Empat Kali ke Goa Gong dan Masih Takjub

2

“Two bears don’t live in one cave” – Russian Proverb.

Gua Gong, Pacitan, Jawa Timur. Pernah gak mengunjungi tempat wisata sampai berkali-kali? Mungkin pernah kalau lokasi wisata tersebut dekat dengan tempat tinggal kita atau memang pekerjaan kita adalah sebagai travel guide. Saya sendiri ke Goa Gong sampai ke empat kali bukan karena dua alasan tersebut di atas, murni sebagai turis… Dan yang bikin saya selalu takjub ketika masuk ke Goa Gong adalah melihat interior goa nya yang sangat indah. Kok bisa gitu lho bentuknya seperti itu dan terjadi secara alamiah. Seperti itu bagaimana maksudnya?

Goa Gong dari Waktu ke Waktu

Pertama kali datang ke sini, Goa Gong masih sangat alami (baca: minim fasilitas). Pintu masuk masih ala kadarnya, tangga di dalam goa masih satu arah dan tanpa besi pegangan jadi pegangan kita ya cuman dinding-dinding gua. Pengunjungnya pun hanya segelintir orang. Maklum Goa Gong yang ditemukan tahun 1924 ini baru dibuka sebagai kawasan wisata pada 5 Maret 1995.

Kedatangan kedua, kondisi Goa Gong masih alami dengan gerbang pintu masuk goa yang unik seperti candi. Bagian interior goa dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni sehingga menambah dramatis suasana di dalam gua. Besi pegangan masih belum ada, jadi masih berpegangan di dinding gua biar gak jatuh kepleset.

Pada kedatangan ketiga, tampak perubahan pada pintu masuk goa yang berduri abstrak gak jelas bentuknya dan sudah diberi besi pegangan di dalam goa sehingga pengunjung dapat berpegangan di besi untuk menghindari jatuh dari tangga goa. Dapat dimaklumi karena lantai goa selalu basah karena tetesan air dari langit-langit sehingga lantai goa menjadi agak licin. Sepertinya penambahan fasilitas besi pegangan ini sebagai dampak dari terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden RI (Pacitan adalah tempat kelahiran SBY).

Baca juga:  Cave Tubing di Gua Pindul

Kedatangan ke empat ke Goa Gong adalah dalam rangka menemani teman yang ingin membuat foto-foto prewedding di dalam gua ini. Tak banyak berubah dari kedatangan ketiga. Hanya terdapat penambahan beberapa fasilitas pendukung dan juga jumlah kipas angin di dalam goa diperbanyak. Air sendangnya pun kering, mungkin karena saya datang pas musim kemarau kali ya.

Stalaktit dan Stalakmit yang Rapih

Apakah Anda termasuk orang yang susah membedakan stalaktit dan stalakmit seperti saya? Sudah berkali-kali saya mengingat-ingat perbedaan stalaktit dan stalakmit, namun selalu saja lupa yang mana stalaktit, yang mana stalagmit.

Stalaktit adalah sejenis mineral kapur yang menggantung dari langit-langit goa kapur. Kata “stalaktit” sendiri berasal dari bahasa Yunani “stalasso” yang berarti “yang menetes”. Sesuai dengan arti harfiahnya, mineral kapur yang menggantung di langit-langit goa ini pun berasal dari rembesan air yang menetes ke dalam goa. Bisa dibayangkan butuh berapa tahun air menetes untuk membentuk stalaktit-stalaktit raksasa ini?

Stalaktit
Stalaktit Goa gong yang sangat rapi

Kebalikkannya, stalagmit adalah sejenis mineral kapur yang muncul dari bawah/lantai goa (sebenarnya stalagmit atau stalakmit ya? Bahasa inggrisnya sih stalagmite). Kemunculannya tentu saja bukannya tumbuh dari dalam tanah, melainkan berasal dari tetesan air dari lagit-langit goa yang jatuh ke lantai goa kemudian kandungan kapurnya terakumulasi sehingga menumpuk menjadi mineral kapur yang tinggi.

Stalakmit
Stalakmit di Goa Gong yang berbentuk ubur-ubur

Karena air menetes dari atas langit-langit goa dan membentuk stalaktit dan jatuh ke dasar goa membetuk stalakmit, berarti mereka bisa ketemu dong? Bisa saja, pertemuan stalaktit dan stalakmit di Goa Gong ini (katanya) butuh waktu beribu-ribu tahun!!!

Stalaktit dan Stalagmit
Stalaktit dan stalagmit yang hampir bertemu setelah sekian ribu tahun berjuang ingin bertemu

Dan jangan salah, stalaktit dan stalakmit ini juga mempunyai nama lho, yaitu Selo Cengger Bumi, Selo Gerbang Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin, dan Selo Susuh Angin. Yang artinya…? Mboh.. Saya juga gak ngerti, yang saya tahu “Selo” dalam bahasa Jawa artinya “Batu”.

Baca juga:  Bird's-Eye View Pantai Indrayanti dari Bukit Watu Gilap

Nah sekarang udah bisa bedain kan, mana yang stalaktit, mana yang stalagmit. Cara ngapalinnya gampang kok, yang nggantung itu berarti titit bukan mitmit. Huss… cabul!!!

Bentuk dan Jenis Stalaktit dan Stalakmit

Bentuk stalaktit dan stalagmit di dalam Goa Gong ini sangat beragam lho. Ada yang berbentuk bunga, ubur-ubur, lipatan-lipatan, es krim karamel, singgasana raja, dan lain sebagainya.

Sedangkan jenis mineral penyusun stalaktit dan stalagmitnya sendiri juga bermacam-macam. Sebagian besar berasal dari batu kapur dan marmer, yang gak tanggung-tanggung, ukurannya pun sangat raksasa. Selain itu, juga terdapat stalaktit kristal lho di Goa Gong. Yup, di sela-sela stalaktit terdapat kristal yang mirip berlian. Wow!!! Kinclong!!!

Sendang Berkhasiat

Goa Gong memiliki beberapa sendang atau kolam air di dalam goa, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Ralung Nisto. Masing-masing sendang konon membawa khasiat tersendiri, misalnya ada sendang yang dapat menyembuhkan penyakit, menambah umur panjang, mendatangkan rejeki, dan lain sebagainya. Kira-kira sendang yang bisa bikin saya bisa terus jalan-jalan tanpa harus bikin surat cuti dan bisa mendatangkan sponsor biaya jalan-jalan ada gak ya? 😀

Cinderamata

Di luar Goa Gong banyak terdapat penjual yang menjajakan souvenir dagangannya, misalnya kerajinan marmer yang harganya murmer, dan makanan khas Pacitan, seperti sale pisang dengan harga yang sale pula.

Selain itu, bagi pengunjung yang suka akan perhiasan batu permata, di luar Goa Gong ini berjejer penjual yang menawarkan batu perhiasan dari berbagai macam jenis. (Gak tau asli atau enggak, yang jelas harganya sangat murah. Bahkan kakak saya pernah berhasil menawar sampai 75% dari harga yang ditawarkan oleh pedagang. Ini yang sadis harganya atau kakak guweh yak???).

Baca juga:  Wisata Peradaban di Trowulan

Halaman berikutnya, lokasi dan cara menuju Gua Gong

1
2
SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY