Sangiran, “Jurassic Park”-nya Indonesia

2

Perbedaan Kera dan Manusia Purba

Perbedaan Kera Monyet Manusia
Perbedaan Monyet/Kera dengan Manusia

1. Kera hanya bisa berjalan tegak dengan bertumpu pada tangan. Telapak kaki yang cekung digunakan untuk bergelantungan di dahan. Sehingga kera tidak bisa berdiri lama dengan kedua kakinya. Sedangkan Manusia dapat berjalan lama dengan kedua kakinya, bahkan bisa berlari dengan kedua kakinya tanpa bantuan tumpuan tangan.

2. Telapak tangan kera cenderung bertekuk dengan ibu jari yang tidak bebas bergerak, hal ini sangat berguna untuk mencengkeram, memanjat, dan menopang tubuh. Sebaliknya, manusia mempunyai ibu jari yang bebas bergerak yang digunakan untuk memegang alat dengan sempurna.  (Gambar)

3. Volume otak kera adalah sekitar 400cc, sedangkan volume otak manusia sekitar 1400 cc. Bentuk tengkorak dahi manusia meninggi dibanding kera yang mendatar, membuat manusia mempunyai kemampuan lebih dibanding kera, misalnya dalam hal berkomunikasi. (Gambar)

4. Pangkal tenggorokan kera agak tinggi sehingga mereka bisa bernafas sambil menelan. Suara yang dihasilkan rongga tekak juga terbatas. Sebaliknya, manusia mempunyai tenggorokan yang lebih rendah yang membuatnya tidak mampu bernafas sembari menelan. Suara yang dihasilkan manusia pun juga sangat beragam. (Gambar)

5. Rahang kera sangat cekung berbentuk huruf U, sedangkan rahang manusia lebih lebar berbentuk seperti busur. (Gambar)

Mengapa Jasad Manusia Purba Menjadi Fosil dan Masih Ada Sampai Sekarang?

Ketika makhluk hidup mati, semua bagian tubuhnya hancur kecuali tulang belulangnya. Sisa-sisa tulang ini kemudian tertimbun endapan tanah. Dengan adanya tekanan dan suhu tinggi, pori-pori tulang ini terisi oleh mineral-mineral seperti silika yang kemudian membuat tulang berubah menjadi seperti batu yang disebut fosil.

Tokoh-tokoh Purba

Eh… Maksudnya bukan pahlawan atau orang penting zaman purba ya, maksudnya adalah di museum Sangiran ini juga diceritakan beberapa ilmuwan yang berjasa besar dalam hal menguak kehidupan zaman purba.

1. Raden Saleh

Awalnya, Raden Saleh yang seorang pelukis memamerkan koleksinya berupa fosil binatang purba dari Sangiran ke orang-orang Eropa yang kemudian mengundang penasaran ilmuwan Eropa

2. B.D van Rietschoten

Peneliti ini menemukan fosil manusia purba di Wajak, Tulungagung yang dikenal dengan nama Homo Wadjakensis pada tahun 1888.

3. Eugene Dubois

Pada tahun 1887-1891, dokter dari Belanda ini menemukan fosil Pithecantropus Erectus atau Homo Erectus di Kedungbrubus dan Trinil.

4. G.H.R von Koenigswald

Dibantu oleh ahli lainnya, ahli Paleontologi dari Jerman ini kembali menemukan fosil Homo Erectus lainnya yang dulunya bernama Pithecanthropus Soloensis, Pithecantropus Mojokertensis, dan Megantropus Palaeojavanicus (Homo Erectus Archaic).

Ada pula cerita tokoh-tokoh lain di bidang evolusi manusia, seperti Gregor J. Mendel, Charles Darwin, Ernst Haeckel, dan lain sebagainya.

Halaman berikutnya, cara menuju Sangiran

2 COMMENTS

    • @yourha
      ternyata banyak hal yang berubah dalam buku sejarah jaman saya SMP. Gak tau deh buku sejarah yang sekarang

LEAVE A REPLY