Jan 302012
 

Penyu Bertelur Pangumbahan Ujung Genteng

“Behold the turtle. He makes progress only when he sticks his neck out.” -James Bryant Conant

Ujung Genteng, sebuah nama tempat wisata yang terletak di selatan Jawa Barat, akhir-akhir ini lagi nge-hits banget di internet.  Kawasan ini terkenal sebagai tempat penyu bertelur, lokasi surfing, keindahan pantai serta kecantikan air terjunnya. Ada beberapa cerita yang tidak mengenakkan dari sebagian turis mengenai penduduk lokal di sini. Benarkah demikian?

Waktu itu, di kala gerhana bulan, kami melakukan perjalanan ke Ujung Genteng untuk melihat wujud kami yang sebenarnya yaitu seekor…. penyu… *eaaa… Kalo gerhana bulan jadi Srigala kalee*. Pejalanan ke Ujung Genteng ini lumayan berat karena harus menempuh jarak yang jauh membelah Pulau Jawa dari ujung utara Jakarta ke ujung selatan Ujung Genteng. Ditambah lagi dengan kondisi jalanan yang naik turun berkelok-kelok. Lama perjalanan yang kurang lebih 7 – 10 jam tak begitu masalah bagi kami karena teman-teman ngetrip kami sangat asyik.

Pantai Pangumbahan, Tempat Penyu Bertelur

Penyu yang biasa mangkal di Pantai Pangumbahan ini adalah jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas). Setiap hari, sekitar 15-an penyu bertelur pada malam hari antara pukul 22.00 – 02.00. Jangan sampai telat karena bisa ketinggalan momen melihat penyu bertelor. Kami sendiri datang pada pukul 4 dini hari ke pantai ini. Dengan penuh putus asa, kami bertanya kepada pengurus di sini apakah masih ada penyu yang terlambat bertelur. Dicari di pos sana-sini ternyata emak-emak penyu ini sudah pada balik ke laut *Huh… pasrah*. Akhirnya, tak diyana-nyana, ada kabar kalau ternyata masih ada satu penyu yang masih bertelur. Larilah kami ke pos tersebut, dan memang benar, ada penyu malas yang terlambat bertelur. Senang banget rasanya masih bisa melihat penyu bertelur waktu itu di saat asa mulai menipis.

Pantai Pangumbahan sendiri adalah pantai yang sangat indah dengan garis pantai yang panjang dan butiran pasir putih sangamat lembut. Pagi hari, biasanya tukik (anak penyu) dilepas oleh penjaga dari penangkaran untuk  dibiarkan kembali ke alam bebas.

penyu bertelor Ujung Genteng

Perjuangan penyu bertelur: menggali lubang, menutup lubang, mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya , kemudian berjalan berat kembali ke laut

Mendzolimi si Penyu

Pada awalnya kami sangat menjaga si penyu dengan tidak mengganggunya bertelur. Bahkan sampai penyu selesai bertelur dan berjalan untuk kembali menuju laut pun kami amati dengan penuh rasa haru. Rasanya berat banget si penyu berjalan, udah badannya besar, berat, gali pasir tutup pasir untuk mengerami telor-telornya, ditambah lagi energi yang besar buat ngebrojolin telur-telurnya. Kasian sekali ya, lemes banget tampang penyu ini setelah bertelor.

Tiba-tiba, pada saat si penyu selesai bertelur dan berjalan lemas kembali menuju laut, si penjaga bilang “udah naikin aja penyunya”. Duarrr… “boleh gitu Pak?” tanya saya “Boleh aja” jawab si penjaga. Maka dengan jahatnya, saya naiki si penyu itu. Pasti si penyu mikir “nih mongki kagak tau apa susahnya bertelur, gua lempar tempurung juga loe”. Maapin saya ya Nyu….  abis tubuhmu bahenol sih, nikmat untuk dinaikin… eh…

Penyu Ujung Genteng

Pacuan Penyu atau Karapan Penyu? Lebih dahsyat dibanding Pacuan Kuda dan Karapan Sapi hehehe

Pantai Cibuaya

Pantai Cibuaya ini pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Mungkin karena banyak penduduk dan penginapan di sekitar pantai ini sehingga banyak turis, termasuk saya, lebih memilih untuk menginap di sekitar pantai ini.

Pantainya sendiri lumayan indah dengan butiran pasir putih yang kasar, karang di pinggir pantai, serta ombak yang sangat menakjubkan. Beberapa wisatawan tampak ceria berenang di pinggir laut.

