Laskar Pelaknat Menggila di Belitung

6

Pindah Penginapan Sampai Tiga Kali

Pada awalnya saya ingin menginap di hotel dekat bandara saja karena tiket balik ke Jakarta saya terjadwal pagi hari dengan harapan supaya tidak tergesa-gesa pada saat pulang nanti, tapi apa daya tak ada hotel di dekat bandara di Belitung ini. Maka kamipun nomaden menginap dari satu hotel ke hotel lain dengan maksud dekat dengan tempat wisata dan pusat kota. Dan inilah hotel-hotel yang sempat kami inapi.

– Hotel Surya (Jl. Depati Endek No. 808, Tanjung Pandan, telp 0719-21550)

Hotel ini sangat murah dengan tarif per malamnya antara Rp55.000-Rp150.000. Lokasinya dekat pasar di Tanjung Pandan. Untuk kelas ekonomi dan standar, kamar mandinya berada di luar, shared dengan penghuni lain. Untuk kelas VIP gak tau deh apakah terdapat kamar mandi dalam atau tidak. Saya menyewa kamar kelas standar dan tidak ada masalah walaupun harus berbagi dengan penghuni penginapan lain secara cuman buat mandi doang, apalagi kamar mandinya lumayan bersih. Saya juga menyewa motor di hotel ini untuk digunakan muter-muter Belitung dengan tarif Rp50.000 per 24 jam.

– Pulau Babi/Kepayang (Dita 0857-891-011-84/0821-757-042-50)

Penginapan ini sangat eksklusif di pinggir pantai. Satu kamar mempunyai ukuran sangat besar yang bisa diisi banyak orang, mungkin 10 orang pun muat kali ya… Malam hari, membuat api unggun dan membakar ikan atau jagung di pinggir pantai dengan memandang rembulan bersinar di atas laut benar-benar membuat romantis suasana.

– Penginapan Mustika (Jl. Jenderal Sudirman Air Pancur, Tanjung Pandan, telp 0719-24864)

Penginapan ini juga berada di pusat kota Tanjung Pandan. Kondisinya lumayan layak dengan AC, televisi, dan kamar mandi dalam. Tarif per malamnya Rp150.000.

Kuliner Khas Belitung

Karena menurut info, kuliner khas Belitung adalah Mie Belitung Atep (gambar), berangkatlah kami ke warung Atep (Jl. Sriwijaya, Tanjung Pandan). Rasa mie nya sih kata teman-teman saya lezat, tapi lidah berbisa saya mengatakan sebaliknya. Saya justru lebih suka Es Jeruk Kunci nya yang sangat segar.

Di Belitung Timur, tepatnya di daerah Manggar, terdapat banyak sekali warung kopi, dan memang Manggar ini sangat terkenal sekali dengan warung kopinya. Bentuknya hampir mirip lah dengan warkop-warkop di Pulau Jawa. Katanya kopi Belitung ini sangat nikmat, tapi karena saya sendiri hanya melewati warungnya saja tanpa mencicipinya, jadi ya… gak tau deh bagaimana rasanya…

Demikianlah tadi sekelumit cerita jalan-jalan kami Sang Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat di Belitung. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak dan tak ada jengkol yang tak bau. Apabila ada kesalahan dan plesetan yang kurang berkenan, Puppy minta maaf sebesar-besarnya. Cheers…

Gambar-Gambar/Foto-foto Belitung Part I

Gambar-Gambar/Foto-foto Belitung Part II

6 COMMENTS

  1. halo puppy nanya dong, kamu balik ke bandara nya naik apa ya? apakah ada taksi atau service dianterin gitu? kalo ada biaya nya berapa? mau ke belitung nih oktober dan bingung transport dari hotel ke bandara pulangnya naik apa hehe thank youu

    • @Husna
      Bisa pakai taksi/service/sewa mobil. Wah kalau tarifnya saya lupa ya. Mungkin setibanya di Bandara Belitung, kamu bisa nanya dulu taksi/travel/sewa mobil di bandara mengenai antar jemput hotel ke bandara. Jadi nanti tinggal telpon saja jika perlu. Semoga membantu 🙂

LEAVE A REPLY