Wisata Peradaban di Trowulan

2

“It is just because civilization is ever evolving, changing, and becoming more complicated, that experts find it so difficult to define it in explicit terms.” -Arthur Keith

Mojokerto, Jawa Timur. Trowulan, sebuah nama kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini banyak menyimpan peninggalan bersejarah. Tidak tanggung-tanggung, peninggalannya pun berupa sisa-sisa peradaban awal terbentuknya Nusantara a.k.a Negara Indonesia tercinta ini. Selain itu, di era modern sekarang pun Trowulan juga membangun kembali kejayaannya dengan dibangunnya Patung Buddha tidur yang sangat besar.

Sewaktu sekolah pernah belajar sejarah kerajaan Majapahit kan? Masih ingatkah runtutan peristiwa sejarah Majapahit? Kalo saya sih sudah lupa hehehe… Tapi karena berkunjung ke Trowulan inilah saya kembali belajar sejarah Majapahit zaman baheula. Sejarah singkat Majapahit kira-kira seperti ini:

Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 Masehi. Zaman kejayaan Majapahit adalah semasa kekuasaan Raja Hayam Wuruk. Dengan bantuan mahapatih Gajah Mada, pada periode ini Majapahit telah berhasil menguasai Nusantara (Sebagian besar wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagian kecil Filipina). Nah Trowulan inilah ibukota dari kerajaan besar Majapahit tersebut. Wow…

Kalau orang-orang ribut pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta, mendingan dipindahin ke Trowulan aja biar kayak jaman Majapahit hehehe… becanda ding… So, sekarang sudah tau kan cikal bakal negara Indonesia tercinta ini sebelum imperialisme Belanda?

Untuk lebih lengkapnya, baca buku sejarah lagi aja ya soalnya ini blog traveling, bukan blog sejarah cyiin… *melipir takut ditanya-tanya soal sejarah*

Peninggalan Kerajaan Majapahit (Peradaban Kuno)

Candi Brahu

Di antara peninggalan-peninggalan Majapahit di Trowulan, Candi Brahu ini adalah candi yang terbesar, termegah, dan tertua. Dibangun dengan menggunakan batu bata, candinya pun berwarna kemerah-merahan.

Baca juga:  Pantai Siung yang Bersiung (Bertaring) Raawrr...

Tidak seperti candi-candi lain seperti Borobudur dan Prambanan yang menyediakan parkir yang sangat luas (sampai capek duluan jalan dari parkir ke candi), Candi Brahu tidak terdapat tempat parkir yang memadai. Lokasinya pun di pinggir sawah. Namun begitu, taman yang mengelilingi candi ini lumayan terawat dan asri.

Biaya masuk ke candi sebenarnya gratis. Ada penjaga yang dapat kita tanya-tanya mengenai candi ini. Beliau juga mempunyai brosur tentang Trowulan. Karena kami cerewet kebanyakan nanya, dan penjaga ini juga ngasih banyak info ke kami, akhirnya kami sepakat kasih tips Rp10.000.

Candi Berahu Trowulan
Canid Brahu Trowulan

Candi Lainnya

Banyak sekali candi-candi lain yang mungkin tak semegah Candi Brahu seperti Candi Gentong, Candi Tikus, Candi Menak Jinggo, Candi Kedaton, Candi Sitinggil, dan lain sebagainya yang merupakan saksi bisu sejarah besar bangsa ini.

– Bangunan Bersejarah Lainnya

Bangunan bersejarah lainnya antara lain Bajang Ratu dan Wringin Lawang. Kedua bangunan ini awalnya saya kira juga candi karena bentuknya yang indah mirip candi, ternyata hanyalah gapura. Bangunan ini sangat iconic yang membuat beberapa bagunan dan pagar/gapura di Mojokerto dibuat menyerupai bangunan-bangunan tersebut. Selain itu, di Trowulan juga terdapat bangunan kuno Kolam Segaran, Sumur Windu, Pendopo Agung, Petilasan Hayam Wuruk.

– Kompleks Makam Kuno

Pecinta wisata makam (ada gak sih? dukun kali ya?) juga bisa mengunjungi makam-makam kuno di Trowulan dan sekitarnya seperti Makam Brawijaya, Makam Putri Campa, Kubur Panjang, Kubur Panggung, Makam Kenconowungu, Kubur Dowo / Sunan Ki Kidung, dan makam-makam lainnya.

Akan lebih afdol kalau ke Trowulan sambil membawa buku sejarah Majapahit, biar ingat peradaban besar bangsa zaman dulu. Jangan sampai ke sini gak bawa apa-apa, cuman mlongo doang, foto-foto narsis, kebanyakan nanya sama yang jaga lokasi padahal sudah tertulis jelas di buku sejarah tinggal baca doang (pengalaman pribadi yang nista hehehe…).

Baca juga:  Menghabiskan Weekend di Dieng, Negeri di Atas Awan

Halaman berikutnya, Patung Buddha Tidur di Trowulan

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY