Terdampar dan Tertawa di Air Terjun Sri Gethuk

Terdampar dan Tertawa di Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul Jogja

“The fish that can see that its water is getting shallower, cannot be stranded.” - Nigerian Proverb

Kaget juga awalnya sewaktu kami ingin mengunjungi Pantai Ngobaran, Nguyahan, dan Ngrenehan yang indah di Wonosari, tiba-tiba di tengah perjalanan terdapat plang petunjuk jalan menuju air terjun dengan nama yang aneh dan bikin tertawa geli yang membuat kami penasaran ingin mendamparkan diri ke air terjun atau curug itu. Nama air terjun tersebut adalah Air Terjun Sri Gethuk. Apa makna dan hubungannya coba nama Sri dan Gethuk digabungkan.

Asal Nama

Karena merasa janggal dengan penamaan “Sri Gethuk”, saya pun mencari-cari informasi sejarah penamaannya. “Sri” sendiri biasanya digunakan untuk gelar kehormatan bagi raja, orang besar, atau orang yang dimuliakan, misalnya Sri Paduka, Sri Sultan, Sri Baginda, dan lain sebagainya. “Sri”  juga sering digunakan untuk nama seseorang yang melambangkan kebahagiaan, kemuliaan, kemakmuran, dan sisi positif lainnya. Kalau “Gethuk”? “Gethuk” adalah makanan dari Jawa yang terbuat dari singkong yang direbus, dilembutkan, dan dipadatkan. Kalau “Sri Gethuk”?

Air Terjun Sri Gethuk mempunyai nama lain Air Terjun Slempret/Slompret. Konon, lokasi ini merupakan tempat penyimpanan “kethuk”, nama salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Cara memainkan alat musiknya yaitu dengan di-gethuk atau digetok/dipukul. Wah kirain nama Sri Gethuk berasal dari nama makanan khas Jawa yang bernama Gethuk. Sedangkan arti kata Slompret/Slempret adalah terompet dalam Bahasa Jawa. Katanya, pada malam-malam tertentu penduduk setempat dapat mendengarkan suara-suara terompet dan gamelan ini… Hiiiiyyy… Serem…

De Green Grand Canyon La Southern Mountain

Halah ngomong apa sih, gak bisa bahasa Perancis pulak. Maksudnya adalah Air Terjun Sri Gethuk yang berada di Gunung Kidul ini mempunyai pemandangan mirip Green Canyon, Pangandaran, Jawa Barat. Sedangkan Green Canyon sendiri mempunyai pemandangan mirip dengan Grand Canyon di Amrik sono. Nah loe, bingung kan? Sama dong… Maksud saya kemiripannya terletak dari sungai yang membelah ngarai… Sangat eksotis lho…

Air Terjun Sri Gethuk

Ngarai di pinggir sungai menuju air terjun

Untuk menuju ke air terjun ini ada dua cara, alternatif pertama adalah melewati sawah-sawah yang licin dan (katanya) membahayakan. Wah serem juga yess? Alternatif kedua, ini cara yang saya gunakan, adalah dengan naik kapal kotak. Eh kapal apa pula itu? Ya… Kapal berbentuk kotak (benar-benar penjelasan yang malas). Lebih aman, menyenangkan, lebih banyak pemandangan yang dilihat, dan bayar pula (loh? bayar kok malah seneng).  Yup, naik si kapal kotak kudu bayar Rp5.000/orang.

kapal kotak sri gethuk

Perahu kotak (entah apa namanya) untuk menuju air terjun Sri Gethuk

Selama menyusuri sungai yang bernama Sungai Oya (baca: Oyo, pelafalan huruf O-nya sama seperti melafalkan huruf O pada kata “bodoh”), pengunjung disuguhi pemandangan ngarai hijau yang cantik. Bahkan, menurut saya pemandangannya lebih cantik sungai dan ngarainya daripada air terjunnya sendiri. Sungai, ngarai, lumut, tebing, dan dedaunan menciptakan gradasi warna hijau yang beraneka ragam, mulai hijau turquoise sampai hijau pekat tua. Cool…

Sungai Oya atau Oyo Sri Gethuk

Menyusuri Sungai Oya atau Oyo untuk menuju Air Terjun Sri Gethuk (ada air terjun kecil di pinggir sungai dan bukan air terjun Sri Gethuk)

Penampakan

Hmmm… ini sub judulnya kok penampakan, kayak mau cerita yang horor-horor aja… Maksudnya penampakan di sini adalah saya pengen cerita bagaimana sih bentuk atau wujud Air Terjun Sri Gethuk ini?

