Poisonous Trees” atau “Bukit Pohon Beracun”. Museum ini terletak di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Museum genosida Tuol Sleng terdiri atas 4 bangunan, yaitu bangunan A, B, C, dan D. Keempat bangunan ini awalnya adalah sebuah sekolah, yang kemudian diubah menjadi penjara pada zaman berkuasanya Pol Pot, dan sekarang dijadikan museum untuk mengenang kekejaman rezim Khmer Merah.

Tuol Sleng

Peralatan yang digunakan untuk menyiksa tahanan

Zaman dahulu, Tuol Sleng disebut sebagai S-21 (Security 21). Diperkirakan sekitar 17.000 hingga 20.000 orang dipenjara di S-21, dan hanya 7 orang di antaranya yang diperkirakan selamat dari pembunuhan karena mempunyai keahlian yang dibutuhkan tentara Khmer Merah. Benar-benar seperti “penginapan” dari neraka!

Tuol Sleng

Kalau lihat foto ini, bisa dibayangkan betapa kejamnya penyiksaan di Tuol Sleng ini

Peraturan di Penjara

Dan, yang membuat miris adalah peraturan-peraturan yang berlaku di penjara Tuol Sleng yang dibuat staf S-21 dan berlaku untuk para tahanan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi tahanan S-21 saat itu. Isi peraturan tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • You must answer accordingly to my question. Don’t turn them away (jawaban harus sesuai pertanyaan. Jangan sampai menolak)
  • Don’t try to hide the facts by making pretexts this and that, you are strictly prohibited to contest me (jangan mencoba menyembunyikan fakta dengan membuat dalih. Menentang dilarang keras)
  • Don’t be a fool for you are a chap who dare to thwart the revolution (jangan bertindak bodoh dengan menentang revolusi)
  • You must immediately answer my questions without wasting time to reflect (Pertanyaan harus cepat dijawab, jangan membuang-buang waktu)
  • Don’t tell me either about your immoralities or the essence of the revolution. (Jangan menceritakan tentang moral atau arti dari revolusi)
  • While getting lashes or electrification, you must not cry at all (Dilarang menangis ketika dicambuk atau disetrum)
  • Do nothing, sit still and wait for my orders. If there is no order, keep quiet. When I ask you to do something, you must do it right away without protesting (dilarang melakukan apa pun. Tetap duduk diam dan tunggulah perintah. Jika tidak ada perintah, tetaplah diam. Jika diminta melakukan sesuatu, lakukan segera tanpa membantah)
  • Don’t make pretext about Kampuchea Krom in order to hide your secret or traitor (dilarang membuat dalih tentang Kampuchea Krom untuk menyembunyikan rahasia atau pengkhianat)
  • If you don’t follow all the above rules, you shall get many lashes of electric wire (pelanggar semua aturan akan mendapatkan banyak cambukan kawat listrik)
  • If you disobey any point of my regulations, you shall get either ten lashes or five shocks of electric discharge (setiap pelanggaran terhadap satu poin peraturan, dikenakan 10 kali cambukan atau setrum)

Membaca peraturan di atas sepertinya memang sangat kecil kemungkinan bagi tahanan di penjara ini untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, penjaga penjara mengambil foto para korban sebelum disiksa, kemudian foto penyiksaan, sampai dengan foto mayat para korban. Sungguh tak masuk akal dan tak berperikemanusiaan.

Tuol Sleng

Korban Khmer Merah yang tak kenal jenis kelamin dan usia, bahkan anak-anak sekalipun.

Museum Tuol Sleng telah menjadi obyek wisata terkenal di Phnom Penh. Tuol Sleng menjadi museum yang menyimpan koleksi foto-foto korban genosida, foto-foto pejabat Khmer Merah, koleksi alat-alat yang digunakan untuk menyiksa tahanan, koleksi tulang belulang beserta tengkorak manusia korban genosida, dan baju-baju bekas tahanan yang menjadi korban salah satu tragedi kemanusiaan yang paling mengerikan di dunia ini. Melihat koleksi museum tersebut, kita seperti kembali ke masa lalu dan dapat merasakan betapa mengerikannya suasana penjara S-21.

Tuol Slng

Saking kejamnya, bahkan ibu yang menggendong bayi ini pun tak luput dari penyiksaan. Alat apa yang ada di belakang kepala ibu ini? Bor.

Jalan-jalan ke Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja ini merupakan bagian perjalanan saya ke 5 kota di 3 negara: Vietnam, Kamboja, Malaysia. Panduan lengkap jalan-jalan ke Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja bisa dibaca di sini


NO COMMENTS

Leave a Reply