Jan 142012
 
Belitong

“A liberal is a man or a woman or a child who looks forward to a better day, a more tranquil night, and a bright, infinite future.” -Leonard Bernstein

Maaf ya Bang Andrea Hirata, bukannya mengejek Laskar Pelangi, tapi nama Laskar Pelaknat sebutan bagi geng kami yang mengunjungi Pulau Belitung ini cuma bercanda kok hehehe… Jujur aja memang agak sedikit mlesetin mahakarya Mas, tapi sumpah gak ada maksud buruk lho Bang…

Baiklah, berikut ini kisah kami, Sang Laskar Pelaknat, jalan-jalan di pulau yang luar biasa dahsyat indahnya bernama Belitung.

Belitung atau Belitong atau Biliton, pulau dengan pemandangan alam yang sangat fantastis yang tiba-tiba mencuat menjadi populer setelah buku dan film Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata sukses menggemparkan dunia hiburan dan sastra di Indonesia. Hal ini berpengaruh tehadap kunjungan wisata di Belitung. Saking pesatnya perkembangan pariwisata di Belitung, pemerintah daerah setempat bahkan akan menjadikan Belitung sebagai Bali kedua.

Mayoritas penduduk Belitung adalah Suku Melayu. Mata pencaharian utama dulunya adalah di pertambangan timah. Sekarang seiring perkembangan zaman dan semakin banyaknya wisatawan yang datang, bisa jadi proporsi pekerjaan penduduknya sudah berubah pula. Banyak wisatawan yang mengakui keramahan dan kejujuran penduduk Belitung. Entah benar atau tidak, yang jelas saya sendiri juga merasakan ketulusan penduduk Belitung ini dan semoga akan selamanya demikian.

 Angkot yang Sangat Lama

Setiba di Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin Belitung (susah banget ya nama bandaranya), kami langsung menuju keluar bandara untuk mencari angkot. Pas ditawari taksi/sewa mobil di dekat pintu keluar bandara, kami menolak. Yah seperti kebiasaan kalau di Jakarta kan banyak yang menawarkan jasa angkutan di bandara dengan harga yang tidak sesuai ama kantong dan saya mengasumsikan demikian pula di Belitung tanpa mencari info terlebih dahulu. Ngeloyorlah kami ke luar bandara dengan maksud mencari angkutan umum. Dan yang terjadi adalah hampir 3 jam kami menunggu, tak ada angkot satu pun yang lewat. Stress setengah mampus dah… Setelah angkot datang, langsung kami minta antar ke hotel dan kami bayar Rp20.000. Harusnya ongkosnya kurang dari harga tersebut, namun sebagai tanda terima kasih karena telah datang di saat kami gundah gulana menunggu, kami kasih lebih saja. Pak Sopirnya langsung sumringah gitu… Sama-sama senang ya pak *toss*

Usut punya usut, ternyata tren kredit sepeda motor yang mudah persyaratannya membuat banyak penduduk beralih menggunakan sepeda motor daripada menggunakan angkot, sehingga pengguna angkot pun menurun. Padahal dulu jumlah angkot lumayan banyak, sekarang tinggal sedikit. PR besar buat Belitung nih supaya daerahnya menjadi destinasi wisata favorit: Angkutan umum yang memadai!

Akhirnya, untuk hari selanjutnya kami memutuskan menyewa mobil plus sopirnya (sewa mobil di Mas Erwin 081929777074). Kami berkeliling dari Belitung Barat sampai ke Belitung Timur. Belitung Barat terkenal dengan pantai-pantainya yang sangat menakjubkan, sedangkan Belitung Timur terkenal dengan SD Laskar pelangi dan Kuil Dewi Kwan Im. Pusat kota Belitung, yaitu Tanjung Pandan sendiri terletak di Belitung Bagian Barat.

Mengunjungi SD Laskar Pelangi

SD-nya Laskar Pelangi ini terletak di Gantong, Belitung Timur. Untuk menuju ke sini diperlukan waktu kurang lebih 2 jam dari Tanjung Pandan. Selama perjalanan di dalam mobil, kami menemukan ide gila untuk mengenakan baju seragam SD nanti di saat mengunjungi SD-nya Laskar Pelangi (nama aslinya SD Muhammadiyah Gantong). Dengan membeli seragam SD terlebih dahulu di Pasar Tanjung Pandan, kami nekad mengenakan baju SD untuk memerankan Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat. Yup, karena terlalu berat untuk memerankan imutnya anak-anak Laskar Pelangi dan mulianya Ibu Muslimah, kami yang bengis ini menamakan diri Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat. Dan inilah foto mengenaskan Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat.

