Aug 072012
 

Kalkun panggang

“Turkey, unlike chicken, has very elegant characteristics. It has more of a cache than chicken. Turkey is a delicacy, so it should be presented in such a way.” – Todd English

Ini bukan karena dendam guweh pernah berantem sama kalkun sewaktu mengunjungi di Taman Balekambang Solo lho ya, tapi sudah sejak lama saya dan teman saya ngidam daging kalkun di Jogja. Setelah dicari-cari, ketemulah tempat makan di Jogja yang menyediakan hidangan makanan yang terbuat dari daging kalkun. Tempat makan apakah itu?

Nama tempat makannya adalah Warung Kalkun Jogja. Eaaa…. Simpel banget yak namanya? Restoran ini sangat mungil dengan kursi makan yang disediakan hanya beberapa saja. Saking mungilnya, pertama kali ke sini, saya sempat bingung. “Mana warungnya?”. Ternyata yang saya masuki adalah warungnya itu sendiri hehehe… Harga makanannya pun terbilang lumayan wajar.

Menu masakan kalkun

Menu makanan di Warung Kalkun

Warung Kalkun Jogja berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, dekat dengan Malioboro. Dari lampu merah Bank BNI besar Malioboro, belok ke kanan terus. Setelah sekitar 100 meter dari Bank BNI Malioboro, di sebelah kiri jalan terdapat warung bertuliskan Warung Kalkun Jogja (dengan embel-embel “turkey” juga. Turkey=kalkun, bukan Turkey=Turki).

Rica-rica Kalkun

Ibarat tanaman merindukan hujan, ketika rica-rica kalkun datang ke meja makan langsung saya sergap karena saking ngidamnya. Hap…. Beberapa saat kemudian bibir mulai memerah, keringat mengucur deras, mulut mendesis, dan waktu terasa berhenti sejenak. Bo’ abooooo’…. Ternyata rasa pedasnya sekelas sama oseng-oseng mercon level 10. Dua gelas Es Setup Jambu dan Es Tape belum bisa meredakan rasa pedas rica-rica kalkun ini. Namun demikian, rasa bumbunya sangat enak lho…

Rica-rica kalkun

Rica-rica kalkun yang lezat dan pedassss…

Sebenarnya sang pemilik sudah memperingatkan dengan tulisan di menunya bahwa rica-rica kalkun mempunyai rasa yang sangat pedas. Karena memang pada dasarnya bebal susah diberitahu, ya nekat saja memesan rica-rica kalkun. Padahal daya tahan pedas perut saya sangat payah lho. Hehehe…

Sup Kalkun

Awalnya saya tidak begitu berminat dengan Sup Kalkun di sini. “Kalkun kok dibuat sup yeah? Baru denger… ” Hmmm… Penasaran juga ingin mencicipinya. Ternyata, rasa supnya juga lezat… Sluurrppp…

Sup Kalkun

Sup Kalkun dengan irisan brokoli dan sosis

Kalkun Panggang

Kemudian kami lihat lagi dong menu makanannya. Masih dibuat penasaran juga dengan menu kalkun panggangnya. “Pesan satu porsi mbak, dibungkus ya”. Sesampainya di rumah, si kalkun panggang langsung saya eksekusi dengan rakus. Rasanya pun juga nikmat. Bumbunya sangat meresap ke dalam daging kalkun yang mempunyai tekstur khas… Arggghhh…

kalkun panggang

Paha kalkun panggang yang tidak muat di stereofoam

Di warung ini terdapat tulisan “Salam kluk kluk kluk”. Memang suara kalkun  “kluk… kluk… kluk…” ya? Cadel dong kalkunnya… *eh


  No Responses to “Warung Kalkun Jogja. Salam Kluk Kluk Kluk…”

  1. bisa jadi penadah hasil ternakan ga gan ? barang di gunkid .. nanti kalo butuh saya kirim .. saya bingung pemasaran soalnya\

 Leave a Reply

(Wajib Diisi)

(Wajib Diisi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>