Sangiran, “Jurassic Park”-nya Indonesia

2

Manusia dan Primata Purba

Manusia Purba
Aktivitas Manusia Purba

Evolusi manusia memang masih menjadi bahan diskusi, namun evolusi yang banyak diakui adalah seperti ini: Tersier –  Lemuria – Dryopithecus – Ramapithecus – Ardipithecus Ramidus – Australopithecus Robustus – Australopithecus Africanus – Homo Habilis – Homo Erectus – Neanderthals – Homo Sapiens

1. Ramapithecus

Ramapithecus adalah spesies primata paling purba dengan tinggi kurang dari 1 meter. Penemuan fosil gigi dan rahang menunjukkan bahwa spesies ini mempunyai bentuk hominid (famili dari genus manusia, simpanse, bonobo, dan gorilla). Doh… Selain belajar sejarah, kudu belajar taksonomi biologi juga nih. (Gambar)

3. Australopithecus Boisei dan Australopithecus Robustus

Dua spesies Australopithecus ini merupakan makhluk purba yang kekar. Sedangkan versi rampingnya adalah Australopithecus Africanus. Yang satu suka nge-gym, yang satu lagi kebanyakan minum jamu galian singset kali ya hehehe… Ternyata perbedaan kekar-ramping ini akibat pola makan yang berbeda. Boisei dan Robustus adalah vegetarian pemakan tumbuh-tumbuhan purba yang memerlukan sistem pencernaan yang kuat, sehingga berpengaruh pula terhadap badan mereka. (gambar)

3. Australopithecus Africanus

Berbeda dengan duo Australopithecus sebelumnya, spesies Africanus ini merupakan pemakan tumbuhan, buah, dan daging. Manusia purba ini adalah manusia pertama yang melakukan perburuan binatang besar. (Gambar)

4. Homo Habilis

Homo Habilis (gambar) adalah manusia purba pertama yang memiliki kebudayaan. Mereka mampu membuat peralatan sederhana dari batu di lembah Olduvai. Sehingga kebudayaan mereka pun disebut sebagai Oldowan. Kalau ingat peralatan dari batu jadi ingat kartun Flinstones ya hehehe…

5. Homo Erectus

Fosil Homo Erectus
Homo Erectus, missing link evolusi manusia

Homo Erectus merupakan manusia penjelajah utama di dunia. Spesies ini mampu menyebar di seluruh dunia dan mampu beradaptasi dengan baik di iklim Plestosen. Jangan salah sebut “homo ereksi” lho ya hehehe… *huss*

Di Indonesia, Homo Erectus ini mengalami 3 kali evolusi; Homo Erectus Archaic (hidup 1,5 juta tahun lampau), Homo Erectus Tipikal (hidup 0,9-0,3 juta tahun lampau), dan Homo Erectus Progresif (hidup 0,2-0,1 juta tahun lampau). Tipe Archaic mempunyai kapasitas otak 870cc dan fosilnya ditemukan di Sangiran dan Perning (Mojokerto). Tipe Tipikal mempunyai kapasitas otak 1000cc dan fosilnya ditemukan di Sangiran, Trinil (Ngawi), Kedungbrubus (Madiun), Patiayam (Kudus), dan Semedo (Tegal). Tipe progresif mempunyai kapasitas otak 1000cc dan fosilnya ditemukan di luar Sangiran, yaitu di Ngandong (Blora), Sambungmacan (Sragen), dan Selopura (Ngawi).

Megantropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Robustus, Pithecanthropus Soloensis yang dulu ada di buku sejarah kita, sekarang masuk ke dalam kategori Homo Erectus ini. Hanya Homo Erectus di Afrika yang mampu berevolusi menjadi Homo Sapiens, sedangkan Homo Erectus di Indonesia punah akibat tidak mampu menghadapi perubahan lingkungan.

