Pantai Timang dan “Cable Car Tradisional” yang Serem

Pantai Timang dan “Cable Car Tradisional” yang Serem

“When you get to the end of your rope, tie a knot and hang on.” – Franklin D. Roosevelt

Di antara Pantai – pantai Pasir Putih Wonosari di Gunung Kidul, Jogja, barangkali Pantai Timang ini adalah pantai yang paling ekstrim. Tak hanya pemandangannya saja yang ekstrim, rute perjalanannya pun tak semudah pantai-pantai lainnya di kawasan ini. Tak hanya itu saja, cerita-cerita yang saya dengar dari penduduk sekitar sini pun bikin saya terdiam sesaat sambil berfikir “Kok bisa?”

“Cable Car Tradisional” untuk Mencari Lobster

Pernah mendengar “cable Car” kan? Itu lho, kereta gantung yang berjalan menggantung di kabel sehingga kita bisa menikmati pemandangan suatu tempat dari atas, seperti contohnya kereta gantung yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di Pantai Timang juga terdapat semacam “cable Car” yang digunakan bukan untuk tujuan memandang suatu tempat dari atas atau untuk tujuan bersenang-senang, tapi untuk mencari nafkah. Yakin mau bersenang-senang dengan “cable car” kayu seperti di bawah ini?

Timang

Semacam “cable car kayu” untuk “menimang” pencari lobster menuju karang

Dengan tali seadanya, keraguan apakah tali di ujung pulau karang sana sudah terikat kuat,  ombak tinggi di bawah yang menjilat-jilat, dan karang-karang terjal yang menatap jahat di bawah sana, membuat saya berpikir seratus kali untuk menyeberang ke pulau karang di seberang sana. Benar-benar mengerikan deh pokoknya. Sebenarnya buat apa sih “cable car kayu” ini?

Lobster. Yup… lobster adalah tujuan dibuatnya tali ini. Setiap pagi, para pemburu lobster menyeberang ke pulau karang yang terpisah di ujung sana untuk mencari lobster. Ada dua jenis lobster yang ditangkap di pulau karang ini, lobster merah dan hijau. Lobster ini dijual dengan harga yang lumayan mahal. Kata pencari lobster yang saya temui di pantai ini, lobster hijau harganya lebih mahal dan lebih susah didapat. Namun begitu, masih tak sebanding dengan harga nyawa yang mereka pertaruhkan untuk mencari lobster dengan menyeberang “cable car laut” di Pantai Timang ini.

Lobster Pantai Timang

Lobster luluran di Pantai Timang

Sejarah Pembuatan si “Cable Car”

Perlu waktu lama bagi otak saya berpikir bagaimana logika pembuatan “Cable Car” ini. Apakah talinya dilempar sampai ke pulau karang? Tapi kan letak pulau karangnya sendiri sangat jauh. Apakah sebenarnya penduduk di sini bisa terbang ke pulau karang untuk menancapkan tiang di seberang sana? Tapi kan kalau bisa terbang mereka sudah jadi tokoh superhero. Ataukah sebenarnya tali tambang ini punya nyawa sedemikian hingga dia bisa menjulurkan dirinya sendiri menuju pulau karang di sana? Hmmm…

Pantai Timang

Tali yang menghubungkan Pantai Timang ke pulau karang nun jauh di sana

Ternyata cerita pembuatannya sederhana tapi bikin merinding. Kata penduduk setempat, dahulu ada nelayan pemberani dengan menggunakan kapal sederhana berangkat dari Pantai Siung menuju pulau karang kecil ini untuk menancapkan tiang untuk mengikat tali tambang tersebut dari Pantai Timang ke pulau karang ini. Sampai di sini, logika saya pun masih tidak bisa menerimanya karena gelombang air laut di sini sangat tinggi sampai lebih dari 10 meter. Yup… sampai saat ini, inilah gelombang laut yang tertinggi yang pernah saya lihat. Apakah dengan ombak setinggi itu kapal tersebut tidak kebanting-banting ke karang? Tapi kenyataan memang demikian adanya, mereka berhasil membuat “cable car” dengan cara seperti ini. Masak saya harus lebih percaya bahwa penduduk di sini bisa terbang ke pulau karang tersebut? hehehe…

Halaman berikutnya, pantai pasir putih yang indah di Pantai Timang

1 2 3 Next

NO COMMENTS

Leave a Reply