Air Terjun Sri Gethuk bukanlah air terjun yang besar. Namun begitu, pemandangannya yang berpadu dengan sungai, ngarai, dan undak-undakan bebatuan putih membuat air terjun ini mirip sekali dengan taman hias. Beberapa pengunjung tampak berenang di dekat air terjun dan sungai. Memang suegerrrr kok mandi di air terjun ini. Apalagi kalau habis berpanas-panasan di pantai-pantai Wonosari, mandi di air terjun ini bagai minum air es setelah seminggu gak minum dah…

Tawarable

Ini apa pula maksudnya tawarable? Maksudnya tiket masuknya bisa ditawar hehehe… Kami ke Air Terjun Sri Gethuk dengan menggunakan mobil (sewa mobil dari Alif Trans Jogja 0274-7434961). Nah, tanpa bertanya rincian biayanya, kami dikenakan tiket masuk Rp 13.000 untuk 1 mobil dan 6 orang. Tapi, dengan pelitnya, kami tawar menjadi Rp 10.000 dan langsung di-iyain saja sama petugasnya. Ternyata harga tiket yang sebenarnya adalah Rp. 3.000/orang dan merupakan tiket terusan Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono. Yup, sebenarnya bisa dapat dua spot sekali bayar, yaitu air terjun dan gua. Namun, karena keterbatasan waktu, kami skip aja yang jalan-jalan ke goa-nya.

Lokasi

Letak air Terjun Sri Gethuk ini adalah di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Sepanjang perjalanan di desa, kami kembali tertawa ngakak karena terdapat plang bertuliskan Ketua RT sekian-sekian, kalau tidak salah jumlahnya sampai Ketua RT 75. Wow!!! Pasalnya di sepanjang jalan, jumlah perumahan penduduknya sangat sedikit, lebih banyak area perkebunan dan persawahan malahan. Kami berpikir (dan bercanda) bahwasanya mungkin masing-masing warga di sini menjabat Ketua RT saking jarangnya penduduk dan banyaknya plang Ketua RT hehehe…

Rute

Untuk menuuju ke air terjun ini, pertama, ikuti jalan arah Jogja-Wonosari. Sampai di daerah Pathuk, sebelum Wonosari, lanjutkan perjalanan ke Playen. Kemudian lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Bleberan di mana air terjun ini berlokasi. (Jogja – Pathuk – Playen – Bleberan – Air Terjun Sri Gethuk).

Saya sangat menikmati perjalanan ini karena selain banyak pemandangan sawah dan perkebunan yang hijau, juga masih banyak perumahan tradisional penduduk yang bernuansa Jawa kuno. Rumah-rumah ini memang mengingatkan saya pada masa kecil saya yang  tinggal di lingkungan perumahan Jawa kuno (namun sekarang rumah-rumah di kampung saya sudah berganti dengan desain rumah modern).

Jalan masuk Air Terjun Sri Gethuk sebagian besar masih tanah bebatuan belum dilapisi aspal, sebagian kecil sudah beraspal berlubang-lubang, dan sebagian lainnya beraspal halus. Namun begitu, kalau tidak musim hujan, jalanannya masih bisa dilalui kendaraan  karena sepanjang jalan ada bebatuan untuk pondasi jalan. Kalau musim hujan? Tidak tahu juga ya… Silakan dicoba deh hehehe…

Fyuh, ternyata yang layak ditertawakan adalah diri saya sendiri bukan air terjunnya karena telah sok tahu mengasumsikan asal nama Gethuk dari nama makanan bukan Gethuk dari cara menabuh gamelan. Makanya, otaknya jangan mikir makanan mulu cyiiin *nasehat kepada diri sendiri*.

