Mar 042012
 

Pantai Timang

“When you get to the end of your rope, tie a knot and hang on.” – Franklin D. Roosevelt

Di antara Pantai – pantai Pasir Putih Wonosari di Gunung Kidul, Jogja, barangkali Pantai Timang ini adalah pantai yang paling ekstrim. Tak hanya pemandangannya saja yang ekstrim, rute perjalanannya pun tak semudah pantai-pantai lainnya di kawasan ini. Tak hanya itu saja, cerita-cerita yang saya dengar dari penduduk sekitar sini pun bikin saya terdiam sesaat sambil berfikir “Kok bisa?”

“Cable Car Tradisional” untuk Mencari Lobster

Pernah mendengar “cable Car” kan? Itu lho, kereta gantung yang berjalan menggantung di kabel sehingga kita bisa menikmati pemandangan suatu tempat dari atas, seperti contohnya kereta gantung yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di Pantai Timang juga terdapat semacam “cable Car” yang digunakan bukan untuk tujuan memandang suatu tempat dari atas atau untuk tujuan bersenang-senang, tapi untuk mencari nafkah. Yakin mau bersenang-senang dengan “cable car” kayu seperti di bawah ini?

Timang

Semacam "cable car kayu" untuk "menimang" pencari lobster menuju karang

Dengan tali seadanya, keraguan apakah tali di ujung pulau karang sana sudah terikat kuat,  ombak tinggi di bawah yang menjilat-jilat, dan karang-karang terjal yang menatap jahat di bawah sana, membuat saya berpikir seratus kali untuk menyeberang ke pulau karang di seberang sana. Benar-benar mengerikan deh pokoknya. Sebenarnya buat apa sih “cable car kayu” ini?

Lobster. Yup… lobster adalah tujuan dibuatnya tali ini. Setiap pagi, para pemburu lobster menyeberang ke pulau karang yang terpisah di ujung sana untuk mencari lobster. Ada dua jenis lobster yang ditangkap di pulau karang ini, lobster merah dan hijau. Lobster ini dijual dengan harga yang lumayan mahal. Kata pencari lobster yang saya temui di pantai ini, lobster hijau harganya lebih mahal dan lebih susah didapat. Namun begitu, masih tak sebanding dengan harga nyawa yang mereka pertaruhkan untuk mencari lobster dengan menyeberang “cable car laut” di Pantai Timang ini.

Lobster Pantai Timang

Lobster luluran di Pantai Timang

Sejarah Pembuatan si “Cable Car”

Perlu waktu lama bagi otak saya berpikir bagaimana logika pembuatan “Cable Car” ini. Apakah talinya dilempar sampai ke pulau karang? Tapi kan letak pulau karangnya sendiri sangat jauh. Apakah sebenarnya penduduk di sini bisa terbang ke pulau karang untuk menancapkan tiang di seberang sana? Tapi kan kalau bisa terbang mereka sudah jadi tokoh superhero. Ataukah sebenarnya tali tambang ini punya nyawa sedemikian hingga dia bisa menjulurkan dirinya sendiri menuju pulau karang di sana? Hmmm…

Pantai Timang

Tali yang menghubungkan Pantai Timang ke pulau karang nun jauh di sana

Ternyata cerita pembuatannya sederhana tapi bikin merinding. Kata penduduk setempat, dahulu ada nelayan pemberani dengan menggunakan kapal sederhana berangkat dari Pantai Siung menuju pulau karang kecil ini untuk menancapkan tiang untuk mengikat tali tambang tersebut dari Pantai Timang ke pulau karang ini. Sampai di sini, logika saya pun masih tidak bisa menerimanya karena gelombang air laut di sini sangat tinggi sampai lebih dari 10 meter. Yup… sampai saat ini, inilah gelombang laut yang tertinggi yang pernah saya lihat. Apakah dengan ombak setinggi itu kapal tersebut tidak kebanting-banting ke karang? Tapi kenyataan memang demikian adanya, mereka berhasil membuat “cable car” dengan cara seperti ini. Masak saya harus lebih percaya bahwa penduduk di sini bisa terbang ke pulau karang tersebut? hehehe…