Laskar Pelangi

Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat

Anak-anak SD Laskar Pelaknat ini ada yang rambutnya merah, jenggotan, kumisan, dan lain sebagainya. Doh… Gak naik kelas berapa abad sih dek, pasti ini gara-gara hasil didikan si Ibu Muslihat sehingga gak pernah naik kelas yess?

Sebenarnya SD yang menjadi background foto di atas bukanlah SD-nya Laskar Pelangi. Pada saat itu, SD-nya Laskar Pelangi sedang digunakan untuk syuting Sinetron Laskar Pelangi, sehingga kami dilarang untuk berfoto-foto di lokasi syuting. Pengambilan foto hanya diperbolehkan dalam jarak yang lumayan jauh dari SD-nya Laskar Pelangi. Waduh rugi bandar deh sudah terlanjur beli baju SD seharga Rp75.000 sepasang.

Untungnya, bapak sopir mobil kami mengambil inisiatif untuk mencarikan bangunan SD yang menyerupai SD Laskar Pelangi. Dan memang  terdapat SD yang mirip SD-nya Laskar Pelangi, dengan kondisi bangunannya yang lebih bagus pula. Jadilah kami berfoto-foto di situ dengan cueknya.

Bangunan SD Muhammadiyah Gantong a.k.a SD-nya Laskar Pelangi yang digunakan untuk syuting tersebut pun sebenarnya juga bukan di situ lokasinya. Nah lo? Jadi, bangunan SD-nya Laskar Pelangi ini dipindahkan dari tempat aslinya ke semacam bukit pasir karena suatu alasan yang saya sendiri gak tau kenapa  (gambar). Sedangkan lokasi aslinya malah kurang terdengar gaungnya, tinggal tersisa sumurnya saja.

Mengunjungi Tempat-tempat Menarik Lainnya di Belitung

Selain cantik, obyek wisata di Belitung ini kebanyakan juga tidak dipungut retribusi, jadi masuk ke obyek wisatanya gratis tanpa membayar tiket masuk. Di sekitar obyek wisata di Belitung ini juga tidak terlihat parkir liar. Beda banget ya dengan tempat wisata lainnya? Amankah? Kata penduduk setempat, di Belitung ini jarang terjadi kriminalitas, jadi ya aman-aman saja.

Tempat wisata menarik yang kami kunjungi selama di Belitung adalah sebagai berikut:

1. Pantai Tanjung Pendam (gambar)

Pantai gaul ini sebenarnya bagus, tapi karena banyak pantai di Belitung yang jauh lebih bagus jadi ya Pantai Tanjung Pendam ini terkesan jelek hehehe. Pantai gaul maksudnya adalah karena sering dipakai buat nongkrong oleh keluarga dan anak-anak muda Belitung saking dekatnya lokasinya dengan pusat kota. Di pantai ini terdapat banyak sekali warung dan arena permainan anak. Gaul banggeth yeah…

2. Vihara Dewi Kwan Im (gambar)

Kuil merah ini di terletak di Belitung Timur. Bangunannya megah, cantik, dan sangat terawat dengan arsitektur khas China/Vihara Buddha. Kuil ini terletak di desa Angsa Mandi, makanya juga terkenal sebagai Kuil Angsa Mandi. Di desa Angsa Mandi ini juga terdapat Gunung Angsa Mandi dan Pantai Angsa Mandi.

3. Kawah Kaolin

Kawah Kaolin merupakan lubang besar bekas tambang timah yang menciptakan genangan air berwarna hijau kebiru-biruan. Walaupun hanya bekas tambang, tapi pemandangannya sangat cantik, apalagi dilihat dari atas pesawat (gambar). Yup, sewaktu pesawat hampir mendarat di Pulau Belitung, tampaklah kawah kaolin ini dari atas udara.

