Cave Tubing di Gua Pindul

4

“I’m not that tough; I’m not that smart. I need life telling me who I am, showing me my mind constantly. I wouldn’t see it in a cave.” – Richard Gere

Gua Pindul, Jogja. Cave tubing, istilah yang baru saya dengar di tahun 2011 melalui suatu forum traveling online ini menjadi pembicaraan yang sangat populer akhir-akhir ini di dunia maya. Tak banyak gua yang bisa digunakan untuk aktivitas cave tubing ini karena diperlukan suatu kondisi sehingga aktivitas ini dapat dilakukan di dalam gua tersebut. Di Jogja, terdapat dua kawasan yang lumayan terkenal untuk melakukan aktivitas cave tubing ini, yaitu gua Pindul dan gua Kalisuci. Apa sih sebenarnya Cave Tubing itu?

Cave Tubing

Cave tubing di Gua Pindul ini merupakan wisata penelusuran gua dengan menggunakan ban dan pelampung menyusuri gua. Mengapa harus menggunakan ban pelampung? Karena lantai gua nya sendiri berupa sebuah sungai dengan kedalaman air 1 meter hingga 15 meter! Jadi tidak memungkinkan bagi kita untuk bisa menginjak dasar gua, makanya harus menggunakan ban pelampung untuk menyusuri Gua Pindul ini.

Cave Tubing Gua Pindul
Cave Tubing dengan menaiki ban menyusuri sungai di bawah gua

Ada dua pemandu yang mendampingi di depan dan di belakang kita selama cave tubing. Salah satu pemandu menceritakan sejarah gua Pindul, sedangkan salah duanya (eh?) sangat memahami apa yang diinginkan oleh kita semua, yaitu membantu mengambil foto-foto narsis kita hehehe…

Cave tubing di Gua Pindul memang belum lama ada. Kata guide-nya, cave tubing ini baru dibuka untuk wisata pada tahun 2010. Di akhir penelusuran, atau lebih tepatnya di bawah lubang raksasa yang menganga di atap gua, pengunjung dapat melompat dari tebing untuk menceburkan diri ke dalam air sungai di dalam gua. Benar-benar segar rasanya nyebur di air sungai ini setelah merasakan suasana sumpek selama penelusuran di dalam gua.

Baca juga:  Pandawa Waterworld: Sensasi Pantai Buatan di Solo
gua Pindul
Melompat ke sungai di dalam gua Pindul

Setelah keluar dari gua, pengunjung harus menaiki dinding beton dari sungai di bagian bawah menuju ke jalan di atas sungai hanya dengan menggunakan tali tambang. Kelihatannya seram ya, tapi sebenarnya tidak. Mendaki dinding beton ini lumayan mudah karena dibantu dengan pijakan kaki di permukaan dinding betonnya.

gua Pindul
Naik ke daratan dengan tali tambang

Gua Pindul

gua ini seperti rongga di bawah bukit yang di bawahnya dialiri air sungai. Di dalam gua terdapat stalaktit, stalagmit, kristal, serta lubang raksasa menganga di atap gua bagian ujung pintu keluar gua. Banyak sekali kelelawar yang menggantung di langit-langit gua ini. Di atap gua juga tampak bekas pipis si kelelawar seperti bercak-bercak kecoklatan.

Gua Pindul
Stalaktit dan stalagmit di gua Pindul

Ada 3 zona dalam gua ini, yaitu zona terang, zona setengah gelap, dan zona gelap abadi. Di dalam zona gelap abadi ini lah nanti pemandu menghentikan sejenak untuk melakukan suatu doa-doa.

Gua Pindul
Pintu masuk gua Pindul

Warna air di sungai yang membelah gua Pindul ini selalu berubah-ubah menyesuaikan musim. Saat musim kering dan tidak hujan, warna air sungainya adalah hijau. Sedangkan di saat musim hujan, warna air sungainya berubah menjadi coklat karena adanya sedimentasi tanah.

Awal Mula gua Pindul

Kisahnya bermula dari dibuangnya seoang bayi oleh utusan Panembahan Senopati. Sebelum dibuang, bayi tersebut dimandikan terlebih dahulu di dalam gua. Karena pipi sang bayi terbentur gua, maka gua tersebut dinamai Gua Pindul (singkatan dari pipi kebendul atau pipi terbentur). Hmm… kok serem amat ya sejarahnya…

Tergantung Kondisi Air

Ada dua tempat di Jogja yang terkenal untuk melakukan aktivitas cavetubing ini, yaitu Gua Pindul dan Gua Kalisuci. Sebenarnya saya ingin mengunjungi kedua gua ini, namun waktu itu hanya Gua Pindul yang bisa dikunjungi. Mengapa? Karena kalau musim hujan, gua nya sendiri tertutup air secara penuh, sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan cave tubing ini. Mau menyelam di dalam gua? hehehe…

Baca juga:  Pantai-pantai yang Menakjubkan di Wonosari, Gunung Kidul, Jogja
gua Pindul
Air Terjun mini di dekat pintu keluar gua Pindul

Debit air di Gua Kalisuci waktu itu memang sedang tinggi dengan arus air yang sangat deras sehingga tidak memungkinkan diadakannya aktivitas cave tubing ini. Jadi, disarankan untuk menelpon operator cave tubing terlebih dahulu sebelum mendatangi lokasi wisata gua ini untuk memastikan keadaan air di kedua gua tersebut.

Halaman berikutnya, rute, tarif, dan contact person (CP) Gua Pindul

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY