Sangiran, “Jurassic Park”-nya Indonesia

Sangiran, “Jurassic Park”-nya Indonesia

“I dream for a living.” – Steven Spielberg

Sangiran, Jawa Tengah. Sangiran, nama yang sering muncul di dalam buku sejarah sewaktu kita masih sekolah. Masih ingatkah? Jawaban saya = “samar-samar”. Jujur, mungkin malah lebih ingat film Jurrasic Park-nya Steven Spielberg yang menceritakan tentang binatang purba Dinosaurus? Jawaban saya “iya” hehehe… Kalau kamu?

Kali ini saya mau cerita lokasi wisata di Indonesia yang menyimpan peninggalan-peninggalan zaman purba, bukan dinosaurus tapi manusia purba! Apakah mereka mirip manusia sekarang ataukah mereka sebenarnya adalah monyet? Dan tahukah kamu kalau penghuni pertama Pulau Jawa sudah punah, sedangkan penghuni Pulau Jawa sekarang adalah keturunan pendatang dari China Selatan?

Sangiran Early Man Site, Terdaftar di UNESCO World Heritage Site

Pada tahun 1996, Sangiran telah diakui United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), salah satu lembaga di bawah PBB, sebagai salah satu warisan dunia (World Heritage Site). Kita patut berbangga dan wajib merawatnya karena ini adalah potensi yang sangat penting tidak hanya bagi Sragen, tapi juga bagi Indonesia. Tak hanya sebagai tempat wisata pula, namun juga salah satu sumber ilmu pengetahuan.

Museum Sangiran

Di Sangiran terdapat museum untuk memajang fosil manusia purba, hewan purba, dan peninggalan-peninggalan purba lainnya sehingga kita tidak perlu lagi mengelilingi Sangiran yang luas untuk melihat warisan purba ini. Museum yang grand opening-nya baru 15 Desember 2011 ini sangat bersih, megah, modern, ber-AC, dan murah pula. Saya saja sampai kagum, kok bisa ada museum sebagus ini di daerah yang lokasinya 1 jam dari pusat kota (Solo). Teman saya sampai bilang, kualitas museum ini sama bagusnya dengan museum di luar negeri sana. Semoga tetap terawat sampai selamanya ya…

Cukup dengan mengeluarkan kocek Rp3.000 sebagai tiket masuk, kita sudah dapat menyaksikan museum yang dibangun dengan sangat profesional. Display disajikan secara modern, menarik, dan atraktif. Barang yang dipajang pun di sertai dengan keterangan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sehingga, selain menyaksikan fosil purba, wisatawan pun dapat belajar sejarah peninggalan purba tersebut.

Sangiran Museum

Gerbang Museum Sangiran

Awal Mula Kehidupan

Awal terbentuknya bumi dimulai dengan adanya ledakan sebuah bintang raksasa atau yang dikenal dengan Big Bang pada 12 milyar tahun silam. Serpihan-serpihan bintang tersebut membentuk benda-benda angkasa lainnya termasuk planet-planet dalam tata surya kita. Pada awal terbentuknya, bumi sangat panas. Seiring waktu berjalan, bumi mulai mendingin. Dulu, bumi hanya terdapat satu benua bernama Gondwana. Dalam perkembangannya, lapisan tanah Benua ini bergeser dan membentuk 5 atau 7 benua yang sekarang (hayo yang benar 5 atau 7 benua?).

Bumi sendiri telah mengalami perubahan geologis selama ratusan juta tahun. Sejarah perkembangan geologi bumi adalah sebagai berikut: Precambrian – Palaeozoic (Cambrian-Ordovician-Silurian-Devonian-Carboniferous-Permian) – Mesozoic (Triassic-Jurassic-Cretaceaous) – Cenozoic (Tertiary-Quarternary) – Bumi yang sekarang.

Evolusi geologi bumi ini diikuti pula oleh evolusi kehidupan, dari makhluk yang mempunyai sel tunggal menjadi makhluk-makhluk lain termasuk manusia. Awal mula kehidupan dimulai dengan adanya reaksi unsur-unsur kimia yang ada di bumi. Dengan ditambah dengan radiasi sinar matahari serta aliran listrik petir, reaksi dari unsur-unsur kimia ini membentuk organisme yang sangat sederhana. Bentuk kehidupan awal yang sangat sederhana ini antara lain ganggang hijau biru yang tidak membutuhkan oksigen. Walaupun tidak membutuhkan oksigen, ganggang hijau biru ini justru menghasilkan oksigen dalam jumlah yang besar. Kemudian oksigen tersebut berangsur-angsur mengisi atmosfir bumi, mencair, mengubah unsur kimia lain, dan membentuk lapisan ozone. Oksigen inilah yang pada akhirnya berperan besar dalam munculnya makhluk-makhluk lainnya di bumi.

Gunung Berapi Purba

Museum Sangiran dibangun di atas tanah purba berusia 1,8 juta tahun. Lapisan tanah ini terbentuk dari lahar purba hasil erupsi Gunung Lawu purba pula.

Pada awalnya, bentuk lapisan sedimen tanah adalah mendatar. Karena tenaga endogen dari dalam bumi dan tenaga eksogen dari endapan itu sendiri, lapisan sedimen ini terangkat dan membentuk kubah. Kubah ini mengangkat banyak sekali fosil-fosil purba yang sebelumnya tersimpan di perut bumi. Dari sinilah terkuak kehidupan purba di sekitar kubah Sangiran.

Halaman berikutnya, macam-macam manusia purba dan primata purba di Sangiran


1 2 3 4 Next

2 COMMENTS

    • @yourha
      ternyata banyak hal yang berubah dalam buku sejarah jaman saya SMP. Gak tau deh buku sejarah yang sekarang

Leave a Reply