Pantai Pasir Putih yang Sepi dan Indah

Selain terkenal dengan “cable car” tradisionalnya, ternyata Pantai Timang ini juga memiliki pantai pasir putih yang sangat sepi dan indah. Bahkan, di hari minggu yang notabene hari libur seluruh umat sedunia, hanya terdapat saya dan dua teman saya saja yang mengunjungi pantai ini. Alhasil, kami pun foto gila-gilaan karena tak ada seorangpun yang melihat kami. *Padahal kalau rame pengunjungpun juga bakalan pecicilan gak tau malu juga ding hihihi*

Pantai Timang

Kelapa gaul bergaya punk di Pantai Timang

Pasir putih di Pantai Timang ini menurut saya lebih putih dan lebih bersih dari pantai-pantai Wonosari lainnya. Bentuk pantainya sendiri agak aneh menurut saya, peyot-eyot gimana gitu.

Tebing-tebing karang di sini juga tak kalah indah lho. Kebetulan pas saya datang ke sini, saya melihat suatu fenomena unik yaitu awan berbentuk kepala srigala! Padahal langit disekitarnya tampak biru cerah dan bersih.

Pantai Timang

Tebing Pantai Timang dengan berhiaskan awan berbentuk kepala srigala

Buah Kapasan

“Bu, boleh tanya, ini buah apa ya?” Tanya saya kepada ibu-ibu yang sedang berjalan menggendong kayu bakar di sini. “Eh, loe kagak ngeliat apa guwe sempoyongan bawa kayu bakar, loe malah nanya-nanya nama buah. Bantuin napa!!”. Hmmm… bukan begini ding jawaban ibu-ibu tersebut, saya cuman ngarang aja kok hehehe… Jawaban sebenarnya adalah seperti ini: “Ini namanya buah kapasan, tapi jangan dimakan ya karena rasanya sangat pahit.” Jawab ibu-ibu yang menggendong kayu bakar tersebut dengan halus. Oh… Namanya buah kapasan toh…

Buah Kapasan

Buah Kapasan

Di sekitar Pantai Timang ini banyak ditumbuhi tanaman Buah Kapasan ini. Saya memang belum pernah melihat buah ini sebelumnya. Ciri-cirinya adalah buahnya berwarna merah, berbentuk seperti melinjo, dan mempunyai daun yang mirip daun ubi jalar. Karena di Pantai Timang ini tidak ada sinyal telepon seluler, maka saya pun menunda mencari informasi lengkap buah ini di internet nanti setelah mendapat akses internet kembali. Setiba di rumah, saya buru-buru mencari tahu informasi lengkap mengenai buah ini, dan hasilnya adalah…. Nihil, tidak banyak informasi mengenai buah ini. Selamat ya…

Rute

Jalan menuju Pantai Timang ini memang sangat susah. Mengapa? Selain kondisi jalan yang terjal belum beraspal, juga tak ada papan petunjuk menuju Pantai Timang sama sekali!!! Jadi harus banyak bertanya ke penduduk setempat. Kata penduduk setempat, jika cuaca sedang hujan, lebih baik ditunda dulu perjalanan menuju pantai ini karena jalanan sangat licin dan berbukit-bukit. Masih kata penduduk setempat pula, nantinya memang dibuat papan penunjuk menuju Pantai Timang, namun mereka masih menunggu sampai jalan diperbaiki terlebih dahulu.

Rute: Jogja – Kids Fun – Wonosari – Tepus – Pertigaan Wonosari/Pantai Wediombo/Pantai Siung – Pantai Timang

Lokasi Pantai Timang sendiri adalah di sebelah barat Pantai Siung. Di pertigaan jalan antara arah Wonosari – arah Pantai Wediombo – arah Pantai Siung, bersiap-siaplah bertanya kepada penduduk setempat mengenai letak Pantai Timang ini sehubungan dengan minimnya papan petunjuk tadi. Karena peribahasa mengatakan bahwa kemaluan bertanya, sesat di….??? *sensor*

Gambar-Gambar dan Foto-foto Pantai Timang


 Leave a Reply

(Wajib Diisi)

(Wajib Diisi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>