Terdampar dan Tertawa di Air Terjun Sri Gethuk

14

Lokasi

Letak air Terjun Sri Gethuk ini adalah di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Sepanjang perjalanan di desa, kami kembali tertawa ngakak karena terdapat plang bertuliskan Ketua RT sekian-sekian, kalau tidak salah jumlahnya sampai Ketua RT 75. Wow!!! Pasalnya di sepanjang jalan, jumlah perumahan penduduknya sangat sedikit, lebih banyak area perkebunan dan persawahan malahan. Kami berpikir (dan bercanda) bahwasanya mungkin masing-masing warga di sini menjabat Ketua RT saking jarangnya penduduk dan banyaknya plang Ketua RT hehehe…

Rute

Untuk menuuju ke air terjun ini, pertama, ikuti jalan arah Jogja-Wonosari. Sampai di daerah Pathuk, sebelum Wonosari, lanjutkan perjalanan ke Playen. Kemudian lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Bleberan di mana air terjun ini berlokasi. (Jogja – Pathuk – Playen – Bleberan – Air Terjun Sri Gethuk).

Saya sangat menikmati perjalanan ini karena selain banyak pemandangan sawah dan perkebunan yang hijau, juga masih banyak perumahan tradisional penduduk yang bernuansa Jawa kuno. Rumah-rumah ini memang mengingatkan saya pada masa kecil saya yang  tinggal di lingkungan perumahan Jawa kuno (namun sekarang rumah-rumah di kampung saya sudah berganti dengan desain rumah modern).

Jalan masuk Air Terjun Sri Gethuk sebagian besar masih tanah bebatuan belum dilapisi aspal, sebagian kecil sudah beraspal berlubang-lubang, dan sebagian lainnya beraspal halus. Namun begitu, kalau tidak musim hujan, jalanannya masih bisa dilalui kendaraan  karena sepanjang jalan ada bebatuan untuk pondasi jalan. Kalau musim hujan? Tidak tahu juga ya… Silakan dicoba deh hehehe…

Fyuh, ternyata yang layak ditertawakan adalah diri saya sendiri bukan air terjunnya karena telah sok tahu mengasumsikan asal nama Gethuk dari nama makanan bukan Gethuk dari cara menabuh gamelan. Makanya, otaknya jangan mikir makanan mulu cyiiin *nasehat kepada diri sendiri*.

Gambar-gambar dan foto-foto Air Terjun Sri Gethuk

1
2
SHARE

14 COMMENTS

    • @Yourha
      Kalau biaya masuk ke Air Terjun Sri Gethuk sudah saya sebutin di atas, tapi kalau ke Green Canyon saya belum pernah 🙂

  1. Ketika baca artikel ini, kami jadi ingat kenangan liburan december 2011 di Sri Gethuk. Saat ini kami sedang mengetik ulang rangkuman liburan kami di Indonesia untuk anak kami. Kami adalah turis asing pertama yang menginap di homestay sekitar Sri Gethuk. Bayangan kami, di Wonosari daerah kering, ternyata kami seperti bermimpi, ada di daerah kehijauan di desa Bleberan. Wonosari adalah kabupaten yang bentuknya seperti mangkuk, dan desa Bleberen dan sekitarnya ada di tengah2x mangkuk. Makanya daerah ini tidak pernah kekurangan air. Mereka bisa tanam padi 2x setahun panen, jagung dan sayuran. Dari Yogya kami dijemput si pemilik homestay, berangkat sore selepas maghrib, malam sekitar jam 20.00 kami menikmati indahnya kota Yogya di malam hari dari puncak Wonosari. Kami diterima kepala dusun yang ramah. Mungkin karena kami turis yang pertama, terutama suami jadi seperti tontonan, bulé, juga sewaktu suami sholat. Paginya jalan2x mengelilingi desa, menakjubkan… meskipun tadi malam hujan. Di homestay, kami diperkenalkan ibu2x pkk yang membuat jajan pasar di dapur. hari ke-2 kami ke air terjun dan gua rantjang kencono, menyenangkan… sayang anak kami tidak ikut. sudah lama suami berkeinginan untuk memasang enerji matahari bila kelak pensiun tinggal di Indonesia. malam kedua kami diajak ngobrol dengan bapak pemilik homestay, mengejutkan; ternyata bapak ini cerdik dan pandai, di rumahnya ini beliau memiliki lokal pra sekolah (p.a.u.d.?), pekerjaan tetapnya mencari ‘mata air’ bila ketemu mata air diangkat dan disalurkan dengan pipa untuk keperluan penduduk sekitar…. dalam obrolan itu saya menyebutkan kata ‘sun energy’, bila ibu bapak berkenan besok saya antar jalan2x ke mata air dan sun energy. kami terkejut dibuatnya: di tempat terpencil ini sudah ada sun energy? benar… besoknya kami jalan2x ke “mata air + sun energy”nya bapak ini. Yang lebih mengejutkan… saya mengira bapak ini lulusan ugm – listrik… ternyata tamatan stm…saluut kami dengan bapak ini, disela-sela pekerjaannya beliau masih selalu siap sedia sebagai tenaga sukarela di tempat2x daerah bencana alam. pulang ke yogya kami mampir di wanagama… benar2x saluut dengan ‘putra-putra Wonosari’ dan keindahan alamnya… Rasanya kami ingin segera kembali ke Wonosari lagi…

    • @Londo Ireng
      Hahaha… firstly, you have unique name = Londo ireng… black foreigner?
      Cerita Anda benar-benar sangat menarik yang bahkan saya sendiri belum pernah mengalaminya. Memang sering terdengar berita tentang tandusnya daerah Gunung Kidul/Wonosari. Namun ternyata tidak semua daerah di sini tandus, seperti contohnya di sekitar Air Terjun Sri Gethuk ini. Sepertinya tandusnya beberapa wilayah di Gunung Kidul/Wonosari diakibatkan karena jenis tanahnya yang tidak dapat menahan air (jenis tanah karst?).
      Selama di Jogja, Gunung Kidul/Wonosari merupakan tempat favorit saya berlibur karena wilayah ini menurut saya paling cantik diantara wilayah2 lainnya di Jogja. Banyak pantai-pantai indah berpasir putih yang terdapat di Wonosari ini.
      Setuju dengan Anda, saya pun juga ingin berkali-kali mengunjungi Wonosari/Gunung Kidul lagi karena memang banyak sekali tempat menarik di sekitar sini yang masih belum saya kunjungi. Terima kasih telah berbagi cerita di blog ini
      Regards,
      Puppy 🙂

  2. Wah tadi aku baru ke Air Terjun Sri Gethuk.. bener2 indah pemandanganya terus aku juga naik kapal kotak, habis itu air terjunya air segerrrr,,, jadi pengen ke situ lagi……

  3. hahahahaaa bayangan saya sri gethuk ini seperti grojogan sewu (tawangmagu) ehhh ternyata 😀 tapi ga nyangka , setelah perjalanan nan panjaaaaaaaaaaaaaaaaang dan panas nemu surga dibawah 😀 nicepost gan

  4. maaf kira kira bis besar ukuran 60 orang bisa masuk ke sana ga yah ?
    saya ingin berpariwisata kesana dari jakarta, kira” brp jam yah perjalanan nya ?
    mohon pencerahan nya ..

LEAVE A REPLY