Ngarsopuro, Tempat yang (c)Antik di Kota Solo

Ngarsopuro, Tempat yang (c)Antik di Kota Solo

Ngarsopuro Solo

“Our admiration of the antique is not admiration of the old, but of the natural.” –
Ralph Waldo Emerson

Bersyukurlah Kota Solo mempunyai banyak pedestrian yang memanjakan para pejalan kaki. Ngarsopuro adalah salah satunya, menjadi tempat menarik di Kota Solo untuk jalan-jalan dan foto-foto. Ngarsopuro merupakan kawasan pedestrian yang unik yang menghubungkan Jalan Slamet Riyadi sebagai jalan utama Kota Solo dengan Kraton Mangkunegaran. Suasana Jawa tempo dulu dikemas secara apik, unik, dan klasik di sepanjang pedestrian ini. Menurut saya, Ngarsopuro ini adalah salah satu spot foto yang paling bagus di Solo bagi penggemar fotografi dan arsitektur.

Untuk menuju ke Ngarsopuro dengan menggunakan angkutan umum, pengunjung dapat pertama turun di Stasiun Purwosari. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Batik Solo Trans (BST), semacam “busway“-nya Kota Solo untuk kemudian turun di shelter Pasar Pon yang hanya berjarak beberapa langkah dari Ngarsopuro ini. Alternatif lainnya adalah naik bus Damri atau bus kota jalur A turun persis di depan Ngarsopuro.

Patung Orang Memainkan Gamelan

Di pinggir pedestrian terdapat beberapa patung orang menabuh gamelan dengan posisi masing-masing patung memegang instrumen gamelan yang berbeda. Sangat unik dan klasik… (asalkan tetap terjaga dari vandalisme).

Kota Solo

Patung orang memainkan gamlan

Patung Loro Blonyo

Patung Loro Blonyo adalah sepasang patung laki-laki dan perempuan yang biasanya mengenakan busana pengantin Jawa. Di Ngarsopuro, letak sepasang patung berukuran jumbo ini adalah di depan Pasar Windujenar/Triwindu, seolah-olah menyambut para tamu untuk bertandang ke Pasar Windujenar/Triwindu. Sedangkan miniatur patungnya bisa dibeli di dalam pasarnya sendiri.

patung loroblonyo

Patung Loro Blonyo

Pasar Windujenar atau Triwindu

Pasar Windujenar atau Triwindu ini menjadi surga bagi para kolektor benda-benda antik. Pasalnya, pasar ini menjual berbagai macam barang antik dan kuno. Mulai dari fosil, radio kuno, setrika arang, koin kuno, patung, gerabah, bahkan aneka per atau kumparan (Toko Pak Yono, 0271 – 643 829, 0815 670 6480) pun dijual di pasar ini. Hehehe… aneh ya ada toko yang khusus menjual per. Beberapa kali pasar ini mengalami perubahan nama, dari awalnya bernama Triwindu, kemudian berubah menjadi Windujenar, dan pada akhirya berubah lagi ke awal menjadi Triwindu.

Pasar ini berhiaskan topeng-topeng, kentongan raksasa, serta ornamen bercita rasa Jawa lainnya. Kontras sekali dengan Jalan Slamet Riyadi disebelahnya yang bernuansa modern.

Pasar barang antik Windujenar

Pasar barang antik Windujenar/Triwindu

Lampu Kandang Burung

Inilah yang bikin kawasan Ngarsopuro ini unik, lampu berbentuk kandang burung yang sangat eksotis. Kandang yang biasanya berisi burung, ini diisi lampu. Cool…

Lampu antik

Lampu antik berbentuk kandang burung

Di ujung pedestrian Ngarsopuro ini terdapat hotel dan resto dengan nuansa Jawa yang sangat kental, Omah Sinten. Selain itu, di ujung Ngarsopuro ini terdapat Keraton Mangkunegaran, salah satu di antara dua kraton yang berada di Kota Solo. Setelah puas, jalan-jalan bisa dilanjutkan dengan mengunjungi Kraton Mangkunegaran tersebut.

Pemandangan siang dan malam di Ngarsopuro sama indahnya. Pada malam hari, cahaya lampu dibuat agak remang-remang menambah eksotisnya kawasan ini. Di malam tertentu diadakan Ngarsopuro Night Market bagi penyuka wisata belanja.

Kalau capek jalan-jalan, pengunjung dapat beristirahat sejenak di kursi-kursi yang memang disediakan untuk berleha-leha sembari menikmati wi-fi gratisan di sepanjang pedestrian Ngarsopuro ini.

Selain itu, banyak sekali atraksi-atraksi yang sering diadakan di Ngarsopuro khususnya di malam hari, misalnya festival musik jazz, pertunjukan musik dan seni, dan atraksi-atraksi lainnya. Kalau main ke Kota Solo jangan lupa sempatkan main-main ke Ngarsopuro. Rasakan sensasi foto-foto narsis di depan lampu kandang burung hehehe… So, sugeng rawuh menyang kutho Solo, welcome to Solo City, Selamat datang di Kota Solo… :)

Gambar-gambar dan Foto-Foto Ngarsopuro dan Kota Solo


5 COMMENTS

    • @Stu Monkey
      Wah berapa kali ke Lawu? saya malah baru sekali. Dan gak ada dokumentasinya. Padahal kalo ada pengen banget gw share di blog hehe…

  1. menarik kayanya difoto bersih dan cantik, jadi pengen kesana insyaAllah aku mau sweeping cari barang murah ada gak bro???

Leave a Reply