Pantai Cibuaya Ujung Genteng

Pantai Cibuaya

Tempat Surfing

Ombak di pantai-pantai Ujung Genteng ini sangat disukai para surfer untuk surfing atau berselancar. Beberapa pantai yang terkenal untuk surfing di Ujung Genteng antara lain Pantai Ombak Tujuh dan Pantai Batununggul.

Ada beberapa pantai lain yang terletak di Ujung Genteng dan sekitarnya ini, antara lain Pantai Kelapa Doyong, Pantai Batu Keris, Muara Cimandiri, dan lain sebagainya. Saya sendiri tidak sempat mengunjungi pantai-pantai ini karena keterbatasan waktu.

Ombak Ujung Genteng

Ombak Di Ujung Genteng yang cantik dan sering digunakan untuk surfing

Amanda Ratu Resort, Tanah Lot-nya Ujung Genteng

Awalnya saya tidak tahu kalau ada “Tanah Lot” di Ujung Genteng. Karena salah satu teman saya ingin ke “Tanah Lot” yang terletak di Resort Amanda Ratu, akhirnya saya jadi tahu juga. Ternyata yang dimaksud tanah lot adalah semacam karang besar terpisah dari daratan di dekat pantai mirip Tanah Lot di Bali. Bedanya, “Tanah Lot”-nya Ujung Genteng ini tak terdapat pura di puncak karangnya. Walaupun begitu, pengelolaan resort pinggir pantai berkarang di Amanda Ratu ini membuat pemandangan menjadi indah.

Tanah Lot Amanda Ratu Ujung Genteng

Ini lho yang dibilang mirip tanah lot di Amanda Ratu Resort itu...

Curug Cikaso

Dalam perjalanan pulang dari Ujung Genteng menuju Jakarta atau daerah asal, biasanya pengunjung menyempatkan diri bermain di Curug Cikaso. Air Terjun ini terletak lumayan jauh dari pantai. Jadi tidak mungkin berjalan kaki dari pantai menuju air terjun. Untuk cerita lebih lanjut tentang Curug Cikaso, silakan baca di sini.

Curug Cikaso

Curug Cikaso

Penginapan

Kami menginap di Penginapan Bungsu (0878 2097 9878). Penginapan sederhana dengan kamar kayu berbentuk rumah panggung ini terletak tepat di depan Pantai Cibuaya. Kamar mandi diluar shared dengan penyewa kamar lain. Tapi gak antri pakai kok. Anehnya, walaupun berlokasi persis di pinggir pantai, air di kamar mandinya tidak berasa asin lho. Tarif penginapannya sendiri dapat ditawar, namun saya lupa berapa hehehe… maap.

Lokasi dan Rute

Rute ke UjungGenteng yang kami lalui adalah sebagai berikut : Jakata – Bogor – Ciawi – Cicurug – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Kiara Dua – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng – Cibuaya – Pantai Pangumbahan. Setelah keluar dari Ciawi, jalanan mulai sepi, berbukit-bukit, dan gelap di waktu malam. Hmmm…

Untuk menuju ke Ujung Genteng, kami menyewa mobil dari Jakarta (JM Rent Car 021-502 67 999/021-980 324 84 dengan tarif 275 ribu per 24 jam, kalau pakai sopir nambah 100 ribu/12 jam). Susah memang mencari persewaan mobil yang murah. Setelah googling, akhirnya kami mendapatkan persewaan yang sesuai dengan kantong kami dan sopir yang bisa diajak bercanda pula.

Peta Ujung Genteng Curug Cikaso

Rute dari Jakarta (A) ke Ujung Genteng (B). Curug Cikaso berada di Surade (tanda panah)

 Cerita-cerita Buruk

Banyak cerita buruk mengenai Ujung Genteng yang berhubungan dengan beberapa oknum penduduk lokal yang suka menipu. Namun, sewaktu kami ke sana, semuanya berjalan normal. Tak ada penipu yang menipu kami. Mungkin karena muka saya yang menipu lebih dahsyat dari tipu muslihat mereka kali ya hehehe… Hanya Tuhan yang tahu…

Penyu adalah hewan yang dilindungi pemerintah karena jumlahnya yang terus menyusut. Demikian pula telur penyu di ujung genteng ini, nasibnya juga bagaikan telur di ujung tanduk. Selain rawan dari ganasnya alam, juga rawan dari rakusnya manusia. Mari kita jaga kelestarian penyu ini dengan mengawininya… Jiah… menurut loch… Maksud saya dengan tidak membunuh penyu atau memakan telurnya…

Gambar-gambar/Foto-foto Lengkap Ujung Genteng


  One Response to “Mendzolimi Penyu Bertelor di Ujung Genteng”

  1. setuju..
    balapan penyu kapan nyampenya tu..

 Leave a Reply

(Wajib Diisi)

(Wajib Diisi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>