Gambar-gambar dan foto-foto Air Terjun Sri Gethuk


10 COMMENTS

    • @Yourha
      Kalau biaya masuk ke Air Terjun Sri Gethuk sudah saya sebutin di atas, tapi kalau ke Green Canyon saya belum pernah :)

  1. Ketika baca artikel ini, kami jadi ingat kenangan liburan december 2011 di Sri Gethuk. Saat ini kami sedang mengetik ulang rangkuman liburan kami di Indonesia untuk anak kami. Kami adalah turis asing pertama yang menginap di homestay sekitar Sri Gethuk. Bayangan kami, di Wonosari daerah kering, ternyata kami seperti bermimpi, ada di daerah kehijauan di desa Bleberan. Wonosari adalah kabupaten yang bentuknya seperti mangkuk, dan desa Bleberen dan sekitarnya ada di tengah2x mangkuk. Makanya daerah ini tidak pernah kekurangan air. Mereka bisa tanam padi 2x setahun panen, jagung dan sayuran. Dari Yogya kami dijemput si pemilik homestay, berangkat sore selepas maghrib, malam sekitar jam 20.00 kami menikmati indahnya kota Yogya di malam hari dari puncak Wonosari. Kami diterima kepala dusun yang ramah. Mungkin karena kami turis yang pertama, terutama suami jadi seperti tontonan, bulé, juga sewaktu suami sholat. Paginya jalan2x mengelilingi desa, menakjubkan… meskipun tadi malam hujan. Di homestay, kami diperkenalkan ibu2x pkk yang membuat jajan pasar di dapur. hari ke-2 kami ke air terjun dan gua rantjang kencono, menyenangkan… sayang anak kami tidak ikut. sudah lama suami berkeinginan untuk memasang enerji matahari bila kelak pensiun tinggal di Indonesia. malam kedua kami diajak ngobrol dengan bapak pemilik homestay, mengejutkan; ternyata bapak ini cerdik dan pandai, di rumahnya ini beliau memiliki lokal pra sekolah (p.a.u.d.?), pekerjaan tetapnya mencari ‘mata air’ bila ketemu mata air diangkat dan disalurkan dengan pipa untuk keperluan penduduk sekitar…. dalam obrolan itu saya menyebutkan kata ‘sun energy’, bila ibu bapak berkenan besok saya antar jalan2x ke mata air dan sun energy. kami terkejut dibuatnya: di tempat terpencil ini sudah ada sun energy? benar… besoknya kami jalan2x ke “mata air + sun energy”nya bapak ini. Yang lebih mengejutkan… saya mengira bapak ini lulusan ugm – listrik… ternyata tamatan stm…saluut kami dengan bapak ini, disela-sela pekerjaannya beliau masih selalu siap sedia sebagai tenaga sukarela di tempat2x daerah bencana alam. pulang ke yogya kami mampir di wanagama… benar2x saluut dengan ‘putra-putra Wonosari’ dan keindahan alamnya… Rasanya kami ingin segera kembali ke Wonosari lagi…

    • @Londo Ireng
      Hahaha… firstly, you have unique name = Londo ireng… black foreigner?
      Cerita Anda benar-benar sangat menarik yang bahkan saya sendiri belum pernah mengalaminya. Memang sering terdengar berita tentang tandusnya daerah Gunung Kidul/Wonosari. Namun ternyata tidak semua daerah di sini tandus, seperti contohnya di sekitar Air Terjun Sri Gethuk ini. Sepertinya tandusnya beberapa wilayah di Gunung Kidul/Wonosari diakibatkan karena jenis tanahnya yang tidak dapat menahan air (jenis tanah karst?).
      Selama di Jogja, Gunung Kidul/Wonosari merupakan tempat favorit saya berlibur karena wilayah ini menurut saya paling cantik diantara wilayah2 lainnya di Jogja. Banyak pantai-pantai indah berpasir putih yang terdapat di Wonosari ini.
      Setuju dengan Anda, saya pun juga ingin berkali-kali mengunjungi Wonosari/Gunung Kidul lagi karena memang banyak sekali tempat menarik di sekitar sini yang masih belum saya kunjungi. Terima kasih telah berbagi cerita di blog ini
      Regards,
      Puppy :)

  2. Wah tadi aku baru ke Air Terjun Sri Gethuk.. bener2 indah pemandanganya terus aku juga naik kapal kotak, habis itu air terjunya air segerrrr,,, jadi pengen ke situ lagi……

  3. hahahahaaa bayangan saya sri gethuk ini seperti grojogan sewu (tawangmagu) ehhh ternyata :D tapi ga nyangka , setelah perjalanan nan panjaaaaaaaaaaaaaaaaang dan panas nemu surga dibawah :D nicepost gan

Leave a Reply