(Gagal) Mengejar Sunset di Borobudur

0

“Clouds come floating into my life, no longer to carry rain or usher storm, but to add color to my sunset sky.” -Rabindranath Tagore

Borobudur. Pernah ngebayangin gak eksotisnya sunset atau matahari terbenam yang malu-malu bersembunyi di balik Candi Borobudur? Itulah tujuan awal kami mengunjungi Candi Borobudur ini di saat hari menjelang sore, mengejar sunset di Borobudur. Kamera dan segala perlengkapan pendukungnya telah disiapkan. Juga, peralatan narsis pun sudah dikenakan dengan manisnya. Tapi apa yang terjadi ternyata di luar rencana kami?

Kami berangkat dalam keadaan langit cerah dan cuaca panas, namun hal tersebut bukanlah jaminan bagi untuk mendapatkan cuaca cerah pula di Borobudur. Rencana awal memang mengejar sunset di candi yang masuk dalam warisan dunia UNESCO ini karena semburat warna oranye sunset di balik candi itu sangat unik. Rencana tinggalah rencana, langit berubah seketika menjadi gelap karena mendung, cuaca sedikit hujan, dan matahari yang siap-siap bobo’ malam pun tertutup awan. Berita buruknya, kami tidak berhasil mendapatkan foto sunset di Borobudur karena mendung kampret yang menutupi matahari terbenam tersebut. Berita bagusnya adalah mendung tersebut tidak sepenuhnya kampret, kami mendapat sesuatu yang sangat eksotis yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya.

Mendung di langit yang berwarna hitam menutupi sinar matahari dan membuat suasana di Borobudur menjadi gelap kelam nan mencekam. Tapi dengan kondisi seperti inilah justru kami mendapat foto-foto Candi Borobudur yang mengagumkan. Siluet hitam Candi Borobudur membuat hasil foto-foto kami menjadi gothic, sesuatu yang ngetren dengan ciri khas hitam -hitam gelap gitu deh… Padahal arti kata gothic sebenarnya bukan itu yak? Pepatah sih bilangnya “tak ada akar, kuadrat pun jadi”… Jiah peribahasa darimana pula ini…

Baca juga:  Perjalanan Impian ke Bromo, Madakaripura, dan Sempu
Borobudur
gothic exotic gara-gara awan mencekam

 

Relief

Relief Candi Borobudur ini benar-benar sangat indah, artistik, dan dibuat dengan sangat detail. Kok bisa gitu ya memahat batu sebesar itu dengan sangat peralatan (yang mungkin) masih sederhana. Sewaktu mengamati relief di Candi Borobudur, saya berasa dapat melihat kehidupan di masa lampau. Relief tersebut menggambarkan Buddha dan aktivitas kerajaan/masyarakat masa lalu dengan sangat jelas.

Borobudur
Relief Candi Borobudur

Nih gambar di bawah adalah bukti betapa detailnya relief dan penggambaran kehidupan zaman peradaban masa lampau.

Borobudur
Coba gadis-gadis sekarang seperti ini ya hihihi…

Oops.. ngasih contoh gambarnya kok yang ini sih *jitak diri sendiri*

Kain Sarung

Candi Borobudur sering digunakan untuk upacara keagamaan Buddha, jadi sebaiknya sebagai pengunjung yang toleran, lebih baik menggunakan pakaian yang sopan. Kalau mau pakai bikini silakan di pantai, kalau mau pake hot pants silakan di mall. Bagi pengunjung yang mengenakan pakaian yang agak terbuka, pihak pengelola menyediakan sarung/kain untuk menutup yang bagian yang sexy-sexy.

Harga Tiket

Harga tiket masuk Candi Borobudur agak “berharga” pula, Rp23.000. Seharga tiket nonton bioskop yah…? Tapi sebanding lah dengan pemandangan candi yang tak ternilai harganya ini.

Halaman berikutnya, bagaimana cara menuju Borobudur

1
2
SHARE

LEAVE A REPLY