Dan inilah tempat – tempat yang PALING menarik dikunjungi di Belitung, best of the best-nya gitu deh. Klik saja link-nya untuk membaca artikel selengkapnya, gratis kok:

1. Pulau Lengkuas <– Pulau pasir putih dengan mercusuar yang menjulang tinggi dan lokasi snorkeling.

Pulau Lengkuas Belitong

Pulau Lengkuas

2. Pulau Babi <– Pulau pasir putih dengan penginapan di pinggir pantai dan lokasi snorkeling

Pulau Babi Belitung

Batu segede monster babi di Pulau Babi

3. Pantai Tanjung Tinggi <– Pantai pasir putih yang menjadi lokasi shooting Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

4. Pulau Batu Berlayar <– Pulau pasir putih tak berpenghuni dengan batu raksasa dan terdapat pulau gusung

Pulau Batu Berlayar

Pulau Batu Berlayar

5. Pantai Tanjung Kelayang <– Pantai dengan pasir putih yang sangat lembut

Pantai Tanjung Kelayang

Pindah Penginapan Sampai Tiga Kali

Pada awalnya saya ingin menginap di hotel dekat bandara saja karena tiket balik ke Jakarta saya terjadwal pagi hari dengan harapan supaya tidak tergesa-gesa pada saat pulang nanti, tapi apa daya tak ada hotel di dekat bandara di Belitung ini. Maka kamipun nomaden menginap dari satu hotel ke hotel lain dengan maksud dekat dengan tempat wisata dan pusat kota. Dan inilah hotel-hotel yang sempat kami inapi.

- Hotel Surya (Jl. Depati Endek No. 808, Tanjung Pandan, telp 0719-21550)

Hotel ini sangat murah dengan tarif per malamnya antara Rp55.000-Rp150.000. Lokasinya dekat pasar di Tanjung Pandan. Untuk kelas ekonomi dan standar, kamar mandinya berada di luar, shared dengan penghuni lain. Untuk kelas VIP gak tau deh apakah terdapat kamar mandi dalam atau tidak. Saya menyewa kamar kelas standar dan tidak ada masalah walaupun harus berbagi dengan penghuni penginapan lain secara cuman buat mandi doang, apalagi kamar mandinya lumayan bersih. Saya juga menyewa motor di hotel ini untuk digunakan muter-muter Belitung dengan tarif Rp50.000 per 24 jam.

- Pulau Babi/Kepayang (Dita 0857-891-011-84/0821-757-042-50)

Penginapan ini sangat eksklusif di pinggir pantai. Satu kamar mempunyai ukuran sangat besar yang bisa diisi banyak orang, mungkin 10 orang pun muat kali ya… Malam hari, membuat api unggun dan membakar ikan atau jagung di pinggir pantai dengan memandang rembulan bersinar di atas laut benar-benar membuat romantis suasana.

- Penginapan Mustika (Jl. Jenderal Sudirman Air Pancur, Tanjung Pandan, telp 0719-24864)

Penginapan ini juga berada di pusat kota Tanjung Pandan. Kondisinya lumayan layak dengan AC, televisi, dan kamar mandi dalam. Tarif per malamnya Rp150.000.

Kuliner Khas Belitung

Karena menurut info, kuliner khas Belitung adalah Mie Belitung Atep (gambar), berangkatlah kami ke warung Atep (Jl. Sriwijaya, Tanjung Pandan). Rasa mie nya sih kata teman-teman saya lezat, tapi lidah berbisa saya mengatakan sebaliknya. Saya justru lebih suka Es Jeruk Kunci nya yang sangat segar.

Di Belitung Timur, tepatnya di daerah Manggar, terdapat banyak sekali warung kopi, dan memang Manggar ini sangat terkenal sekali dengan warung kopinya. Bentuknya hampir mirip lah dengan warkop-warkop di Pulau Jawa. Katanya kopi Belitung ini sangat nikmat, tapi karena saya sendiri hanya melewati warungnya saja tanpa mencicipinya, jadi ya… gak tau deh bagaimana rasanya…

Demikianlah tadi sekelumit cerita jalan-jalan kami Sang Laskar Pelaknat dan Ibu Muslihat di Belitung. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak dan tak ada jengkol yang tak bau. Apabila ada kesalahan dan plesetan yang kurang berkenan, Puppy minta maaf sebesar-besarnya. Cheers…

Gambar-Gambar/Foto-foto Belitung Part I

Gambar-Gambar/Foto-foto Belitung Part II


  4 Responses to “Laskar Pelaknat Menggila di Belitung”

  1. Salam kenal dari Semarang, blogger pemula ijin nampilin blog ini ke blog saya ya, nice blog :)

  2. asyik yaa..dah main ke belintung..
    pengeen deh…

  3. Saya dah mula faham isu nie… lepas nie apa org nak kata saya dah tak kisah…

    terima kasih admin sbb beri saya hujah atas perkara ni…

  4. Ya! Benar… isu nie memang benar… saya ada pengalaman peribadi mengenai hal nie…
    teruskan berkarya admin…

 Leave a Reply

(Wajib Diisi)

(Wajib Diisi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>