Cave Tubing Gua Kalisuci

4

“One just principle from the depths of a cave is more powerful than an army.” – Jose Marti

Cavetubing Kalisuci, Jogja. Dulu, saya pernah ingin mengunjungi Gua Kalisuci. Karena debit airnya yang besar dan tidak memungkinkan untuk dijelajahi, akhirnya rencana saya tersebut batal dan sebagai gantinya saya mengunjungi Gua Pindul. Tujuannya sama, yaitu cave tubing atau wisata penelusuran gua dengan menggunakan ban dalam dan pelampung. Apa yang membedakan cave tubing Gua Pindul dan Kalisuci? Mana yang lebih menarik?

Gunung Kidul memang tampak gersang di bagian atas tanah. Namun, siapa sangka di bawah gersangnya tanah Gunung Kidul terdapat gua dengan mata air yang selalu mengalirkan air yang sangat jernih. Jenis tanah Gunung Kidul (tanah karst) memang kurang mampu menahan air tanah, sehingga air tanah tersebut jatuh ke lorong-lorong gua di bawah tanah dan juga beberapa membentuk mata air di bawah tanah. Jadi, sepertinya bukan kurangnya curah hujan yang menjadi tersangka gersangnya Gunung Kidul ini.

Gunung Kidul
Taukah kamu bahwa di bawah jalan ini terdapat Gua Kalisuci ?

Titik awal dari cave tubing di Gua Kalisuci adalah Gua Kalisuci itu sendiri. Kemudian, penelusuran dilanjutkan dengan rafting dan cave tubing di Gua Glatik dan Foto-foto di Gua Gelung.

Goa Kalisuci
Titik awal cave tubing Gua Kalisuci

Dengan hanya duduk di atas ban dalam yang mengambang di atas air, kita didampingi dan diarahkan oleh dua orang guide untuk menyusuri Gua Kalisuci dan Gua Glatik. Dua orang guide ini juga akan menceritakan sejarah Gua Kalisuci, Gua Glatik, dan Gua Gelung serta pengalaman-pengalaman unik mereka selama menjadi guide di sini.

Cavetubing Kalisuci
Menggunakan ban menyusuri guaa dengan ditemani 2 orang guide

Kondisi di dalam Gua Kalisuci dan Gua Glatik sangat minim cahaya, tak banyak yang bisa kita lihat selain kita sendiri dan para guide. Headlamp di helm guide pun sepertinya kurang cukup menerangi area dalam gua karena saking gelapnya gua ini.

Baca juga:  Snorkeling di Pulau Pari
Kalisuci
Menyusuri gua yang sangat gelap

Terdapat sungai kecil yang menghubungkan ketiga gua tersebut. Sungai kecil ini dapat digunakan untuk rafting (dengan masih menggunakan ban tentu saja). Selain itu, kita juga bisa berenang di jernihnya air gua ini. Air jernih ini akan menjadi keruh ketika musim hujan karena bercampur dengan lumpur yang dibawa oleh air hujan.

Cavetubing Goa Kalisuci
Semacam rafting di air yang sangat jernih

Di akhir perjalanan, kita akan mengunjungi Gua Gelung atau Luweng Gelung. Stalaktit dan stalakmit di gua ini merupakan yang terindah diantara 3 gua yang kita lewati. Namun, kita hanya bisa berfoto-foto di gua ini karena gua ini sangat dalam yang hampir mustahil untuk dimasuki manusia.

Luweng Gelung Kalisuci
Stalaktit dan satagmit di Gua Gelung (Luweng Gelung)

Halaman berikutnya, beda cave tubing Gua Kalisuci dan Gua Pindul

4 COMMENTS

  1. noted.. ini juga salah satu tempat yang pengen saya datengin..
    btw, kayaknya lebih cocok ke gua Pindul deh.. hehe *usia ga bisa bohong*

    makasiiiiiih…. πŸ™‚

    • @Hilsya
      Aih… kalo Hilsya mah ke puncak Himalaya juga dijabanin kali ah… Masak Kalisuci aja nyerah hahaha…

LEAVE A REPLY