Menguak Eksotisnya Taman Sari, Jogja

2

“You make kingdoms and castles on your own.” – Stephan Jenkins

Taman Sari, Jogja. Taman Sari merupakan salah satu tempat wisata menarik di Jogja. Situs yang dibangun pada abad ke-18 ini sering disebut “water castle” atau istana air. Awalnya saya kira hanya terdapat kolam pemandian raja saja di Taman Sari, ternyata banyak hal yang dapat dikuak di area Taman Sari ini.

Lokasi Taman Sari Jogja adalah di Jl. Taman (dekat dengan Jl. Ngasem), Yogyakarta. Agak membingungkan kalau menggunakan bus/angkot. Cara yang mudah adalah dengan menggunakan becak/taksi/ojek dari Malioboro, dari Prawirotaman, dari alun-alun utara, atau dari alun-alun selatan dengan tarif tak lebih dari Rp20.000.

Kompleks Taman Sari ini sangat luas. Untuk menuju dari bangunan satu ke bangunan yang lain, pengunjung harus berjalan kaki menuju semacam perkampungan abdi dalem keraton. Informasi yang saya peroleh dari abdi dalem keraton yang menjadi guide keliling Taman Sari ini menyebutkan bahwa dulunya area Taman Sari ini dikelilingi danau. Sekarang sudah mengering dan dibangun rumah-rumah. Saya hanya bisa membayangkan betapa cantiknya danau ini dulu dengan berhiaskan bangunan-bangunan eksotis Taman Sari.

Umbul Pasiraman/Umbul Binangun/Umbul Winangun, Umbul Muncar, dan Blumbang Kuras

Inilah area utama yang sering dikunjungi wisatawan. Mengapa? Karena setelah pintu masuk langsung menjumpai area ini. Hehehe

Taman Sari
Kolam yang dulu menjadi tempat pemandian raja, permaisuri, dan putri raja

Di area ini terdapat 3 kolam yang dahulu menjadi kolam pemandian raja, permaisuri, dan para putrinya. Selain raja, waktu itu hanya perempuan yang boleh memasuki tempat pemandian ini. Namun, sekarang kolam pemandian ini sudah terbuka bagi umum (Untuk tujuan wisata, bukan untuk mandi lho ya hehehe).

Bangunan Unik

Terdapat beberapa bangunan peninggalan raja-raja keraton Yogyakarta sebelum-sebelumnya di area Taman Sari. Salah satu bangunannya adalah kamar raja zaman dahulu. Di dalam bangunan ini masih terdapat ranjang yang terbuat dari semen, toilet yang berupa lubang untuk menjatuhkan “si kuning”, dan juga tempat sauna.

Baca juga:  Terdampar dan Tertawa di Air Terjun Sri Gethuk

Ada salah satu bangunan di Taman Sari dengan eksterior yang unik yang menarik perhatian saya. Guide saya menjelaskan bahwa bangunan ini merupakan perpaduan arsitektur Jawa, China, Arab, dan Buddha. Hal ini ditandai dengan atap joglo, lambang bunga teratai, patung kepala raksasa, dan ornaamen-ornamen lainnya.

tamansari
Bangunan kuno dengan perpaduan arsitektur China, Jawa, Buddha, Arab

Halaman berikutnya, ada masjid bawah tanah di Taman Sari!

2 COMMENTS

  1. Ah jadi ingat pengalaman pas nyari masjid bawah tanah itu. Muter-muter pake acara nyasar ke halaman warga. Agak tricky nih untuk nyari pintu masuknya. Seandainyaaa aja masjid ini masih difungsikan, pasti keren 🙂

LEAVE A REPLY