Hingga saat ini, telah ditemukan 100 individu fosil spesies ini di Sangiran. Jumlah ini mewakili lebih dari setengah populasi Homo Erectus di Dunia. Membanggakan ya… (Gambar)

6. Cro Magnon

Cro-Magnon adalah manusia purba yang merupakan seniman pertama dengan hasil karya berupa lukisan di goa, pahatan, dan patung ukir. (Gambar)

7. Homo Sapiens

Spesies manusia ini ada sejak tahun 100.000 silam. Spesies ini adalah manusia modern zaman sekarang yang mempunyai perkembangan yang pesat, mempunyai kecerdasan tinggi, dan mampu menciptakan peradaban dan teknologi. (Gambar)

8. Homo Floresiensis

Dapat ditebak dari namanya, manusia purba yang sudah punah ini berasal dari Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Homo Floresiensis dikenal juga sebagai flo atau hobbit karena ukurannya yang kerdil. (Gambar)

Hewan Purba

Fosil Binatang Purba
Fosil Binatang Purba Sangiran

1.Binatang Laut Purba

Zaman sekarang, Sangiran terletak sangat jauh dari laut. Bahkan letaknya pun di tengah-tengah daratan Pulau Jawa. Namun, di Sangiran banyak ditemukan fosil-fosil hewan laut purba. Nah… Sangat janggal bukan? (Gambar)

2. Gajah Sangiran

Terdapat 3 jenis gajah di Sangiran, Mastodon, Stegodon, dan Elephas. Mastodon adalah gajah paling primitif di Sangiran dengan gading yang panjang dan tubuh yang lebih pendek. Kalau menyebut Mastodon, jadi inget band metal dari USA dengan nama yang sama ya.

Demikian pula halnya Stegodon, gading gajah purba ini pun juga sangaaat panjang sekali dengan bentuk yang melengkung. Hal ini nampak pada fosil gading yang dipajangkan di museum ini. Sedangkan Elephas adalah gajah modern dengan gading yang pendek. Bentuknya Elephas ini sama lah kayak gajah-gajah yang ada di kebun binatang. (gambar)

3. Buaya Sangiran

Buaya yang pernah hidup di Sangiran adalah buaya dari famili Gavialidae dan Crocodylidae. Contoh spesies buaya dari famili tersebut yang pernah mendiami Sangiran adalah Gavialis Bengawanensis.

4. Binatang  Bertanduk Purba

Binatang-binatang ini antara lain Banteng Purba (Bibos Paleosondaicus), Rusa Purba (Cervus Hippelaphus), dan Kerbau Purba (Bubalus Paleokarabau). Binatang-binatang bertanduk ini hidup antara tahun 700.000-300.000 tahun yang lalu. (Gambar)

5. Harimau Purba

Padang rumput sabana yang luas di Sangiran merupakan habitat bagi Harimau Purba (Panthera Tigris) zaman dulu kala. Bentuk hewan purba ini tak banyak perbedaan dengan harimau modern.

6. Badak Purba

Badak Purba (Rhinoceros Sondaicus) juga mendiami padang rumput Sangiran 700.000 tahun lampau. Dengan nama spesies yang sama, apakah badak ini juga satu jenis dengan badak bercula satu Ujung Kulon?

7. Babi Purba

Babi purba (Sus Sp.) ini mirip sekali dengan babi hutan. Mereka mempunyai taring yang mencuat ke atas sangat panjang.

8. Kudanil Purba

Kundanil purba (Hippopotamus sp. dan Hexaprotodon) ini hidup sekitar 1, 2 juta tahun yang lalu di Sangiran. Kok spesies binatang di Sangiran ini banyak yang mirip binatang di Afrika ya? (Gambar)

Peninggalan Purba

Peninggalan-peninggalan manusia purba di Sangiran antara lain berupa peralatan batu masif (besar) dan non masif (kecil). Peralatan besar digunakan untuk pekerjaan berat seperti memotong kayu/tulang, peralatan kecil digunakan untuk pekerjaan ringan seperti mengiris, menyayat, dan sebagainya.

Nama-nama peralatan ini antara lain kapak perimbas, batu sepih, batu bola, dan lain sebagainya.

Alat-alat ini dibuat dengan dua cara. Pertama yaitu dengan memukul peralatan secara langsung batu, tulang, dan kayu. Cara kedua yaitu dengan alat perantara seperti tulang, tanduk, atau kayu yang diletakkan dipermukaan tanah kemudian dipukul dengan batu. (Gambar)

Halaman berikutnya, cara membedakan kera dan manusia purba

2 COMMENTS

    • @yourha
      ternyata banyak hal yang berubah dalam buku sejarah jaman saya SMP. Gak tau deh buku sejarah yang sekarang

LEAVE A REPLY