Gili Ketapang, Sebuah Gili di Jawa Timur

2

“The larger the island of knowledge, the longer the shoreline of wonder”. – Ralph W. Sockman

Gili Ketapang. Mendengarnya saja mungkin membuat kita berpikir bahwa nama tersebut adalah nama sebuah pulau di Lombok karena ‘Gili’ berarti ‘Pulau kecil’ dalam Bahasa Sasak Lombok. Memang, hampir semua pulau-pulau kecil di Lombok menggunakan sebutan ‘Gili’ di depan namanya, sebut saja Gili Trawangan, Gili Nanggu, dan juga gili-gili lainnya. Setelah trip ke Bromo bulan Agustus 2012 lalu, saya baru tahu kalau di Probolinggo ada juga sebuah gili dengan nama Gili Ketapang!

Waktu merencanakan perjalanan ke Bromo, kami sempat bingung tempat wisata mana lagi di sekitar Bromo yang akan kami kunjungi. Selain wisata gunung, kami ingin mencari tempat wisata dengan suasana yang berbeda, yaitu pantai di Probolinggo. Setelah googling, kami menemukan sebuah nama ‘Gili Ketapang’. Pulau ini adalah sebuah pulau ‘bukan tempat wisata’ yang tercantum sebagai ‘pulau wisata’ di Probolinggo. Bingung kan?

Gili Ketapang itu Pulau Wisata Bukan sih?

Awalnya kami mengira Gili Ketapang adalah sebuah pulau wisata karena melihat foto-foto Gili Ketapang di internet tampak sangat indah. Sewaktu menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo, kami diberitahu nelayan di sini bahwa penduduk di Gili Ketapang enggan menjadikan pulaunya sebagai kawasan wisata. Nah lo…

Pulau yang Indah dan Unik

Bentuk pulau Gili Ketapang sangat unik jika dilihat dari atas, seperti kecebong yang mempunyai ekor. Di ‘ekor kecebong’ inilah terdapat suatu pantai berpasir putih yang sangat panjang dan indah. Kita bisa bermain dan berenang di sekitar pantai ini.

Gili Ketapang
Pantai pasir putih Gili Ketapang yang panjang di salah satu ujungnya..

Gua Kucing

Dengan berjalan kaki atau naik becak ke arah utara pulau, kita dapat menemukan peninggalan bersejarah berupa Gua Kucing. Gua ini sangat kecil dan berbentuk mirip sumur. Menurut ‘orang-orang pintar’, di sini katanya terdapat makhluk gaib penunggu gua, yang tentu saja berwujud kucing, tapi kucing yang bertanduk!

Baca juga:  Tawangmangu: Air Terjun, Sate Kelinci, Sate Landak
Goa Kucing
Gua Kucing di Gili Ketapang

Terdapat gua lainnya di area luar Gua Kucing yang berwujud seperti terowongan. Justru kalau mau berfoto-foto narsis, di sini lah lokasi yang bagus. Karena di Gua Kucing suasananya agak sakral, jadi agak segan untuk berpose aneh-aneh hehehe…

Penduduk Gili Ketapang

Perkampungan di dalam Gili Ketapang ini sangat padat penduduk. Mayoritas penduduk di sini bersuku Madura. Dengan melihat banyaknya masjid/mushola di pulau sekecil ini dan dari cara berpakaian penduduknya, dapat dipastikan bahwa mayoritas penduduk di sini adalah muslim. Mereka cukup ramah memperlakukan kami, bahkan ada seorang anak kecil yang dengan senang hati mengantarkan kami jalan-jalan di Gili Ketapang ini.

Gili Ketapang
Tampak pemukiman padat penduduk di Gili Ketapang

Yang membuat mata kami terbelalak dan membuat kami kudu bilang What!!! (karena Wow terlalu mainstream) adalah banyaknya anak-anak kecil yang didandani dengan sangat glamour. Beberapa anak kecil mengenakan berbagai macam perhiasan (yang tampaknya) terbuat dari emas, mulai dari gelang yang berentetan di tangan, kalung, anting, sampai gelang kaki. Benar-benar shiny. Belum lagi, di sekitar mata mereka diberi eye shadow. Kalau eye shadow sih rada wajar ya mengingat matahari yang sangat terik di pulau sehingga eye shadow ini diharapkan dapat mengurangi silau cahaya matahari, tapi tampak menor kalau dipakai berlebihan.

Mbeeeek….

Di setiap mata memandang, pasti ada kambing dan domba yang berkeliaran di perkampungan dan pantai di Gili Ketapang. Kambingnya lucu-lucu lho karena telinganya sangat kecil sehingga tampak tak bertelinga.

Kambing di Gili Ketapang
Eyke cantik gak cyiiin…?

Halaman berikutnya, cara menuju di Gili Ketapang

2 COMMENTS

  1. Wah saya yg orang jawa timur baru tahu malah…bagus pantainya, Gosong Pasir-nya kece 😉
    Btw kayaknya yang di maksud eye shadow disini istilah madura-nya “celak” (ce seperti pengucapan kata cepat) bahannya kayaknya beda dgn eye shadow hehehe dan itu riasan wajib untuk perempuan suku Madura dan dipakai sebagai bukti Madura tulen ! CMIIW yaa :))

    • @Ika
      Terima kasih infonya… Oh gitu ya ternyata, saya kira ‘celak’nya buat mengurangi silau matahari yg sangat terik di pulau.. 🙂

LEAVE A REPLY